31 Agustus 2014

pamer

gaby vs wicak: 31 agustus 2014.
sama sama laut. tapi yang satu buang duit, yang satu nyari duit hahahah.




ps: yang begini begini ini nih yang bikin pengen cepet lulus cepet kerja. asli pengen kerjaaaaa sekolahnya nanti nanti ajaaaa

30 Agustus 2014

di orly sabtu malam

sampe di airport orly sud, nyari tempat duduk yang agak mojok.

gaby: (ngeluarin roti tawar, daging ayam tipis siap makan, sama keju singles)
dimas: ini mau buka lapak di sini nih gab?
gaby: iya, emang kenapa? (lanjut ngebukain yang tadi udah dikeluarin satu")
dimas: (bengong) hahaha astaga..
gaby: nape? (sambil terus bikin)
dimas: (geleng" kepala) gabyy gaby....
gaby: (lanjut bikin dengan penuh konsentrasi) yaelah mas biasa aja kali, gw begini terus di mana" tiap liburan.
dimas: di mana pun?
gaby: yoih.
dimas: (geleng" kepala lagi) hadehh.. gabyyy gaby...
(diam sejenak, gw masih lanjut bikin sandwich)
dimas: emang yah, mau beasiswa mau engga kelakuan tetep sama.
gaby: hahahahahaha

(lanjut makan hingga masing" dua tangkup terus gw ngeluarin dan ngebuka coklat)

gaby: (ngambil satu lembar roti tawar, naro dua patahan kecil coklat di roti, terus rotinya digulung)
dimas: (bengong lagi) lo ngapain gab?
gaby: roti coklat, daripada gw beli pain au chocolat? lebih mahal.
dimas: (geleng" terkesima kayak ga ngerti lagi) astaga gabyyyyyy! sini" gw foto!
gaby: hahaha ampaaasss!

ngomongnya sih 'coklat bikin gendut,' prakteknya itu banyakan lari ke mulut siapa yah tolong hahahaa.

dimas: sumpah ya gab, ini gembel banget loh gab.
gaby: bodo amaaaaat.

22 Agustus 2014

itu hanya emosi mengambilku ke atas

"it's just emotion, taking me over.." -bee gees

HAHAHA garing.

baiklah. gw semakin ga yakin kalo gw ini INTJ. orang gw ini emosional sekali hukhuk. sementara ini kata internet tentang INTJ:

gw banget yah, gw banget ;p

JADIII..

hari ini, internship gw terminated, huk.

cedide.. #muntahdarah

iya bener deh gw emosional sekali rasanya saat dadah" tadi.. hukhuk.. padahal gw baru cuma kurang dari 2 bulan di sini.. tepatnya 8 minggu.. tapi rasanya seperti sudah mengenal mereka lama sekali..

jadi gw abis intern di Fugro Survey BV, buat yang ga tau apa itu fugro, itu company yg sekarang lagi nyari MH370 yang ilang di perairan barat australia (hasek! sekarang enak yah ngejelasin 'fugro' itu makhluk apa!) nah fugro ini perusahaan multi nasional yg fokusnya emang gw bingits, alias hidrografi. naahhh, kantor pusatnya fugro, yang isinya petinggi" yang udah ga mikirin teknis lagi, itu cuma walking distance dari tempat gw magang kemaren, jadi sementara gw sepedahan, mobil bagus lalu lalang aja gitu tiap hari bahahaha ;p

yang gw ga ngira adalah, orang"nya menyenangkan sekali. jujur gw pikir budaya sini adalah tidak banyak bicara, kerja, produksi, lalala yang katanya bikin burnout itu. tapi puji Tuhan gw dapet lingkungan yang enak banget sih. pelan tapi pasti gw mulai kenal satu" orang" di sana, berawal dari dept gw (technical support), lanjut ke workshop, sampe ke Fugro Intersite BV yang juga walking distance, yang adalah kantornya fugro yang fokus buat R&D. terus kenal sama orang" satu guesthouse, hang out bareng aaa~

ngucapin good bye satu" sama orang" yang gw anggap penting. bukan cuma minggu ini, tapi dari minggu lalu, soalnya ada yg mau berangkat offshore. ah pokoknya emosional sekali deh.

makasih bos supervisor super oke. you're the best dah. 2 bulan digeber dari teori, praktek, sampe analisis. dan semua yang udah bantuin gw, terutama senior gw hyper-perfeksionis extremely-meticulous. it was such a pleasure!! :')

ps: di dept gw kami punya 'communism food' yang biasanya berisi buah dan coklat. i brought my best offering to the comerades on this last day, mwahahaha!

pps: terancam ga bisa move on #lah!

17 Agustus 2014

on nationalism

since my last post was pretty cool #youwishgeb i will make a less cool post then heheh.

seperti biasa, gw selalu ragu akan dua judul. kali ini gw ragu akan membahas hasil 16 personality test ala carl jung gw yang terbaru, atau peringatan kemerdekaan indonesia yang jatuh pada hari ini. topik pertama nongol karena, saking ga percaya-nya kalo sekarang gw INTJ, gw ambil tes ini ber-kali" dari website" berbeda dan, hasilnya selalu sama. dan lo atau apa lagi yang gw temukan?

“The INTJ personality type is one of the rarest and most interesting types – comprising only about 2% of the U.S. population (INTJ females are especially rare – just 0.8%)"
http://www.16personalities.com/

tadinya gw mau bangga, i'm one of those crazy 0.8%! tapi pas sadar kalo ini cuma US population, statement ini jadi garing. jadi males ngebahasnya bahahah. but still! contoh orang" yang dianalisis memiliki kepribadian INTJ antara lain: Isaac Newton, Augustus Caesar, Karl Marx, Friedrich Nietzsche, Mark Zuckerberg, Stephen Hawking, Martin Luther, Niels Bohr, Jean-Paul Startre, i mean how cool are they?!

oke, back to topic.


merdeka yah, merdeka.

jujur, di usia 23 tahun ini, terutama setelah melihat dunia di luar merah putih, sudut pandang gw terhadap beberapa hal jadi berbeda. yang tadinya hyper-nasionalis (iya, bisa gw bilang hyper) jadi lebih 'world view.' tadinya gw sangat mengagungkan kemerdekaan. mengagungkan indonesia. bangga berlebihan, mungkin, dan ya, gw termasuk orang yang 'merasa terjajah' ketika sumber daya kita diambil bangsa lain dan blablabla.

namun, setelah melihat hal" berbeda di luar sana.

ada satu pikiran yang mengganggu. bahwa, orang" yang datang ke indonesia untuk mengambil sumber daya kita, mereka salah apa?

i'll make it easier for you. kenapa dunia ini fokus banget sama yang namanya minyak? karena minyak penting! transportasi darat-laut-udara? butuh bahan bakar! dari mana? minyak! plastik? minyak! aspal? minyak! dan siapa konsumen utama minyak? ya negara" maju.

masalahnya, ga semua negara maju ini punya minyak di tanahnya. punya pun, produksinya ga seberapa dibanding dengan permintaan. well, kecuali, amerika. they're lucky as hell. maka itu mereka nyari minyak di tempat lain, dan negara" timur tengah sangat beruntung bahwa mereka diberkahi ladang kaya minyak dan gas bumi yang bikin mereka bisa kaya tujuh turunan di mana turunan kedua sampe ketujuh ga perlu banting tulang buat ngisi perut. ya, mereka menikmati 'hasil bumi' yang merupakan 'berkah Tuhan' yang mereka 'punya' tanpa bekerja. sementara yang nyari dan nemuin minyaknya, siapa? ya yang mereka sebut 'asing' itu!

mungkin ga semua dari kita tahu, bahwa indonesia punya kebijakan, di mana pun oil and gas company mau nambang, mau onshore atau offshore, 85%-nya adalah hak bangsa dan negara indonesia. jadi buat eloh eloh yang tereak tereak kalo sumber daya kita 'dijajah asing,' pikir lagi deh.

yang gw ga ikhlas ada dua. pertama, kita jadi bego. pemerintah kita tinggal terima 85% jatah (well, walau pastinya para oil company cari cara gimana biar ga 85 85 amat, lo pikir drilling segampang goyang ngebornya inul? lo ngebor aja punya resiko encok kan?!) dan ini menyebabkan, kita 'malas' eksplorasi sendiri. kalo bisa terima jadi, kenapa mesti kerja lebih? kedua, oke, mereka punya kebijakan 85%. terus yang nikmatin duitnya siapa? yang bikin kebijakan? apa sih yang mereka lakukan dibanding orang" yang katanya 'asing' tapi setengah mati nyusun strategi survey, analisis ini itu, mempertaruhkan biaya dan kadang, nyawa manusia, demi lo bisa ke kantor besok pagi dan kantong plastik belanjaan bulan ini?

kita suka salah persepsi tentang merdeka. bahwa ada bangsa lain yang membutuhkan keberadaan kita, bukan berarti kita dijajah! yang salah adalah, jika mereka memperlakukan kita secara tidak wajar. ya contohnya, kerja paksa membabi buta oleh jepang waktu mereka butuh suplemen buat perang dunia kedua, itu penjajahan, karena sisi kemanusiaan hilang di sini. dan ya, waktu belanda mempekerjakan pribumi untuk membangun jalur anyer-panarukan, itu juga penjajahan. ada sisi di mana yang menjajah leyeh", dan yang dijajah kerja keras sampai kadang harus meregang nyawa.

bandingkan dengan kasus oil and gas yang barusan gw jelaskan. masih bisa bilang mereka menjajah?

belum lagi bicara sumber daya makanan. sejak hidup di belanda, walau singkat, gw jadi tau kenapa mereka bela"in pulang-pergi ke sunda kelapa di jaman VOC dulu, dengan teknologi kapal yang ga secanggih sekarang. mereka ga punya rempah! but they LOVE it! pernah nyobain makanan asli belanda? bleh. in dessert they won, dan bitterbalen pun rasanya tidak buruk. tapi menu utamanya?

dan yang namanya restoran indonesia udah kayak McD di sini. di mana" ada, dari gw heboh, sampe bosen sendiri ngeliatnya. dan kebanyakan diset 'classy' jadi bisa disimpulkan, yang makan itu yang punya duit. dan setelah ngobrol dengan random dutch people in here, hampir semua mengatakan "i love indonesian food!" dan bilang makanan belanda ga ada rasanya. see?! see?!

gw datang dengan keinginan merenungkan kemerdekaan di tanah penjajah. bok, gw dapet 17 agustusan di belanda, deket den haag pula, gimana ga heboh dalam hati? namun entah mengapa hari ini, semangat itu ga ada.

perjuangan para pahlawan 69 tahun lalu (wow, udah lama banget yah) melawan para penjajah 'asing' sudah berlalu. penjajahan yang kini kita hadapi, menurut gw, adalah dari penguasa kita sendiri. dari orang" yang meraup keuntungan tanpa bekerja. orang" yang melakukan cara apa pun demi mempertahankan kekuasaannya, tanpa mengindahkan sisi kemanusiaan. dan bahkan, dari orang" yang menganggap bahwa mereka 'punya kuasa' untuk menindas kaum" tertentu yang 'tidak sepaham' dengan mereka. these are the ones we should be afraid of. these are the ones we should raise our fists to. these stupid ignorant people who only want to make our peaceful life disturbed.

gabriella alodia
17 agustus 2014
leidschendam, the netherlands

ps: yah, ga bisa dipungkiri, tiap kali ngeliat bendera belanda, seringkali ada hasrat untuk merobek bagian birunya hahaha! favourite historical moment!

16 Agustus 2014

pemodelan arus untuk analisis pergerakan pasir musiman di pulau semak daun, kepulauan seribu


oke! kali ini gw akan sedikit serius, yaitu gw bakal cerita tentang tugas akhir, alias TA, alias skripsi gw #hasek!

keterangan: gw terbiasa menulis kata 'erosi' dibandi 'abrasi,' namun kapan pun gw nulis erosi di sini sebenarnya itu adalah 'abrasi' hehe.

jadi ceritanya adalah, kepulauan seribu ini kan memiliki sekitar 101 pulau (iya, ga sampe seribu heheh), nah karena pulaunya ini kecil-kecil banget alias sehari diputerin beres, peneliti dari jaman belanda masih di sunda kelapa (Umbgrove & Verwey, 1929) sampe ke masa sekarang takut akan kehilangan pulau" ini. kenapa? karena mereka sering banget nemuin indikasi erosi di beberapa pulau, bahkan ada pula pulau yang udah 'ilang.'

nah, tujuan dari TA gw ini adalah, memodelkan, well, secara ga langsung, dinamika pergerakan pasir di pulau" ini, tapi fokus gw cuma di satu pulau, yaitu pulau semak daun.

ga tau pulau semak daun? nih gw kasih fotonya yak!

taraa! bener kayak semak daun kan dari jauh? hehe (sumber: google)

pulau ini tuh keciiil banget. 15 menit udah beres keliling ini pulau, serius! 30 menit deh kalo pake leyeh" santai hahaha. tapi pulau ini jadi salah satu 'pegangan hidup' penduduk kepulauan seribu, khususnya warga Pulau Pramuka dan Pulau Panggang, karena kalo turis main, pasti salah satu destinasi utamanya adalah pulau kecil nan imut ini. jadi ga heran kalau pemerintah setempat 'ketakutan' akan kehilangan pulau ini.

sejak erosi terindikasi oleh pemerintah setempat, mereka berusaha untuk 'menghentikan' erosi tersebut dengan mendirikan sea wall yang sebenarnya ga cocok untuk morfologi pulau nan rapuh ini. akibatnya, tembok" yang udah didirikan itu, yah, mungkin karena efek potong-biaya-sana-sini juga, ya rusak. nah kan. udah pantainya rusak gegara tembok, eh ini temboknya rusak pula.

wall yang rusak gegara scouring di semak daun ("the cay" movie crew, 2010 - termasuk saya heheh)

tapi beneran ga sih, kalo semak daun ini bakal hilang? terus, kalo ga boleh bikin tembok, dibiarin aja gitu pasirnya pergi jauuuhhh?

NAH! satu hal yang membedakan dinamika pasir di pulau" kecil adalah, saking kecilnya mereka, yang namanya aktivitas laut itu menghantam dari segala arah! (Adrianto & Matsuda, 2003) jadi sebenarnya pergerakan pasir di pulau kecil itu, ya dinamis sekali. itulah mengapa judul TA gw ini muncul, gw akan memodelkan pergerakan pasir tahunan di pulau kecil ini. tapi gw cuma ambil peak season-nya, yaitu bulan agustus dan januari (Poerbandono, 2012). gw juga dapet gambaran mengenai angin musiman di kepulauan seribu dari penelitian senior gw tersotoy-tapi-ngangenin (Aziz, 2011 lulusnya kalo ga salah).

hipotesis yang mendasari penelitian gw adalah dari pembimbing gw sendiri, yak, lo bakal nemu cukup banyak nama beliau nongol di post ini. berikut ilustrasinya.

hipotesis pergerakan pasir di musim angin timur, yang puncaknya adalah agustus (Poerbandono, 2012)

nah terus, gw ngebandingin dua citra satelit. yang satu citra di bulan juli 2008 (musim angin timur), satu lagi bulan desember 2009 (musim angin barat). dan inilah perbandingannya!

kiri: juli 2008, kanan: desember 2009 (Alodia et al., 2012)

naaahhh beda kan lokasi pasirnya? jadi bisa kita asumsikan bahwa sebenarnya pasir ini ga 'hilang,' tapi 'pindah.' untuk membuktikannya, makanya gw bikin model arus di sekitar pulau ini!

jadi gw ngedownload data angin di kedua peak season itu dari NOAA, download model batimetri global dari GEBCO, digabung sama digitasi nautical chart kepulauan seribu dari dishidros, digabung sama hasil survey hidrografi di pulau semak daun (Poerbandono et al., 2004) dan pulau pramuka-panggang-karya (Poerbandono et al., 2009), dan prediksi pasutnya gw lakukan di software yang gw gunakan (rahasia softwarenya apa, hehe).

dan berikut hasil mesh hasil gado" batimetri sayah!

curucuuuuuwwww.. cute yah?! (Alodia, 2012)

nah terus setelah strugle melewati berbagai proses modelling dari ga ngerti apa" sampe bisa klak-klik sambil merem (berlebih), jadilah mahakarya itu!

my final result, wohoo! (Alodia, 2012)

cool kan cool kan!! kita bisa bandingin SE current sama hipotesis modelnya bapak Poerbandono yang sebelumnya gw cantumin, dan cocok!

jadi kesimpulannya, manusia itu memang lebih perhatian dengan apa yang 'hilang' daripada dengan apa yang 'datang.' pas pasirnya pergi, panik. bikin tembok. protektif. mereka ga tau, kalo bikin tembok malah ngerusak dinamika pasir, makanya pas pasirnya 'pulang kampung' dan 'kampung'nya udah ketutup tembok, mereka mangkal di luar tembok, seakan baik" aja padahal 'maksa masuk' gegara kena arus laut yang bikin mereka 'mendesak tembok perlahan' dan terjadilah si scouring dan FYI pasir di luar tembok bukan hal yang jarang ditemui di pulau" kecil di kepulauan seribu loh! jadiii.. santai aja! pasir kamu ga hilang beb, cuma lagi cari jati diri aja. kalo dia udah siap, dan memang sudah waktunya, pasti balik lagi ke 'kampung'nya ahahaay~

ps: kepikiran cerita soal TA gegara pas gw cerita soal TA gw ini ke salah satu kolega dan gw tunjukin pulau semak daun di google maps, dia heboh 'it looks like paradise!' dan berujung 'maybe I should apply as a professor in bandung.' bisa pak. bisaa bisaa.
Template developed by Confluent Forms LLC