09 Juni 2008

resensi film May..

mungkin kawan" ada yang tahu film ini? memang baru rilis dan baru keluar di bioskop sekitar tanggal 5 atau 6 juni kemarin..

film garapan Viva Westi yang diproduseri oleh Heru Winanto ini mengambil tema tentang kerusuhan di Jakarta 10 tahun yang lalu.. pada saat itu warga Tionghoa yang lagi" menjadi kambing hitam oleh masyarakat..

filmnya sebenarnya simple.. scene pertama adalah seorang gadis sedang bernyanyi di kafe.. lagunya lumayan enak.. lalu tiba" sepulangnya dari sana ada seseorang yang mengejar-ngejar dia yang berkata "i just wanna talk to you, May.." dan gw langsung berpikir..

"ahh.. jangan sampe ni cerita basi.."

tapi ternyata engga sama sekali! awalnya emang agak menyebalkan, karena akting "kecapekan" si May terlalu berlebih, bahkan ada stiker VISIT MALAYSIA 2007 menempel di suatu taxi dan di shoot dengan jelas.. hahaha.. tapi scene demi scene, alurnya mulai berasa dan kompleksitas dari cerita" di dalamnya mulai terungkap..

kisahnya, si May ini sebenarnya orang Indonesia, keturunan warga Tionghoa.. Ia terpisah dengan ibunya lantaran kerusuhan pra Reformasi pada saat itu.. Ia juga terpisah dengan kekasihnya, yang merupakan salah satu aktivis dan pembuat film dokumenter.. semuanya kacau, dan hidupnya diselamatkan oleh seorang wartawan asing yang tengah meliput kejadian" di era pra reformasi itu..

singkat cerita dia hijrah ke Malaysia.. dan bertemu kembali dengan orang yang dahulu menyelamatkannya.. ibunya juga kerja di sana, tapi mereka saling tidak mengetahui keberadaan masing".. Ares, sang kekasih pun masih putus asa mecari May ke mana" karena rasa bersalahnya yang begitu besar, meninggalkan May di kala ia sibuk membuat suatu proyek dokumenter..

bukan hanya itu, disajikan pula cerita dari seorang "biasa" yang menjadi "luar biasa" karena sempat memanfaatkan keadaan pada masa itu.. namanya gw lupa, tapi yang main Lukman Sardi.. ia menjual surat" rumah yang ia peroleh secara "tidak sengaja" dari seorang warga Tionghoa yang putus asa mencari tiket pesawat terbang untuk mengungsi.. dengan dana hasil jualannya itu, ia dapat membiayai operasi kelahiran anaknya dan juga membangun hidupnya menjadi lebih baik dengan membangun berbagai usaha yang sukses..

alur demi alur, benang merah dari cerita" tersebut mulai terlihat.. sebenarnya siapa sih si Lukman Sardi ini? kenapa dia tiba" nongol di antara kisah kasih May dan Ares, beserta ibunya? hayoo.. pasti udah mulai nebak".. tapi ujung dari cerita ini memang lumayan oke.. tapi sayang endingnya agak kurang menggigit..

secara keseluruhan, gw suka film ini.. di tengah maraknya film" ga penting di Indonesia yang isunya hanya seputar sex, cinta, dan film horor, ada juga film yang mengangkat satu peristiwa bersejarah di Indonesia dengan berbagai bumbu cinta serta penyesalan masa lalu.. akting dari tokoh"nya juga bagus dan nggak kacangan, dan yang paling penting, gw bisa menikmati film ini dari awal sampai akhir tanpa ada rasa bosan atau menyesal dan pengen keluar bioskop..

MAJU TERUS INDUSTRI FILM INDONESIA!

2 komentar:

  1. hwhaahha .. kayanya selera pilem kita sama dehh .. FIKSI sama MAY juga gw suka banget , sampe gw bikin review-nya sgala ^0^

    BalasHapus
  2. memang okee!
    gw lagi menanti laskar pelangii.. semoga bagus!!

    BalasHapus

Template developed by Confluent Forms LLC