09 Juli 2009

Curhat Buat Sahabat

Sahabatku, usai tawa ini
Izinkan aku bercerita:

Telah jauh, ku mendaki
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai kau di sana
Telah jauh, ku terjatuh
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku disini...
Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Dan berbisik : "Pandang aku, kau tak sendiri,oh dewiku..."
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang
Itu saja kuinginkan

Sahabatku, bukan maksud hati membebani,Tetapi...

Telah lama, kumenanti
Satu malam sunyi untuk kuakhiri
Dan usai tangis ini, aku kan berjanji...
Untuk diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakitMenentang malam, tanpa bimbang lagi
Demi satu dewi yang lelah bermimpi
Dan berbisik : "Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku..."
Wahai Tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi

Dewi "Dee" Lestari
Rectoverso


gw lagi sukaaa banget dengerin lagu ini.. apalagi setelah baca ceritanya.. huff.. dalem banget.. sebenernya dalam album rectoverso gw cuma menyukai 2 lagu yaitu lagu ini sama Malaikat Juga Tahu.. karena cerita sama lagunya klop banget dan ada klimaksnya.. huaaahh sukaaaa!! berasa terbang dengerin lagu ini.. hmm..

untuk apa menanti segelas air putih jika ada anggur yang mahal di depan matamu?

karena air putih lebih sehat. =P

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC