30 Agustus 2009

feels like watching a movie

pertama melihat covernya : menarik! setelah melihat nama yang terpampang di cover tersebut : sangat menarik! karena nama yang terpampang di sana adalah TIKA, seorang penyanyi wanita yang mengambil jalur independen, instead of being a so-called diva.
Tantang Tirani?* yang merupakan track pertama pada album ini dinyanyikan secara acapella tunggal. suara TIKA yang menyihir seketika membuat Anda masuk ke suasana jalan gelap remang-remang dalam suatu film noir, seakan Anda adalah seorang detektif yang kian merenungi kasus demi kasus yang datang silih berganti. secara tidak langsung, track pertama ini mengantarkan Anda pada kekelaman yang akan Anda hadapi sepanjang album ini.
Tentang Petang, masih dalam suasana gelap, membawa Anda menjadi seorang wanita yang kian menanti kekasihnya kembali ke rumah saat hari mulai petang. sementara 20 Hours akan mengantarkan Anda ke suatu bar dengan suasana vintage, di mana Anda bertemu dengan seorang lawan jenis yang attractive, sementara bar riuh rendah dengan suara gelas-gelas bir yang saling beradu. album apik ini ditutup dengan Clausmophobia yang membuat Anda terkekeh dengan lirik homoseksual yang disajikan secara ringan.
album ini akan membawa Anda ke dalam gelapnya malam di kota tua tempo dulu. lirik-lirik yang keras dan menantang dilantunkan dengan nada-nada yang menghanyutkan, hingga terkadang lirik tersebut terlupakan. namun ketika Anda membuka dan membacanya sambil mendengarkan lagu-lagu TIKA, Anda akan menyadari bahwa suasana yang dibawakan dalam lagu itu sangat mendukung lirik, yang masing-masing memiliki pesan yang kritis dan melawan.
album dengan harga Rp 38.000,- ini merupakan salah satu album dengan kualitas yang tinggi. it's really worth it. lagipula, dengan membeli CD ini, Anda akan mendapatkan sebuah dompet kecil yang membungkus notes yang membungkus CD yang terletak di cover belakang.**

*setelah research lebih lanjut, penulis mendapatkan bahwa lagu ini merupakan semacam feedback untuk lagu "Tantang Tirani" yang digarap oleh grup Homicide. grup tersebut telah bubar.
**setelah melakukan reasearch lebih lanjut lagi, penulis menyadari bahwa review ini hanyalah sebersit dari pesan yang ingin disampaikan TIKA lewat karyanya. review ini kebanyakan hanya dalam sudut pandang imajinasi penulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC