31 Agustus 2010

2 buku lagi

ternyata energi saya masih banyak. waktu juga masih menunjukkan pukul empat. yah, masih cukup banyak waktu menuju pukul setengah tujuh. sebentar lagi pun saya akan menyelesaikan pekerjaan lain. saya hanya butuh senang-senang sebentar di blog ini.

kali ini saya akan kembali membahas dua buah buku yang tidak lama baru saya habiskan. yah, kedua buku ini terbilang cepat habis, karena saya membacanya saat kerjaan saya belum sebanyak sekarang. masa-masa kosong kerjaan, hahaha. sok sibuk dasar.

mari kita mulai dengan bacaan yang agak serius..


buku ini saya pinjam dari aryo prayudhana, salah satu supplier peminjaman buku saya di kampus, selain rizki akbar dan albert adhityas satria wibawa. sebentar lagi saya juga akan menodong nuli rahmasari, hahaha.

atas saran aryo, saya meminjam buku ini. tertarik dengan deskripsinya, 9 cerpen yang saling berkesinambungan. wow. penasaran dan mulai membaca. halaman-halaman pertama berhasil merebut hati saya dan membuat saya betah membaca sampai cerpen pertama habis. wow. luar biasa. jantung saya seakan berdetak mengikuti irama yang dibawa penulis dalam cerpen tersebut. hari-hari berikutnya saya membaca cerpen-cerpen selanjutnya satu-persatu secara berurutan. uniknya, setiap cerpen diawali sebuah ilustrasi yang semakin membawa pembaca masuk ke dunia yang dibentuk oleh leila s. chudori. sebuah pengalaman membaca yang baru kali ini saya alami. ilustrasi setiap cerpen bersanding dengan pas, tidak lebih, tidak kurang.

setiap cerpen yang ditulis oleh leila nyaris tanpa akhir. yang ia ceritakan bukanlah hal-hal indah, melainkan hal-hal yang justru menggambarkan penderitaan tanpa ujung. menarik dan miris secara bersamaan.

saya tidak akan menceritakan buku ini lebih banyak lagi. saya berani memberikan angka 5 dari 5 untuk buku ini. pas! entah mengapa saya selalu menyukai sebuah karya sastra yang bersentuhan dengan kehidupan jurnalisme. seakan segala sesuatu dibuat se-nyata-mungkin, padahal tak lain ia hanyalah sebuah karya sastra. imajinasi. salut 100 kali lipat untuk leila :)

beralih ke bacaan yang lebih santai..


berbeda dengan 9 untuk nadira, novel pillow talk ini terbilang ringan, walau tebalnya mencapai 500 halaman. ceritanya tidak asing. tentang sahabat yang sama-sama berharap lebih namun sama-sama menjaga perasaan. ya, klise.

halaman-halaman awal buku ini membawa suatu aura 'dewasa' yang agak membuat pembacanya kaget dan menimbang-nimbang: haruskah saya selesaikan buku ini? namun dengan saran bijak dari abdurrahman hakim, saya berani meneruskan novel ini. ternyata bagian 'dewasa' tersebut hanya ada di awal-awal cerita. mungkin sekedar untuk menarik pembaca.

menyelesaikan buku ini terbilang cepat. saya menyelesaikannya selama 3 hari, sementara abdurrahman hakim menerkamnya dalam waktu 2 hari, di mana ia baru membacanya setelah ia berbuka puasa. tak heran. nyatanya isi novelnya tak terlalu berat. benar-benar ringan dan sebenarnya biasa saja.

saya hanya bisa memberi 2 poin untuk novel ini. terlalu biasa. ceritanya tidak ada yang aneh-aneh atau pun nyeleneh barang sedikit. yah, saya tidak bermaksud menjelek-jelekkan, tapi dari segi mana pun saya biasa saja sama novel ini. dibilang suka tidak, dibilang tidak suka juga tidak. mungkin aryo prayudhana sedang bosan membaca novel-novel 'gelap' saat ia memutuskan untuk membeli buku ini. untuk christian simamora, jangan berhenti menulis. tulisan Anda menghibur kok :)

1 film, 1 buku

rencananya saya tidak tidur sampai pagi. takut bablas. hari selasa sama sekali bukan hari untuk bablas. kali ini saya akan mengulas 1 film dan 1 buku yang baru saja saya habiskan. filmnya saya tonton sebagai teman begadang di hari lain, setelah mengerjakan berbagai hal yang seabrek-abrek, lalu ada waktu nanggung sampe pagi. bukunya saya baca di sela-sela tidak ada kegiatan seperti saat menunggu makanan datang, menunggu angkot yang lagi ngetem untuk segera jalan, kegiatan alami yang terjadi di kamar mandi selama lebih dari 5 menit, serta momen-momen lain di mana saya sebenarnya bisa melakukan sesuatu daripada hanya duduk diam bengong mungkin tertidur, jadi buku ini habisnya terbilang cukup lama.

sebenarnya masih ada 2 buku lagi yang baru saja saya baca. tapi lain kali saja saya membahasnya, kalau sempat. selamat menikmati :)

mari kita bahas film terlebih dahulu..


film yang disutradarai oleh christopher nolan ini berhasil memikat saya pada detik-detik pertama. penggabungan frame backward, berwarna, dan hitam putihnya sangat cermat dan rapi. walau film ini terdiri atas beberapa frame maju-mundur yang berbeda, tidak terasa ada kebosanan, karena hampir dalam setiap pergantian frame, kita dituntut untuk berpikir. selain itu, christopher nolan dengan murah hati memberikan sentilan-sentilan kecil pada beberapa frame, dimulai dari sekitar pertengahan film, yang membuat kita tanpa sadar berucap "oooo.." atau "astagaa!!" ato "anjritlah!!" tergantung bagaimana kita menyikapinya.

bagi yang sudah terlebih dahulu menonton film inception maupun the prestige, penyutradaraan khas nolan amat terasa dalam film ini, walau saya sendiri belum menyaksikan karya nolan dalam the dark knight, insomnia, dan following. alur berpikir yang diberikan dalam film ini awalnya terkesan kompleks, namun seiring berjalannya film, alur cerita akan dengan mudah terbaca, dan di sinilah letak keberhasilan nolan membangun konsentrasi dan rasa penasaran penontonnya untuk menyaksikan frame demi frame yang disuguhkan.

secara garis besar, film ini sangat layak disandingkan dengan film-film top 250 imdb lainnya. saya sendiri memang penyuka jenis film 'nyeleneh' seperti ini, yang menyajikan twist yang 'wow' di akhir cerita, apalagi dengan alur dan penceritaan yang tidak biasa. saya tidak akan menceritakan isi dari film ini seperti apa, biar Anda yang tonton sendiri. saya sendiri berani memberi poin 5 dari 5. salut untuk nolan :)

mari kita berpindah ke buku..


novel yang memikat hati teman saya dengan judulnya ini memang sebuah novel yang tidak biasa. tidak seperti layaknya teenlit maupun chicklit yang memang sudah mewabah sedari saya masih duduk di bangku smp, novel ini menyajikan suatu cerita yang terbilang baru di kalangan literatur indonesia. saya sendiri tidak bisa mengelompokkan apakah novel ini sebuah karya sastra atau bukan. sepertinya tidak. karena bahasa yang dipakai penulis hanyalah sekedar bahasa sehari-hari.

pada halaman-halaman pertama, jujur saja saya agak malas membacanya. terlalu kompleks dan cerewet untuk sebuah awalan. namun karena penasaran akhirnya saya lanjutkan juga. halaman demi halaman novel ini semakin menarik. pembaca dibawa masuk ke dunia sang tokoh dan membuat pembaca nyaris tidak ingin meletakkan novel tersebut, kecuali jika memang sudah benar-benar muak membaca. jujur, agak muak membaca novel ini berlama-lama. harus ada banyak jeda.

waktu pembacaan yang cukup lama ternyata terbayar dengan suatu kepuasan tersendiri. saat saya meminta komentar dari rizki akbar dan nuli rahmasari, teman-teman saya yang lebih dahulu membaca novel ini, mereka bilang novel ini biasa saja. bahkan rizki akbar agak 'gimanaaaa' gitu sat menjawab pertanyaan ini. "udah, baca aja.." katanya. namun saya sendiri justru memutuskan untuk menyukai novel ini begitu saya baca endingnya. wow.

overall saya hanya berani memberi nilai 3.7 dari 5. dari ide segi cerita, novel ini menang banyak. dari segi bahasa, novel ini biasa. namun dari segi 'penggerak,' novel ini nyaris tidak menyampaikan pesan apa-apa kepada pembacanya. tidak ada suatu 'harapan' yang diberikan setelah penghabisan novel. benar-benar sekedar hiburan. walau saya hanya memberi nilai 3.7, tidak berarti saya tidak menikmatinya. salut untuk nuril basri, ditunggu tulisan-tulisannya lagi :)

30 Agustus 2010

the art of living

hyehehe.. tiba-tiba gw mencintai kehidupan.. halah! mungkin efek sebuah novel yang baru gw baca.. punya kibay.. dari tangan nuli.. judulnya: halo, aku dalam novel.. woww..

sebagai prolog, gw mencari gambar dengan kata kunci living via google, dan hasilnya adalah:

living untuk living stones. hwaaa sepertinya nyaman sekaliii hahahaha!

living untuk living room. woww. sesuai cita-cita. rumah dengan elemen dasar kayu, aaa!

living untuk healthy living women. biar ga cepet osteoporosis, ahaha!

dan tiba-tiba gw lupa apa yang ingin gw tuliskan, hahahaa..

bersyukurlah akan kehidupan, akan setiap nafas yang kita hirup setiap hari, akan kesadaran ketika terbangun dari tidur yang nyenyak, akan segalanya. hargai kehidupan. warnai kehidupan.

dan tiba-tiba gw (kembali) tertarik dengan gunungapi setelah bencana sinabung.. puji Tuhan ga ada korban jiwa akibat letusan.. teringat film yang gw tonton untuk tugas pengantar geografi terdahulu, saat ilmuwan-ilmuwan gunung api di filipina bekerjasama dengan ilmuwan yang dari amerika (USGS mungkin?) untuk evakuasi calon korban suatu letusan yang diperkirakan akan terjadi.. hebatnya, warga sekitarlah yang pertama kali memberi tahu badan pemantauan gunungapi atas anomali yang dilihatnya.. luar biasa..

bagaimana dengan altimetri?

mari ikuti kata hati.. mari buka mata, lihat kondisi.. di mana bangsa ini membutuhkan tenaga saya, di sanalah saya akan berada.. di mana pun Tuhan menempatkan saya, di sanalah saya akan berbakti :)

26 Agustus 2010

mengapa gw jadi doyan nulis gini yah?

sebenernya udah lama sih doyan nulis. kalo baca history dari blog gw ini, lo akan menemukan banyak banget nget nget tulisan gw dari jaman lulus sma. ckckck. tapi sempet kosong pas awal-awal kuliah ato apaa gitu. sempet ngeblog hanya untuk bersosialisasi dengan orang-orang baru, bukan karena emang pengen nulis. cuma pengen tau dunia baru aja, hahahaa. terhitung saat itu gw cukup berhasil membangun jejaring ke sesama blogger, dapet template yang ciamik yang bikin komen di blog gw mencapai lebih dari 20 komen (waw!), jadi member di rumahblogger, dan nyaris ikutan kopdar, alias, kopi darat, ahaha!

terlepas dari semua itu, ada satu hal yang gw sadari membangkitkan kembali jiwa tulis-menulis gw: mata kuliah jurnalistik sains dan teknologi, eaaaa..

saat gw mengambil mata kuliah ini, cuma satu tujuan gw: iseng-iseng pengen nyicipin ilmu lain di itb, hehehe.. dan gw memilih jurnalistik dari sekian banyak mkdu karena berharap mata kuliah ini dapat mendukung cita-cita gw, yaitu, dosen, yeeaahs.. tentunya pas gw mendosen nanti kan gw mesti banyak nulis, banyak berkarya, jadilah gw mengambil mata kuliah ini..

ternyata mata kuliah ini ga terlalu spesifik membahas bagaimana 'menjurnalkan' sains dan teknologi ke dalam sebuah karya tulis.. justru yang dibahas adalah aspek-aspek generalnya seperti 5W+1H, cara menulis, metode penulisan artikel, feature, dll. yang menarik justru saat pak acep menunjukkan tulisan-tulisannya yang dimuat di media massa.. judul-judul yang dia buat bener-bener bikin orang pengen baca, hehehe..

satu hal yang gw inget banget dari mata kuliah ini adalah: saat anda merasa sudah tidak bisa menulis, hati-hati, artinya anda sudah jarang baca. hmmm bener juga yah? kalo gw ga pernah baca apa-apa (baca buku, baca koran, baca situasi, baca keadaan) apaan coba yang bisa gw tulis?

mulailah mengerjakan berbagai tugas nan cihuy.. dan hasilnya? tidak memuaskan.. kebanyakan tulisan-tulisan awal gw nilainya cuma 65, grrr.. sayang banget, udah mata kuliah umum, nilainya kecil-kecil gini.. ckck..

dan pada akhirnya, tibalah si tugas akhir!! tugas akhirnya ada 3, yaitu, membuat feature, merapikan artikel lama (di mana gw cuma dapet 65, grr), dan membuat review buku yang lebih ke arah bedah buku.. dengan niat '45 gw mengerjakan tugas-tugas tersebut, ngutip kata-kata dosen dari sana sini yang nempel di otak gw setiap lagi ngajar suatu mata kuliah yang nyambung sama tema artikel, smsin orang-orang yang pantas dan kira-kira mewakili sampel untuk wawancara feature (terimakasih untuk juda, pimen, bang roy, mama, dan beberapa sumber lain yang sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan saya tentang e-book dengan sangat niat, kyaa!), dan yang terakhir: membaca ulang buku SAMAN dan membahas setiap babnya. hwawwwwww.

gw sendiri suka terkesima ngeliat tulisan gw. hahahahaa lebay paraahhh.. tapi ga percuma lah, karena ternyata gw lulus mata kuliah tersebut dengan hasil yang lebih dari memuaskan, hehehe :)

dan sejak saat itu, gw mulai rajin baca (lagi).. baca apaan aja dah.. artikel dari internet, buku-buku supply dari berbagai sumber, majalah apaan kek, bahkan gw bikin twitter untuk sekedar ngefollow beberapa twit penting seperti kompas, info bandung, dll (tapi gw ga follow detik karena beritanya seringkali ga penting dan bener-bener nyaris ada tiap DETIK. mengganggu) oh ya! gw juga follow joko anwar! huahahahaa!!

jadilah, gw jadi rajin nulis. mau di blog maupun hanya di laptop saja untuk konsumsi pribadi. baru-baru ini juga gw mulai berani nulis yang sifatnya sharing, soalnya ternyata gw dan teman-teman seangkatan gw sedang menghadapi suatu kenyataan yang sama. melalui tulisan gw, diharapkan teman-teman yang tadinya jungkir balik mikirin sesuatu itu bisa lebih lega dan terbuka wawasannya dengan membaca pemikiran teman lain yang mungkin ga pernah kepikiran di benak mereka, hehehe.. aa seruu!

yasudah. selesai curhat gw pagi ini. tuh kan, gw jadi cerewet banget nget nget. sebentar lagi kuliah, yea yea yeaa! semoga dapet tempat duduk. geoling boo! ahahaha! selamat siang semua!

altimetri: antara kondisi dan kata hati

eaaaa.. sok keren kali judul hari ini.. dimulai dengan bahasa planet diakhiri dengan rima yang tak disengaja.. hahaha..

grr.. sebenarnya pagi ini, sebelum teman-teman sahur, setelah berhasil nge-burn cd dengan baik dan benar (yeahs! gw ga gaptek lagi! ahahaa..), gw ingin bercerita sedikit kepada blog ini dan kepada pemirsa, baik yang setia maupun yang tak setia.. halah..

jadiii.. sebenarnya sedari pulang dari img tadi, ada satu kata yang terulang-ulang di memori gw: altimetri. yap, jadi sepanjang jalan otak gw bersenandung: altimetri.. altimetri.. altimetri.. lalalaaa.. oke berlebihan. tapi serius, kata tersebut nempel di otak gw selama beberapa lama, sebelum akhirnya gw memutuskan untuk meneruskan tanggung jawab mata kuliah geosat (tulisan G4VL-nya: geos@, halah!) yang harus dirampungkan malam ini dengan target tidak lebih dari jam 12 malam cdnya udah selesai. dan ternyata? ngaret 30 menit, okey, latian gab, lain kali pasti bisa tepat waktu, yeahs!

sebenarnya si altimetri ini sudah menarik hati cukup lama, ga lama juga sih, baru pas mau masuk semester 5 ini, ketika gw iseng-iseng berhadiah mencari-cari hubungan antara geodesi satelit dengan hidrografi. dan jawabannya adalah: altimetri.

apa itu altimetri?

gw sendiri belom tau secara rinci, hahaha. yang gw tau hanyalah bahwa altimetri merupakan salah satu jenis satelit, yang kerjaannya mantau laut, salah satunya, pergerakan lempengnya. intinya begitu. sistem kerja lalalaa belom tau gw. hmmmmm.

lalu sempat berbincang dengan si rene tadi di mobilnya. lagi-lagi mengenai masa depan. kami curcol, gw curcol, tentang isi hati gw, halah! jadi sebenarnya dalam hati gw kini tertanam sesuatu: pengen jadi ilmuwan. udah cukup lama, yah, kira-kira saat gw memikirkan kelanjutan dari profesi dosen itu apa yah? ilmuwan! jengjeeeng!

tapi eh tetapi, seperti posting gw sebelumnya, seperti akan 'percuma' gw menjadi ilmuwan ketika daya beli masyarakat indonesia (pemerintah setidaknya T_T) masih cukup rendah untuk hal-hal yang bersifat 'pintar' seperti ini.. hati gw pun bergolak, bak lempeng-lempeng yang senantiasa berdeformasi, hiaakkakak! lebay parah. eh tapi serius, keinginan (mulia?) gw untuk menjadi ilmuwan ini berbenturan banget sepertinya dengan kondisi, grrr bagaimana inih?

mengapa ilmuwan? jawaban termudah adalah: karena Tuhan menciptakan saya sebagai seorang wanita. mengapa wanita? jadi sebenarnya, teorinya, bahwa gw tidak memiliki suatu 'ikatan' yang mewajibkan gw untuk menghidupi keluarga gw nantinya (walau kemungkinan tersebut memang selalu ada, tapi ini bicara general aja). nahh, berangkat dari sinilah, gw pengen sesuatu yang istilahnya memerlukan suatu integritas, tapi bukan dalam bentuk 'terikat' pada suatu perusahaan tertentu. apalagi yang lapangan-lapangan gitu. gw sadar lah, tubuh gw sekarang saja renta, bagaimana saat sudah tua nanti. naahhh lagiii. ilmuwan sepertinya cocok sekali dengan jiwa 'bebas' saya. saya bisa bereksperimen dan bikin teori aneh-aneh, aheey! dengan tidak melupakan keluarga tentunya. soalnya manusia workaholic seperti gw bisa lupa makan lupa minum lupa hari bahkan lupa nama kalo udah nempel sama yang namanya: kerjaan. apalagi jika kerjaan itu sifatnya teratur dan mengikat. hmm.

namun, sekali lagi. kondisi. grrrr. masihkah gw dapat menjadi seorang ilmuwan dengan kondisi keuangan bangsa yang seperti ini? (aih, gw ga menyalahkan bangsa kok, justru lagi jungkir balik nyari solusi inihhh..)

bimbang dan bimbang. grr dan grr. hal ini yang membuat gw berbimbang-ria antara mau melanjutkan ilmu kebumian ato ngambil manajemen (ato akuntansi? ato sesuatu yang berhubungan dengan 'pendirian bisnis'?) di S2 nanti. kejauhan mikirnya? yeah, gw memang berlebihan sekali.

cuma satu hal yang gw sangsikan jika gw benar-benar akan serius 'membisniskan' ilmu gw: konsentrasi gw kepada bisnis tersebut kemungkinan akan sangat besar sekali, dan gw agaknya tidak ingin hal itu terjadi T_T

ah, sudahlah. lebih baik kita bersenandung lagi. altimetri oh, altimetri.

22 Agustus 2010

seorang manusia yang menjadikan kebahagiaan bukan sebagai tujuan hidupnya

karena kebahagiaan itu bisa didapatkan melalui berbagai proses, ga perlu sampe jadi tujuan segala, hahaha! *tuh kan, begini aja gw udah ketawa ketiwi sendiri, gyaaaaa..

gw sedang senang sekali (tripel S) karena ternyata tulisan-tulisan gw tempo hari mendapat tanggapan yang positif dari masyarakat (halah! masyarakat!) baik yang serius, maupun yang seenak-enak diri.. 2 post gw sebelumnya, di mana gw coba bertukar pikiran dengan teman-teman gw, mendapat berbagai tanggapan yang ngebuka wawasan, dan membuat gw merasa: gw tidak sendirian, dan bukan hanya gw yang cemas akan hal yang gw curahkan di sana, hahaha.

kenapa gw seneng ngobrol?

entah, karena bagi beban itu enak, sepertinya. hahaha. teringat saat menghadapi malapetaka saat muda dahulu (baca: SMA), kingkong selalu berkata: "dibawa sendiri siiiih.." dan saat itulah gw sadar, ga ada gunanya nyimpen beban. azzeeekkkk.

yeaahh.. tulisan ini emang ga punya juntrungan (PAUSE! mencari arti kata "juntrungan" di KBBI) oohh.. maksudnya tujuan.. kejelasan.. okey.. yep, memang tulisan ini tidak punya juntrungan.. gw ga bakal ngetag siapa-siapa juga buat tulisan ini, seperti tulisan-tulisan gw yang lalu laluuu.. hanya ingin mengungkapkan perasaan lewat tulisan.. tapi kalo ada yang baca mah, sok aja.. gw seneng ini, hahahaa..

grr.. gw semakin ingin menulis dan menulis.. menulis apa saja, terutama yang terlintas.. memanfaatkan waktu kosong daripada bengong doank ga ditulis jadinya ga produktif, karena waktu kosong itu adalah waktu yang paling berharga.. gw pun nonton pasti sambil melakukan pekerjaan lain, contohnya: sambil makan, sambil duduk di travel karena ga bisa tidur (itu pekerjaan! menunggu itu PEKERJAAN!), sambil tidur-tiduran, ato sambil mikir kalo emang filmnya menuntut gw untuk berpikir.. itulah mengapa gw selalu punya waktu untuk nonton, hahaha!!

udah ah.. sekali lagi, gw hanya ingin menulis.. menulis itu bersenang-senang, dan gw selalu ingin bersenang-senang, karena bersenang-senang adalah bagian dari hidup, bukan tujuan hidup, hehehe.. yaahh.. at least gw bisa menghibur diri gw sendiri.. iya gab, lo cantik gab, santai aja *halah!

tulisan selesai..
*gantung







NB: intinya? ga ada. hahahah!! kesian bet yang udah (sengaja ato ga sengaja) baca tulisan ini.. hihihiii..

21 Agustus 2010

pabrik cita-cita

perjalanan bandung-jakarta hari ini terbilang cukup panjang. karena. saya tidak tidur di travel. hiaaaaaaaa!!!

hampir setengah perjalanan saya habiskan untuk bengong. kata orang bengong itu mengosongkan pikiran. tapi buat saya bengong itu adalah: berimaajinaaasiiii. imajinasi tak selalu imajinatif (halah!) kadang imajinasi datang dari hal-hal konkrit yang memang sedang terjadi saat ini. dan kebetulan, pikiran saya barusan melayang-layang ke satu arah yang saya galaukan, mungkin melebihi kegalauan akan pasangan hidup. kan masih ada ajojing, hahaha!

apakah yang saya galaukan itu?

masa depan!
*jengjeeeeng!

ngomongin hal ini di saat-saat seperti ini seakan ngga ada habisnya. pemikiran berbagai jenis manusia yang bertebaran di dunia ini pun berbeda-beda tentang konsep masa depan ini. ada yang tenang-tenang saja, ada yang sudah punya rencana besar kehidupan, ada juga yang masih linglung, yah, seperti saya ini. hahaha. yaiyalah, kita kan udah bukan anak kecil lagi yang kalo ditanya mayoritasnya akan menjawab: DOKTEEL!! *dan saat itu saya kepengen jadi astronot biar bisa ke planet jupiter*

baru-baru ini, saya memiliki satu hobi baru: stalking. BUAHAHAHAHA! siapa yang di-stalk? dosen! *doeeeng* pertama, saya sama clara secara ngga sengaja ngeliat profile-nya pak hadwi (kartografi) di facebook. woow. ternyata dia jadi kepala divisi sesuatuuu gitu di depkominfo selama kurang lebih 6 tahun! lanjut dengan tingkat iseng tinggi saya ke perpustakaan geodesi. tadinya mah, pengen beli buku geodesi satelit. tapi tiba-tiba tertarik ngeliat daftar tugas akhir yang masuk ke perpustakaan. berburu tugas akhir dosen-dosen geodesi, hehehe.

--- mulai sekarang kata saya disubtitusikan dengan kata gw!! ---

nah, gini kan lebih enak.. hahaha.. satu hal yang bikin gw tertarik adalah TA-nya pak irwan meilano, dosen hitung perataan genap, yang juga wali saya ('saya' lagi).. mengapa? karena NIM-nya yang 15192048 (gw tau pak irwan geodesi, gw tau pak irwan angkatan 92, gw tau kalo pak irwan itu kakak nimnya keke, heheh) terselip di antara nim angkatan akhir 80an!! beliau lulus april 1997, di mana jangka waktu kuliah 5 tahun pada saat itu terbilang "luaaarrr biasaaahh!!" jadi dapat diasumsikan (dan langsung disimpulkan) bahwa beliau adalah sarjana pertama di angkatannya. uyeeah!!

belom selesai kagetnya, dengan tingkat keisengan yang lebih tinggi, gw nyari TA-nya. begitu nemu, MEEEN TA-NYA TEBEL BANGEEETTT! dalam TA itu beliau membahas tentang pemantauan deformasi gunung api dengan menggunakan GPS. weeeewwww.. impian gw banget ituu (dulu, ga tau sekarang, hahaha!) dan setengah dari TA-nya berisi DATA yang dia ambil selama dua kali tiga bulan.. bayangkan betapa hebohnya kehidupan dia masa-masa bikin TA itu..

yang menarik di TA beliau justru pada kata pengantarnya.. di sana beliau menuliskan bahwa pembuatan TA tersebut bukan hanya sebatas studi literatur, pengambilan data, dsb. tapi juga merupakan pengalaman hidup yang berharga, di mana beliau sangat menghayatinya. beliau juga menyebutkan bahwa pembahasan gunung api merupakan bidang yang memang diminatinya. di sinilah hati gw tersentak. hey, mau dibawa ke mana kehidupan gw nanti?

sekarang, seperti yang kita ketahui, pak irwan jadi ahli di bidangnya. wah, betapa gembiranya jadi dia. menggeluti satu bidang yang memang diminati. saat gw berkaca pada diri sendiri: apa sih, yang sebenernya pengen gw geluti sampe setinggi-tingginya langit dan sedalam-dalamnya lautan?

gw sendiri belum tahu, dan masih mencari jawabannya. berbagai pemikiran masuk dan keluar dengan tidak teratur, sehingga membentuk suatu mozaik masa kini yang, diharapkan, dapat memantulkan cahaya-cahaya masa depan hingga mereka terlihat lebih indah. eaaaa. hahahaa..

kalo lo gimana? sudahkah menemukan sesuatu yang benar-benar akan lo geluti seumur hidup lo?

13 Agustus 2010

tinta pena yang kembali tergores

tsaaahhh.. keren bet bet bet bet dah judulnyaaah!! memang, saya ingin bercerita tentang masa-masa awal kembali ke kampus, yang ditandai dengan: kaku menulis. bwahahahahahaaa. tulisan ini akan bercerita sedikit tentang keberadaan mahasiswa baru di ITB, kampus kami tercinta.

mari kita tilik dari sisi perut. untungnya, kami masuk hanya beberapa hari sebelum puasa. dan dalam beberapa hari itu SEMUA KANTIN PENUH. saat saya bilang semua, itu benar-benar SEMUA!

betapa malangnya nasib kami, mahasiswa lama. tambah lagi teman saya, dia tambah susah cari parkir mobil. jangan salah. dia pakai mobil bukan untuk gaya-gayaan. jarak dari kampus ke rumahnya terbilang cukup jauh, jadi orang tuanya merasa lebih aman jika ia bawa mobil.

kampus juga terasa ramai sekali. banyak yang belajar bareng di perpus, jalan-jalan lewat "jalan arteri" ITB yaitu indonesia tenggelam alias intel, belum lagi beberapa mahasiswa tingkat 2 yang mulai dikumpulin buat ospek jurusan, wuaaahh ruuaammeeee!!!!

namun jika direnungkan, seringkali gw merasa serba salah dengan keberadaan kampus ITB sekarang ini. satu hal yang paling menggunjing hati adalah kenaikan SPP yang nyari 100%. kami, para mahasiswa lama sih, masih dengan sistem lama, membayar sekian juta per semester dengan maksimal jumlah sks 24. mahasiswa di bawah kami, mungkin mulai dari 2009, sudah harus membayar SPP per-sks, yang jika ditotal, yah, itu tadi, nyaris 100% kenaikannya.

mungkin untuk para mahasiswa yang masuk lewat jalur USM, hal ini tidak terlalu menjadi masalah. mungkin. namun bagaimana dengan yang ekonominya kurang? orang-orang yang memang berpotensi untuk menuntut ilmu di negeri ini? jelas mereka harus bolak-balik, bahkan pontang-panting cari beasiswa untuk menopang kehidupannya, kuliahnya, bahkan mungkin tugas akhirnya. untungnya masalah tempat masih ada asrama-asrama yang menampung mahasiswa dengan biaya yang cukup terjangkau. belum lagi mahasiswa yang sudah punya himpunan atau unit tertentu. kalau nggak dapet kos-kosan, jadikanlah ruangan sekretariat sebagai kos-kosanmu, hehehe.

mendengar hal ini, saya kembali merenung. betapa beruntungnya saya dan teman-teman saya sebenarnya. memang, tidak sedikit orang yang meremehkan lulusan-lulusan USM. ada yang berkata, persaingannya tak seketat SPMB. ada pula yang bilang, sekarang ITB hanya milik orang-orang berduit. untuk statement kedua, bisa jadi ini benar. saya belum pernah ikut kajian-kajian tentang dana pemerintah yang tadinya untuk PTN dialihkan ke mana, baca juga enggak. namun sayang sekali, jika nantinya kualitas PTN menurun, akibat input yang kurang dari ekspektasi. mengapa saya merasa beruntung? karena saya dan teman-teman 2008 masih berada di perbatasan. saya masih sekelas dengan teman-teman yang tingkat ekonominya berbeda-beda, yang tentunya memiliki serta memberi pandangan yang berbeda-beda pula, dan saya sangat bersyukur saya masih merasakan "keagungan" ITB.

mengetik tulisan ini pikiran saya melayang ke mana-mana. jauuuh sekali. begitu banyak hal terpendam keluar dengan mudah ketika berhadapan dengan keyboard. saya memikirkan masa depan bangsa ini. cita-cita, impian, dan harapan saya. ya, mereka adalah 3 hal yang berbeda untuk saya, maka saya wajib menyebutkan ketiganya, walau tak akan terlalu saya bahas perbedaannya di sini.

saya bercita-cita untuk memajukan bangsa ini, paling tidak, dalam satu bidang. perlahan, namun pasti. namun ternyata begitu sulit menemukan stepping stone untuk hal ini. begitu banyak hal yang perlu diperbaiki, karena selama bangsa ini masih belum lepas dari kemiskinan (dan penjajahan?), ilmu pengetahuan akan (nyaris) tidak ada gunanya. kita boleh bangga memiliki anak bangsa yang memenangkan olimpiade ini itu. namun ketika mereka dewasa, mau ke mana mereka? apakah mereka akan "hanya" menjadi corporate slaves? direktur atau CEO dari perusahaan (asing) ternama? terlalu menyedihkan.

sebenarnya, tadinya tidak ada hati dari saya untuk membagi tulisan ini kepada teman-teman. namun ternyata, malam ini pikiran saya melayang sudah terlampau jauh. sehingga, lewat tulisan ini saya ingin mengajak teman-teman membuka hati kita. pantaskah, ketika kita sudah punya mobil mewah, bahkan pesawat jet pribadi, masih ada saudara sebangsa setanah air kita yang hidup dari "uang receh" kita? adakah hati teman-teman tergerak untuk membuat mereka memiliki "kehidupan" yang sesungguhnya?

beberapa dari antara kita kini mungkin masih berpikir untuk memperkaya diri terlebih dahulu dengan bekerja di perusahaan (asing) yang ternama dengan iming-iming gaji yang besar. namun saya percaya, teman-teman bisa lebih dari itu. kita ini hanyalah sekitar 1% dari penduduk Indonesia, penduduk yang beruntung dapat mengecam pendidikan tinggi. 1%!! bayangkan jika kita, yang 1%, saling bekerja sama mendirikan perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam suatu bidang ilmu atau lintas bidang ilmu. berapa banyak tenaga kerja yang bisa kita tarik untuk bekerja di perusahaan tersebut? berapa banyak penduduk yang dapat bekerja nantinya? bayangkan pula perusahaan (asing) yang nantinya semakin lama akan semakin sepi peminat. bisa jadi mereka akan tutup karena kalah saingan dengan perusahaan-perusahaan yang akan kita buat nantinya!

sebaliknya, jika kita yang 1% ini "hanya" bekerja menjadi "buruh" di perusahaan (asing) yang denger namanya aja kita udah "WOAAAAHH!!!! GOKIIIL!!!" mau dikemanakan sodara-sodara kita yang pengangguran? kalau takut bingung uangnya bakal ke mana kalau terlalu banyak lapangan kerja, menurut saya (sekarang ini) masih bukan masalah. bukankah dengan meningkatkan jumlah tenaga kerja kita juga dapat meningkatkan daya beli? yah, mungkin nanti kita harus memiliki ekonom yang jago dan ngerti beginian. karena saya nggak ngerti.

mungkin di antara kita juga masih banyak yang ragu. saya pun begitu. tulisan ini pun, seperti saya bilang, masih di angan. stepping stone-nya sendiri belum ada, itulah PR besar buat kita semua. bagi yang masih ingin bekerja di perusahaan (asing) terlebih dahulu, untuk belajar sistem kerja dll, silakan. tapi saya ingatkan untuk tidak terlena. karena setiap manusia pasti memiliki comfort zone-nya masing-masing.

sekian tulisan saya, yang telah berbelok arah. saya sangat mengharapkan respon dari teman-teman, walau setelah masuk kuliah ini, teman-teman jadi jarang internetan, hehehe. terimakasih telah bersedia membaca tulisan panjang ini, semoga berguna dan membuka pikiran kita. satu lagi: correct me if i'm wrong yah :)

12 Agustus 2010

gw pindaaaaaah!!!!!

GW SEKARANG JADI ANAK KOS LOOOOHHHH!!!! HAHAHAHAHAHAHAHA!!!!!!!
jadi, karena satu dan lain hal, gw (dan pika) mesti pindah dari tempat tinggal kami yang di bandung. jadilah, kami ngekos. ajaibnya, ngekosnya sekamar berdua!! hihihihiii.. kosannya di bangbayang, PASS banget sebelah beskem anak SR 08 dulu yang sekarang udah jadi TK.. dan si pika nyaris menitikkan air mata mengenang masa-masa indah di beskem tersebut, hiks.. (kaga, kaga, itu gw aja yang lebay, hahaha, ampas)
nahhhhh.. terrnyataaaaa.. ada beberapa hal yang perlu gw adaptasikan setelah gw (dan pika) pindah dari rumah (kontrakan) gw yang nun jauh di atas gunung awiligar sana dengan kosan gw (dan pika) di bangbayang walau ini malam pertama gw tidur di sini dan hal-hal itu antara lain ialah:
  • pulang cepet! kosan ini jam malemnya jam 10, kalo mau pulang lebih malem mesti lapor, maksimal banget banget jam 12, kalo engga, yah ngga boleh masuk. artinya, kalo udah fix pulang pagi, mesti nginep kosan dian ato nandi ato dita juga. hehe. ato di img? asal ada sleeping bag aja, hahahaha.
  • bangun pagi biar dapet mandi pagi. soalnya kamar mandinya di luar. dua kamar mandi untuk sekitar 5 orang, kalo ngga salah. hwahahaha.
  • menghitung waktu berapa lama nyampe kampus. karena selama ini ojek pun memakan waktu sekitar 15 menit. mungkin sekarang dengan angkot juga segituan sih.
  • NGEBIASAIN BUKA GEMBOK DAN KAMAR! bwahahhaahaaa sumpah tadi gw kaku sekaku-kakunya kakuuuuu!!! bwahahahaha!!!!! sampah lah, bingung gw.
  • ini yang paling penting: mengganti kata "rumah" dengan "kosan" hiahahahah!
intinya, harus dinikmati lah, internet di kosan ini, selama speed-nya masih oke, bwahahaha. uda ah, jangan sampe gw kerjaannya begini mulu saban hari!

08 Agustus 2010

jika saya diberikan uang sejumlah satu milyar rupiah saya akan...

mungkin seorang traveler akan menjawab: keliling dunia.

mungkin seorang traveler yang juga seorang fotografer akan menjawab: membeli berbagai jenis lensa, harddisk, netbook portable, dan beberapa memory card, baru keliling dunia.

mungkin seorang traveler yang juga seorang fotografer yang juga seorang pengusaha akan menjawab: membuat suatu perusahaan dengan modal sekian, tenaga kerja sekian, bahan baku sekian, biaya bulanan sekian, balik modal pada tahun ke-sekian, dan meraih keuntungan pada tahun ke-sekian, baru membeli berbagai jenis lensa, harddisk, netbook portable, dan beberapa memory card, baru keliling dunia.

mungkin seorang traveler yang juga seorang fotografer yang juga seorang pengusaha yang juga seorang engineer akan menjawab: mengajukan suatu proyek pembangunan sesuatu, di daerah sesuatu, dengan dasar kondisi sesuatu, dengan pertimbangan ilmiah sesuatu, yang akan berguna untuk sesuatu, dan akan memajukan daerah tersebut dalam bidang sesuatu, baru membuat suatu perusahaan dengan modal sekian, tenaga kerja sekian, bahan baku sekian, biaya bulanan sekian, balik modal pada tahun ke-sekian, dan meraih keuntungan pada tahun ke-sekian, baru membeli berbagai jenis lensa, harddisk, netbook portable, dan beberapa memory card, baru keliling dunia.

mungkin seorang traveler yang juga seorang fotografer yang juga seorang pengusaha yang juga seorang engineer yang juga seorang mahasiswa akan menjawab: membeli banyak buku untuk membuka wawasan, menyumbang sepersekian dari uang tersebut untuk modal berbagai kegiatan kampus yang bersifat sosial, keilmuan, mau pun keprofesian, mentraktir teman-teman seangkatan, jalan-jalan keliling indonesia untuk melihat masalah yang bisa dicari solusinya dan dijadikan tugas akhir, baru mengajukan suatu proyek pembangunan sesuatu, di daerah sesuatu, dengan dasar kondisi sesuatu, dengan pertimbangan ilmiah sesuatu, yang akan berguna untuk sesuatu, dan akan memajukan daerah tersebut dalam bidang sesuatu, baru membuat suatu perusahaan dengan modal sekian, tenaga kerja sekian, bahan baku sekian, biaya bulanan sekian, balik modal pada tahun ke-sekian, dan meraih keuntungan pada tahun ke-sekian, baru membeli berbagai jenis lensa, harddisk, netbook portable, dan beberapa memory card, baru keliling dunia.

banyak jalan menuju roma (juga menuju raja ampat).



NB: satu milyar di sini adalah sebelum mata uang rupiah diredenominasi. bukan satu milyar saat uang satu rupiah = seribu rupiah. yaahh kaaalleeeeee.

05 Agustus 2010

kenny - cinta untuk mama



suka banget sama lagu ini. kangen sama lagu ini. kangen sama masa-masa kejayaan lagu anak-anak. pengen karokean pake lagu ini.

04 Agustus 2010

blog ini mungkin terlalu personal?

mungkin.
hahaha.
kata pak acep dan pak jejen, saat Anda mulai tidak bisa menulis, berhati-hatilah, karena tandanya Anda sudah kurang membaca.
yep, blog ini entah sejak kapan (mungkin sejak awal) berisi tentang kehidupan gw sehari-hari saja. ada beberapa yang berupa penuangan pikiran, tapi ya hanya segelintir. karena sifat dari blog ini adalah kekeluargaan (halah!), kaga, bukan kekeluargaan. maksudnya gw hanya menuliskan apa yang ada di pikiran gw saat ada di depan komputer. kadang pemikiran yang lebih serius (yang lebih layak ditaro di sebuah teknologi bernama blog) cuma tersimpan di laptop. kadang? padahal ga sesering itu gw berpikir serius, hahaha.
hmm. setelah dipikir-pikir, orang pinter belum tentu berguna, orang cantik belum tentu berkarya, orang tampan belum tentu beristri (halah!) yah, maksud gw, setiap orang memiliki jalannya masing-masing. lucu juga yah?
mengapa gw katakan lucu? karena, setiap orang tentunya ingin provide better life. tapi kenapa masih ada yang miskin dan terlunta-lunta? sebenernya ada satu hal yang mengganggu pikiran gw. di ITB, gw dapat melihat banyak teman-teman gw yang hidup biasa aja (atau bahkan kurang dari biasa saja) yang tentunya akan jadi orang sukses (amin buat kita semuah!) nah, adakah, yang dari orang kaya, terus jadi miskin?
terus dipikir-pikir lagi. di film-film dan sinetron-sinetron, anak orang kaya biasanya lekat dengan kesombongan, hedon-hedon, males, dll. padahal tentu orang tuanya jadi kaya bukan dengan sulap atau sihir toh? ada usaha (dan doa, mungkin) di balik semua itu. gw katakan mungkin pada kata doa karena pada nyatanya agnostik dan ateis itu merupakan satu hal yang biasa di belahan dunia lain, hehe. dunia ini memang penuh warna.
hmm. aneh bin aneh. belum lagi kalo ngomongin agama. ah, capek sebenernya. males ngeladenin yang terlalu saklek sama agamanya. yah, bukan salah gw atau salah mereka. mungkin kami memang tumbuh di lingkungan yang berbeda.
satu lagi pemikiran random gw. tentang ibu rumah tangga. ada (mungkin banyak) yang berargumen bahwa keluarga yang utuh adalah keluarga dengan ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. hmm. gw agak menolak. tapi gw agak malas berargumen.
sudahlah. laper gw. lain kali (mungkin) tulisan gw akan lebih bermutu dan mendalam.
Template developed by Confluent Forms LLC