31 Agustus 2010

1 film, 1 buku

rencananya saya tidak tidur sampai pagi. takut bablas. hari selasa sama sekali bukan hari untuk bablas. kali ini saya akan mengulas 1 film dan 1 buku yang baru saja saya habiskan. filmnya saya tonton sebagai teman begadang di hari lain, setelah mengerjakan berbagai hal yang seabrek-abrek, lalu ada waktu nanggung sampe pagi. bukunya saya baca di sela-sela tidak ada kegiatan seperti saat menunggu makanan datang, menunggu angkot yang lagi ngetem untuk segera jalan, kegiatan alami yang terjadi di kamar mandi selama lebih dari 5 menit, serta momen-momen lain di mana saya sebenarnya bisa melakukan sesuatu daripada hanya duduk diam bengong mungkin tertidur, jadi buku ini habisnya terbilang cukup lama.

sebenarnya masih ada 2 buku lagi yang baru saja saya baca. tapi lain kali saja saya membahasnya, kalau sempat. selamat menikmati :)

mari kita bahas film terlebih dahulu..


film yang disutradarai oleh christopher nolan ini berhasil memikat saya pada detik-detik pertama. penggabungan frame backward, berwarna, dan hitam putihnya sangat cermat dan rapi. walau film ini terdiri atas beberapa frame maju-mundur yang berbeda, tidak terasa ada kebosanan, karena hampir dalam setiap pergantian frame, kita dituntut untuk berpikir. selain itu, christopher nolan dengan murah hati memberikan sentilan-sentilan kecil pada beberapa frame, dimulai dari sekitar pertengahan film, yang membuat kita tanpa sadar berucap "oooo.." atau "astagaa!!" ato "anjritlah!!" tergantung bagaimana kita menyikapinya.

bagi yang sudah terlebih dahulu menonton film inception maupun the prestige, penyutradaraan khas nolan amat terasa dalam film ini, walau saya sendiri belum menyaksikan karya nolan dalam the dark knight, insomnia, dan following. alur berpikir yang diberikan dalam film ini awalnya terkesan kompleks, namun seiring berjalannya film, alur cerita akan dengan mudah terbaca, dan di sinilah letak keberhasilan nolan membangun konsentrasi dan rasa penasaran penontonnya untuk menyaksikan frame demi frame yang disuguhkan.

secara garis besar, film ini sangat layak disandingkan dengan film-film top 250 imdb lainnya. saya sendiri memang penyuka jenis film 'nyeleneh' seperti ini, yang menyajikan twist yang 'wow' di akhir cerita, apalagi dengan alur dan penceritaan yang tidak biasa. saya tidak akan menceritakan isi dari film ini seperti apa, biar Anda yang tonton sendiri. saya sendiri berani memberi poin 5 dari 5. salut untuk nolan :)

mari kita berpindah ke buku..


novel yang memikat hati teman saya dengan judulnya ini memang sebuah novel yang tidak biasa. tidak seperti layaknya teenlit maupun chicklit yang memang sudah mewabah sedari saya masih duduk di bangku smp, novel ini menyajikan suatu cerita yang terbilang baru di kalangan literatur indonesia. saya sendiri tidak bisa mengelompokkan apakah novel ini sebuah karya sastra atau bukan. sepertinya tidak. karena bahasa yang dipakai penulis hanyalah sekedar bahasa sehari-hari.

pada halaman-halaman pertama, jujur saja saya agak malas membacanya. terlalu kompleks dan cerewet untuk sebuah awalan. namun karena penasaran akhirnya saya lanjutkan juga. halaman demi halaman novel ini semakin menarik. pembaca dibawa masuk ke dunia sang tokoh dan membuat pembaca nyaris tidak ingin meletakkan novel tersebut, kecuali jika memang sudah benar-benar muak membaca. jujur, agak muak membaca novel ini berlama-lama. harus ada banyak jeda.

waktu pembacaan yang cukup lama ternyata terbayar dengan suatu kepuasan tersendiri. saat saya meminta komentar dari rizki akbar dan nuli rahmasari, teman-teman saya yang lebih dahulu membaca novel ini, mereka bilang novel ini biasa saja. bahkan rizki akbar agak 'gimanaaaa' gitu sat menjawab pertanyaan ini. "udah, baca aja.." katanya. namun saya sendiri justru memutuskan untuk menyukai novel ini begitu saya baca endingnya. wow.

overall saya hanya berani memberi nilai 3.7 dari 5. dari ide segi cerita, novel ini menang banyak. dari segi bahasa, novel ini biasa. namun dari segi 'penggerak,' novel ini nyaris tidak menyampaikan pesan apa-apa kepada pembacanya. tidak ada suatu 'harapan' yang diberikan setelah penghabisan novel. benar-benar sekedar hiburan. walau saya hanya memberi nilai 3.7, tidak berarti saya tidak menikmatinya. salut untuk nuril basri, ditunggu tulisan-tulisannya lagi :)

1 komentar:

  1. cobain Miller’s Crossing
    bagus tuh banyak twistnya.. penyampaian sih biasa aja, ceritanya yang bagus
    top250 juga

    BalasHapus

Template developed by Confluent Forms LLC