04 Agustus 2010

blog ini mungkin terlalu personal?

mungkin.
hahaha.
kata pak acep dan pak jejen, saat Anda mulai tidak bisa menulis, berhati-hatilah, karena tandanya Anda sudah kurang membaca.
yep, blog ini entah sejak kapan (mungkin sejak awal) berisi tentang kehidupan gw sehari-hari saja. ada beberapa yang berupa penuangan pikiran, tapi ya hanya segelintir. karena sifat dari blog ini adalah kekeluargaan (halah!), kaga, bukan kekeluargaan. maksudnya gw hanya menuliskan apa yang ada di pikiran gw saat ada di depan komputer. kadang pemikiran yang lebih serius (yang lebih layak ditaro di sebuah teknologi bernama blog) cuma tersimpan di laptop. kadang? padahal ga sesering itu gw berpikir serius, hahaha.
hmm. setelah dipikir-pikir, orang pinter belum tentu berguna, orang cantik belum tentu berkarya, orang tampan belum tentu beristri (halah!) yah, maksud gw, setiap orang memiliki jalannya masing-masing. lucu juga yah?
mengapa gw katakan lucu? karena, setiap orang tentunya ingin provide better life. tapi kenapa masih ada yang miskin dan terlunta-lunta? sebenernya ada satu hal yang mengganggu pikiran gw. di ITB, gw dapat melihat banyak teman-teman gw yang hidup biasa aja (atau bahkan kurang dari biasa saja) yang tentunya akan jadi orang sukses (amin buat kita semuah!) nah, adakah, yang dari orang kaya, terus jadi miskin?
terus dipikir-pikir lagi. di film-film dan sinetron-sinetron, anak orang kaya biasanya lekat dengan kesombongan, hedon-hedon, males, dll. padahal tentu orang tuanya jadi kaya bukan dengan sulap atau sihir toh? ada usaha (dan doa, mungkin) di balik semua itu. gw katakan mungkin pada kata doa karena pada nyatanya agnostik dan ateis itu merupakan satu hal yang biasa di belahan dunia lain, hehe. dunia ini memang penuh warna.
hmm. aneh bin aneh. belum lagi kalo ngomongin agama. ah, capek sebenernya. males ngeladenin yang terlalu saklek sama agamanya. yah, bukan salah gw atau salah mereka. mungkin kami memang tumbuh di lingkungan yang berbeda.
satu lagi pemikiran random gw. tentang ibu rumah tangga. ada (mungkin banyak) yang berargumen bahwa keluarga yang utuh adalah keluarga dengan ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. hmm. gw agak menolak. tapi gw agak malas berargumen.
sudahlah. laper gw. lain kali (mungkin) tulisan gw akan lebih bermutu dan mendalam.

7 komentar:

  1. imho
    bukan mungkin lg kk, tapi emang ga ngaruh
    mungkin udah denger tentang double-blind experiment buat ngukur efek doa terhadap pasien rumah sakit di inggris. jadi si pasien dan si pendoa ngga kenal sama sekali dan ga pernah ketemu supaya ngeliminasi efek plasebo. dan hasilnya emang pasien yang didoain sama aja dengan yang ngga didoain..
    cuman kan org2 religius punya hal lain selain fakta, iman..

    BalasHapus
  2. dan itu yang membuat saya bangga sebagai orang beragama.. mwahahaha!
    (dan di dunia sebelah sana seorang ateis berkata "kami memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang orang religius: ..... dan itu yang membuat kami bangga menjadi ateis" hehe)
    btw, Anda siapa?

    BalasHapus
  3. mungkin sesuatu itu skeptisisme
    tapi saya pikir ateis juga ga bangga (atau malu) dgn hal tersebut
    btw, true-fsm.blogspot.com

    BalasHapus
  4. kenalan itu butuh nama bung, ato mbak.. hehe :)

    BalasHapus
  5. well, kenapa kalo saya klik nama anda ngga langsung ke blog anda ya? takut?

    BalasHapus

Template developed by Confluent Forms LLC