04 September 2010

beginilah kalau saya sedang galau

Hari ini baru saja dimulai sekitar tiga jam yang lalu.

Aku masih terjaga di kamarku. Kamar berusia setahun, yang menyimpan berbagai memori dari masa lalu.

Terjaga lantaran terlalu banyak tidur di hari yang lalu. Tak seharusnya aku tidur sebanyak itu. Mengurangi produktivitas, kata mereka yang berpengalaman.

Hari ini dimulai dengan berakhirnya film American history x. bukan tipe filmku sama sekali, mungkin. Ya, memang banyak obrolan cerdas di dalamnya. Namun terlalu banyak darah. Tak banyak, namun cukup bagiku……………

Mengapa mereka membuat film yang seakan membuat nyawa manusia begitu tak berharga? Dengan sekali tembak, satu nyawa melayang. Sebegitu tidak berharganyakah nyawa seorang manusia?

Sudahlah, tak ingin membahas yang terlalu muluk. Sempat sebelum kembali ke kamar tadi, aku menuju dapur dan mencari gelas biru yang kemarin malam kugunakan untuk minum. Masih ada. Dengan selembar pizza di sampingnya. Sisa semalam juga. Semut mulai menggerayanginya, namun tak menyentuhnya. Mereka memang istimewa. Mungkin sebenarnya pizza itu tak masuk dalam kualifikasi mereka, sehingga mereka enggan memakannya. Atau mungkin, mereka ini semut-semut lokal, yang hanya doyan tahu tempe? Entahlah, itu bukan urusanku. Yang jelas, selembar pizza itu telah berhasil menggodaku untuk menyentuhnya, menikmatinya perlahan, karena esok, aku tak kan bisa menyentuhnya lagi. Membayangkannya pun tak dapat.

Hari ini kumulai dengan kegalauan luar biasa. Tanpa kusadari, ya, aku sedang amat galau. Kurasa hidupku begitu berantakan. Terlihat indah, terlihat bahwa aku bisa meraih segalanya. Namun hampa. Entah apa yang terhilang dalam hidupku. Aku merasa kosong. Ada sesuatu yang belum aku lakukan. Entah apa itu. Namun suatu hari aku harus melakukannya. Ketika aku tahu, untuk apa aku hadir di dunia ini.

Terlalu banyak buku tak berarti baik. Terlalu banyak film tak berarti buruk. Terlalu banyak makan tak berarti gemuk. Terlalu banyak olah raga tak berarti ramping. Terlalu banyak pikiran, tak berarti cerdas. Terlalu banyak galau, tak berarti bodoh. Aku hanya ingin bercerita, kepada siapa saja. Bahwa aku merindukan seseorang yang dapat menemaniku.

Terdengar bodoh, ya, terdengar bodoh. Aku memang berlum menemukan lelaki yang sepadan itu. Sudahlah. Patutnya kuakhiri saja tulisanku ini. Selamat pagi, ayam jantan. Jangan terlambat berkokok.


ditulis pada tanggal empat juli dua ribu sepuluh, di 'kamar loteng' cinere. memutuskan untuk membaginya di blog karena entah mengapa gw merasa tulisan ini oke! hahahaa! hidup galaauu!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC