25 Desember 2011

this year's christmas is almost over


dan cuma orang" yang nonton flight of the concords yang ngerti maksud dari gambar ini, hahaha. jadi pengen nonton lagi, sayang hanya bertahan 2 season.

24 Desember 2011

based on my two last posts..

..i could say that i am such an emotional person. please someone tell me how to handle it. i can't help but to express it! my whole life is full of "real-life-memes-made-by-my-face-and-reaction" spontaneously!

memes: only some representation of my daily basis reactions.
oh, FYI, i only use english when i'm mad, or i want to express something beyond my normal consciousness. believe me, it feels better. karena saat gw marah" ato mengekspresikan diri dengan bahasa inggris, gw selalu membayangkan gw menjadi seorang wanita afro-american yang lagi ngebacot: "you ain't gonn' do it no more, not on me, uh-uh!"

what if..

1.) ..the sunshine of your life weren't really a sunshine?
2.) ..it were only a moonlight?
3.) ..this post cancelled the "made my day" statement on the last post?

is this something called pragmatism?

well it is that hard, huh? to do something not (only) for yourself, hahahaaa.

makasih udah bikin gw tertawa terbahak-bahak dini hari ini, already made my day :D


21 Desember 2011

tak henti berharap


masnyaaa manggung di indonesia apah masnyaaa mumpung masih gantenggg hahahahaha

09 Desember 2011

saya cuma berharap ujian ujian saya di semester ini tidak merusak rencana jangka panjang saya

pleeeeeaaaseeee..

Pemanfaatan Satelit Altimetri dalam Bidang Geodesi Kelautan

Gabriella Alodia (15108018)
 Teknik Geodesi dan Geomatika, Institut Teknologi Bandung, 2011 

Kata kunci: satelit altimetri, ERS-1, ERS-2, TOPEX/Poseidon.

ABSTRAK
Pemanfaatan altimetri berkembang pesat dan menjadi media yang umum digunakan untuk pemodelan muka bumi di wilayah perairan. Hingga sekarang, satelit altimetri telah dimanfaatkan oleh para ilmuwan dalam bentuk berbagai misi peluncuran. Paper ini akan membahas beberapa misi satelit altimetri yang telah memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang geodesi kelautan.

1.    PENDAHULUAN

Wilayah bumi terdiri atas wilayah yang tertutup air dan daerah yang tidak tertutup air. Daerah yang tertutup air ini memberikan sumbangsih sebesar 2/3 dari seluruh luas permukaan bumi, sehingga diperlukan pengamatan geodetik untuk mendapatkan data dari daerah yang tertutup air tersebut. Seiring perkembangan teknologi, kebutuhan akan data-data kelautan ini semakin meningkat, sehingga dibutuhkan suatu metode yang efektif dalam pemodelan muka bumi di daerah-daerah yang tertutup air. Salah satu metode yang umum digunakan saat ini adalah dengan menggunakan satelit altimetri.

2.    PRINSIP DASAR SATELIT ALTIMETRI

Satelit altimetri mempunyai tujuan untuk memahami secara lebih mendalam sistem iklim global serta peran yang dimainkan oleh lautan di dalamnya. Sejak diluncurkan untuk pertama kalinya pada 1973, satelit altimetri telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan tiga obyektif ilmiah jangka panjang, yaitu untuk mengamati sirkulasi lautan global, memantau volume dari lempengan es kutub, dan mengamati perubahan muka laut rata-rata global. Seiring perkembangannya, satelit altimetri kini dapat mendukung penentuan topografi permukaan laut, penentuan topografi permukaan es, penentuan geoid di wilayah lautan, penentuan karakteristik laut dan eddies, dsb.

Informasi utama yang didapatkan dari satelit altimetri adalah topografi muka laut, yang dilakukan dengan mengukur tinggi satelit di atas permukaan laut (a) dengan menggunakan waktu tempuh (Δt) dari pulsa radar yang dikirimkan ke permukaan laut dan dipantulkan kembali ke satelit, yang dapat dirumuskan sebagai berikut:

Tinggi satelit yang digunakan adalah tinggi rata-rata, untuk mengeliminir efek dari gelombang.

Gambar 2.1 Prinsip Dasar Satelit Altimetri

Setelah a didapatkan, maka topografi muka laut (H) dapat dihitung dengan mengkombinasikan data a dengan undulasi geoid (N), efek pasut instan (ΔH), kesalahan orbit (d) serta tinggi elipsoid dari satelit altimeter (h), yang dapat dirumuskan sebagai:

 
Gambar 2.2 Geometri Pengamatan Satelit Altimetri

Kini satelit altimetri telah memiliki resolusi data ukuran jarak sampai dengan 1-2 cm, di mana tingkat ketelitian akhir dari jarak ukuran tersebut masih sangat bergantung pada tingkat kesuksesan pereduksian dan pengeliminasian dari kesalahan dan bias dari data ukuran.

3.    MISI SATELIT ALTIMETRI

Setiap peluncuran satelit altimetri memiliki objektif tertentu. Beberapa contoh misi satelit altimetri yang telah dilaksanakan antara lain:

3.1.  ERS-1

ERS-1 (The European Remote Sensing) merupakan satelit altimetri milik eropa pertama yang dilengkapi dengan altimeter radar, yang berfungsi dalam menentukan ketinggian muka laut secara akurat,tinggi gelombang laut signifikan, berbagai parameter es, serta estimasi dari kecepatan angin di lautan.Data-data ini digunakan untuk memantau sirkulasi lautan global, sistem arus regional, dan mempelajari medan gaya berat di laut. Posisi satelit ini sendiri ditentukan oleh instrumen Precise Range and Range-rate Equipment (PRARE) serta Laser Retro-reflectors (LRR) yang tertanam di dalamnya. Satelitini telah memberikan sumbangsih dalam penelitian oil slicks akibat kebocoran kapal tanker serta penelitian El Niño dan dampaknya pada iklim global.

Gambar 3.1.1 Peta Mean Sea Level hasil pemantauan ERS-1.

3.2.  ERS-2

ERS-2 merupakan kelanjutan dari satelit ERS-1 dengan beberapa penyempurnaan instrumen. ERS-2dapat mengukur kadar lapisan ozon di atmosfer dan dapat digunakan sebagai media pemantauan vegetasi. Data yang diukur oleh satelit ini adalah kecepatan dan arah angin serta ketinggian, panjang, dan arah gelombang laut. Data-data tersebut diukur oleh instrumen gelombang mikro aktif. Data jarak antara satelit dan muka laut maupun permukaan es serta ketinggian gelombang laut rata-rata diukur oleh instrumen radar altimeter.ERS-2 telah memberikan sumbangsih dalam penentuan Sea Surface Topography (SST) dalam penelitian kenaikan muka laut, serta berbagai peta ketinggian gelombang, athmospheric ozone, dsb.

Gambar 3.2.1 Peta Ketinggian gelombang laut hasil pengukuran
Altimeter Radar ERS-2, Musim Panas 1995.

3.3.  TOPEX/Poseidon

Ocean TOPography Experiment (TOPEX)/Poseidon merupakan satelit altimetri yang didesain untuk memantau sirkulasi lautan dan interaksinya dengan atmosfer. Satelit ini merupakan pelengkap dari berbagai program oseanografik dan meteorology internasional, termasuk World Circulation Experiment (WOCE) dan Tropical Ocean and Global Atmosphere (TOGA), yang keduanya disponsori oleh World Climate Research Program (WRCP).

TOPEX/Poseidon mengukur ketinggian muka laut pada jalur yang sama setiap 10 hari menggunakan dual frequency altimeter yang dibuat oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA) serta single solid-state altimeter yang dibuat oleh Centre National d’Etudes Spatiales (CNES). Informasi muka laut ini digunakan untuk menghubungkan perubahan arus di laut dengan pola atmosferik dan climate.

Penentuan ketinggian satelit altimetri ini sendiri dilakukan dengan menggunakan teknik SLR, DORIS, dan GPS yang dilakukan secara independen. Data ketinggian satelit altimetri ini dibutuhkan untuk kalibrasi altimeter. Dengan kombinasi tersebut, TOPEX/Poseidon dapat melakukan pengamatan ketinggian muka laut dengan tingkat akurasi hingga 3 cm.
Hingga saat ini TOPEX/Poseidon telah memberi sumbangsih dalam penelitian dan deteksi El Niño, tracking arus laut, pemantauan kecepatan angin lewat analisis kelautan, serta pemantauan muka laut global secara presisi.
 
Gambar 3.3.1 Peta ketinggian muka laut global dari satelit TOPEX/Poseidon.

4.    KESIMPULAN

Satelit altimetri dapat digunakan dalam berbagai pengamatan di bidang geodesi kelautan. Satelit-satelit altimetri yang telah diluncurkan antara lain ERS-1, ERS-2, dan TOPEX/Poseidon. Kapabilitas dari satelit altimetri di setiap peluncurannya mengalami perkembangan baik dari segi kualitas data serta instrumentasinya. Dilihat dari perkembangannya, satelit altimetri masih akan tetap digunakan sebagai metode pengamatan geodetik di daerah lautan yang paling efektif.

REFERENSI

Abidin, H. Z. 2001. Geodesi Satelit. Jakarta: Pradnya Paramita.
Daly, J. L. 2001. TOPEX-Poseidon Radar Altimetry: Averaging the Averages. http://www.john-daly.com/altimetry/topex.htm
ESA. ERS-1 Satellite Concept (1992). http://earth.esa.int/ers/satconc/
ESA. ERS-2 Takes Over Where ERS-1 Left Off (1995). http://earth.esa.int/ers/eeo/satconc2.html
NASA. TOPEX/Poseidon. http://ilrs.gsfc.nasa.gov/satellite_missions/list_of_satellites/topx_general.html
NASA. ERS-1. http://ilrs.gsfc.nasa.gov/satellite_missions/list_of_satellites/ers1_general.html
NASA. ERS-2. http://ilrs.gsfc.nasa.gov/satellite_missions/list_of_satellites/ers2_general.html
Setyajadi, B. 2007. Geodesi Kelautan: Pendahuluan. Bandung: Teknik Geodesi dan Geomatika, Institut Teknologi Bandung.

08 Desember 2011

13.00 bukan 15.30

Hidrografi II Rock n' Roll. Terimakasih Bapak Dudi TU dan Ibu Dina TU Hidro.

Apakah pemantauan deformasi secara geodetik dapat memprediksi pergerakan ke depan atau mempelajari pergerakan yang sudah-sudah?

Rangkuman Bagian Plate Motions and Plate Boundary Deformation dari Paper “GPS Applications for Geodynamics and Earthquake Studies”

Pemantauan deformasi secara geodetik memang dapat memprediksi pergerakan ke depan, namun tidak sepenuhnya dapat mempelajari pergerakan yang sudah-sudah. Pergerakan yang telah terjadi dapat dipelajari kembali selama pemantauan dilakukan saat pergerakan itu terjadi (ada data pemantauan).

Pergerakan ke depan, khususnya pergerakan lempeng, dapat diprediksi dari vektor pergeseran spasial dari suatu pemantauan geodetik yang dilakukan secara episodik. Vektor-vektor pergeseran posisi dari titik-titik yang dipantau ini merepresentasikan arah dan kecepatan pergerakan lempeng setiap tahunnya. Sebagai contoh, dari pengamatan GPS yang dilakukan oleh Belvis et al (1995) dalam penentuan rapid convergence antara Lempeng Pasifik dan Australia di Tonga Trench, didapatkan bahwa stasiun-stasiun GPS di sebelah selatan Tonga mengalami pergerakan sebesar 91 ± 4 mm/tahun, sementara stasiun-stasiun GPS yang berada di sebelah utara Tonga mengalami pergerakan sebesar 159 ± 10 mm/tahun. Stasiun-stasiun yang mewakili kawasan Tonga Trench ini bergerak menjauhi Lempeng Australia.

Gambar 1 Vektor pergerakan stasiun GPS yang mewakili Lempeng Australia dan Lempeng Pasifik. Dapat dilihat bahwa kedua lempeng bergerak saling menjauh.

Sementara untuk mempelajari pergerakan yang telah terjadi, harus dimiliki data pemantauan deformasi pada kurun waktu tertentu, karena metode geodetik ini sangat bergantung pada data pemantauan. Jika didapatkan data pemantauan yang cukup, maka gerakan-gerakan yang telah terjadi dapat dipelajari dan direkonstruksi kembali, sehingga didapat perkiraan posisi lempeng pada suatu masa tertentu, namun data pergerakan ini sifatnya masih data kasar. Diperlukan pula studi geofisika dan geologi dari lempeng tersebut untuk mempelajari pergerakan yang telah terjadi di masa lalu.

Pemantauan secara geodetik ini tidak hanya dapat memprediksi dan mempelajari pergerakan lempeng bumi. Deformasi struktur pun dapat dipantau pergerakannya secara geodetik dengan prinsip yang sama, sehingga jika terdapat kemungkinan bangunan tersebut akan mengalami deformasi yang menyebabkan kehancuran struktur, tindakan-tindakan preventif dapat dilakukan.

05 Desember 2011

terinspirasi oleh nandhy, yang terinspirasi oleh keke


my super-ribet mindmap. terbukti bahwa otak gw isinya sangat amat berantakan, nyahahaha. bukan bermaksud apa-apa, hanya ingin minta tolong didoakan, semoga apa yang tertulis di sana bukan hanya untuk diri sendiri, amin. still, the big question is: NIKAH! WHO? WHEN? HOW?!

mindmap ini dengan mudah dapat dibuat di sini, dan klik di sini buat liat punya nandhy :)

04 Desember 2011

what i love about bedtime stories

this is a story about a turkey and a duck.
hoahm, i already knew about that story.
well then..

it's about a duck and a monkey.
BAHAHAHAHAHAHA.

    IV-V-VI-I-II-III

    indeed

    30 November 2011

    Pemantauan Kenaikan Muka Laut secara Geodetik menggunakan Satelit Altimetri

    Gabriella A. (15108018), Akbar Z. (15108024), Amri W. (15108034),
    Albert A. S. W. (15108036), Andika H. U. (15108038), Herman M. (15108091)
    Teknik Geodesi dan Geomatika, Institut Teknologi Bandung, 2011

    Kata Kunci: kenaikan muka laut, topografi muka laut, altimetri.

    ABSTRAK
    Pengamatan kenaikan muka laut telah dilakukan dengan berbagai metode demi kelangsungan hidup manusia. Metode yang dibahas secara spesifik di sini adalah metode geodetik menggunakan satelit altimetri. Sumbangsih dari pengamatan satelit altimetri sendiri adalah topografi muka laut yang akan dikombinasikan dengan data-data pengamatan lainnya untuk mendapatkan angka kenaikan muka laut dalam periode tertentu.


    1.    PENDAHULUAN

    Kenaikan muka laut merupakan satu hal yang dapat mengancam kehidupan manusia. Hal ini didukung dengan fakta bahwa 2,5 milyar manusia hidup tidak lebih dari 60 km dari wilayah pesisir. Kedua hal inilah yang menyebabkan manusia melakukan pemantauan kenaikan muka laut secara berkala, sehingga dapat dilakukan berbagai hal preventif demi kelangsungan hidup manusia, dan salah satu metode pemantauannya adalah metode geodetik.

    Metode geodetik ini dilakukan karena ilmu kenaikan muka laut (sea level science) erat kaitannya dengan ilmu geodesi, di mana muka laut ini memberikan sumbangsih sebesar 2/3 dari model permukaan bumi yang diharapkan dari setiap pengamatan geodetik. Teknik pemantauan bentuk rupa bumi secara geodetik ini telah berkembang pesat, sehingga setiap perubahan kecil di muka bumi dapat diukur secara presisi.

    Pemantauan kenaikan muka laut dengan metode geodetik sendiri masih dapat diklasifikasikan kembali, yaitu pemantauan dengan metode tide gauge yang dikombinasikan dengan GPS, metode altimetri, serta metode pengamatan gaya berat bumi menggunakan satelit gravimetri. Model kenaikan muka laut didapatkan dari kombinasi berbagai pengamatan tersebut, namun yang akan dibahas di sini adalah pemantauan kenaikan muka laut dengan menggunakan satelit altimetri.

    2.    PRINSIP DASAR SATELIT ALTIMETRI

    Satelit altimetri pertama kali diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan tiga obyektif ilmiah jangka panjang, yaitu untuk mengamati sirkulasi lautan global, memantau volume dari lempengan es kutub, dan mengamati perubahan muka laut rata-rata global. Seiring perkembangannya, satelit altimetri kini dapat mendukung penentuan topografi permukaan laut, penentuan karakteristik laut dan eddies, studi pasang surut di lepas pantai, dan penentuan kecepatan angin di atas permukaan laut, yang dapat mendukung obyektif ketiga dari peluncuran satelit altimetri pada awalnya.

    Informasi utama yang didapakan dari satelit altimetri adalah topografi dari muka laut, yang dilakukan dengan mengukur ketinggian satelit di atas permukaan laut (a) dengan menggunakan waktu tempuh (Δt) dari pulsa radar yang dikirimkan ke permukaan laut dan dipantulkan kembali ke satelit, yang dapat dirumuskan sebagai berikut:




    Gambar 2.1
    Prinsip Dasar Satelit Altimetri



    Setelah a didapatkan, maka topografi muka laut (H) dapat dihitung dengan mengkombinasikan data a dengan undulasi geoid (N), efek pasut instan (ΔH), kesalahan orbit (d) serta tinggi elipsoid dari satelit altimeter (h), yang dapat dirumuskan sebagai:




    Gambar 2.2
    Geometri Pengamatan Satelit Altimetri




    Menurut perkembangan teknologi, kini satelit altimetri telah memiliki resolusi data ukuran jarak sampai dengan 1-2 cm, di mana tingkat ketelitian akhir dari jarak ukuran tersebut masih sangat bergantung pada tingkat kesuksesan pereduksian dan pengeliminasian dari kesalahan dan bias dari data ukuran.

    3.    APLIKASI SATELIT ALTIMETRI

    Pemantauan kenaikan muka laut dengan satelit altimetri telah dilakukan dalam banyak penelitian dan dari berbagai penelitian altimetri yang dikombinasikan dengan pengamatan pasut menggunakan tide gauge, didapatkan hasil bahwa muka laut mengalami kenaikan sekitar 3 mm/tahun.

    Gambar 3.1
    Profil Kenaikan Muka Lautdari Data Satelit AltimetriTahun 1993-2003.

    Dari grafik di atas, dapat dilihat bahwa terjadi kenaikan muka laut sebesar kurang lebih 30 mm dalam kurun waktu 10 tahun, sehingga didapatlah angka 3 mm/tahun tersebut.


    Satelit altimetri sendiri, seperti telah dibahas sebelumnya, memberikan sumbangsih berupa informasi topografi muka laut. Berikut beberapa hasil pemantauan muka laut dengan satelit altimetri.



    Gambar 3.2
    Topografi Muka Laut dari Kombinasi Data Satelit Altimetri
    TOPEX dan ERS-2 Tahun 1995-2000.


    Gambar 3.3
    Topografi Muka Laut dari Data Satelit Altimetri
    TOPEX Januari 1993 s/d Juli 2002



    Gambar 3.4
    Pengamatan Topografi Muka Laut untuk Penelitian El Niño dengan
    Satelit Altimetri TOPEX Tahun 1997-1998.



    4.    KESIMPULAN

    Satelit altimetri merupakan salah satu dapat digunakan dalam pemantauan kenaikan muka laut. Data dari pengamatan altimetri sendiri tidak dapat menentukan besarnya kenaikan muka laut secara langsung, namun memerlukan kombinasi dari pengamatan-pengamatan geodetiknya seperti pengamatan pasut menggunakan tide gauge yang didukung dengan penentuan posisi metode GPS, serta data gaya berat bumi dari satelit gravimetri. Sumbangsih terbesar satelit altimetri dalam pemantauan kenaikan muka laut adalah data topografi muka laut dalam beberapa periode.


    REFERENSI

    Abidin, H. Z. 2001. Geodesi Satelit. Pradnya Paramita, Jakarta.

    Mihardja, D. K. Satellite Altimetry Data for Oceanographic Study. Department of Oceanography, Faculty of Earth Sciences and Technology, Bandung Institute of Technology.

    Proudman Oceanographic Laboratory. Sea Level Science and Geodetic Technique. Global Geodetic Observing System of the International Association of Geodesy.

    Schöne, Tilo. 2009. The Mystery of Sea Level – Monitoring the Ocean with Satellites. Geo Forschungs Zentrum Postdam, Department of Geodesy and Remote Sensing.

    23 November 2011

    mengejar mimpi, mengejar cita-cita

    tapi beda nasib. eaaaa.

    post ini sedikit serius, jadi jika Anda mencari satu post haha hehe senang senang ala saya selama ini, maaf, lebih baik pindah ke blog sebelah. nyehehe.

    sebenarnya post ini lebih ke arah galau dibanding serius, nyahahaha~

    jadi gini ceritanya. gw masuk kuliah dengan berbagai macam harapan. lucunya, dari beberapa harapan tersebut, ternyata beberapa harapan itu terwujud dengan cara perlahan lahan. tapi bener bener pelaaaan banget. dan ga semuanya sesuai sebenarnya, tapi yang hebat adalah, gw malah lebih bahagia dengan keadaan sekarang dibanding jika harapan harapan tersebut benar-benar terwujud secara fulllll.

    contohnya?

    ah, standar. dari geologi ke geodesi.

    ini adalah hal pertama yang gw syukuri dari segala hal yang terjadi dalam kehidupan gw selama ini. ga tau kenapa, gw selalu amazed atas kejadian ini. selalu.

    kenapa?

    ah, banyak deh alasannya. tapi satu alasan terkuat kebahagiaan gw adalah, sekarang saya jadi orang laut, nyahahaha. #sotoy

    yaa ga terlalu orang laut dalam arti sebenarnya yang kulitnya terbakar terkelupas akibat paparan sinar matahari tanpa sunblok #halah! tapi gw jatuh cinta sama yang namanya laut :D

    coba kalo gw dulu masuk geologi. kesempatan gw untuk melakukan penelitian di daerah laut mungkin kecil. karena, tadinya gw mau masuk geologi untuk konsentrasi di bagian pergempaan. ternyata, geodesi pun bisa banget menangani pergempaan ini, dan kebetulan pak irwan meilano, dosen wali gw, konsentrasinya ke bagian deformasi dan geodinamika. wah, keren lah pokoknya. dulu pikir gw "pas banget wali gw ahli gempa!"

    tapi ternyata cita cita gw berubah draaaaaaastis.

    akibat ikutan main bareng pak purbo cs, gw jadi jatuh cinta sama lauuuut aaaaa~

    entah kenapa banyak banget hal yang bisa dilakukan di laut dan gw selalu senang di lauuut. kenapa ya? ga tau, rasanya indah aja. lo kalo mau menikmati laut, perjuangannya ga sebesar kalo lo naik gunung. oke, hal ini emang ga bisa diperbandingkan. tapi laut tuh seruuuuu. tapi kadang bikin eneg juga sih. hahahaha.

    setelah gw baca buku beach processes and sedimentation yang dipinjemin pak purbo, baru sadar gw kalo ada satu hal yang penting banget, tapi gw sendiri ga nyadar betapa pentingnya hal itu bagi wisata laut, bahkan kehidupan ekosistem, hingga manusia yang tinggal di pinggir atau sekitaran laut: sedimen.

    kenapa sedimen? karena tanpa sedimen, tidak akan ada pantai! tidak ada pantai, tidak ada tempat buat lenjeh lenjeh berjemur, bikin sandcastle in the sand #halah! sampe surfing! ya ga seru aja kan lo surfing trus abis itu kejedog tebing #jedug!

    yak. terlalu panjang sudah saya berbicara. intinya, TA alias Tugas Akhir gw akan membahas tentang sedimen. dan semoga nilai nilai saya beres terus sampe tahun depan sehingga target lulus dapat tercapai dengan memuaskan: AMIN!

    ayo berjuang!

    tempat saya ambil data, yeah!

    12 November 2011

    kasih dan adil

    Tak hanya mengasihi. Ia juga adil. Yup, He's my God.



    Terimakasih Bapa, telah menyadarkanku bahwa yang kuhadapi kini (ternyata) tak seberapa.

    11 November 2011

    he is not a fortune teller. and he is definitely not a prophet. but he is a forecaster.

    namun beliau telah meramalkan memperkirakan masa depan macam apa yang akan gw hadapi. siapakah beliau? dialah umar abdul azis. senior saya di geodesi. percakapan ini diambil sekitar sebulan lalu.

    gw: mar, gw baru mengambil sebuah langkah besar dalam kehidupan gw.
    umar: apa gab?
    gw: gw ambil TA (Tugas Akhir, "Skripsi"nya ITB-RED) sama pembimbing loo!
    umar: woaaaahhh selamaaat! welcome to the club!
    gw: yep. doakan sukses.
    umar: maneh (kamu, sunda kasar-RED) mau lulus kapan gab?
    gw: pengennya mah oktober 2012. tapi paling telat banget april 2013.
    umar: oh. siap-siap aja kalo tiba-tiba lo disuruh lulus juli yah.
    gw: 2013?!
    umar: bukan. 2012.

    dan terjadilah. bahkan saya sebisa mungkin harus sudah seminar dan sidang sebelum 1 april 2012. aaaaaaaaaaa galaaaaaaaaauuu~~~~~~

    07 November 2011

    ah, yang benar saja!


    james franco dan zooey deschanel nyemplung dalam satu film?! aaaaaa!!! apa yang telah terjadi pada dunia ini?! #diucapkandengansangatlebay

    link: http://www.imdb.com/title/tt1240982/

    my quest. to find. and download this movie. has begin.
    #maklummasihberasatanggalmerah

    04 November 2011

    sesuatu yang akan membuat heboh dunia setelah (500) days of summer

    who's that girl? it's jess!

    mumpung lagi kosong, iseng nyari, dan dapet! udah ada 4 episode, dan saya sangat suka zooey, apalagi di sini dia memerankan seorang tokoh wanita yang super bodoh. mau tau ceritanya? tonton sendiri! she's reaally adorkable, ahahaa~

    03 November 2011

    Skema Pemantauan Deformasi Gunung Api secara Episodik dengan Metode Survei GPS Statik

    Sebelum membaca penjelasan di bawah, buka dahulu gambar di bawah ini. Caranya, klik kanan pada gambar, open in new tab/window. Begitu gambar dengan resolusi sebenarnya terbuka, dibaca, coba untuk mengerti, dan pikirkan beberapa pertanyaan jika Anda belum mengerti maksud dari beberapa elemen di gambar tersebut.

    Klik kanan, open in new tab/window.

    Mengerti? Silakan tinggalkan post ini.
    Belum mengerti? Silakan lanjut membaca.

    Hal pertama yang perlu dimengerti adalah skema bagaimana pemantauan GPS, yang didukung dengan pemantauan fisis dapat mempelajari karakteristik suatu gunung api, sehingga dari karakteristik tersebut didapat gejala-gejala kapan gunung api tersebut akan meletus. Gunung api sendiri memiliki proses inflasi, yaitu ketika perut gunung api tersebut dipenuhi oleh lava, sehingga gunung api mengalami "penggemukan." Setelah letusan terjadi, gunung api mengalami proses deflasi, di mana gunung api tersebut mengalami "penyusutan" dan kembali ke bentuknya semula. Proses inflasi dan deflasi ini ditandai dengan bergesernya posisi titik-titik tertentu di tubuh gunung api tersebut. Pergeseran dari titik-titik inilah yang dicari dari pemantauan GPS.

    Proses inflasi dan deflasi.

    Pemantauan GPS ini sendiri dilakukan dengan metode survei GPS statik, di mana GPS diletakkan di titik-titik tertentu yang mewakili bentuk fisis gunung api tersebut. Titik-titik ini dimonumentasi sehingga dapat dilakukan pemantauan GPS secara episodik, yaitu setiap beberapa periode, pada titik-titik yang sama. Data-data pemantauan GPS dari beberapa periode ini diolah dan di-plot grafik pergerakannya selama beberapa tahun, untuk mengetahui pergeseran titik secara temporal. Selain grafik, dibuat juga vektor pergerakan titik-titik tersebut, untuk mengetahui pergeseran titik secara spasial.

    Contoh vektor dan grafik pergeseran titik-titik ini dapat dilihat pada gambar.

    Ketelitian dari metode survei GPS statik berada pada orde cm, sehingga metode ini cocok digunakan untuk pemantauan deformasi gunung api secara teliti dan berkala. Contoh sebaran ketelitian dari metode survei GPS statik dapat dilihat pada gambar. Dapat dilihat bahwa sebaran kesalahan dari tiap baseline masih berkisar pada 0-20 ppm.

    REFERENSI
    Abidin, H. Z. Penentuan Posisi dengan GPS dan Aplikasinya. Pradnya Paramita, Jakarta.
    Hawaiian Volcano Observatory. 1995. Measuring how Volcanoes Move with Satellites. USGS. http://hvg.wr.usgs.gov/volcanowatch/1995/95_07_14.html/
    Kapoho, L. Inflation - Deflation Roller Coaster & Rain-bows &Voggy Crescent Moon. Hawaiian Lava Daily. http://hawaiianlavadaily.blogspot.com/
    Wahana Komunitas Geografi SMA. 2011. Letusan Gunung Apihttp://geografi-geografi.blogspot.com/2011/05/letusan-gunung-api.html

    02 November 2011

    dua hal yang membuat saya merasa keren

    hal ini, hypothetically, nyahaha~
    dan percakapan ini.
    gw: ki, kok ga bisa diproses sih project-nya?
    okky: titik lo ada berapa?
    gw: empat.
    okky: von gruber.
    gw: oooh. okey.
    nandhy: kok kalian keren sih, nyebut von gruber doank udah bisa ngerti satu sama lain?!

    yeaaahhh. i. am. coooooool.

    my first ever photomodeller scanner 3d model

    kyaa! my biboo, kyaa!
    untuk saat ini saya berani bilang: hidup foto non topo!!! biboo adalah nama macbook saya, hehehe. GIF ini cuma diset untuk looping sebanyak 20 kali, kalo udah ga gerak lagi, monggo diklik gambarnya, hehe.

    31 Oktober 2011

    ini sampah

    did well. did better.
    still, gotta go much more further.

    how about this. how about that.
    so where's my fault at.

    did i missed something. did i do wrong.
    yeah, gotta be strong.

    so tired playing nice.
    never know the fire would rise.

    she said "set fire to the rain"
    but what's the use to let it burn to an end.

    well, maybe this is the tipping point.
    to bend down and shout the heart out to THE ONE who anoint.



    baca di kala hujan lebat,
    hingga volume laptop maksimum pun masih harus berjuang mengalahkannya,
    mainkan lagu set fire to the rain - adele,
    then close your eyes,

    and pray afterwards.

    maaf jika (menurut Anda) saya tidak lebih baik dari Anda

    yang jelas, saya tidak ingin menjadi seperti Anda.





    terinspirasi oleh "obrolan:"
    X: ini siapa sih? kok ngomongnya ga sopan banget?
    Y: MANGOPO
    dan Y, bukanlah mangopo.

    24 Oktober 2011

    saya dan saya dalam dua epok berbeda

    wajah ini dipaksakan tersenyum. rambut super berantakan.
    kalung menceng-menceng. HT dipegang super kenceng.
    gabriella alodia. orienteering 2010. sukawana.

    tersenyum tanpa beban. rambut rapi.
    gabriella alodia. orienteering 2011.
    pangalengan.

    itulah bedanya turis dengan yang bukan turis, hehe. terimakasih untuk Hanna Fadhila atas kedua dokumentasinya.

    17 Oktober 2011

    hateshiiinaiiiii

    syuung.. syuuung..

    the lion king's sarabi/nala


    anak singa! anak singa! anak singaaa!!!!

    a music's worth

    nina simone - leave me or leave me

    entahlah. menurut saya yang seperti ini terasa lebih "mahal" dibanding musik-musik jaman sekarang. bukan berarti musik-musik macam lady gaga, maroon 5, dan kawan-kawannya yang banyak bermain dengan barang-barang elektronik itu buruk. saya juga menikmati kok. ini hanya masalah selera.

    atau mungkin kondisi pasar? musik jedag jedug dengan segala "ornamen" super-rame sudah banyak terdenganr di mana-mana dan terasa "murah." bahkan MTV atau [V] Channel sudah terasa "sama." ah, apalagi yang namanya Dahsyat, DeRings, dan sejenisnya.

    musik era layar monokrom pun menjadi semakin mahal harganya. sangat. amat. mahal.

    16 Oktober 2011

    ceritanya saya punya ruang perpustakaan di rumah masa depan saya

    Just some of my many vintage map cushions....

    dan bantal-bantal macam inilah yang akan tertata di sana. yeaaaaah.

    pernahkah terlintas...


    untuk memiliki seluruh mainan andy dalam toy story?

    saya pernah. sering, mungkin.

    15 Oktober 2011

    all of a sudden

    kalau boleh curhat sedikit, hidup gw belakangan ini kacau balau.
    #yep! ini adalah posting berisi curhat, jika tidak berminat membaca, silakan diskip ajah

    kacau balau gimana? ga ngerti deh. berantakan aja rasanya. yang jelas, udah hampir ga ada yang namanya free time dalam kamus kehidupan gw. satu"nya free time ya saat gw berada di kosan, bisa internetan, dan itu rasanya mahal sekali buat gw.

    adanya free time di kampus juga merupakan hal yang sangat berharga akhir" ini. free time di mana gw bisa mainin laptopnya muklis, entah itu maen neighbours from hell ato maen crash team racing walau selalu kalah ato bishi bashi. ato ngerecokin PSPnya wicak buat main dinasty warrior. semua gamenya oldschool sih, tapi rasanya menyenangkan sekali bisa main di sela" segala kesibukan.

    "ah lo udah ga asik lagi, gab!" kata seorang teman saya.

    ah.. gw akui gw emang udah ga "sebebas" dulu lagi. seperti gw bilang, free time itu sekarang mahal sekali buat gw. makanya, jujur ada setitik kebahagiaan begitu gw nyampe di rumah ini. yep, gw lagi di cinere.

    tadinya gw mau ngebawa lembar jawaban kuis KDS 2 minggu lalu yang baru 1/4nya gw periksa. tapi, hellooooo, you're not going to your office, you're going home.

    rumah ya rumah. yang seharusnya menjadi tempatku berpulang, bukan tempatku beranjak, kata bonita. hehe. ada benarnya kan?

    hey, rumah bonita ternyata di cinere!
    hidup cinere! asik ya videonya, 'rumah' banget.

    ah, rumah ini memang menyenangkan. dan menenangkan. dan membuat gw selalu merasa masih kecil :) semoga jalan tol cijago ga jadi dibikin. semua masa kecil gw ada di sini.

    ternyata pulang itu indah. asal tidak dalam waktu lama, jika memang masih ada tanggung jawab yang harus diselesaikan satu persatu di bandung. yang malah cemas, bukan kenyamanan.

    salam dari rumahku, untuk kosanku.

    13 Oktober 2011

    Abidin, H. Z.

    selalu (dan akan selalu) tampil di baris pertama daftar pustaka paper, laporan kerja praktek, maupun tugas akhir.

    Alodia, G.

    pertama kali ada yang menulis nama saya dengan format seperti itu, gyaaaa..

    tiba tiba statistik blog saya naik

    ini semua berkat tugas defor dari ibu dina. terimakasih ibuu.







    nyahahaa.. beneran lah.
    paper defor: 47 penayangan.
    paper gdkl: 26 penayangan.
    itu dalam sehari ini, hyaaa..



    palingan besok statistiknya drop lagi, hehe :p

    12 Oktober 2011

    tiga dari tiga ujian saya tidak selesai

    akankah hal yang sama terjadi esok? kita lihat nanti.

    10 Oktober 2011

    olahraga air yang HARUS dicoba kalo akhir tahun jadi ke bali

    SURFING!


    sori rada ngiklan, abis gambar yang bagus emang gambar iklan sih, hehe. semoga dapet trainer-nya mbak" aja. kalo ternyata cuma ada mas", semoga dia ga genit. macem", gampar! plus entah jenis pukulan apa dari bokap, nyahahah!

    cita" baru: surfing pake bikini. ntar. kalo udah bisa. di luar negeri, biar ga ada yang protes dan terganggu dengan lemak yang menumpuk di perut, nyahaha! kalo pake bikini di sini mah, kemungkinannya dua: dianggep bitchy ato dianggap sedang beramal, males.

    hidrografiiiiii aaa~~

    aku makiiiin cintaaa~~ #halah!

    entah mengapa gw justru jatuh hati pada hidrografi yang begitu masuk geodesi, merupakan pilihan yang pertama gw coret di otak gw, cret!

    namun seiring waktu berjalan, gw ternyata sangat menikmati kuliah-kuliah yang bersandingan dengan laut. sebut saja survei hidro-akustik, hidrografi operasional, dan geodesi kelautan. aaaa~~

    apalagi saat field trip kemarin gw sempat merasakan diving walau hanya sesaat. dan itu nikmat sekaliiiii. ditambah lagi gw udah bisa melaksanakan duck dive yang membuat karang-karang terlihat lebih indah karena pancaran warna aslinya lebih terlihat nyata di kedalaman. aaaa saya cinta lauuuut!

    belum lagi saat merencanakan proyek di laut, seperti di nomor 4 ujian tadi. walau tidak selesai akibat keterbatasan waktu, tapi udah kebayang mesti ngapain, mesti nyiapin apa, seperti yang gw tulis sebelumnya, aaaa!!!!!

    tak dapat dipungkiri. semua berawal dari perjumpaan pertama dengan pulau seribu, saat membantu pak poerbo dan kawan"nya bikin film dokumenter tentang gosong-gosong yang terancam tenggelam. itu pertama kalinya gw merasa, laut itu, ternyata, menarik! aaaa~~

    sepertinya gw akan ambil TA hidro. doakan agar tidak labil, amiin.

    somewhere, beyond the sea
    somewhere, waitin' for me

    serunya HIDROGRAFI OPERASIONAL

    oke, jadi ceritanya sekarang gw lagi belajar buat UTS GD4110 - Hidrografi Operasional, atau yang biasa disingkat dengan: hidro ops. secara garis besar, mata kuliah ini membahas tentang hal" operasional yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan survei hidrografi. lebih ke hal" teknis seperti alat" apa saja yang dibutuhkan, berapa lama survei berlangsung, dengan kendaraan apa kita akan menuju lokasi survei, berapa SDM yang dibutuhkan untuk pelaksanaan survei, dsb yang nantinya dituangkan dalam bentuk rencana kerja dan pada akhirnya, RAB alias Rencana Anggaran Biaya.

    dalam pembuatan RAB, gw masih odong, karena gw ga tau berapa itu harga nyewa echosounder, GPS, dsb dsb. mungkin perlu gw cari sekarang, buat jaga" kalo ternyata ntar open book #amin!

    kenapa gw bilang seru?

    ya seru aja, hahaha. mempersiapkan survei di laut itu lebih banyak macem"nya daripada di darat. biaya, jelas lebih tinggi. untuk nyewa kapal dengan peralatannya aja udah abis berapa coba. tapi SDM yang dibutuhkan lebih sedikit, palingan cuma orang" yang ngerti survei itu buat apa, datanya diapain, dsb. cukup sedikit tenaga lokal yang dibutuhkan dalam survei hidrografi, soalnya sekali survei ya cuma butuh satu kapal. palingan kalo emang tujuannya survei seismik, butuh beberapa tenaga lokal buat membuka gulungan dan menggulung kembali kabel hydrophone super panjang dan (sepertinya) berat itu.

    nah, karena biaya operasionalnya lebih mahal, sekali survei itu yang disurvei macem". jadi misalnya ada proyek pembuatan pipa bawah laut. berarti kita harus memetakan daerah di mana pipa bawah laut itu rencananya akan ditempatkan. karena dasar laut itu ga bisa dipetain secara langsung kayak di darat (ga bisa disentuh dan terlalu dalam untuk dilakukan fotogrametri, ga dapet cahaya matahari soalnya), alat buat memetakan dasar laut ini macem" dan beda" fungsinya.

    pertama, kedalaman. jelas, kita mesti tahu peta kedalaman dasar laut di lokasi survei. kedalaman ini diukur dengan metode batimetri, alatnya: echo sounder. digunakan echo sounder karena alat tersebut memanfaatkan prinsip gelombang akustik. transduser mengirim gelombang ke dasar laut, dipantulkan, dan diterima kembali pada interval waktu tertentu, sehingga dapet deh jaraknya. dibanding pake metode lead-line, yang nyemplungin kabel ke dasar laut, kan capek bro. jadi, inti dari survei batimetri ini adalah, perkiraan kedalaman dan ketelitian yang dibutuhkan. perkiraan kedalaman ini kita cari dari informasi peta dengan skala yang lebih besar yang sudah ada terlebih dahulu. setelah perkiraan kedalaman dapet, baru kita bisa nentuin, echo sounder macam apa yang dibutuhkan. single beam ato multi beam? single-array ato multi-array? beamwidth-nya berapa derajat? dsb.

    perbandingan survei lead-line, single-beam, dan multi-beam.

    naah, untuk menentukan kedalaman, tentunya butuh referensi nol. referensi nol ini didapatkan dari yang namanya pengamatan pasut. karena kita jalannya make kapal, ga mungkin donk melakukan pengamatan pasut dengan palem? makanya dibutuhkan instrumen pengamatan pasut yang bisa dibawa ke kapal, contohnya yang gw tau ya portable tide gauge.

    selain referensi nol, dibutuhkan juga yang namanya kalibrasi. kalibrasi buat batimetri ini disebut sebagai bar check. caranya adalah dengan nyemplungin satu piringan dengan kedalaman tertentu, tapi ga terlalu dalam (contoh: 5 m). piringan ini letaknya mesti tegak lurus dengan transduser. di sekeliling piringan ini ada rantai baja yang menghubungkan piringan dengan kapal. terus, ditembaklah si piringan itu, ping! prinsip dari bar check sendiri adalah membandingkan data kedalaman yang didapat dari echo sounder dengan kedalaman yang 'sebenarnya,' alias panjang rantai. dari perbandingan kedua data tersebut, didapatlah koreksi bar check.

    itu baru satu, mwahahaha! belum lagi koreksinya. ada koreksi draft transducer (kedalaman transduser dari muka air laut), settlement and squat (perubahan orientasi transduser saat kapal diam dan kapal bergerak, jika diperlukan), kecepatan kapal, serta pasut dan bar check yang tadi dijelaskan.

    kedua, kita juga butuh informasi fitur dasar laut. misalnya, ternyata di sana ada bangkai kapal, terus kira" jenis sedimennya apa, dll. instrumen pengukurnya bernama side scan sonar. sama seperti echosounder, prinsipnya adalah gelombang akustik. jadi si side scan sonar ini yang bertugas nge-scan fitur" bawah laut itu.

    contoh scanning hasil side scan sonar.

    selain menggunakan side scan sonar, kita juga bisa menggunakan ROV (Remotely Operated Vehicle) yang menggunakan gelombang elektromagnetik untuk "memotret" fitur dasar laut. kelemahannya, ROV tergantungan banget sama keberadaan cahaya, jadi mesti punya "penerang" kalo maus survei laut dalam. secara lokasi pengambilan data, mereka sama" ngambang di dekat dasar laut, tapi kalo side scan sonar ngambilnya ke arah bawah (vertikal), ROV ngambilnya ke arah depan-belakang-kanan-kiri (horisontal). jadi keliatan deh, itu beneran bangkai kapal ato cuma karang yang bentuknya kayak bangkai kapal #halah!

    contoh citra hasi ROV.

    ketiga, kita juga membutuhkan informasi apakah ada kabel/pipa/benda "asing" lain yang sudah tertanam di dalam dasar laut. makanya kita pake yang namanya magnetometer. yaaa yang ini ngerti lah ya prinsipnya. kayak metal detektor. hehehe.

    keempat! dibutuhkan juga informasi sub-bottom alias penampang dasar laut. kan kita mau pasang pipa, kita juga mesti tau material pembentuk dasar laut itu apa aja. alatnya bernama sub-bottom profiler. dari alat ini kita bisa tau lapisan" yang ada di dasar laut itu apa aja dan nantinya bisa dianalisis, di mana kira" tempat pengambilan sampel sedimen yang cocok.

    contoh profil hasil sub-bottom profiler.

    kalo emang niat langsung ngolah data di kapal, sediment sampling ini bisa dilakukan langsung. ato, bisa dilakukan di lain hari, hehe. sediment sapling dilakukan dengan menggunakan core ato grab. core itu semacam pipa, ditaronya di perbatasan antara 2 sedimen berbeda. jadi pipa itu dicolokin, terus diambil lagi. terus pipa itu dibelah secara vertikal (kalo dari atas pipa, jadi bentuk setengah lingkaran), dapet deh 2 sedimen berbeda dengan perbatasannya. lain dengan grab, grab ini cuma ngambil satu contoh sedimen aja. prinsipnya kayak ngambil boneka di pusat" permainan macam timezone gitu, hehe.

    udah sih, itu aja. kayaknya dah semua yang gw jelasin. oh iya, satu lagi yang kelupaan dan justru paling penting sedunia. instrumen penentuan posisi! biasanya kalo di kapal itu sekarang udah ga jamannya lagi pake sextant, polar, dan alat" optis lainnya. sekarang jamannya satelit, brooo. GPS brooo, GPS! metodenya adalah diferensial, yaitu posisi kapal ini diikatkan pada stasiun statis yang berada di darat, contoh paling gampang, pelabuhan. jadi didapatlah posisi kapal secara real-time. begituuu.

    prinsip differential positioning.

    oh iya, ada juga pengukuran STPD alias Salinity, Temperature, Pressure, and Density. semuanya ini bisa diukur dengan alat yang judulnya CTD (Conductivity-Temperature-Depth). hebat ya teknologi jaman sekarang, ckckck. tapi kalo mau repot satu" akibat budget kecil, salinitas bisa diukur dengan salinometer, temperatur pake termometer, tekanan bisa dari pressure gauge, density bisa dengan niskin bottle sampling. si niskin bottle sampling intinya adalah mengambil sejumlah volume air dan menimbang massanya. terus dapet deh massa jenisnya. kan massa jenis itu massa per satuan volume, betul? fungsi dari pengukuran STPD sendiri adalah untuk mengetahui karakter air pada lokasi survei, karena beda karakter, beda juga perambatan gelombang akustiknya.

    begitulah kira" gambarannya. sebenernya ini juga belom semua sih, ada yang namanya ngukur gelombang, arus, terus ada juga survei yang butuh penyelam in-situ, dsb! itulah mengapa saya senang sekali belajar hidrografi operasional, sebagai kelanjutan dari mata kuliah hidrografi yang sudah gw ambil sebelumnya (hidro1, hidro-akustik, SLP, dan err PBL? heheh). banyak hal menarik yang mesti direncanakan, waaa seruuu!! kira" proyek" yang biasa direncanakan dalam survei hidrografi itu adalah:
    1. Pengadaan stasiun pasut.
    2. Pengukuran kedalaman perairan (batimetri).
    3. Pengukuran parameter dinamika air laut (arus, suhu, salinitas).
    4. Survei seismik di laut.
    5. Pengerukan dasar laut (dredging).
    yang udah gw bahas di atas adalah yang nomor 2 dan 3. nomor 1 cuma sekilas, pokoknya pasut itu salah satu gunanya adalah menentukan referensi nol dari suatu survei hidrografi. stasiun pasut ini juga penting kalo mau bikin pelabuhan ato konstruksi yang deket laut. intinya, biar bangunannya ga kena 'banjir' saat muka laut lagi tinggi (High Water Level). nomor 4, bisa dibaca di paper GEODESI KELAUTAN yang udah gw post sebelumnya. nomor 5, memang belum gw bahas. mungkin akan dibahas, mungkin tidak. hehe. inti dari semuanya mah, berapa budget-nya, waktunya berapa lama, baru deh nentuin alat dan SDM. begituh! #terlihatmudahpadahalmahkatagwsusah!

    begini kira" kalo semua jenis survei dilakukan bersamaan.
    rame bukaan? ahahaha~

    aaa seru! #semogaUTSberesbagusamin!

    satu kata buat kamu, gab

    BELAJAR, OI!

    tertanda, gabriella alodia.

    buka buka file lama, nemu tugas SPIRITUAL LEADERSHIP TRAINING yang sempat saya ikuti, walau tidak sampai tuntas

    ANALISIS VISI HIDUP RUT

    Rut adalah seorang Moab yang diperistri oleh anak dari pasangan Elimelekh dan Naomi, orang Yehuda. Ketika mereka sekeluarga menetap di Moab, meninggallah Elimelekh dan kedua anak lelakinya, maka Naomi dan kedua menantunya memutuskan untuk meninggalkan daerah tersebut ke arah Yehuda. Di tengah perjalanan Naomi menyarankan agar kedua menantunya agar pulang ke ibu mereka masing-masing karena ia tidak akan lagi dapat memperanakkan anak laki-laki untuk dinikahi oleh kedua menantunya tersebut. Saat Orpa, salah satu menant Naomi yang lain, sudah bersedia untuk meninggalkan Naomi, Rut tetap berkeras untuk mengikuti mertuanya ke mana pun ia pergi.

    Tetapi kata Rut : “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain daripada maut!” (Rut 1:16-17)

    Dalam kedua ayat ini, jelaslah visi Rut bahwa ia akan tetap setia kepada mertuanya ke mana pun mertuanya akan berpijak. Kesetiaan Rut sangat nyata dalam kedua ayat ini. Maka Naomi pun tersentuh dan bersedia perjalanannya ke Betlehem ditemani oleh Rut.

    Sesampainya di Betlehem, Rut tidak tinggal diam. Ia sangat mengasihi mertuanya, dan ia ingin memberi mertuanya makanan, sehingga ia pergi ke ladang jelai agar mendapatkan bahan makanan untuknya serta mertuanya.

    Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: “Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.” Dan sahut Naomi kepadanya: “Pergilah, anakku.” (Rut 2:2)

    Dalam ayat ini dapat dilihat inisiatif Rut untuk mendapatkan bahan makanan. Ia tidak tinggal diam meminta belas kasihan kepada orang-orang di tanah kelahiran mertuanya tersebut. Selama ia bekerja pun, ia bekerja dengan rendah hati sehingga Boas, pemilik ladang itu yang juga satu kaum dengan Elimelekh, terkesima dengan keberadaannya.

    Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: “Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?” (Rut 2:10)

    Dalam ayat ini dapat dilihat kerendahan hati Rut dalam pekerjaannya.

    Lalu kata Rut kepadanya (Naomi-RED): “Segala yang engkau katakan itu akan kulakukan.” (Rut 3:4)

    Dalam ayat ini dapat dilihat pula bahwa Rut adalah seorang yang taat kepada mertuanya, orang yang sangat ia kasihi. Lebih lagi:

    “…dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih…perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki.” (Rut 4:15)

    Perempuan-perempuan mengatakan kepada Naomi bahwa Rut lebih berharga dari tujuh anak laki-laki. Di sini dapat dilihat bahwa Rut telah menjadi berkat bagi mertuanya dengan ketaatan dan kesetiaannya. Dan dapat dilihat pada ayat berikut:

    …”Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki”; lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud. (Rut 4:17)

    Jelaslah di sini bahwa atas kasih Rut yang penuh kepada mertuanya, ia turut menjadi salah satu kunci kelahiran Daud, Raja Israel yang tetap setia kepada Allah sampai akhir hayatnya. Dapat dibayangkan jika Rut tidak mengasihi mertuanya, ia akan pulang ke tanah kelahirannya, dan mungkin Daud tidak akan terlahirkan sebagai Raja yang memimpin bangsa Israel pada saat itu.

    Kesimpulan:
    Dari segala pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Rut memiliki visi yang jelas, yaitu seperti yang disebutkan di atas, ia akan tetap setia kepada mertuanya ke mana pun mertuanya akan berpijak. Dari visi ini ia berani pergi ke ladang untuk menuai jelai agar ia dan mertuanya bisa makan, dan akhirnya Boas mau menebus dia sesuai dengan kewajiban Bangsa Israel pada saat itu. Dengan visinya yang terlihat sepele, Rut telah menjadi berkat bukan hanya bagi mertuanya, melainkan juga kepada seluruh Bangsa Israel, lewat kelahiran Daud pada generasi-generasinya yang selanjutnya. Inilah mengapa kisa Rut dianggap penting walau dikisahkan secara singkat di dalam Perjanjian Lama.


    mbak rut dan tante naomi

    aah.. gw inget banget, tugasnya disuruh nge-review perjalanan hidup seorang tokoh alkitab dan menganalisis, kira" apa visi hidup yang Tuhan berikan kepada tokoh tersebut. syaratnya: ga boleh nulis tentang Yesus, karena kisah tentang Beliau sudah dikumandangkan kepada kami sedari usia dini, jadi ga perlu buka alkitab untuk nulis tentang Beliau, udah apal! naah, dibanding nulis tokoh" yang mainstream macam abraham-ishak-yakub, yusuf, saul-daud-salomo, dkk dkk, maka gw mencari tokoh alkitab yang jarang orang perhatikan. kata kunci pertama: perempuan. ada 2 perempuan menarik di perjanjian lama: ester dan rut. mengapa mereka? karena keduanya sampe dibuat satu kitab sendiri untuk masing" dari mereka. cool kan? tapi saat itu ester udah pernah dibahas di suatu persekutuan wanita yang juga gw ikuti, jadi, ya mbak rut aja yang saya bahas. hehe. sekali-kali holy sedikit :D
    Template developed by Confluent Forms LLC