06 Februari 2011

filosofi lebah

lelaki: dadaah madukuu..
wanita: dadaah lebahkuuu..

apa reaksi lo ketika ngebaca percakapan di atas? kemungkinan jawabannya ada 3:
  1. muntah darah.
  2. kayang.
  3. head-stand dilanjutkan tari perut ala babal.
yep, gw juga jijik kok, tapi gw melakukannya. HAHAHAHA! *silakan melakukan salah satu dari tiga pilihan di atas.

eittss.. jangan dipikir gombalan di atas itu sembarangan loh! coba kita tengok hewan yang satu ini: lebah.

alo braay..

tau kan, betapa rajin dan sibuknya lebah? tiap hari kerjaannya mondar-mandir dari satu bunga ke bunga lain untuk menghasilkan satu produk yang luarr biasa: madu. seperti yang kita ketahui, madu ini merupakan satu-satunya (ini sepengetahuan gw yak) makanan yang ngga basi". awet seumur hidup. ga punya tanggal kadaluarsa. hebatnya lagi, lebah ini memproduksi madu bukan untuk dirinya sendiri! ga perlu gw jabarin lah yaa apa aja gunanya si madu ini. terutama untuk kita, manusia!

dan taukah kamu, sekali lebah menyengat orang, serta merta dia langsung mati. yep. mati. nah. sekarang coba ingat". ada berapa banyak film yang menggambarkan, saat sarang lebah diganggu, mereka rame" keluar, nyerang orang yang ngegangguin sarang mereka tersebut. end up, orang yang ngegangguin itu kena sengat di mana". terus lebahnya? ke mana hayoo.

bayangkan. lebah" tersebut berani mempertahankan sesuatu yang bahkan mereka sendiri tidak nikmati, mati-matian! dia rela berkorban demi madu yang dihasilkannya. maan!

jadi. setelah mengetahui sedikit lebih tentang lebah dan madu. bisa dibayangkan donk, betapa manisnya perbincangan di atas. madu: manisnya ga akan pernah kadaluarsa. lebah: rela mati demi melindungi madunya. aawwwwww........ *watdezig! eits, ga kena!

ayo belajar dari lebah! :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC