19 September 2011

(sedikit) pengorbanan


dengan kondisi saya yang (sangat) beruntung, seharusnya saya bisa lebih banyak berkorban, namun pengorbanan sebesar apa pun rasanya akan percuma jika saya tidak tahu apa yang harus dikorbankan dan untuk apa saya harus berkorban, terlebih lagi, apakah Tuhan memang menciptakan saya sebagai alatnya yang harus mengesampingkan segala harapan duniawinya untuk berkorban dan bekerja untuk-Nya. parahnya, hingga kini, saya belum mencari tahu lebih dalam tentang hal ini, sementara batas kelulusan semakin dekat. haruskah saya bertahan (sedikit) lebih lama di kampus? haruskah saya lulus secepatnya yang saya bisa? haruskah saya mengorbankan waktu dan tenaga saya melalui suatu media pengabdian masyarakat? haruskah saya terlebih dahulu menghidupi diri saya sendiri sebelum terjun ke masyarakat dan menjadi orang yang lebih berguna bagi mereka? ke mana saya harus pergi? sebenarnya orang seperti apa yang bisa dianggap 'menderita' dan membutuhkan bantuan saya? ke mana saya harus mencari bantuan? terkadang (bahkan seringkali) saya terlalu melihat segala sesuatu melalui gambar besar. mungkin ini semua pengaruh lingkungan, saya terlalu sering bermain dengan pemetaan, yang harus melihat segala sesuatu dengan gambaran besar. buruknya, saya masih sangat lemah dalam penentuan parameter, yang ujungnya merupakan indikator yang dapat saya lihat untuk menilai apakah memang yang saya lakukan itu berguna bagi mereka.

ah, mungkin saya hanya kurang berdoa dan menyediakan waktu khusus untuk-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC