31 Oktober 2011

ini sampah

did well. did better.
still, gotta go much more further.

how about this. how about that.
so where's my fault at.

did i missed something. did i do wrong.
yeah, gotta be strong.

so tired playing nice.
never know the fire would rise.

she said "set fire to the rain"
but what's the use to let it burn to an end.

well, maybe this is the tipping point.
to bend down and shout the heart out to THE ONE who anoint.



baca di kala hujan lebat,
hingga volume laptop maksimum pun masih harus berjuang mengalahkannya,
mainkan lagu set fire to the rain - adele,
then close your eyes,

and pray afterwards.

maaf jika (menurut Anda) saya tidak lebih baik dari Anda

yang jelas, saya tidak ingin menjadi seperti Anda.





terinspirasi oleh "obrolan:"
X: ini siapa sih? kok ngomongnya ga sopan banget?
Y: MANGOPO
dan Y, bukanlah mangopo.

24 Oktober 2011

saya dan saya dalam dua epok berbeda

wajah ini dipaksakan tersenyum. rambut super berantakan.
kalung menceng-menceng. HT dipegang super kenceng.
gabriella alodia. orienteering 2010. sukawana.

tersenyum tanpa beban. rambut rapi.
gabriella alodia. orienteering 2011.
pangalengan.

itulah bedanya turis dengan yang bukan turis, hehe. terimakasih untuk Hanna Fadhila atas kedua dokumentasinya.

17 Oktober 2011

hateshiiinaiiiii

syuung.. syuuung..

the lion king's sarabi/nala


anak singa! anak singa! anak singaaa!!!!

a music's worth

nina simone - leave me or leave me

entahlah. menurut saya yang seperti ini terasa lebih "mahal" dibanding musik-musik jaman sekarang. bukan berarti musik-musik macam lady gaga, maroon 5, dan kawan-kawannya yang banyak bermain dengan barang-barang elektronik itu buruk. saya juga menikmati kok. ini hanya masalah selera.

atau mungkin kondisi pasar? musik jedag jedug dengan segala "ornamen" super-rame sudah banyak terdenganr di mana-mana dan terasa "murah." bahkan MTV atau [V] Channel sudah terasa "sama." ah, apalagi yang namanya Dahsyat, DeRings, dan sejenisnya.

musik era layar monokrom pun menjadi semakin mahal harganya. sangat. amat. mahal.

16 Oktober 2011

ceritanya saya punya ruang perpustakaan di rumah masa depan saya

Just some of my many vintage map cushions....

dan bantal-bantal macam inilah yang akan tertata di sana. yeaaaaah.

pernahkah terlintas...


untuk memiliki seluruh mainan andy dalam toy story?

saya pernah. sering, mungkin.

15 Oktober 2011

all of a sudden

kalau boleh curhat sedikit, hidup gw belakangan ini kacau balau.
#yep! ini adalah posting berisi curhat, jika tidak berminat membaca, silakan diskip ajah

kacau balau gimana? ga ngerti deh. berantakan aja rasanya. yang jelas, udah hampir ga ada yang namanya free time dalam kamus kehidupan gw. satu"nya free time ya saat gw berada di kosan, bisa internetan, dan itu rasanya mahal sekali buat gw.

adanya free time di kampus juga merupakan hal yang sangat berharga akhir" ini. free time di mana gw bisa mainin laptopnya muklis, entah itu maen neighbours from hell ato maen crash team racing walau selalu kalah ato bishi bashi. ato ngerecokin PSPnya wicak buat main dinasty warrior. semua gamenya oldschool sih, tapi rasanya menyenangkan sekali bisa main di sela" segala kesibukan.

"ah lo udah ga asik lagi, gab!" kata seorang teman saya.

ah.. gw akui gw emang udah ga "sebebas" dulu lagi. seperti gw bilang, free time itu sekarang mahal sekali buat gw. makanya, jujur ada setitik kebahagiaan begitu gw nyampe di rumah ini. yep, gw lagi di cinere.

tadinya gw mau ngebawa lembar jawaban kuis KDS 2 minggu lalu yang baru 1/4nya gw periksa. tapi, hellooooo, you're not going to your office, you're going home.

rumah ya rumah. yang seharusnya menjadi tempatku berpulang, bukan tempatku beranjak, kata bonita. hehe. ada benarnya kan?

hey, rumah bonita ternyata di cinere!
hidup cinere! asik ya videonya, 'rumah' banget.

ah, rumah ini memang menyenangkan. dan menenangkan. dan membuat gw selalu merasa masih kecil :) semoga jalan tol cijago ga jadi dibikin. semua masa kecil gw ada di sini.

ternyata pulang itu indah. asal tidak dalam waktu lama, jika memang masih ada tanggung jawab yang harus diselesaikan satu persatu di bandung. yang malah cemas, bukan kenyamanan.

salam dari rumahku, untuk kosanku.

13 Oktober 2011

Abidin, H. Z.

selalu (dan akan selalu) tampil di baris pertama daftar pustaka paper, laporan kerja praktek, maupun tugas akhir.

Alodia, G.

pertama kali ada yang menulis nama saya dengan format seperti itu, gyaaaa..

tiba tiba statistik blog saya naik

ini semua berkat tugas defor dari ibu dina. terimakasih ibuu.







nyahahaa.. beneran lah.
paper defor: 47 penayangan.
paper gdkl: 26 penayangan.
itu dalam sehari ini, hyaaa..



palingan besok statistiknya drop lagi, hehe :p

12 Oktober 2011

tiga dari tiga ujian saya tidak selesai

akankah hal yang sama terjadi esok? kita lihat nanti.

10 Oktober 2011

olahraga air yang HARUS dicoba kalo akhir tahun jadi ke bali

SURFING!


sori rada ngiklan, abis gambar yang bagus emang gambar iklan sih, hehe. semoga dapet trainer-nya mbak" aja. kalo ternyata cuma ada mas", semoga dia ga genit. macem", gampar! plus entah jenis pukulan apa dari bokap, nyahahah!

cita" baru: surfing pake bikini. ntar. kalo udah bisa. di luar negeri, biar ga ada yang protes dan terganggu dengan lemak yang menumpuk di perut, nyahaha! kalo pake bikini di sini mah, kemungkinannya dua: dianggep bitchy ato dianggap sedang beramal, males.

hidrografiiiiii aaa~~

aku makiiiin cintaaa~~ #halah!

entah mengapa gw justru jatuh hati pada hidrografi yang begitu masuk geodesi, merupakan pilihan yang pertama gw coret di otak gw, cret!

namun seiring waktu berjalan, gw ternyata sangat menikmati kuliah-kuliah yang bersandingan dengan laut. sebut saja survei hidro-akustik, hidrografi operasional, dan geodesi kelautan. aaaa~~

apalagi saat field trip kemarin gw sempat merasakan diving walau hanya sesaat. dan itu nikmat sekaliiiii. ditambah lagi gw udah bisa melaksanakan duck dive yang membuat karang-karang terlihat lebih indah karena pancaran warna aslinya lebih terlihat nyata di kedalaman. aaaa saya cinta lauuuut!

belum lagi saat merencanakan proyek di laut, seperti di nomor 4 ujian tadi. walau tidak selesai akibat keterbatasan waktu, tapi udah kebayang mesti ngapain, mesti nyiapin apa, seperti yang gw tulis sebelumnya, aaaa!!!!!

tak dapat dipungkiri. semua berawal dari perjumpaan pertama dengan pulau seribu, saat membantu pak poerbo dan kawan"nya bikin film dokumenter tentang gosong-gosong yang terancam tenggelam. itu pertama kalinya gw merasa, laut itu, ternyata, menarik! aaaa~~

sepertinya gw akan ambil TA hidro. doakan agar tidak labil, amiin.

somewhere, beyond the sea
somewhere, waitin' for me

serunya HIDROGRAFI OPERASIONAL

oke, jadi ceritanya sekarang gw lagi belajar buat UTS GD4110 - Hidrografi Operasional, atau yang biasa disingkat dengan: hidro ops. secara garis besar, mata kuliah ini membahas tentang hal" operasional yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan survei hidrografi. lebih ke hal" teknis seperti alat" apa saja yang dibutuhkan, berapa lama survei berlangsung, dengan kendaraan apa kita akan menuju lokasi survei, berapa SDM yang dibutuhkan untuk pelaksanaan survei, dsb yang nantinya dituangkan dalam bentuk rencana kerja dan pada akhirnya, RAB alias Rencana Anggaran Biaya.

dalam pembuatan RAB, gw masih odong, karena gw ga tau berapa itu harga nyewa echosounder, GPS, dsb dsb. mungkin perlu gw cari sekarang, buat jaga" kalo ternyata ntar open book #amin!

kenapa gw bilang seru?

ya seru aja, hahaha. mempersiapkan survei di laut itu lebih banyak macem"nya daripada di darat. biaya, jelas lebih tinggi. untuk nyewa kapal dengan peralatannya aja udah abis berapa coba. tapi SDM yang dibutuhkan lebih sedikit, palingan cuma orang" yang ngerti survei itu buat apa, datanya diapain, dsb. cukup sedikit tenaga lokal yang dibutuhkan dalam survei hidrografi, soalnya sekali survei ya cuma butuh satu kapal. palingan kalo emang tujuannya survei seismik, butuh beberapa tenaga lokal buat membuka gulungan dan menggulung kembali kabel hydrophone super panjang dan (sepertinya) berat itu.

nah, karena biaya operasionalnya lebih mahal, sekali survei itu yang disurvei macem". jadi misalnya ada proyek pembuatan pipa bawah laut. berarti kita harus memetakan daerah di mana pipa bawah laut itu rencananya akan ditempatkan. karena dasar laut itu ga bisa dipetain secara langsung kayak di darat (ga bisa disentuh dan terlalu dalam untuk dilakukan fotogrametri, ga dapet cahaya matahari soalnya), alat buat memetakan dasar laut ini macem" dan beda" fungsinya.

pertama, kedalaman. jelas, kita mesti tahu peta kedalaman dasar laut di lokasi survei. kedalaman ini diukur dengan metode batimetri, alatnya: echo sounder. digunakan echo sounder karena alat tersebut memanfaatkan prinsip gelombang akustik. transduser mengirim gelombang ke dasar laut, dipantulkan, dan diterima kembali pada interval waktu tertentu, sehingga dapet deh jaraknya. dibanding pake metode lead-line, yang nyemplungin kabel ke dasar laut, kan capek bro. jadi, inti dari survei batimetri ini adalah, perkiraan kedalaman dan ketelitian yang dibutuhkan. perkiraan kedalaman ini kita cari dari informasi peta dengan skala yang lebih besar yang sudah ada terlebih dahulu. setelah perkiraan kedalaman dapet, baru kita bisa nentuin, echo sounder macam apa yang dibutuhkan. single beam ato multi beam? single-array ato multi-array? beamwidth-nya berapa derajat? dsb.

perbandingan survei lead-line, single-beam, dan multi-beam.

naah, untuk menentukan kedalaman, tentunya butuh referensi nol. referensi nol ini didapatkan dari yang namanya pengamatan pasut. karena kita jalannya make kapal, ga mungkin donk melakukan pengamatan pasut dengan palem? makanya dibutuhkan instrumen pengamatan pasut yang bisa dibawa ke kapal, contohnya yang gw tau ya portable tide gauge.

selain referensi nol, dibutuhkan juga yang namanya kalibrasi. kalibrasi buat batimetri ini disebut sebagai bar check. caranya adalah dengan nyemplungin satu piringan dengan kedalaman tertentu, tapi ga terlalu dalam (contoh: 5 m). piringan ini letaknya mesti tegak lurus dengan transduser. di sekeliling piringan ini ada rantai baja yang menghubungkan piringan dengan kapal. terus, ditembaklah si piringan itu, ping! prinsip dari bar check sendiri adalah membandingkan data kedalaman yang didapat dari echo sounder dengan kedalaman yang 'sebenarnya,' alias panjang rantai. dari perbandingan kedua data tersebut, didapatlah koreksi bar check.

itu baru satu, mwahahaha! belum lagi koreksinya. ada koreksi draft transducer (kedalaman transduser dari muka air laut), settlement and squat (perubahan orientasi transduser saat kapal diam dan kapal bergerak, jika diperlukan), kecepatan kapal, serta pasut dan bar check yang tadi dijelaskan.

kedua, kita juga butuh informasi fitur dasar laut. misalnya, ternyata di sana ada bangkai kapal, terus kira" jenis sedimennya apa, dll. instrumen pengukurnya bernama side scan sonar. sama seperti echosounder, prinsipnya adalah gelombang akustik. jadi si side scan sonar ini yang bertugas nge-scan fitur" bawah laut itu.

contoh scanning hasil side scan sonar.

selain menggunakan side scan sonar, kita juga bisa menggunakan ROV (Remotely Operated Vehicle) yang menggunakan gelombang elektromagnetik untuk "memotret" fitur dasar laut. kelemahannya, ROV tergantungan banget sama keberadaan cahaya, jadi mesti punya "penerang" kalo maus survei laut dalam. secara lokasi pengambilan data, mereka sama" ngambang di dekat dasar laut, tapi kalo side scan sonar ngambilnya ke arah bawah (vertikal), ROV ngambilnya ke arah depan-belakang-kanan-kiri (horisontal). jadi keliatan deh, itu beneran bangkai kapal ato cuma karang yang bentuknya kayak bangkai kapal #halah!

contoh citra hasi ROV.

ketiga, kita juga membutuhkan informasi apakah ada kabel/pipa/benda "asing" lain yang sudah tertanam di dalam dasar laut. makanya kita pake yang namanya magnetometer. yaaa yang ini ngerti lah ya prinsipnya. kayak metal detektor. hehehe.

keempat! dibutuhkan juga informasi sub-bottom alias penampang dasar laut. kan kita mau pasang pipa, kita juga mesti tau material pembentuk dasar laut itu apa aja. alatnya bernama sub-bottom profiler. dari alat ini kita bisa tau lapisan" yang ada di dasar laut itu apa aja dan nantinya bisa dianalisis, di mana kira" tempat pengambilan sampel sedimen yang cocok.

contoh profil hasil sub-bottom profiler.

kalo emang niat langsung ngolah data di kapal, sediment sampling ini bisa dilakukan langsung. ato, bisa dilakukan di lain hari, hehe. sediment sapling dilakukan dengan menggunakan core ato grab. core itu semacam pipa, ditaronya di perbatasan antara 2 sedimen berbeda. jadi pipa itu dicolokin, terus diambil lagi. terus pipa itu dibelah secara vertikal (kalo dari atas pipa, jadi bentuk setengah lingkaran), dapet deh 2 sedimen berbeda dengan perbatasannya. lain dengan grab, grab ini cuma ngambil satu contoh sedimen aja. prinsipnya kayak ngambil boneka di pusat" permainan macam timezone gitu, hehe.

udah sih, itu aja. kayaknya dah semua yang gw jelasin. oh iya, satu lagi yang kelupaan dan justru paling penting sedunia. instrumen penentuan posisi! biasanya kalo di kapal itu sekarang udah ga jamannya lagi pake sextant, polar, dan alat" optis lainnya. sekarang jamannya satelit, brooo. GPS brooo, GPS! metodenya adalah diferensial, yaitu posisi kapal ini diikatkan pada stasiun statis yang berada di darat, contoh paling gampang, pelabuhan. jadi didapatlah posisi kapal secara real-time. begituuu.

prinsip differential positioning.

oh iya, ada juga pengukuran STPD alias Salinity, Temperature, Pressure, and Density. semuanya ini bisa diukur dengan alat yang judulnya CTD (Conductivity-Temperature-Depth). hebat ya teknologi jaman sekarang, ckckck. tapi kalo mau repot satu" akibat budget kecil, salinitas bisa diukur dengan salinometer, temperatur pake termometer, tekanan bisa dari pressure gauge, density bisa dengan niskin bottle sampling. si niskin bottle sampling intinya adalah mengambil sejumlah volume air dan menimbang massanya. terus dapet deh massa jenisnya. kan massa jenis itu massa per satuan volume, betul? fungsi dari pengukuran STPD sendiri adalah untuk mengetahui karakter air pada lokasi survei, karena beda karakter, beda juga perambatan gelombang akustiknya.

begitulah kira" gambarannya. sebenernya ini juga belom semua sih, ada yang namanya ngukur gelombang, arus, terus ada juga survei yang butuh penyelam in-situ, dsb! itulah mengapa saya senang sekali belajar hidrografi operasional, sebagai kelanjutan dari mata kuliah hidrografi yang sudah gw ambil sebelumnya (hidro1, hidro-akustik, SLP, dan err PBL? heheh). banyak hal menarik yang mesti direncanakan, waaa seruuu!! kira" proyek" yang biasa direncanakan dalam survei hidrografi itu adalah:
  1. Pengadaan stasiun pasut.
  2. Pengukuran kedalaman perairan (batimetri).
  3. Pengukuran parameter dinamika air laut (arus, suhu, salinitas).
  4. Survei seismik di laut.
  5. Pengerukan dasar laut (dredging).
yang udah gw bahas di atas adalah yang nomor 2 dan 3. nomor 1 cuma sekilas, pokoknya pasut itu salah satu gunanya adalah menentukan referensi nol dari suatu survei hidrografi. stasiun pasut ini juga penting kalo mau bikin pelabuhan ato konstruksi yang deket laut. intinya, biar bangunannya ga kena 'banjir' saat muka laut lagi tinggi (High Water Level). nomor 4, bisa dibaca di paper GEODESI KELAUTAN yang udah gw post sebelumnya. nomor 5, memang belum gw bahas. mungkin akan dibahas, mungkin tidak. hehe. inti dari semuanya mah, berapa budget-nya, waktunya berapa lama, baru deh nentuin alat dan SDM. begituh! #terlihatmudahpadahalmahkatagwsusah!

begini kira" kalo semua jenis survei dilakukan bersamaan.
rame bukaan? ahahaha~

aaa seru! #semogaUTSberesbagusamin!

satu kata buat kamu, gab

BELAJAR, OI!

tertanda, gabriella alodia.

buka buka file lama, nemu tugas SPIRITUAL LEADERSHIP TRAINING yang sempat saya ikuti, walau tidak sampai tuntas

ANALISIS VISI HIDUP RUT

Rut adalah seorang Moab yang diperistri oleh anak dari pasangan Elimelekh dan Naomi, orang Yehuda. Ketika mereka sekeluarga menetap di Moab, meninggallah Elimelekh dan kedua anak lelakinya, maka Naomi dan kedua menantunya memutuskan untuk meninggalkan daerah tersebut ke arah Yehuda. Di tengah perjalanan Naomi menyarankan agar kedua menantunya agar pulang ke ibu mereka masing-masing karena ia tidak akan lagi dapat memperanakkan anak laki-laki untuk dinikahi oleh kedua menantunya tersebut. Saat Orpa, salah satu menant Naomi yang lain, sudah bersedia untuk meninggalkan Naomi, Rut tetap berkeras untuk mengikuti mertuanya ke mana pun ia pergi.

Tetapi kata Rut : “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain daripada maut!” (Rut 1:16-17)

Dalam kedua ayat ini, jelaslah visi Rut bahwa ia akan tetap setia kepada mertuanya ke mana pun mertuanya akan berpijak. Kesetiaan Rut sangat nyata dalam kedua ayat ini. Maka Naomi pun tersentuh dan bersedia perjalanannya ke Betlehem ditemani oleh Rut.

Sesampainya di Betlehem, Rut tidak tinggal diam. Ia sangat mengasihi mertuanya, dan ia ingin memberi mertuanya makanan, sehingga ia pergi ke ladang jelai agar mendapatkan bahan makanan untuknya serta mertuanya.

Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: “Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.” Dan sahut Naomi kepadanya: “Pergilah, anakku.” (Rut 2:2)

Dalam ayat ini dapat dilihat inisiatif Rut untuk mendapatkan bahan makanan. Ia tidak tinggal diam meminta belas kasihan kepada orang-orang di tanah kelahiran mertuanya tersebut. Selama ia bekerja pun, ia bekerja dengan rendah hati sehingga Boas, pemilik ladang itu yang juga satu kaum dengan Elimelekh, terkesima dengan keberadaannya.

Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: “Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?” (Rut 2:10)

Dalam ayat ini dapat dilihat kerendahan hati Rut dalam pekerjaannya.

Lalu kata Rut kepadanya (Naomi-RED): “Segala yang engkau katakan itu akan kulakukan.” (Rut 3:4)

Dalam ayat ini dapat dilihat pula bahwa Rut adalah seorang yang taat kepada mertuanya, orang yang sangat ia kasihi. Lebih lagi:

“…dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih…perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki.” (Rut 4:15)

Perempuan-perempuan mengatakan kepada Naomi bahwa Rut lebih berharga dari tujuh anak laki-laki. Di sini dapat dilihat bahwa Rut telah menjadi berkat bagi mertuanya dengan ketaatan dan kesetiaannya. Dan dapat dilihat pada ayat berikut:

…”Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki”; lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud. (Rut 4:17)

Jelaslah di sini bahwa atas kasih Rut yang penuh kepada mertuanya, ia turut menjadi salah satu kunci kelahiran Daud, Raja Israel yang tetap setia kepada Allah sampai akhir hayatnya. Dapat dibayangkan jika Rut tidak mengasihi mertuanya, ia akan pulang ke tanah kelahirannya, dan mungkin Daud tidak akan terlahirkan sebagai Raja yang memimpin bangsa Israel pada saat itu.

Kesimpulan:
Dari segala pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Rut memiliki visi yang jelas, yaitu seperti yang disebutkan di atas, ia akan tetap setia kepada mertuanya ke mana pun mertuanya akan berpijak. Dari visi ini ia berani pergi ke ladang untuk menuai jelai agar ia dan mertuanya bisa makan, dan akhirnya Boas mau menebus dia sesuai dengan kewajiban Bangsa Israel pada saat itu. Dengan visinya yang terlihat sepele, Rut telah menjadi berkat bukan hanya bagi mertuanya, melainkan juga kepada seluruh Bangsa Israel, lewat kelahiran Daud pada generasi-generasinya yang selanjutnya. Inilah mengapa kisa Rut dianggap penting walau dikisahkan secara singkat di dalam Perjanjian Lama.


mbak rut dan tante naomi

aah.. gw inget banget, tugasnya disuruh nge-review perjalanan hidup seorang tokoh alkitab dan menganalisis, kira" apa visi hidup yang Tuhan berikan kepada tokoh tersebut. syaratnya: ga boleh nulis tentang Yesus, karena kisah tentang Beliau sudah dikumandangkan kepada kami sedari usia dini, jadi ga perlu buka alkitab untuk nulis tentang Beliau, udah apal! naah, dibanding nulis tokoh" yang mainstream macam abraham-ishak-yakub, yusuf, saul-daud-salomo, dkk dkk, maka gw mencari tokoh alkitab yang jarang orang perhatikan. kata kunci pertama: perempuan. ada 2 perempuan menarik di perjanjian lama: ester dan rut. mengapa mereka? karena keduanya sampe dibuat satu kitab sendiri untuk masing" dari mereka. cool kan? tapi saat itu ester udah pernah dibahas di suatu persekutuan wanita yang juga gw ikuti, jadi, ya mbak rut aja yang saya bahas. hehe. sekali-kali holy sedikit :D

melawan arus

adalah hobi saya sedari dulu. sekarang saya harus mengerti bagaimana cara mengukur arus. hmm. jangan" selama ini gw bukan melawan arus, tapi hanya mengikuti arus dengan arah pandangan melawan arus? makanya, kalo mau ngelawan arus, ukur dulu arusnya. siapa tau emang perpindahan massanya terlalu besar, sehingga kalo mau ngelawan arus, ga bisa sendirian. ajak teman" yang sama" ingin melawan arus patungan buat beli kapal bareng", nyehehe.

ato kalo mau lebih konkrit, patungan nyewa ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler) buat ngukur arus, siapa tau ga cuma massa air yang berpindah, sedimen" di seabed juga ikut berpindah. jadiiii, laut yang di sebelah sono cenderung lebih keruh dan lebih 'dangkal.' yaaa, tergantung sih, sebenernya apa tujuan lo ngelawan arus?







kalo gw sih, emang hobi aja, hehehe :P

menyelam dan memasang ADCP

setelah sekian lama mempelajar seluk beluk HIDROGRAFI...

baru sekarang gw ngerti fungsi dari pengamatan pasut --'

spring tide, neap tide, lalala~

08 Oktober 2011

sebuah teori tentang wanita

sumpah, tangan gw lagi gatel banget, pengen nulis mulu! terpaksa.. melanggar janji.. yang dibuat sendiri.. hikss.. #aaaaaggghhhhhhhhh!!

menurut gw, cewe yang memilih untuk menjadi "tomboy" atau melakukan kegiatan" yang jarang dilakukan oleh wanita, sebenarnya merupakan cewe yang lemah fisiknya.

hal ini didukung oleh fakta bahwa, teman" gw yang wanita di pecinta alam dulu ga ada yang kondisi fisiknya benar" bugar. ada yang punya sakit jantung, paru" basah, asma, macem" deh. hingga sekarang, gw juga menemukan banyak wanita yang bergelut di bidang "pria" yang ternyata kondisi fisiknya juga lemah. contoh: gw.

kebalikannya, cewe" yang dandan dan cantik" itu, biasanya mereka punya fisik yang kuat. didukung dengan fakta bahwa mereka bisa ngomong dan ngegosip banyak banget dalam sehari tanpa mengalami radang tenggorokan, ditambah dengan aktivitas "jalan" yang kebanyakan dilakukan pada malam hari dengan baju minim, tapi mereka ga masuk angin juga. hebat kan?

jadi, dari pengamatan yang gw lakukan secara acak tapi konsisten ini, gw menyimpulkan bahwa: cewe tomboy bukan merupakan cewe yang memiliki kekuatan fisik lebih dari cewe" lainnya, tapi mereka merupakan cewe dengan keterbatasan fisik. keterbatasan fisik inilah yang membuat mereka ingin "menembus" batasan fisik tersebut dengan kegiatan" yang sifatnya "lelaki."

kira" begitu. hehe. #curhat

dyan, gaby, hanna, tya, ditha. alun" surya kencana, 2010.

NB: mungkin teori ini bisa menjawab pertanyaan "mengapa cewe GD yang terlihat lebih sangar dari cewe TEKIM bisa kalah dalam pertandingan futsal?" #dobelcurhat

post terakhir hari ini, janji!


rasanya baru kemarin saya jingkrak" nemu kaset reptile punya mas eric clapton di arion. rasanya belum lama saya menanyakan keberadaan kaset endank soekamti kepada seorang mas" penjaga disc tarra dan dibalas dengan "itu penyanyi pop atau dangdut ya, mbak?"

karokean lagu ini mesti sama yang cocok


haruskah saya secantik zakia nurmala untuk diperlakukan seperti ini oleh seorang lelaki? hihihi #labil

vitamin untuk ibu hamil

pakde boby: kamu flu ya gabriella?
gw: iya pakde.
pakde boby: nih ya, kamu ke apotek, terus beli obat. catet ya. pertama, amoxicilin 500 gr, satu strip, isi 10.
gw: oke.
pakde boby: terus fluden yang forte, satu strip juga, isi 10.
gw: oke.
pakde boby: satu lagi kamu minum vitamin ya, tapi kamu jangan kaget.
gw: ha?
pakde boby: kamu cari obimin af, itu vitamin buat ibu hamil, tapi itu emang bagus, banyak vitaminnya.
gw: (HEK?!) serius pakde?
pakde boby: iya, gapapa. kalo mama kamu liat juga paling bingung, soalnya pas mama kamu hamil kamu juga minumnya itu.
gw: ngga enervon-c aja gitu, yang agak lebih normal pakde?
pakde boby: vitamin" itu kebanyakan cuma vitamin c aja, padahal kan kamu juga butuh vitamin lain. obimin tuh ada asam folatnya, vitamin b, banyak deh, pokoknya bagus.
gw: oke deh pakde.
pakde boby: cepet sembuh ya gabriella.
gw: makasih pakde (adeeeuuuu -___-)

inilah si vitamin untuk ibu hamil itu, eaaa.

btw, pakde boby itu dokter. resmi sudah. dalam jangka waktu 2 minggu gw 3 kali ke dokter, walau yang ini dokter on-the-phone, hehe.

wahai kalian pembaca blog saya

jangan sedih jangan protes yak, kalo 2 post terakhir gw agak" scientific ahahahaaaa..

bukan karena gw sok cool, sok pinter, sok rajin, dan sok" lainnya, tapi kalo mau menganggap seperti itu juga, monggo, hahahahahaa.. ini semua akibat hal" yang terjadi belakangan ini..

hidup gw sedang terjungkir balik..

namun bisa dibilang, sesuai harapan, heheheehhee..

somehow belakangan ini gw jadi rada" SO (Study Oriented) walau ga sampe kupukupu (kuliah pulang kuliah pulang) tapi tetep aja.. rasanya.. hidup ini.. SO.. ckckck..

tapi gw menikmati, hahahahaha :P

orang kayak gw jadi asisten? memaksa gw untuk belajar terlebih dahulu sebelum ngajarin orang lain. ngajar orang yang ga dikenal ternyata lebih menantang dibanding ngajar temen. bawaannya takut salah --'

"kak, kok programnya ga jalan?"
"kak, ini semua datanya mesti dikoreksi?"

orang kayak gw jadi hobi belajar? bwahahaha, gw juga ga ngerti.. padahal jaman TPB, nyentuh buku aja males.. idiiiihh.. mungkin karena mata kuliah sekarang lebih aplikatif kali yaaaa, jadi bisa dibayangkan kira" entar gw kerjanya gimana.. dibanding menggeluti kalkulus-fisika-kimia, AARRGGHHHHHH!

orang kayak gw jadi jarang banget ke IMG malem"? yaaa, selasa sama kamis gw glorify.. udah gitu ga ada kerjaan yang membuat gw mesti ke IMG malem" lagi.. kerjaan gw siang melulu sekarang, dan gw yang biasa berpikir encer di malam hari "dipaksa" berpikir di siang hari, eaaaa. tantangaaaan!!

lagipula kalo gw mesti ke IMG malem" juga, tambah remuk redamlah badan gw yang sekarang gampang capek ini.. kenapa yah? penuaan? AAAAA!!!

ah, cerewet lo gab.

ini paper SURVEI DEFORMASI DAN GEODINAMIKA jadi agak lebih rock n roll bahasannya

Realisasi Kerangka Referensi Statik
Gabriella Alodia (15108018)
Teknik Geodesi dan Geomatika, Institut Teknologi Bandung, 2011

Kata Kunci: kerangka referensi statik, WGS84, ITRF.

ABSTRAK
Setiap pengamatan geodetik membutuhkan kerangka referensi sebagai acuan dari pengamatan-pengamatan tersebut. Kerangka referensi yang dipakai sebagai acuan tersebut merupakan kerangka referensi statik, yang artinya, titik dianggap tidak bergerak atau tetap. Pada makalah ini akan dibahas realisasi dari kerangka referensi statik yang umum digunakan pada pengamatan-pengamatan geodetik pada saat ini.


1.     PENDAHULUAN

Kerangka referensi koordinat merupakan realisasi praktis dari sistem referensi, yang dapat digunakan untuk pendeskripsian posisi, baik secara statik maupun dinamik. Pendeskripsian posisi secara statik digunakan pada saat pembentukan kerangka dasar geodetik, di mana titik-titik dari kerangka tersebut dianggap tetap. Kerangka referensi ini dapat direalisasikan dengan melakukan pengamatan-pengamatan geodetik dan umumnya dapat direpresentasikan dalam suatu set koordinat dari sekumpulan obyek maupun titik.

2.     REALISASI KERANGKA REFERENSI STATIK

Kerangka referensi yang akan dibahas dalam adalah WGS 84 (World Geodetic System 1984) dan ITRF (International Terresterial Reference Frame).

2.1.  WGS 84

WGS 84 pada prinsipnya merupakan sistem koordinat CTS (Conventional Terresterial System) yang didefinisikan, direalisasikan, dan dipantau oleh NIMA (National Imagery and Mapping). Kerangka referensi WGS 84 direalisasikan pertama kalinya pada tahun 1987 dengan sekumpulan titik yang koordinatnya diamati dengan sistem satelit navigasi TRANSIT (Doppler). Kerangka direalisasikan dengan memodifikasi kerangka referensi yang digunakan oleh sistem satelit Doppler (NSWC 9Z-2), yaitu parameter pusat (titik nol) sistem koordinat dan skalanya, serta merotasikannya sehingga meridian referensinya berimpit dengan meridian nol yang didefinisikan oleh BIH (Bureau International de l’Heure).

Pada tahun 1994, WGS 84 ditingkatkan kualitasnya dengan menentukan kembali stasion penjejak GPS dengan beberapa stasion IGS (International GNSS Service). Kerangka yang telah ditingkatkan ini dinamakan sebagai WGS 84 (G730). Tingkat kedekatan antara ITRF (91 & 92) dengan WGS 84 (G730) ini adalah sekitar 10 cm.

Pada tahun 1996, koordinat dari titik-titik kerangka WGS 84 (G730) ini ditingkatkan lagi, dan kerangka referensi yang baru dinamakan WGS 84 (G873). Menurut NIMA 2000, tingkat ketelitian dari setiap komponen koordinat dari WGS 84 (G873) adalah sekitar 5 cm.

Kerangka
Periode Berlaku
WGS 84
1 Januari 1987 – 1 Januari 1994
WGS 84 (G730)
2 Januari 1994 – 28 September 1996
WGS 84 (G783)
Sejak 29 September 1996
Tabel 2.1
Realisasi Kerangka WGS 84


2.2.  ITRF

ITRF merupakan kerangka realisasi dari ITRS (International Terrestrial Reference System). ITRS ini direalisasikan dengan koordinat dan kecepatan dari sejumlah titik yang tersebar di seluruh permukaan bumi, dengan menggunakan metode-metode pengamatan VLBI, LLR, GPS, SLR, dan DORIS. Pada saat ini kerangka ITRF terdiri dari sekitar 300 titik di permukaan Bumi, yang mempunyai koordinat dengan ketelitian sekitar 1-3 cm serta kecepatan dengan ketelitian sekitar 2-8 mm/tahun. Titik-titik ITRF ini terdapat pada semua lempeng tektonik utama serta hampir semua lempeng kecil. Pada saat ini, jaring kerangka ITRF dipublikasikan setiap tahunnya oleh EIRS, dan umumnya diberi nama ITRF-yy, dimana yy menunjukkan tahun terakhir dari data yang digunakan untuk menentukan kerangka tersebut.

Kerangka Referensi
X
Y
Z
ITRF 88
18
0
-92
ITRF 89
23
36
-68
ITRF 90
18
12
-30
ITRF 91
20
16
-14
ITRF 92
8
2
-8
ITRF 93
6
-5
-15
Tabel 2.2
Translasi Koordinat dari ITRF 94 ke ITRF sebelumnya.

3.     KESIMPULAN

Kerangka referensi harus terlebih dahulu didefinisikan karena seluruh data pada pengamatan-pengamatan bumi akan mengacu pada kerangka referensi tertentu. Ketelitian yang dibutuhkan dalam pendefinisian kerangka referensi sangat tinggi, sehingga diperlukan pengamatan dengan menggunakan satelit. Produk kerangka referensi yang dihasilkan dan masih digunakan sampai saat ini adalah WGS 84 dan ITRF.

REFERENSI

Abidin, H. Z. 2001. Geodesi Satelit. Pradnya Paramita, Jakarta.

IERS Working Group on The ITRF Datum. 1999. Final Report. http://hpiers.obspm.fr/iers/itrf/ITRF-WG.Report

03 Oktober 2011

paper GEODESI KELAUTAN buatan saya biar sesekali ada bacaan serius

Positioning pada Marine Seismic Acquisition
Gabriella Alodia (15108018)
Teknik Geodesi dan Geomatika, Institut Teknologi Bandung, 2011

Kata Kunci: Marine Seismic Aqcuisition, ECOS Intergrated Navigation System, DGPS, RGPS.

ABSTRAK
Posisi adalah hal pertama yang dibutuhkan untuk melakukan sebuah survei seismik, baik di darat, maupun di laut. Metode penentuan posisi di laut tentunya berbeda dan lebih kompleks dibandingkan dengan di darat, karena laut sendiri tidak bersifat statis. Makalah ini akan membahas penentuan posisi di laut yang merupakan tahap pertama dari Marine Seismic Acquisition


1. PENDAHULUAN

Marine Seismic Acquisition adalah proses penciptaan dan perekaman data seismik. Akusisi seismik di laut memanfaatkan air gun dalam proses penciptaan getaran serta hydrophone sebagai receiver dalam proses perekaman data. Pada prinsipnya, air gun akan menciptakan suatu gelombang akustik secara periodik yang kemudian ditangkap pantulannya oleh hydrophone. Hydrophone ini sendiri dikonfigurasikan dalam streamer yang berujung pada tail buoy. Getaran yang tertangkap ini kemudian direkam di komputer yang berada di kapal untuk proses selanjutnya.

Kapal Marine Seismic umumnya memiliki dimensi panjang ±75 m dengan kecepatan 5 knot (9,3km/jam). Kapal akan menarik air gun, streamer dengan konfigurasi hydrophone, dan tail buoy sepanjang proses akuisisi. Tail buoy sendiri berfungsi untuk mempermudah kru untuk melihat ujung dari streamer karena streamer tidak sepenuhnya mengambang di permukaan air, melainkan berada sedikit di bawah permukaan laut.

Gambar 1.1
Diagram Marine Seismic Aqcuisition

Proses akusisi ini memiliki beberapa spesifikasi teknis, sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan kerja. Contoh dari beberapa spesifikasi teknis dalam Marine Seismic Aqcuisition ini adalah jumlah maksimum noise yang terekam, resolusi yang diharapkan, serta koreksi pasut, gelombang, dan arus yang harus dilaksanakan.

Hasil dari proses akuisisi ini adalah penampang bumi dalam bentuk 2D atau 3D, tergantung pada jenis surveinya. Survei seismik 2D akan menghasilkan penampang bumi dalam bentuk irisan, sementara survei seismik 3D akan menghasilkan penampang bumi dalam bentuk volume. Survei seismik 3D sendiri merupakan kelanjutan dari proses survei seismik 2D ketika banyak ditemukan jebakan minyak di suatu luasan daerah survei.

Gambar 1.2
Perbedaan hasil survei seismik 2D (kiri) dan 3D (kanan)


2. INSTRUMEN POSITIONING

Instrumen positioning yang digunakan dalam Marine Seismic Aqcuisition telah terintegrasi dalam ECOS Integrated Navigation System. Sistem navigasi ini terdiri atas empat bagian instrumen, yaitu depth controller, vessel navigation, tail buoy navigation, serta lay out visualization. Berikut penjelasan dari tiap bagian instrumen:

-      Depth controller adalah alat yang berfungsi untuk mengontrol agar streamer tetap berada pada kedalaman tertentu.
-      Vessel navigation adalah navigasi untuk kapal survei yang menggunakan metode DGPS (Differential Global Positioning System) karena dalam Marine Seismic Acquisition dibutuhkan informasi posisi secara real-time dengan tingkat ketelitian menengah, yaitu 1 s/d 3 m. Sistem DGPS ini umumnya dibedakan atas Local Area DGPS (LADGPS) dan Wide Area DGPS (WADGPS), sesuai dengan luas wilayah cakupan koreksinya. Posisi kapal yang dimaksud adalah posisi antena GPS yang dipasang di bagian kapal tertentu.
-      Tail buoy navigation adalah navigasi untuk tail buoy yang menggunakan metode RGPS (Relative Global Positioing System) yaitu posisi tail buoy relatif terhadap posisi kapal. Posisi tail buoy ini berfungsi sebagai kontrol posisi agar kapal tetap berada pada jalur survei yang telah direncanakan.
-      Layout visualization adalah visualisasi lintasan seismik yang direncanakan dan harus diikuti sepanjang proses akuisisi data.

Seluruh instrumen ini akan membentuk sebuah jalur survei yang harus diikuti oleh kru dalam proses akuisisi data. Dengan sistem navigasi yang terintegrasi di atas, kapal akan berjalan sesuai dengan jalur teoritik yang telah ditentukan sebelumnya.

3. PENGOPERASIAN KAPAL

Sebelum kapal dibawa ke laut, kru telah diberi informasi mengenai survey layout serta desain seismik yang akan dijalankan serta banyaknya instrumen yang akan di-deploy. Informasi yang diberikan oleh navigator, dalam hal ini ahli geodesi, adalah posisi di mana lintasan seismik dimulai, berakhir, serta interval penembakan gelombang akustik. Seluruh informasi ini didapatkan dari Integrated Navigation System yang telah dijelaskan sebelumnya.

Selanjutnya, kapten kapal bertugas untuk memastikan bahwa kapal berjalan dalam keadaan baik dan kaptenlah yang memegang kendali kapal. Sembari kapal berjalan melalui lintasan seismik yang direncanakan, terdapat kru yang bertugas untuk memonitor angin dan cuaca.

Ketika area survei telah ditemukan (melalui koordinat start dari lintasan seismik yang dimaksud), observer, dalam hal ini ahli geofisika akan men-deploy serta mengecek streamer, juga menghubungkan seluruh instrumen dengan komputer yang berada di dalam kapal. Dalam pengecekan streamer, kru mekanik juga harus mengecek array dari air gun. Setelah pengecekan instrumen selesai, navigator bekerjasama dengan observer dan kru mekanik menempatkan tail buoy sebagai kontrol posisi.

Setelah seluruh proses tersebut dilaksanakan, barulah kapal yang telah terhubung dengan air gun, streamer, serta tail buoy dapat dijalankan. Prinsipnya, kapal akan menarik seluruh instrumen yang telah terhubung dengan arah tetap, sehingga didapatkan penampang yang berada pada satu lintasan yang lurus.

Gambar 3.1
Kapal survei yang menarik streamer.

4. KESIMPULAN

Posisi yang dibutuhkan dalam Marine Seismic Aqcuisition adalah posisi yang bersifat real-time, karena objek yang akan ditentukan posisinya, dalam hal ini kapal survei, merupakan objek yang bergerak. Selain posisi kapal, juga diperlukan data posisi tail buoy sebagai kontrol posisi air gun dan streamer yang berada di antara kapal dan tail buoy. Penentuan posisi tail buoy ini dilakukan relatif terhadap posisi kapal.

REFERENSI

Abidin, H. Z. 2007. Penentuan Posisi dengan GPS dan Aplikasinya. Pradnya Paramita, Jakarta.

Denni Pascasakti. 2010. Peran Ilmu Geodesi dalam Dunia Perminyakan: Akusisi Data Seismic di Darat (Part II). http://dennipasca.blogspot.com/2010/03/peran-ilmu-geodesi-dalam-dunia_28.html

Fugro, Offshore Survey Division, Positioning. 2007. Starfix.RGPS. http://www.fugrosurveytechnical.com/downloads/RGPS.pdf

International Association of Geophysical Contractors (IAGC). 2002. Marine Seismic Operations, An Overview. http://www.iagc.org/attachments/contentmanagers/4352/Marine%20Seismic%20Operations%20Overview.pdf

Schlumberger. 2011. Oilfield Glossary. http://www.glossary.oilfield.slb.com
Template developed by Confluent Forms LLC