10 Oktober 2011

buka buka file lama, nemu tugas SPIRITUAL LEADERSHIP TRAINING yang sempat saya ikuti, walau tidak sampai tuntas

ANALISIS VISI HIDUP RUT

Rut adalah seorang Moab yang diperistri oleh anak dari pasangan Elimelekh dan Naomi, orang Yehuda. Ketika mereka sekeluarga menetap di Moab, meninggallah Elimelekh dan kedua anak lelakinya, maka Naomi dan kedua menantunya memutuskan untuk meninggalkan daerah tersebut ke arah Yehuda. Di tengah perjalanan Naomi menyarankan agar kedua menantunya agar pulang ke ibu mereka masing-masing karena ia tidak akan lagi dapat memperanakkan anak laki-laki untuk dinikahi oleh kedua menantunya tersebut. Saat Orpa, salah satu menant Naomi yang lain, sudah bersedia untuk meninggalkan Naomi, Rut tetap berkeras untuk mengikuti mertuanya ke mana pun ia pergi.

Tetapi kata Rut : “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain daripada maut!” (Rut 1:16-17)

Dalam kedua ayat ini, jelaslah visi Rut bahwa ia akan tetap setia kepada mertuanya ke mana pun mertuanya akan berpijak. Kesetiaan Rut sangat nyata dalam kedua ayat ini. Maka Naomi pun tersentuh dan bersedia perjalanannya ke Betlehem ditemani oleh Rut.

Sesampainya di Betlehem, Rut tidak tinggal diam. Ia sangat mengasihi mertuanya, dan ia ingin memberi mertuanya makanan, sehingga ia pergi ke ladang jelai agar mendapatkan bahan makanan untuknya serta mertuanya.

Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: “Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.” Dan sahut Naomi kepadanya: “Pergilah, anakku.” (Rut 2:2)

Dalam ayat ini dapat dilihat inisiatif Rut untuk mendapatkan bahan makanan. Ia tidak tinggal diam meminta belas kasihan kepada orang-orang di tanah kelahiran mertuanya tersebut. Selama ia bekerja pun, ia bekerja dengan rendah hati sehingga Boas, pemilik ladang itu yang juga satu kaum dengan Elimelekh, terkesima dengan keberadaannya.

Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: “Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?” (Rut 2:10)

Dalam ayat ini dapat dilihat kerendahan hati Rut dalam pekerjaannya.

Lalu kata Rut kepadanya (Naomi-RED): “Segala yang engkau katakan itu akan kulakukan.” (Rut 3:4)

Dalam ayat ini dapat dilihat pula bahwa Rut adalah seorang yang taat kepada mertuanya, orang yang sangat ia kasihi. Lebih lagi:

“…dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih…perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki.” (Rut 4:15)

Perempuan-perempuan mengatakan kepada Naomi bahwa Rut lebih berharga dari tujuh anak laki-laki. Di sini dapat dilihat bahwa Rut telah menjadi berkat bagi mertuanya dengan ketaatan dan kesetiaannya. Dan dapat dilihat pada ayat berikut:

…”Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki”; lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud. (Rut 4:17)

Jelaslah di sini bahwa atas kasih Rut yang penuh kepada mertuanya, ia turut menjadi salah satu kunci kelahiran Daud, Raja Israel yang tetap setia kepada Allah sampai akhir hayatnya. Dapat dibayangkan jika Rut tidak mengasihi mertuanya, ia akan pulang ke tanah kelahirannya, dan mungkin Daud tidak akan terlahirkan sebagai Raja yang memimpin bangsa Israel pada saat itu.

Kesimpulan:
Dari segala pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Rut memiliki visi yang jelas, yaitu seperti yang disebutkan di atas, ia akan tetap setia kepada mertuanya ke mana pun mertuanya akan berpijak. Dari visi ini ia berani pergi ke ladang untuk menuai jelai agar ia dan mertuanya bisa makan, dan akhirnya Boas mau menebus dia sesuai dengan kewajiban Bangsa Israel pada saat itu. Dengan visinya yang terlihat sepele, Rut telah menjadi berkat bukan hanya bagi mertuanya, melainkan juga kepada seluruh Bangsa Israel, lewat kelahiran Daud pada generasi-generasinya yang selanjutnya. Inilah mengapa kisa Rut dianggap penting walau dikisahkan secara singkat di dalam Perjanjian Lama.


mbak rut dan tante naomi

aah.. gw inget banget, tugasnya disuruh nge-review perjalanan hidup seorang tokoh alkitab dan menganalisis, kira" apa visi hidup yang Tuhan berikan kepada tokoh tersebut. syaratnya: ga boleh nulis tentang Yesus, karena kisah tentang Beliau sudah dikumandangkan kepada kami sedari usia dini, jadi ga perlu buka alkitab untuk nulis tentang Beliau, udah apal! naah, dibanding nulis tokoh" yang mainstream macam abraham-ishak-yakub, yusuf, saul-daud-salomo, dkk dkk, maka gw mencari tokoh alkitab yang jarang orang perhatikan. kata kunci pertama: perempuan. ada 2 perempuan menarik di perjanjian lama: ester dan rut. mengapa mereka? karena keduanya sampe dibuat satu kitab sendiri untuk masing" dari mereka. cool kan? tapi saat itu ester udah pernah dibahas di suatu persekutuan wanita yang juga gw ikuti, jadi, ya mbak rut aja yang saya bahas. hehe. sekali-kali holy sedikit :D

2 komentar:

  1. SLT nih ye.gw ikut walaupun dapat predikat C. haha

    BalasHapus
  2. lo mending, gw ga ampe kelar ikutannya, hahaha

    BalasHapus

Template developed by Confluent Forms LLC