08 Oktober 2011

ini paper SURVEI DEFORMASI DAN GEODINAMIKA jadi agak lebih rock n roll bahasannya

Realisasi Kerangka Referensi Statik
Gabriella Alodia (15108018)
Teknik Geodesi dan Geomatika, Institut Teknologi Bandung, 2011

Kata Kunci: kerangka referensi statik, WGS84, ITRF.

ABSTRAK
Setiap pengamatan geodetik membutuhkan kerangka referensi sebagai acuan dari pengamatan-pengamatan tersebut. Kerangka referensi yang dipakai sebagai acuan tersebut merupakan kerangka referensi statik, yang artinya, titik dianggap tidak bergerak atau tetap. Pada makalah ini akan dibahas realisasi dari kerangka referensi statik yang umum digunakan pada pengamatan-pengamatan geodetik pada saat ini.


1.     PENDAHULUAN

Kerangka referensi koordinat merupakan realisasi praktis dari sistem referensi, yang dapat digunakan untuk pendeskripsian posisi, baik secara statik maupun dinamik. Pendeskripsian posisi secara statik digunakan pada saat pembentukan kerangka dasar geodetik, di mana titik-titik dari kerangka tersebut dianggap tetap. Kerangka referensi ini dapat direalisasikan dengan melakukan pengamatan-pengamatan geodetik dan umumnya dapat direpresentasikan dalam suatu set koordinat dari sekumpulan obyek maupun titik.

2.     REALISASI KERANGKA REFERENSI STATIK

Kerangka referensi yang akan dibahas dalam adalah WGS 84 (World Geodetic System 1984) dan ITRF (International Terresterial Reference Frame).

2.1.  WGS 84

WGS 84 pada prinsipnya merupakan sistem koordinat CTS (Conventional Terresterial System) yang didefinisikan, direalisasikan, dan dipantau oleh NIMA (National Imagery and Mapping). Kerangka referensi WGS 84 direalisasikan pertama kalinya pada tahun 1987 dengan sekumpulan titik yang koordinatnya diamati dengan sistem satelit navigasi TRANSIT (Doppler). Kerangka direalisasikan dengan memodifikasi kerangka referensi yang digunakan oleh sistem satelit Doppler (NSWC 9Z-2), yaitu parameter pusat (titik nol) sistem koordinat dan skalanya, serta merotasikannya sehingga meridian referensinya berimpit dengan meridian nol yang didefinisikan oleh BIH (Bureau International de l’Heure).

Pada tahun 1994, WGS 84 ditingkatkan kualitasnya dengan menentukan kembali stasion penjejak GPS dengan beberapa stasion IGS (International GNSS Service). Kerangka yang telah ditingkatkan ini dinamakan sebagai WGS 84 (G730). Tingkat kedekatan antara ITRF (91 & 92) dengan WGS 84 (G730) ini adalah sekitar 10 cm.

Pada tahun 1996, koordinat dari titik-titik kerangka WGS 84 (G730) ini ditingkatkan lagi, dan kerangka referensi yang baru dinamakan WGS 84 (G873). Menurut NIMA 2000, tingkat ketelitian dari setiap komponen koordinat dari WGS 84 (G873) adalah sekitar 5 cm.

Kerangka
Periode Berlaku
WGS 84
1 Januari 1987 – 1 Januari 1994
WGS 84 (G730)
2 Januari 1994 – 28 September 1996
WGS 84 (G783)
Sejak 29 September 1996
Tabel 2.1
Realisasi Kerangka WGS 84


2.2.  ITRF

ITRF merupakan kerangka realisasi dari ITRS (International Terrestrial Reference System). ITRS ini direalisasikan dengan koordinat dan kecepatan dari sejumlah titik yang tersebar di seluruh permukaan bumi, dengan menggunakan metode-metode pengamatan VLBI, LLR, GPS, SLR, dan DORIS. Pada saat ini kerangka ITRF terdiri dari sekitar 300 titik di permukaan Bumi, yang mempunyai koordinat dengan ketelitian sekitar 1-3 cm serta kecepatan dengan ketelitian sekitar 2-8 mm/tahun. Titik-titik ITRF ini terdapat pada semua lempeng tektonik utama serta hampir semua lempeng kecil. Pada saat ini, jaring kerangka ITRF dipublikasikan setiap tahunnya oleh EIRS, dan umumnya diberi nama ITRF-yy, dimana yy menunjukkan tahun terakhir dari data yang digunakan untuk menentukan kerangka tersebut.

Kerangka Referensi
X
Y
Z
ITRF 88
18
0
-92
ITRF 89
23
36
-68
ITRF 90
18
12
-30
ITRF 91
20
16
-14
ITRF 92
8
2
-8
ITRF 93
6
-5
-15
Tabel 2.2
Translasi Koordinat dari ITRF 94 ke ITRF sebelumnya.

3.     KESIMPULAN

Kerangka referensi harus terlebih dahulu didefinisikan karena seluruh data pada pengamatan-pengamatan bumi akan mengacu pada kerangka referensi tertentu. Ketelitian yang dibutuhkan dalam pendefinisian kerangka referensi sangat tinggi, sehingga diperlukan pengamatan dengan menggunakan satelit. Produk kerangka referensi yang dihasilkan dan masih digunakan sampai saat ini adalah WGS 84 dan ITRF.

REFERENSI

Abidin, H. Z. 2001. Geodesi Satelit. Pradnya Paramita, Jakarta.

IERS Working Group on The ITRF Datum. 1999. Final Report. http://hpiers.obspm.fr/iers/itrf/ITRF-WG.Report

2 komentar:

  1. ty banyak geb, tugas 1 defor gw kelar... 15108058
    :)

    BalasHapus
  2. busyeng niat gila lo ti dapet blog gw, hahahaha

    BalasHapus

Template developed by Confluent Forms LLC