30 November 2011

Pemantauan Kenaikan Muka Laut secara Geodetik menggunakan Satelit Altimetri

Gabriella A. (15108018), Akbar Z. (15108024), Amri W. (15108034),
Albert A. S. W. (15108036), Andika H. U. (15108038), Herman M. (15108091)
Teknik Geodesi dan Geomatika, Institut Teknologi Bandung, 2011

Kata Kunci: kenaikan muka laut, topografi muka laut, altimetri.

ABSTRAK
Pengamatan kenaikan muka laut telah dilakukan dengan berbagai metode demi kelangsungan hidup manusia. Metode yang dibahas secara spesifik di sini adalah metode geodetik menggunakan satelit altimetri. Sumbangsih dari pengamatan satelit altimetri sendiri adalah topografi muka laut yang akan dikombinasikan dengan data-data pengamatan lainnya untuk mendapatkan angka kenaikan muka laut dalam periode tertentu.


1.    PENDAHULUAN

Kenaikan muka laut merupakan satu hal yang dapat mengancam kehidupan manusia. Hal ini didukung dengan fakta bahwa 2,5 milyar manusia hidup tidak lebih dari 60 km dari wilayah pesisir. Kedua hal inilah yang menyebabkan manusia melakukan pemantauan kenaikan muka laut secara berkala, sehingga dapat dilakukan berbagai hal preventif demi kelangsungan hidup manusia, dan salah satu metode pemantauannya adalah metode geodetik.

Metode geodetik ini dilakukan karena ilmu kenaikan muka laut (sea level science) erat kaitannya dengan ilmu geodesi, di mana muka laut ini memberikan sumbangsih sebesar 2/3 dari model permukaan bumi yang diharapkan dari setiap pengamatan geodetik. Teknik pemantauan bentuk rupa bumi secara geodetik ini telah berkembang pesat, sehingga setiap perubahan kecil di muka bumi dapat diukur secara presisi.

Pemantauan kenaikan muka laut dengan metode geodetik sendiri masih dapat diklasifikasikan kembali, yaitu pemantauan dengan metode tide gauge yang dikombinasikan dengan GPS, metode altimetri, serta metode pengamatan gaya berat bumi menggunakan satelit gravimetri. Model kenaikan muka laut didapatkan dari kombinasi berbagai pengamatan tersebut, namun yang akan dibahas di sini adalah pemantauan kenaikan muka laut dengan menggunakan satelit altimetri.

2.    PRINSIP DASAR SATELIT ALTIMETRI

Satelit altimetri pertama kali diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan tiga obyektif ilmiah jangka panjang, yaitu untuk mengamati sirkulasi lautan global, memantau volume dari lempengan es kutub, dan mengamati perubahan muka laut rata-rata global. Seiring perkembangannya, satelit altimetri kini dapat mendukung penentuan topografi permukaan laut, penentuan karakteristik laut dan eddies, studi pasang surut di lepas pantai, dan penentuan kecepatan angin di atas permukaan laut, yang dapat mendukung obyektif ketiga dari peluncuran satelit altimetri pada awalnya.

Informasi utama yang didapakan dari satelit altimetri adalah topografi dari muka laut, yang dilakukan dengan mengukur ketinggian satelit di atas permukaan laut (a) dengan menggunakan waktu tempuh (Δt) dari pulsa radar yang dikirimkan ke permukaan laut dan dipantulkan kembali ke satelit, yang dapat dirumuskan sebagai berikut:




Gambar 2.1
Prinsip Dasar Satelit Altimetri



Setelah a didapatkan, maka topografi muka laut (H) dapat dihitung dengan mengkombinasikan data a dengan undulasi geoid (N), efek pasut instan (ΔH), kesalahan orbit (d) serta tinggi elipsoid dari satelit altimeter (h), yang dapat dirumuskan sebagai:




Gambar 2.2
Geometri Pengamatan Satelit Altimetri




Menurut perkembangan teknologi, kini satelit altimetri telah memiliki resolusi data ukuran jarak sampai dengan 1-2 cm, di mana tingkat ketelitian akhir dari jarak ukuran tersebut masih sangat bergantung pada tingkat kesuksesan pereduksian dan pengeliminasian dari kesalahan dan bias dari data ukuran.

3.    APLIKASI SATELIT ALTIMETRI

Pemantauan kenaikan muka laut dengan satelit altimetri telah dilakukan dalam banyak penelitian dan dari berbagai penelitian altimetri yang dikombinasikan dengan pengamatan pasut menggunakan tide gauge, didapatkan hasil bahwa muka laut mengalami kenaikan sekitar 3 mm/tahun.

Gambar 3.1
Profil Kenaikan Muka Lautdari Data Satelit AltimetriTahun 1993-2003.

Dari grafik di atas, dapat dilihat bahwa terjadi kenaikan muka laut sebesar kurang lebih 30 mm dalam kurun waktu 10 tahun, sehingga didapatlah angka 3 mm/tahun tersebut.


Satelit altimetri sendiri, seperti telah dibahas sebelumnya, memberikan sumbangsih berupa informasi topografi muka laut. Berikut beberapa hasil pemantauan muka laut dengan satelit altimetri.



Gambar 3.2
Topografi Muka Laut dari Kombinasi Data Satelit Altimetri
TOPEX dan ERS-2 Tahun 1995-2000.


Gambar 3.3
Topografi Muka Laut dari Data Satelit Altimetri
TOPEX Januari 1993 s/d Juli 2002



Gambar 3.4
Pengamatan Topografi Muka Laut untuk Penelitian El Niño dengan
Satelit Altimetri TOPEX Tahun 1997-1998.



4.    KESIMPULAN

Satelit altimetri merupakan salah satu dapat digunakan dalam pemantauan kenaikan muka laut. Data dari pengamatan altimetri sendiri tidak dapat menentukan besarnya kenaikan muka laut secara langsung, namun memerlukan kombinasi dari pengamatan-pengamatan geodetiknya seperti pengamatan pasut menggunakan tide gauge yang didukung dengan penentuan posisi metode GPS, serta data gaya berat bumi dari satelit gravimetri. Sumbangsih terbesar satelit altimetri dalam pemantauan kenaikan muka laut adalah data topografi muka laut dalam beberapa periode.


REFERENSI

Abidin, H. Z. 2001. Geodesi Satelit. Pradnya Paramita, Jakarta.

Mihardja, D. K. Satellite Altimetry Data for Oceanographic Study. Department of Oceanography, Faculty of Earth Sciences and Technology, Bandung Institute of Technology.

Proudman Oceanographic Laboratory. Sea Level Science and Geodetic Technique. Global Geodetic Observing System of the International Association of Geodesy.

Schöne, Tilo. 2009. The Mystery of Sea Level – Monitoring the Ocean with Satellites. Geo Forschungs Zentrum Postdam, Department of Geodesy and Remote Sensing.

23 November 2011

mengejar mimpi, mengejar cita-cita

tapi beda nasib. eaaaa.

post ini sedikit serius, jadi jika Anda mencari satu post haha hehe senang senang ala saya selama ini, maaf, lebih baik pindah ke blog sebelah. nyehehe.

sebenarnya post ini lebih ke arah galau dibanding serius, nyahahaha~

jadi gini ceritanya. gw masuk kuliah dengan berbagai macam harapan. lucunya, dari beberapa harapan tersebut, ternyata beberapa harapan itu terwujud dengan cara perlahan lahan. tapi bener bener pelaaaan banget. dan ga semuanya sesuai sebenarnya, tapi yang hebat adalah, gw malah lebih bahagia dengan keadaan sekarang dibanding jika harapan harapan tersebut benar-benar terwujud secara fulllll.

contohnya?

ah, standar. dari geologi ke geodesi.

ini adalah hal pertama yang gw syukuri dari segala hal yang terjadi dalam kehidupan gw selama ini. ga tau kenapa, gw selalu amazed atas kejadian ini. selalu.

kenapa?

ah, banyak deh alasannya. tapi satu alasan terkuat kebahagiaan gw adalah, sekarang saya jadi orang laut, nyahahaha. #sotoy

yaa ga terlalu orang laut dalam arti sebenarnya yang kulitnya terbakar terkelupas akibat paparan sinar matahari tanpa sunblok #halah! tapi gw jatuh cinta sama yang namanya laut :D

coba kalo gw dulu masuk geologi. kesempatan gw untuk melakukan penelitian di daerah laut mungkin kecil. karena, tadinya gw mau masuk geologi untuk konsentrasi di bagian pergempaan. ternyata, geodesi pun bisa banget menangani pergempaan ini, dan kebetulan pak irwan meilano, dosen wali gw, konsentrasinya ke bagian deformasi dan geodinamika. wah, keren lah pokoknya. dulu pikir gw "pas banget wali gw ahli gempa!"

tapi ternyata cita cita gw berubah draaaaaaastis.

akibat ikutan main bareng pak purbo cs, gw jadi jatuh cinta sama lauuuut aaaaa~

entah kenapa banyak banget hal yang bisa dilakukan di laut dan gw selalu senang di lauuut. kenapa ya? ga tau, rasanya indah aja. lo kalo mau menikmati laut, perjuangannya ga sebesar kalo lo naik gunung. oke, hal ini emang ga bisa diperbandingkan. tapi laut tuh seruuuuu. tapi kadang bikin eneg juga sih. hahahaha.

setelah gw baca buku beach processes and sedimentation yang dipinjemin pak purbo, baru sadar gw kalo ada satu hal yang penting banget, tapi gw sendiri ga nyadar betapa pentingnya hal itu bagi wisata laut, bahkan kehidupan ekosistem, hingga manusia yang tinggal di pinggir atau sekitaran laut: sedimen.

kenapa sedimen? karena tanpa sedimen, tidak akan ada pantai! tidak ada pantai, tidak ada tempat buat lenjeh lenjeh berjemur, bikin sandcastle in the sand #halah! sampe surfing! ya ga seru aja kan lo surfing trus abis itu kejedog tebing #jedug!

yak. terlalu panjang sudah saya berbicara. intinya, TA alias Tugas Akhir gw akan membahas tentang sedimen. dan semoga nilai nilai saya beres terus sampe tahun depan sehingga target lulus dapat tercapai dengan memuaskan: AMIN!

ayo berjuang!

tempat saya ambil data, yeah!

12 November 2011

kasih dan adil

Tak hanya mengasihi. Ia juga adil. Yup, He's my God.



Terimakasih Bapa, telah menyadarkanku bahwa yang kuhadapi kini (ternyata) tak seberapa.

11 November 2011

he is not a fortune teller. and he is definitely not a prophet. but he is a forecaster.

namun beliau telah meramalkan memperkirakan masa depan macam apa yang akan gw hadapi. siapakah beliau? dialah umar abdul azis. senior saya di geodesi. percakapan ini diambil sekitar sebulan lalu.

gw: mar, gw baru mengambil sebuah langkah besar dalam kehidupan gw.
umar: apa gab?
gw: gw ambil TA (Tugas Akhir, "Skripsi"nya ITB-RED) sama pembimbing loo!
umar: woaaaahhh selamaaat! welcome to the club!
gw: yep. doakan sukses.
umar: maneh (kamu, sunda kasar-RED) mau lulus kapan gab?
gw: pengennya mah oktober 2012. tapi paling telat banget april 2013.
umar: oh. siap-siap aja kalo tiba-tiba lo disuruh lulus juli yah.
gw: 2013?!
umar: bukan. 2012.

dan terjadilah. bahkan saya sebisa mungkin harus sudah seminar dan sidang sebelum 1 april 2012. aaaaaaaaaaa galaaaaaaaaauuu~~~~~~

07 November 2011

ah, yang benar saja!


james franco dan zooey deschanel nyemplung dalam satu film?! aaaaaa!!! apa yang telah terjadi pada dunia ini?! #diucapkandengansangatlebay

link: http://www.imdb.com/title/tt1240982/

my quest. to find. and download this movie. has begin.
#maklummasihberasatanggalmerah

04 November 2011

sesuatu yang akan membuat heboh dunia setelah (500) days of summer

who's that girl? it's jess!

mumpung lagi kosong, iseng nyari, dan dapet! udah ada 4 episode, dan saya sangat suka zooey, apalagi di sini dia memerankan seorang tokoh wanita yang super bodoh. mau tau ceritanya? tonton sendiri! she's reaally adorkable, ahahaa~

03 November 2011

Skema Pemantauan Deformasi Gunung Api secara Episodik dengan Metode Survei GPS Statik

Sebelum membaca penjelasan di bawah, buka dahulu gambar di bawah ini. Caranya, klik kanan pada gambar, open in new tab/window. Begitu gambar dengan resolusi sebenarnya terbuka, dibaca, coba untuk mengerti, dan pikirkan beberapa pertanyaan jika Anda belum mengerti maksud dari beberapa elemen di gambar tersebut.

Klik kanan, open in new tab/window.

Mengerti? Silakan tinggalkan post ini.
Belum mengerti? Silakan lanjut membaca.

Hal pertama yang perlu dimengerti adalah skema bagaimana pemantauan GPS, yang didukung dengan pemantauan fisis dapat mempelajari karakteristik suatu gunung api, sehingga dari karakteristik tersebut didapat gejala-gejala kapan gunung api tersebut akan meletus. Gunung api sendiri memiliki proses inflasi, yaitu ketika perut gunung api tersebut dipenuhi oleh lava, sehingga gunung api mengalami "penggemukan." Setelah letusan terjadi, gunung api mengalami proses deflasi, di mana gunung api tersebut mengalami "penyusutan" dan kembali ke bentuknya semula. Proses inflasi dan deflasi ini ditandai dengan bergesernya posisi titik-titik tertentu di tubuh gunung api tersebut. Pergeseran dari titik-titik inilah yang dicari dari pemantauan GPS.

Proses inflasi dan deflasi.

Pemantauan GPS ini sendiri dilakukan dengan metode survei GPS statik, di mana GPS diletakkan di titik-titik tertentu yang mewakili bentuk fisis gunung api tersebut. Titik-titik ini dimonumentasi sehingga dapat dilakukan pemantauan GPS secara episodik, yaitu setiap beberapa periode, pada titik-titik yang sama. Data-data pemantauan GPS dari beberapa periode ini diolah dan di-plot grafik pergerakannya selama beberapa tahun, untuk mengetahui pergeseran titik secara temporal. Selain grafik, dibuat juga vektor pergerakan titik-titik tersebut, untuk mengetahui pergeseran titik secara spasial.

Contoh vektor dan grafik pergeseran titik-titik ini dapat dilihat pada gambar.

Ketelitian dari metode survei GPS statik berada pada orde cm, sehingga metode ini cocok digunakan untuk pemantauan deformasi gunung api secara teliti dan berkala. Contoh sebaran ketelitian dari metode survei GPS statik dapat dilihat pada gambar. Dapat dilihat bahwa sebaran kesalahan dari tiap baseline masih berkisar pada 0-20 ppm.

REFERENSI
Abidin, H. Z. Penentuan Posisi dengan GPS dan Aplikasinya. Pradnya Paramita, Jakarta.
Hawaiian Volcano Observatory. 1995. Measuring how Volcanoes Move with Satellites. USGS. http://hvg.wr.usgs.gov/volcanowatch/1995/95_07_14.html/
Kapoho, L. Inflation - Deflation Roller Coaster & Rain-bows &Voggy Crescent Moon. Hawaiian Lava Daily. http://hawaiianlavadaily.blogspot.com/
Wahana Komunitas Geografi SMA. 2011. Letusan Gunung Apihttp://geografi-geografi.blogspot.com/2011/05/letusan-gunung-api.html

02 November 2011

dua hal yang membuat saya merasa keren

hal ini, hypothetically, nyahaha~
dan percakapan ini.
gw: ki, kok ga bisa diproses sih project-nya?
okky: titik lo ada berapa?
gw: empat.
okky: von gruber.
gw: oooh. okey.
nandhy: kok kalian keren sih, nyebut von gruber doank udah bisa ngerti satu sama lain?!

yeaaahhh. i. am. coooooool.

my first ever photomodeller scanner 3d model

kyaa! my biboo, kyaa!
untuk saat ini saya berani bilang: hidup foto non topo!!! biboo adalah nama macbook saya, hehehe. GIF ini cuma diset untuk looping sebanyak 20 kali, kalo udah ga gerak lagi, monggo diklik gambarnya, hehe.
Template developed by Confluent Forms LLC