30 Januari 2012

memilih, menjalani pilihan

hari ini saya dedikasikan bagi jiwa membaca saya yang telah haus akan asupan gizi. dimulai dari cerpen kompas hari ini, hingga terjatuh kembali ke situs yang memuat sebuah majalah dari tetangga jauh. mencoba membaca, malah terhanyut akan ilustrasi.

kemarin pun, saya membaca. sebuah cerpen dari koran yang sama, terbit sekitar 2 bulan yang lalu. punya teman saya. koran. koran.

sudah lama rasanya tidak bersentuhan dengan dunia itu. dunia yang seakan menawarkan kemewahan, kebahagiaan, yang nyatanya, yah, tak semua orang tahu. kadang hati menjerit: "seharusnya saya di sana. saya bisa ke sana. saya yakin, saya bisa berbuat seperti itu, bahkan lebih baik." namun pilihan telah tergenggam, dan harus dijalani.

ya, harusnya saya di sana.

jujur, saya rindu. rindu sekali. ingin kembali menyelam ke tumpukan karya yang mungkin sampai kapan pun, saya tak kan ambil andil. penikmat. itu saja.

ah, harusnya saya seperti itu.

semua karena pilihan. pilihan yang saya buat. pilihan yang saya mau. pilihan yang saya buat untuk berontak. ah, saya lelah berontak.

mungkin saya hanya bosan.

lelah.




entah dengan siapa lagi, hal ini dapat terbagi.

saya hanya tak ingin.

kehilangan.

ada yang lebih sulit daripada memilih.
apa?
menjalani pilihan.

25 Januari 2012

menulis itu fungsi dari membaca

itu kata dosen pembimbing Tugas Akhir saya.

harusnya semester ini saya bisa fokus. tapi apa daya. 15 SKS harus digeber menjadi 21 SKS demi mengejar cita" yang rasanya semakin sulit untuk digapai. harus pintar" mengatur waktu dan berbagai kesempatan yang, memang, tak kan datang dua kali. semua hanya karena satu pertanyaan:

apa visi hidupmu, gab?

23 Januari 2012

tolong jangan bunuh saya

saya sudah mendengarkan lagu ini 3 kali hari ini. #kabur

22 Januari 2012

Take a deep breath & exhale.

Dove Dark Chocolate. 22/01/12.



"..but if anyone strikes you on the right jaw or cheek, turn to him the other one too."
(Matthew 5:39)

14 Januari 2012

sedikit cerita tentang saya dan teman teman saya semasa sekolah dasar

tadi bertemu dengan seorang teman SD saya, yang hitungannya jarang sekali ketemu sama saya, karena sekarang ceritanya dia sedang menempuh pendidikan di sidney, australia. lalu saat makan malam tadi, mama bertanya "kak, dari temen-temen SD kamu yang pinter-pinter, yang paling pinter siapa? kamu, si X atau si Y?" sejujurnya dalam hati saya berkata "yang jelas bukan gw" hehe, tapi demi tidak mengecewakan ibunda dengan mengatakan bahwa saya ini sebenarnya odong maka saya menjawab "pinternya beda-beda sih ma." diplomatis, yeahs!


lalu menilik masa lalu selama beberapa detik, ternyata kehidupan teman-teman SD saya seakan telah "ditentukan" sejak kami masih di usia sekolah dasar. mengapa saya bilang begitu?

memori membawa saya kembali ke masa kelas 4 atau 5 SD, di mana kami mengikuti sebuah kompetisi antar SD, lupa tingkat apa. berikut teman-teman yang saya ingat ikut, dua dari tiga teman yang saya sebutkan di bawah adalah si X dan si Y yang saya sebutkan sebelumnya, jadi ganti insial aja semuanya ya, hehe:

Si D, dia ikut bidang matematika, selain tertulis ada lomba mencongaknya juga.
Si P, dia ikut bidang bahasa indonesia, selain tertulis ada lomba pidatonya juga.
Si A, kalo ngga salah dia ikut bidang IPS.

dan saya, saya ikut bida IPA, selain tertulis ada kuis cerdas cermatnya juga, dan saya kalah cepat di babak "death match" sama Handal Pramadhano, anak SD Dian Didaktika, yang namanya akan selalu saya ingat, yang ternyata saya temui lagi di tempat kuliah saya sekarang. #smallworld

segitu yang saya ingat, lainnya lupa, mohon maaf. kalau ngga salah Si Pr juga ikut, tapi lupa ikut bidang apa. maaf ya Prrrr.

dengan sangat mengagetkan #lebay, bidang-bidang yang ditekuni oleh teman-teman saya di atas ternyata tidak jauh dari bidang-bidang yang mereka ikuti lombanya dahulu! selain itu, bidang-bidang yang mereka tekuni sekarang entah kenapa cocok sekali dengan kepribadian mereka sejak SD! biar saya jelaskan:

Si D, sekarang dia sedang menempuh kuliah Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung, dia super pintar dengan IPK nyarissss sempurna, dan sumpah, dia memang rrraaaajjjiiiinnn banget dari SD. dia ga banyak ngomong, suaranya pelaaaaan banget dan mottonya "talk less, do more" jadi sesuatu yang nempel banget di diri dia, kereeen. #informasidarisiHandalPramadhano
Si P, sekarang dia sedang menempuh kuliah di Fakultas Hukum, Universitas Indonesia, dia emang pinter, rajin belajar, dan jago banget ngomong. dulu dia berani protes kalo nilainya ga sesuai dengan apa yang menurut dia bener, wah keren banget lah. waktu SD dia emang jago banget kalo masalah pidato dan ternyata itu jadi bekal dia sekarang, aheeey.
Si A, sekarang dia sedang magang di suatu firm sebagai marketting sesuatu lah, gw ga begitu ngerti, dia emang gaul banget dan jago banget komunikasi sama orang, istilahnya, bener" bisa menempatkan diri dan ngobrol sama siapa aja tanpa kehilangan tampang smartnya yang terbukti dengan..... ya emang dia pinter banget nyets! dan dia adalah si teman saya yang saya ceritakan di awal, sedang menempuh pendidikan di sidney, australia. coool.

dan gw yang dulu ikut lomba IPA? kuliah di jurusan gw sekarang dan memutuskan untuk menjadi seorang dosen/scientist! ajaib!

lucu ya, hehe. aah masa SD gw indah dan panjaaaaaang. kalo gw punya mesin waktu, pengen balik ke masa itu dan sekedar nontonin kelakuan gw dan temen" gw saat itu. di mana gw mulai suka sama westlife dan avril lavigne tanpa meninggalkan pokemon dan digimon, di mana gw mulai main the sims dan zoo tycoon tanpa meninggalkan chip's challenge dan skifree. di mana gw mulai punya anjing dan saat si anjing mencoba menggigit teman saya yang bertetanggaan dengan saya, sang tetangga-yang-juga-teman-saya itu berteriak "anjing lo!!" kepada si anjing.

sekolah, oh, dasar.. good times..

scariest thing on earth.. for now


sejak saya mulai mengerjakan TA, membuka e-mail menjadi suatu hal yang sangat.............. menantang.

this movie is sick

  

satu"nya film yang bikin gw sampe ngebacain FAQ-nya di IMDb dan masih juga ga ngerti dengan apa yang sebenarnya ada di otak si penulis buku yang karyanya diadaptasi oleh Martin Scorsese ini. sakit jiwa.

tonton sendiri. saya mau nonton Taxi Driver / The Departed dulu. #barukenalMartinScorsese

12 Januari 2012

11 Januari 2012

05 Januari 2012

aduh susah ya jadi anak itb --'

Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater,
Salam Ganeshaaaaaa... MULAI!

itu komen gw di suatu "perdebatan" yang "biasa" terjadi di antara kami. hahaha. lucu sih sebenarnya, karena ternyata, jauh lebih sulit memegang gelar "anak itb" dibanding untuk ujian masuknya sendiri. bukan, bukan bermaksud sombong. tapi serius, gelar tersebut mungkin merupakan gelar terberat yang akan selalu gw dan temen" gw di sini bawa sampe seumur hidup.

kenapa? yaa.. semua orang pasti langsung ngejudge bahwa "lo adalah orang yang pintar" lebih lagi "apa yang sudah lo lakukan dengan kepintaran lo" yaa semacam itu.

sebagai contoh, saya pernah ngobrol sama seorang supir taksi. begitu tau saya anak itb, dia langsung ngebahas berbagai penemuan yang sudah dilakukan oleh orang" non-itb, yaa, ceritanya sih sedikit memojokkan saya yang anak itb ini. hehe. eh, jadi saya. yasudah, kebawa, dinikmati saja ya tulisannya. reaksi saya? saya sih ketawa" aja sambil bilang "hahaha, yaa doain aja saya kena masalah pak, biar saya bisa selesein, soalnya masalah saya ya sebatas tugas kuliah aja, hehe.."

berbeda dengan seorang teman saya yang sempat ngobrol bersama seorang salesman di kereta api. begitu tau teman saya anak itb, dia langsung mengagung-agungkan teman saya itu. "wah mas anak itb ya. menurut saya ank itb itu wah banget lo mas, kayaknya pinter banget gitu." dan lain sebagainya. yah, susah jadi anak itb.

mencuplik pembicaraan dengan seorang teman saya..

saya: gila ya.. anak itb.. masa ntar lulus kita cuma mikirin kerja di mana, gaji berapa, bisa ngasih makan keluarga ato ngga.. ngga mungkin kan?
teman saya: bukan ga mungkin gab, ga boleh.

huff.. ya yaa.. mau jadi apa bangsa ini kalo si "anak itb" cuma mikirin perut sendiri.. kira" begitu.. hmm.. jadi stakeholder, salah satu solusi kami waktu itu.. ya yaa..

ah, jangankan jadi stakeholder.. di dunia kerja aja, ceritanya sih, yang namanya anak itb akan diberi tekanan yang lebih dibanding (maaf) teman-teman dari universitas lain karena kami dianggap sudah "mengerti" padahal yaelaaahh, namanya kerja di suatu perusahaan, belum tentu segala hal yang dibutuhkan perusahaan itu udah kami tau dan pernah kami laksanakan kan? lah wong jangka waktu belajar kami sama dengan yang bukan itb kok, sama" maksimal 5 tahun..... atau tidak? yaaa.. 6 tahun memang, untuk teman" saya yang tidak lulus pada tahap tahun pertamanya..

terus apa yang dapat dilakukan?

berbuat.

itu aja, hahaha. biarlah cap "anak itb" ini dilihatnya belakangan sama masyarakat.. 10 tahun lagi? 20 tahun lagi? 30 tahun lagi? amin, tolong didoakan agar kami dapat berkontribusi bagi bangsa, bahkan dunia, di bidang kami masing-masing.

terimakasih teman" mahasiswa entah dari mana saja kalian yang berani menyebut diri kalian "mahasiswa" saat keberpihakan kalian tidak lagi netral, yang telah menyentil kami. maaf, sekarang saya hanya bisa tertawa dan melanjutkan penelitian yang sedang saya lakukan. oh ya, ada juga acara" yang harus saya dan teman" saya urus. setidaknya kami menganggap, dan berharap, bahwa apa yang kami lakukan akan membawa dampak. memang belum untuk rakyat kecil, kami sendiri masih belajar, mohon maaf yang sebesdar-besarnya atas kekecewaan kalian, dan mohon didik kami, berikan contoh bagi kami agar kami mengerti, sebenarnya apa yang harus kita, sebagai mahasiswa, lakukan bagi bangsa, dan dunia. ah, masihkah kita berada di antara piramida penguasa dan rakyat?

terimakasih teman" perakit mobil esemka dan bapak jokowi, atas sentilannya pada kami. saya pribadi bangga dengan keberadaan kalian, pertanda adanya, bahkan banyaknya, harapan yang kita miliki sebagai bangsa. yang masih belum ada, seperti biasa, yang selalu kami alami juga, pendanaan, hahahaha. terimakasih telah menyemangati kami untuk terus berkarya dan bertindak nyata.

teman" lain, kalau suatu hari jadi orang kaya, tolong jadi donatur riset dan engineering dalam negeri yah, kami sering kekurangan duit soalnya, belom tentu balik modal juga kalo produksi soalnya, hahaha. terimakasih :D

ditulis pasca aksi protes sejumlah oknum 'mahasiswa' di depan gerbang ganesha
Template developed by Confluent Forms LLC