30 Januari 2012

memilih, menjalani pilihan

hari ini saya dedikasikan bagi jiwa membaca saya yang telah haus akan asupan gizi. dimulai dari cerpen kompas hari ini, hingga terjatuh kembali ke situs yang memuat sebuah majalah dari tetangga jauh. mencoba membaca, malah terhanyut akan ilustrasi.

kemarin pun, saya membaca. sebuah cerpen dari koran yang sama, terbit sekitar 2 bulan yang lalu. punya teman saya. koran. koran.

sudah lama rasanya tidak bersentuhan dengan dunia itu. dunia yang seakan menawarkan kemewahan, kebahagiaan, yang nyatanya, yah, tak semua orang tahu. kadang hati menjerit: "seharusnya saya di sana. saya bisa ke sana. saya yakin, saya bisa berbuat seperti itu, bahkan lebih baik." namun pilihan telah tergenggam, dan harus dijalani.

ya, harusnya saya di sana.

jujur, saya rindu. rindu sekali. ingin kembali menyelam ke tumpukan karya yang mungkin sampai kapan pun, saya tak kan ambil andil. penikmat. itu saja.

ah, harusnya saya seperti itu.

semua karena pilihan. pilihan yang saya buat. pilihan yang saya mau. pilihan yang saya buat untuk berontak. ah, saya lelah berontak.

mungkin saya hanya bosan.

lelah.




entah dengan siapa lagi, hal ini dapat terbagi.

saya hanya tak ingin.

kehilangan.

ada yang lebih sulit daripada memilih.
apa?
menjalani pilihan.

1 komentar:

  1. hal yg plg sulit dari memilih adalah menjalani pilihan itu
    beneerrrrr bangeeeet

    BalasHapus

Template developed by Confluent Forms LLC