13 Februari 2012

hewan favorit saya sekarang: ikan buntel!

kenapa ikan buntel? karena dia lucu sekali! tentunya ikan buntel yang berduri halus, bukan yang tajem". aaaaa ikan buntel itu lucu sekaliiii!! begitu merasa "diburu" dia akan menggembung dan begitu ditangkap dengan tangan, dia akan menggelembung maksimal!!! dan si buntel pun bisa dimainin gelambirnyaaa hahahahahaaa..


gw ga punya fotonya memang, tapi ini cukup mewakiliiiii, ini ikan buntel yang ga berduri ituuu.. berduri sih, tapi duri halus, jadi ga papa kalo dipegang dengan tangan, hehe.

btw, kapan gw ketemu ikan buntel?

kemarin!

jadi ceritanya gw melakukan sebuah "ujian" open water diving di sekitaran pulau sangiang. dapet 3x dive. dive pertama: i love diving! dive kedua: gw naik ke atas duluan, saat tangki gw baru kepake belum sampe 1/2nya, capek bro, haha. lanjut dengan snorkelling di sekitar kapal yang, ternyata, kereen! gw seperti berada di padang bunga bawah air, aaaa itu keren banget paraah! entah mengapa snorkelling jadi lebih menyenangkan ketika gw sudah cukup mahir bermain dengan duck dive, semua warnanya lebih keliatan dari bawah sana, dan gw menemukan satu jurus bermain baru: menendang kolom air yang berada di atas kumpulan soft coral dan mereka akan bergerak mengikuti "arus" yang gw buat dan batang tubuh mereka akan terlihat! itu menarik, cobain aja, hehe. dive ketiga: ketemu ikan buntel!! dan itu adalah hiburan yang paling menyenangkan, hahahaaa!

pulau sangiang itu di mana? di utara pulau jawa, propinsi banten, semacam di antara selat sunda, dan gosipnya dari sanalah akan dimulai si jembatan sumatra-jawa itu. big, big project ofcourse. semoga ga merusak ekosistem di sana, aaah sayang banget kalo mereka harus "hilang."

apa lagi yang gw liat di sana? yaa yang paling menyenangkan ada di dive ketiga. gw seperti bermain di bukit penuh dengan soft coral. jadi gw diving di suatu lereng di mana ketika lo ngeliat ke atas, lo seperti melihat "bukit koral" lengkap dengan landmark-landmark hard coral di beberapa spot perbukitan itu, yang tentunya juga menyimpan makhluk hidup. dan ketika melihat ke bawah, menuju ke dasar masih banyak koral yang hidup, tapi gw ga bisa lebih ke bawah lagi, karena batasan gw cuma 20m, dan saat itu gw sudah berada di sekitar 15m di bawah permukaan laut. menyusuri bukit, lalu ada suatu "padang rumput" yang datar, di mana koral-koral baik soft maupun hard membuat gugusan di beberapa tempat, karena padang rumput ini kebanyakan diisi oleh sedimen berupa pasir. kalo posisi fin terlalu dekat dengan dasar, sedimen itu akan teraduk dan air bakal keruh sementara waktu di sana. itu masih di sekitar 15m. aaa seru banget lah!

oh ya! gw juga ngeliat penyu!! penyunya masih berukuran sedang. diameternya ga sampe 50cm lah, mungkin sekitar 30cm-40cm. gw teringat akan penyu yang gw liat di lagoon pulau panggang, kepulauan seribu. penyunya gedeeee banget, mungkin 2x lipat dari penyu yang satu ini, tapi gw ga melihatnya secara jelas, hanya siluet, akibat visibility di lagoon memang sangat rendah. secara, itu memang sedimentation area. tapi, si penyu <50cm ini, gw bisa ngeliat dia secara jelas!! aa penyu juga lucu sekaliii. sayang si arie, "penguji" gw yang juga nangkepin si ikan buntel, ga bisa nangkep si penyu karena komplotannya ko elizar para fotograger bawah air pada ngeburu si penyu.

kemarin gw pergi ber-19, edan siah. total tabung? 52! gw belom pernah bener" ngerasain dive trip, dan ternyata menyenangkan sekali! gw juga jatohnya ga "ujian" karena, yaa, ujiannya cuma ikutan diving doank, hehe. bener kata dian ternyata. ADS: Asal Diving Saja. hahaha.

dan saya suka diving!

gw ga tau foto" kemaren bakal gw dapatkan dengan cara apa, haha. yaah, semoga foto dengan ikan buntel juga bisa didapatkan. ga begitu banyak foto, gw juga ga mengharapkan adanya kamera di sana sebenarnya, tapi ternyata ada dan semoga file-nya bisa gw kopi, walau sedikit, hehe.

.
.
.


hmm.. btw, di dive ketiga, visibility airnya cukup rendah. gw sempat aga klaustrofobik ketika "ditinggal" ke dasar oleh gengnya ko elizar yang udah pro. ketika turun, gw masih ga ngeliat apa" di dasar pada kedalaman 9m! turun gw juga jauh lebih lambat dibanding mereka yang udah pada jago, sehingga di satu titik, sekitar kedalaman 11m, gw kehilangan mereka, and there was nothing but blue. gw panik, gw naik ke atas, tanpa sempat memberitahu mereka. untungnya emang mereka udah pengalaman, begitu ko elizar ngeliat gw masih di atas sana, mereka tetep jalan, karena toh masih ada satu geng lagi yang belom turun, dan gw memutuskan untuk ikut geng yang satu lagi itu. dan untungnya, gw memilih geng tersebut karena ternyata gengnya si ko elizar sampai di dasar di sekitar kedalaman 26m! fyuhh, pantesan. btw, istilah klaustrofobik sebenarnya refer to ketakutan terhadap tempat-tempat sempit, gw ga menemukan istilah lain yang dapat menggambarkan situasi terjebak di suatu tempat di mana atas-bawah-kanan-kiri-depan-belakang biru semua. untungnya masih ada jalar keluar: up.

08 Februari 2012

marah

apa yang kau ketahui tentang marah?
kataku, marah itu wajar.
hanya orang bodoh yang tidak bisa marah.

apa?

iya, bodoh.
tolol.

kalau aku marah, apa kamu mengerti apa maksudku?
kurasa tidak.
mengapa?
karena kau tak mempertanyakan hal itu.

aku marah.
ya, aku marah.

yang kupikir milikku ternyata hanya ilusi semata.
ah, lupakan.

mungkin aku bukan bagian dari apapun.






kalau ada dari kalian yang tidak senang dengan keputusan yang kuambil, katakan!
kalian juga punya keputusan yang kalian anggap benar!



jika terus menerus seperti ini, untuk apa aku di sini?
untuk apa sebenarnya, untuk apa?!









tak kan pernah aku melupakan hal ini.
kalian memang selalu merasa lebih pintar dari siapapun.

nobody's from nowhere


ini bukan tentang ego.
atau iya?
apapun.

ada seorang kapten yang menjanjikan angin.
yang datang badai.

siapa yang peduli?
aku tetap bersama sang angin.
yang kini badai.

ada kala sang kapten berteriak kepada awaknya.
"sejuta topan badai menghadang kita!"
dan..

GELEGAR!!




seluruh awak kapal bertindak.
ada yang marah.
ada yang mempersiapkan diri, menanti ajal.



ke mana diriku?




ketika sang kapten berteriak dan burung beonya terbang ke sana ke mari mengabarkan sang badai yang, menurutku, angin.




ke mana diriku?



aku hanya menikmati angin.
yang mereka bilang badai.




dan mereka tak peduli.
Template developed by Confluent Forms LLC