02 Juni 2012

mimpi yang tidak kau kejar akan menghantuimu seumur hidupmu

tebak itu kata" dari mana. dari film ini:


memang yah, sepertinya jiwa ini masih belom rela untuk dewasa, gampang banget gw tersentuh dengan film" odong seperti inih.

tapi begini. belakangan memang, gw sedang meragu. bukan meragu, mungkin lebih kepada takut. takut akan masa depan. takut akan cita-cita gw. takut akan kegagalan. takut akan… banyak hal!

kondisinya adalah: gw bercita-cita untuk menjadi dosen. dan setelah ngobrol dengan pembimbing gw, pak purbo, gw disarankan untuk cepet" ambil S2 dan S3 sehingga gw bisa jadi doktor sebelum umur gw mencapai 30, dengan begitu gw punya banyak space untuk berkarya sebagai doktor.

saat pembicaraan itu terjadi, mindset gw masih cukup standar: lulus, kerja dulu sekitar 2-5 tahun, baru ambil S2 sesuai dengan bidang yang gw minati. tau pendapat pak purbo saat itu?

"kalo kamu udah ngerasain kerja, pasti males untuk S2 sama S3, pengennya kerja terus."

saat itu gw belom benar" memaknai kata "pengennya kerja terus" karena yang ada di otak gw saat itu adalah, toh gw orangnya bosenan, pasti ga bakal sampe 5 tahun lah bagi gw untuk mengabdi di kantor sebelum S2. tapi karena pertimbangan "lebih banyak berkarya" itu, gw putuskan untuk ngikutin pak purbo, cepet" S2 dan S3, biar gw punya karya yang banyaaaaak sesuai dengan profesi yang akan gw geluti nantinya: dosen.

dan pemaknaan itu baru muncul sekarang, hari" pasca integrated career day di itb. gw bersikeras meyakinkan diri untuk ga nge-drop CV mau pun wawancara karena memang ga ada perusahaan khusus survei hidrografi yang ikutan di career day itu. yang ada kebanyakan adalah perusahaan oil & gas dan tambang: pertamina, freeport, adaro, buma, dan berbagai macam yang gw bahkan baru tau namanya kemaren. hasilnya? sumpah, tergoda.

gimana ga tergoda? temen" gw yang ikutan cukup banyak yang lolos tahap demi tahap. dan yang paling mengagetkan gw secara pribadi adalah, gaji standar anak ITB yang gw baru tau kemaren.

itu gede.

itu baru fresh graduate.

itu belom kalo ke lapangan.

ga akan gw sebut jumlahnya, tapi sumpah, itu GEDE. jadi ini yang dimaksud dengan "pengennya kerja terus" itu. hmmmmm.

sempat putus asa di ujung hari minggu. mengetahui ternyata, berdasarkan pengalaman teman" gw kematin, mencari kerja "tidak sesusah itu," dalam arti, lebih mudah mendapatkan pekerjaan dibanding mendapatkan beasiswa. gw cukup putus asa dengan berbagai persyaratan beasiswa yang gw temukan serta bayang" akan saingan" gw nantinya yang akan berasal dari berbagai macam jurusan. sementara anak" ITB ini cuma "sebagian" dari seluruh major yang dibutuhkan. yaa, kalo ga science, yang engineering. sementara di luar sana ada jurusan politik, wisata, sastra, medik, psikologi, dan macam" lainnya. udah gitu setiap beasiswa yang gw temukan hanya memberikan space sedikiiit banget buat penerimanya.

putus asa. sempat hilang harapan. sempat ingin mundur. sempat berpikir "ah, gw kerja aja lah. jalannya enak, hidup terjamin, bisa pilih mau kerja ke lapangan ato jadi data processor aja."

tapi itu bukan gw.

ya.. mungkin kalau gw ambil jalan yang, bagi gw, "cukup aman" itu, yaa, hidup gw akan "cukup." kenapa? karena itu bukan mimpi gw. itu cuma "alasan" gw untuk bertahan hidup. ya, buat makan mesti cari duit, cari duit dengan kerja. sementara yang ada di otak gw semenjak kecil, bukan itu.

terimakasih untuk film yang ga sengaja gw tonton ini, akhirnya gw kembali diyakinkan kembali untuk mengejar mimpi gw. gw akan jadi doktor di usia muda, kalau bisa malah langsung post-doc, jadi ahli di suatu bidang, yang udah ada di otak gw tapi gw belum yakin apakah itu benar" dapat diimplementasikan, diundang jadi pembicara di mana-mana, punya kolega dari berbagai negara, memecahkan permasalahan di berbagai negara, banyak bikin paper hasil kerjasama dengan kolega" gw itu, dan yang pasti, gw jadi dosen di institut gw ini. bahkan gw punya mimpi untuk jadi wakil rektor bidang kemahasiswaan, hahaha. seru aja bisa duduk di jajaran rektorat dengan baju kebesaran dan topi lucu saat wisudaan. tapi impian gw ga sampe rektor dan menteri sih, hahaha. jiwa bebas gw harus tetap terjaga, gw bahagia menjadi orang yang rada aneh dan nyentrik, dengan emosi meluap-luap. gw rasa seorang rektor/menteri harus punya jiwa yang tenang, tidak heboh seperti gw, hahaha.

jadi, ketika orang-orang berkhayal "kapan yah, gw bisa punya duit 1 milyar?" gw akan terus bermimpi "kapan yah, gw menghasilkan mahasiswa nantinya bisa punya penghasilan 1 milyar?" lebih lagi "kapan yah, gw menghasilkan mahasiswa yang bisa ngegaji orang sampe 1 milyar?" aheeey!

semangat mengejar mimpi!

kalau ada orang yang jalan 5 mil, kamu harus bisa jalan sampai 6 mil.
itu ada kok, di alkitab :)

6 komentar:

  1. mengabdi dengan hati ya gab :)

    BalasHapus
  2. gep kalo menurut gw jangan gampang tergoda akan sesuatu yang terkesan enak bgt. dalam kasus ini "gaji gede". soalnya pasti ada sesuatu di balik "gaji gede" tsb. ntah resiko kerja, beban kerja, dll. yg gak ditunjukin buat iming2..begitu juga buat segala aspek hidup kita kedepannya gep.

    gak ada yang namanya jalan pintas menuju sukses, tinggal gmn kita nikmatin sulitnya meraih sukses itu biar kita tetep semangat ngeraih impian..

    (anjrit kerasukan apa gw pagi2 comment kek gini..)

    BalasHapus
  3. makasih semuaa :')

    ia mar, kemaren gw juga ngobrol" sama janu dan baru tau di balik "gaji gede" itu kerjanya kayak apaan. agak lega sih, karena "sesuatu di balik gaji gede" itu bukan merupakan bagian dari stepping-stone gw buat jadi dosen (ini bicara masalah kerja di tambang)

    tengs mar, doakan gw sukses dengan pembimbing lo di sini, hahaha..

    FYI, klo lo dulu nyebut beliau sbg "om," skrg gw sama anak" di sini (budi, lutfi, eta, dll) menyebut dia sebagai "papi" huahahahahahahahaha.

    BalasHapus
  4. Gab! Tulisan lo yang ini sehati banget sama gw! Sukses TA-nya dan semoga bisa lurus dan mantap di apa yang kita inginkan!

    BalasHapus

Template developed by Confluent Forms LLC