26 September 2012

swallowed tablet felt like it's stuck in your throat

i am posting this just after i got the incident (or accident). it is kind of a long post, but i hope it's helpful. i wrote it in english just to make sure that everyone could understand what i am going to share, because i think this is a really important stuff. if you're in emergency, just read the bolded words.

so i stupidly swallowed a tablet of panadol here in malaysia without water. usually, this thing does not count as a stupid thing because it ended up alright. but the trouble with the swallowing was that the size of panadol in malaysia is different with the one that is sold in indonesia. so after i swallowed it, it was okay, was. i did swallowed it well. then after about 5 minutes i could not go to sleep because of trouble breathing. so i drank two bottles of 500ml mineral water, and tried to throw the tablet out. but it seems like it's no use.

then searched in the internet about the swallowing without water activity, and panadol dose here in malaysia. unfortunately, most of them were bad, bad news. (about the panadol, the dose was okay, but i found some awful news about it, i guess it's just from some haters or something). i was panicked, also stressed out as well. i was so afraid about getting my throat infected or if i had to spend lots and lots of money in another country, and mostly, i was so afraid of not getting home in the right time!

i called my mom, she's a dentist, but also specialized in anatomy. she said that it was actually okay, don't panic, try to breathe normally, and in fact, if it really was stuck, then i would not be able to talk anyway. and if it went to the other 'pipe' inside my neck (something that connects to the lungs, not the gastric), i would cough badly until it came out. but it didn't. but in the end, if i did not feel well at all, seeing a doctor is an option.

then i talked to my hostel owner (or co-owner, or someone important in here) named mrs. nur, she told me that there is a 24-hour doctor near the hostel. then i asked my hostel guard (or co-owner, or something important in here, or might be the owner, he was like always there) to woke my friend, budi, up. it felt awful, waking up your friend in the middle of the night, literally. but i need to wake him up to accompany me to the doctor.

i went to the doctor, talked to him, he checked my throat, found nothing there, then he had two diagnoses:
  • it might be a psychological feeling, as an after-effect of the swallowing
  • it might be stuck, but i have got to go to the hospital to get an x-ray

he wrote me a letter for the hospital, just in case. then my mom called me, asking if i was okay, i told her that i already went to the doctor, and i told her the doctor's diagnoses. she said, if it was really hurting, i should go to the hospital, but i should wait for another 15minutes to let the medicine slide, or maybe, the pain feeling, slide. i also hoped that it was only a psychological feeling, because getting an x-ray, was the last, last choice for me. not only because of the money, but also the time spent with those x-ray waves in my body. i noticed that there's a limit for getting an x-ray, i am afraid that i might have to do an x-ray check for more important reasons in the future, but i had not pass the time limit yet.

so i waited for about 15-20minutes, my mom called me, asking my condition, i told her it was slowly going down (either the tablet or only the pain feeling) but i still found it kind of hard to breathe. then she told me that it was okay, if you feel like a little bit burning, it was also okay, i would be better in the next day after sleep. her statement of this burning time RELIEVED me because that was just what i read in those bad, bad news! then she gave the phone to my dad and he told me that i will be just fine because my mom is an expert (yes, this made me smile for two different reasons: blessed and knowing that my dad said those words with funny accents). after the call, i psychologically got better, and now, physically better.

this pain (the feeling of something stuck in your throat) will not be relieved in minutes. i needed to wait for about two hours after the incident, and lots and lots of water (in total, i drank about 2liters of water). then, it's okay.

but if you are feeling very, very hard to breathe, you should directly go to the hospital for proper treatment. maybe even to the emergency room if it happened like in the middle of the night. because we might have different experiences, i only felt harder to breathe, just like when we run out of breath after a long run/non-stop sprint running.

i really need to share this right now because i found in the internet that so many people experienced this, but almost no answers. so i hope this post helps. get well soon, and please just swallow the tablet with water. and if you noticed that the tablet was like the biggest tablet you would ever swallow, just divide it in to several pieces, because tablet size is relative to our size of the throat.

PS: thanks a BUNCH for mrs. nur, mr. anwar, and budi for the help. thanks. a. lot. i really hope this kind of stupidity won't happen again, especially when i am staying in another country.

PS2: for indonesians, 'duduk di mana' in malaysia means 'tinggal di mana.' the doctor's receptionist asked this question and i said 'di sini' along with my finger pointing to the bench. that, was not a proper answer.

PS3: i re-read this post, found lots of grammatical error, but i hope it could be completely understood. i am sorry for not editing this post grammatically.

21 September 2012

freak


orang iniiiiiiiiiiiii. kurang ganteng apalagi cobaaaaaaaaaaak~~
#pingsan

fix banget kalo gw tiba" punya kesempatan ngeliat doi secara LIVE, fix, pingsan, fix. ato sesek napas. bahkan sekedar mimpi pun pasti gw dengan cepat bangun lagi, ga kuat akan ketampanannya yang luar biasa. huaaaaaaaaa~~ #pingsanlagi

labil -__-

the memegenerator reveals..


seberapa benar kah?
 hehe.


20 September 2012


perasaan gw setelah ngeliat foto ini?
tua.

19 September 2012

"he lanang, DIAM!"
"loh, kok ibu tau nama saya?"

respon dari reneica.

persyaratan, oh, wisuda, oh, repotnya

huyah!

sedikit pengantar, tadi gw ketemu tika, temen SMA gw, yang sekarang lagi S2 (ulangi: S2!) di plano, sembari makan bersama budi dan wicak, dan mereka terkesima: "ko lo bisa punya temen bentuk kaya gitu si?" ckck.. kasian mereka.. terlalu banyak main di itb jadi ga melihat dunia.. ngeliat cewe cakep masih puyeng, padahal tiap hari disodorin keke sama tya, sama gw, MWAHAHAHAHAHA #okelanjut

JADIIII.. gw abis ngurus seeemmmuuuaaaa persyaratan wisuda yang ternyata, bikin tekor. bangkrut. mau ga mau ga bisa nabung bulan ini, malah nguras tabungan. hiks. #okelanjut

mau tau persyaratannya? saya akan membahasnya satu-per-satu-per-satu-hiper-satu. halah!

kartu perpustakaan cap bebas pinjam
tahukah kamu, kartu perpustakaan bebas pinjam berasal dari mana? dari perpus pusat! jadi, untuk mendapatkannya, lo harus dapet pengantar dari perpus prodi dulu (gw di geodesi). untuk dapet pengantar, ada syaratnya juga! yaitu: CD berisi PDF-nya TA, pas foto 3x4 warna 1 lbr, 5 kartu perpus, dan 2 buku mengenai keilmuan geodesi untuk disumbangkan. setelah dapat pengantar, meluncurlah ke perpus pusat dengan fotokopi KSM dan pengantar dari perpus prodi. kalo masih punya kartu perpus pusat, bawa! tapi gw cukup yakin mahasiswa tingkat akhir ga akan punya kartu perpus pusat, secara, itu mesti diperbarui tiap awal tahun ajaran baru. maka, persiapkan pula uang sebesar Rp 5.000,- sebagai pembayaran kartu. dengan ini, kartu perpus bebas pinjam pun didapat!

tanda lunas SBP sem terakhir
nah, ini bisa didapat dari BNI/anex. ya, ga perlu penjelasan soal ini lebih lanjut lah ya.

bukti penutupan rekening mahasiswa S1
nah, kalo ini bisa milih. mau tutup tabungan aja, ato ngganti taplus mahasiswa (tapma) jadi taplus. gw sih bikin jadi taplus. keduanya punya syarat yang sama, yaitu: KTM asli, fotokopi KTP, fotokopi KSM, surat keterangan lulus sementara, dan buku tabungan. kalo KTM/KSM/KTP lo hilang, silakan menunjukkan surat bukti hilang dari kepolisian. mungkin kasusnya begitu juga kalo buku tapmanya hilang. untuk penutupan, biayanya gw ga tau, tapi tadi untung perpanjang jadi taplus gw keluar Rp 20.000,- untuk ATM baru dan apaaa gitu gw lupa.

KTM
kalo masih ada KTM, ga masalah. kalo ga ada? tunjukkan bukti dari kepolisian.

KSM
sama dengan KTM. kalo ilang, bikin surat dari kepolisian.

pas foto ukuran 4x6 sebanyak 6 lbr (htm-pth)
nah, ini paling bagus bikin di jonas! dan di jonas itu ada pilihannya: mau original, atau diperhalus, hehe. jadi bagi yang jerawatan, siap" aja, lo bisa jadi supercantik/superganteng di pas foto lo, muahaha! tapi karena saya tidak ingin terlalu banyak berdusta (halah!) saya jadi pilih yang original (padahal gara" takut jadinya lebih lama, hehe). gw cetak berwarna semua ukuran, hitam-putihnya cuma 4x6 sebanyak 8 lbr. untuk cetak ukuran khusus, mesti kelipatan 4 soalnya. gw keluar Rp 28.000,- dengan hasil yang oke dari jonas, hehe #harusnyagwdibayarjonaskarenapromosi

foto digital max 100kb
yaa, pas foto lo dikecilin aja ukurannya. pake sotosop bisa, pake MS office picture manager juga bisa. pake paint juga bisa. senyamannya sajah.

soft copy TA (2 buku)
sebagai informasi, gw keluar Rp 38.000,- untuk satu buah buku TA gw. dan gw bikin 6 biji (biji ato buah? halah!) dengan rincian: 1 utk gw, 1 utk pembimbing I, 1 utk pembimbing II, 2 utk persyaratan, dan 1 utk IMG. jadi putuskan sendiri, mau nyetak berapa. tergantung ketebalan dan budget.

uang iuran wisuda
uang iuran wisuda lo setor/pindahbukukan di BNI (ngomong sama mbak/mas tellernya) sebesar Rp 550.000,- tinggal bawa duit/buku tabungan/KTM, ngomong, nyebut NIM, dan dengan ajaib uang lo ketransfer. simpan dan fotokopi bukti pembayaran.

data wisudawan/transkrip
ini ngomong sama TU. inilah saatnya memilah mana mata kuliah pilihan yang mau dihapus dan dienyahkan saja, muahaha! gw sendiri belom ngurus karena belom bisa diurus. baru jumat besok aktifnya, kata pak dudi TU.

begitulah.. perjuangan saya 2 hari ini mendapatkan segala persyaratan tersebut.. kecuali yang terakhir, hehe. semoga bukti pembayaran dari BNI cukup, males juga kalo mesti ke annex lagi. fuh!

secara singkat, ini yang Anda butuhkan di awal:
  • CD berisi TA dan pas foto (dan paper juga) sebanyak 2 buah. satu utk perpus, satu utk TU
  • 2 buku pergeodesian yang akan disumbangkan
  • semua kartu perpustakaan (kalo gw ada 5)
  • pas foto 3x4 warna 1 lembar
  • pas foto 4x6 hitam putih 6 lembar
  • KTM beserta fotokopinya sebanyak 2 lembar
  • KSM beserta fotokopinya sebanyak 3 lembar
  • buku tabungan bni tapma
  • surat keterangan lulus sementara dari TU
  • fotokopi KTP
  • tanda lunas SBP semester terakhir
  • buku TA sebanyak 2 buah
  • uang iuran wisuda sebesar Rp 550.000,-
  • transkrip akhir

dan ini adalah data yang akan Anda dapatkan setelah berkelana ke BNI, perpus prodi, dan perpus pusat, yang nantinya akan dikembalikan ke TU pula:
  • pengantar dari perpus prodi untuk ke perpus pusat
  • kartu perpustakaan cap bebas pinjam dari perpus pusat
  • bukti penutupan rekening mahasiswa S1

PS: nah, keluar duit banyak toh, buat wisuda? semoga informasi ini bisa membuat Anda sekalian mempersiapkan diri dari sekarang (baca: nabung). semangaaat! :D

18 September 2012

senandung untuk 'akademisi muda' jaman sekarang, ckckck

bro,
enakan ngurus IMG bro, daripada ber-akademik-riaaaa~~
enakan maen ke IMG malem" bro, daripada berkutat di lab lantaran running ga beres" yang mesti ditungguin kalo ada apa-apaaaaaaaaaaaaaaa~~
enakan siang" tidur"an di IMG bro, daripada magang kerjaaaaaaaaaa~~

bro,
plis bro,
semua ada waktunya bro,
nikmatilaaaahhhh masa" non-akademik yang tak kan pernah terulaaaaaaaaaanngg~~
TA jalan bukan berarti ada yang harus di tinggalkaaaaaaaaaaann~~
tugas banyak bukan berarti temen lo ditelantarkaaaaaaaaaaaan~~

bro,
saya (akan) lulus oktober,
teman" saya yang memberikan waktunya di IMG juga banyak yang (akan) lulus oktober,
pray juli malaaah~~
fast-track pulaaaaaaaaa~~

mengapa?
karena memang target saya (dan kami) untuk lulus di bulan" ituuuu~~
bahkan saya sudah mengejar TA sedari novembeeerr~~
walau belum ambil SKS TAAAAA~~
jadi ingin cepat lulus itu bukan alasaaaann~~
untuk tinggal-meninggalkaaaaannn~~

bro,
plis bro,
plis dong ah

17 September 2012

membaca kawan

"Masa saya dan teman-teman saya pun sudah berada di batasnya. Jika ada satu hal yang dapat saya ambil dari sejarah masa lalu itu, adalah bahwa setiap orang/angkatan selalu diberi kesempatan untuk mengisi masa atau waktunya masing-masing. Tinggal apakah orang/angkatan mau untuk mengisinya."

menghadapi pergejolakan batin belakangan ini, rasanya, gimanaa gitu baca tulisan itu. antara sedih, mau nangis, masih belum bisa terima bahwa sesuatu yang pernah jadi salah satu bagian terbesar dari hidup gw akan gw tinggalkan dan kini bukan "milik gw lagi." sesuatu itu ialah tempat saya bernaung selama hampir tiga tahun di kampus tercinta. rumah saya, tempat tinggal saya, literally and non-literally, hehe.

melihat ke belakang, dari awal ketemu roro-and-the-gank hingga rapat terakhir divisi karya, gw seperti menemukan kembali diri gw yang "ke mana saja" selama beberapa tahun terakhir ini. gw mendapati adanya serpihan-serpihan kenangan, dari masih cupu, sampai akhirnya, kembali cupu, hahaha.

banyak hal lucu yang terjadi selama gw "berbakti" di tempat itu. perselisihan yang paling seru, tentunya. yang terbesar bagi gw adalah, adanya gejolak sana-sini ketika divisi karya, arahan kerja, serta kepalanya terbentuk: kenapa ada divisi karya, kenapa ditaro di bawah litbang, kenapa divisi karya ngurus ini-itu, kenapa, kenapa, kenapa dan kenapa itu masih terus berjalan hingga akhir kepengurusan. adanya beda pemikiran antara gw dan beberapa orang, bahkan atasan gw sendiri, pun sempat terjadi. gw yang tadinya super kepala batu dan terlalu yakin akan apa yang harus dilakukan akhirnya mencoba mengalah dan menerima keadaan yang, kalo kata bayu "masih mikir sedikit orang juga cukup?" yang tadinya lawan jadi kawan, begitu pula sebaliknya.

dan yang paling menarik adalah bagaimana kami membawa kebanggaan atas "baju kebesaran" kami dengan cara kami masing-masing. yang paling menarik kedua adalah keberadaan arse beserta pemikirannya! hahaha.

jujur, tulisan ini terinspirasi oleh tulisan si arse di blognya (yang lebih berkualitas daripada tulisan ini, hehe). dari berbagai tulisan arse, walau gw jarang mengomentarinya (karena takut salah ngomong), gw mendapat sudut pandang baru. bahwa "wow, ada juga ya orang yang mikir kayak gini" sampai gw pernah "perang" berkomen-ria di facebook BPH, bukan karena ingin melawan pemikirannya, tapi gara" gw pengen nyindir orang" yang terlalu apatis dan mementingkan apa yang dipentingkan di masa kini (ehm, akademik). tapi sepertinya ga ada tanggapan dari yang lain, jadi gw berhentikan saja, hahaha.

yah, banyak hal menarik di kampus gw. sayangnya, memang, kita harus memilih. jalan yang dipilih arse dan gw memang berbeda, tapi bukan berarti gw ga mendukung dia. gw memang tidak bisa mendukung dia secara penuh karena gw memang punya tanggung jawab lain. gw harap, dalam masa" ke depan, tetap ada pemikir seperti teman gw yang satu itu di rumah gw, yang sebentar lagi akan gw tinggalkan itu. sumpah, orang" seperti beliau benar" perlu untuk dilestarikan, hehe.

11 September 2012

"hilang sdh peluang kita ikut libur angkatan.."
"bodo ah, gw juga udah males mikirinnya"





damn you last vote voices!
you f**kin' ruined my day!



si umar pasti de javu baca ini

10 September 2012

the hermit


"ga keliatan ujungnya sih kak.."
"he?!"
"liat deh, dia bawa lantern, jadi samar gitu, cuma keliatan yang di depan mata."
"err.."

sashakirana, si tarot mastah.

09 September 2012

meracau

karena ini meracau, jadi biarkanlah saya meracau sepuasnya.

tadi nyokap nanya: "kamu ga janjian sama temen" sma kamu kak?" terus gw jawab "nggak," terus ditanyain beberapa orang yang dulu nyokap anggap 'dekat,' padahal sekarang mereka sudah bukan siapa" dalam hidup gw (true story, ini gw ga bicarain mantan pacar, sumpah).

sadar punya sadar, gw memang tidak punya 'tempat bernaung' di angkatan gw, huahaha.

sedih? ngga sih, cuma, apa yah? jujur aja gw ga merasa 'sekehilangan itu' dengan masa sma gw. lah wong lebih enak sekarang, heheh. dan tilik punya tilik, jumlah teman" sma gw yang bertahan hingga sekarang itu lebih sedikit dibandingkan dengan teman" sd maupun smp yang bertahan. nyet, gw maen sama sapa si pas sma?

kebanyakan main sama platalam, hahaha.




sebenarnya masalah teman sma yang 'hilang' itu gw ga permasalahkan sih (kalimat yang aneh). yang gw permasalahkan adalah, bagaimana jika teman" ketawa" gila tolol goblok sampe perut sakit gw selama ini (baca: IMG) ternyata nantinya akan 'hilang' juga? jujur, belakangan ini aja gw suka ngerasa keder kalo maen ke IMG, rasanya, gimanaaaaaa gitu. kayak gw ga punya bahan obrolan aja. sedih.

dan gw pun baru menyadari.

gosh, i'm so terrible at maintaining my relatioships, huahahahaha.

05 September 2012

hari ini, teman saya, abang saya, pergi lebih dulu.
baru menyadari, nyari foto orang ini susahnya setengah mati.

selamat jalan, bang.
makasih buat semuanya.

RIP, Faro Erikho Gultom
Teknik Perminyakan ITB 2007
Kepala Divisi Eksternal PMK ITB 2008/2009

04 September 2012

sekilas tentang pemutaran Mata Tertutup di IFI Bandung

kemarin gw nonton suatu film karya garin nugroho yang berjudul Mata Tertutup (MT) di auditorium IFI bandung. gw sendiri pengen nonton film ini gara” ini merupakan salah satu film indonesia yang dianggap ‘oke’ oleh salah satu majalah, gw lupa majalah apa. tercatatlah film tersebut sebagai salah satu film yang patut gw cari, bersanding dengan Postcards from The Zoo, Lovely Man, dan Sanubari Jakarta. hasilnya? belom ada yang gw temukan sampai sekarang -___-

makanya, seneng banget pas tau MT diputer di IFI! datang bersama dias yang merupakan kawan seperhipsteran gw #halah! kami pun menyaksikan film yang ternyata mengangkat isu radikalisme suatu agama, yang di situ terfokus pada Negara Islam Indonesia (NII) dan aksi terorisme. 

poster versi yang gw temukan

yang menarik dari film ini, menurut gw, adalah bagaimana seorang garin nugroho lagi” mengangkat kehidupan sosial masyarakat indonesia yang mungkin bagi kita” rakyat Indonesia ya itu biasa aja, tapi ketika dibawa ke luar (festival mungkin?) akan menjadi hal yang menarik. salah satunya adalah suasana di bus kota yang selalu riuh rendah, dengan keberadaan berbagai macam pedagang asongan alat” yang ‘ajaib’ seperti racun tikus super, dsb. serta berbagai pengamen. keduanya seakan bergantian menghibur seisi bus yang entah sedang menempuh perjalanan jauh, maupun sedang menuju/pulang dari kantor masing”. juga bagaimana bahasa daerah tetap dipraktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari dengan kerabat yang masih sama” mengerti bahasa daerah tersebut, selain menggunakan bahasa persatuan kita, bahasa indonesia, hehe.

hal menarik lainnya adalah bagaimana kisah orang” yang ‘terjebak’ dalam gerakan radikal ini tidak berfokus pada gerakannya, tapi lebih kepada bagaimana orang tua dari orang” tersebut bereaksi terhadap anaknya yang ‘hilang.’ di sini dikisahkan tiga tokoh: jubir, aini, dan rima.

jubir merupakan anak pesantren yang ingin membahagiakan ibunya. ibunya ini (sepertinya) terus menerus disiksa oleh suaminya. jubir sendiri sering dikata-katai oleh ayahnya itu, dianggap tidak berguna dan menghabiskan uang saja. jubir akhirnya bertemu dengan seseorang yang menariknya untuk mengikuti aksi terorisme.

kalau aini, dia datang dari keluarga yang berada. ibunya memiliki usaha jahit-menjahit, namun tiba” aini hilang membawa sejumlah uang. tidak tanggung”, hilangnya sampai tiga bulan. ibunya setengah mati mencari hingga ke dosen, teman” aini, menempel poster, serta membagi-bagikan poster itu ke (hampir) semua orang yang dijumpainya. oleh berbagai informasi yang ia dapatkan, diduga bahwa aini telah bergabung dalam NII, sementara sang ibu sendiri tidak tahu menahu, apa itu NII.

terakhir adalah rima. rima ini tipikal superwoman deh. dia sangat kritis dan mau berbuat demi idealismenya. dengan segala kekritisannya, ia bergabung secara sadar dengan NII. ketangkasan dan kecakapannya dalam pengabdiannya di NII membuatnya sukses mengumpulkan sejumlah uang dari orang” baru yang ikut bergabung dalam NII atas ajakannya. pada akhir cerita, sesuai dugaan gw, rima mengalami kekecewaan besar terhadap NII akibat tidak dihargainya dia dan beberapa orang yang ia jumpai di NII akibat jenis kelaminnya.

dalam diskusi yang diadakan seusai pemutaran, tanpa diduga diskusi malah lebih mengarah ke isi film tersebut, bukan mengenai film tersebut. katakanlah, malah membahas ‘kesesatan’ beberapa sekte, dibanding membedah apa yang hendak disampaikan oleh film tersebut. malah dalam diskusi tampil beberapa orang yang menjadi saksi mata NII, baik ‘mantan calon anggota’ maupun seorang mantan perwira yang umurnya sudah 70an tahun ke atas. sempat diskusi terpotong oleh seseorang yang merasa agamanya dihina oleh film ini, sehingga ia ingin meminta penjelasan dari para pembuat filmnya melewati sang moderator.

dalam suasana (yang cukup) panas tersebut, ada seorang pembicara yang menyebut dirinya ‘perwakilan kaum kafir’ menjelaskan bahwa radikalisme agama tidak hanya terjadi pada agama yang diangkat dalam film MT saja. dalam agamanya pun juga ada berbagai sekte yang menganggap diri mereka ‘benar’ dan orang yang terhina tadi pun terlihat lega atas wawasan yang telah diberikan oleh pembicara tadi.

diskusi tersebut berlangsung cukup seru, karena gw sendiri mendapatkan berbagai cerita (rasanya belum pantas gw menyebutnya sebagai fakta) yang sebelum masuk ke ruangan auditorium IFI, belum gw ketahui. namun persepsi gw terhadap film MT sendiri sebenarnya simple:

put yourself in your parents’ position. 

ingat bagaimana perasaan ibu jubir, jika ia mengetahui anaknya masuk dalam jaringan terorisme dengan mengatasnamakan ‘pengabdian kepada ibunya, agar kelak di surga mereka dapat bertemu kembali.’ 

ingat pula bagaimana perjuangan ibu aini mencari anaknya, yang di tengah keputus-asaannya, ia berkata ‘tidak ada satu agama pun di dunia ini yang mengajarkan kita untuk tidak menaruh hormat kepada bapak, ibu, maupun anak” kita sendiri.’ 

ingat, bagaimana kedua orang tua rima mendukung penuh segala kegiatan anaknya, yang memang sejak kecil memiliki ketertarikan dalam berorganisasi, hingga ketika anaknya sudah dewasa dan mengikuti NII tanpa sepengetahuan mereka, mereka malah mendukungnya atas keyakinan ‘rima sudah besar, sudah bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk’ dan lantas memberi uang lebih untuk segala kesibukan rima. 

gw memang belum pernah merasakan bagaimana susahnya jadi orang tua. tapi yang jelas, apa pun yang gw lakukan, gw selalu pikirkan terlebih dahulu ‘what would my parents react’ sebelum gw benar” melakukannya. yaaa gimana. lah wong gw bisa jadi segede gini juga gara” beliau” kan, hehe.

ps: dalam film ini ada satu tokoh ‘pencerah’ yang kehadirannya selalu mengundang tawa. dan yup, dia jadi tokoh favorit gw, huahahahahaha.

the epic, epic of mahabharata, ahee

epik ini benar” epik! #halah!

jadi begini. mahabharata sendiri merupakan sebuah drama yang pertama yang mengisi otak gw. terdapat serpihan” kenangan masa kecil gw tentang epik mahabharata yang dipertunjukkan di teater terbuka dufan, di mana bokap gw terlibat dalam proses produksinya.

berikut kepingan lagu yang gw ingat cukup sering gw nyanyikan pada masa TK gw:

Kanda Kresna, 
haruskah perang digelar? 
Musuh kita, 
sanak famili sendiri 

Apa tega, 
membunuh mereka? 
Ya dewa, 
biar aku yang mati saja 
Hooo..

gw lupa siapa yang menyanyikannya, tapi yang gw ingat saat itu, kresna ditampilkan mentereng. seluruh tubuhnya dibalut warna silver. jadi yang tersisa dari serpihan itu adalah, bahwa kresna ini punya perang penting dalam epik mahabharata.

kepingan lagu kedua yang sering gw nyanyikan adalah:

Kurusetra! 
Kurusetra! 
Arena Bharatayudha! 
… (lupa lirik inget nada) 
… (lupa lirik inget nada) 
di Kurusetra! 

lagu tersebut dinyanyikan oleh paduan suara sebagai latar peperangan barathayudha yang terjadi di gelanggang kurusetra. serpihan” ingatan juga menyisakan dua nama: pandawa dan kurawa, yang kemudian gw ketahui merupakan dua pihak bersaudara (sepupu, sebenarnya) yang bertikai dalam perang bharatayudha.

kian hari kian sering gw diperhadapkan dengan kisah” yang ada sangkut pautnya dengan epik ini. mulai dari teater tempat bokap gw berkarya, teater koma, yang sempat mengambil para pandawa, yang kemudian gw kenal sebagai yudhistira, bima, arjuna, nakula, dan sadewa, sebagai tokoh-tokoh dalam salah satu pertunjukannya. berlanjut dengan beberapa literatur yang mengambil tema mahabharata dan ‘mempelesetkannya’ dengan berbagai cara. ditambah lagi keberadaan punakawan yang (sepertinya) hanya ada dalam kisah mahabharata versi babad tanah jawi. makin penasaran lah gw dengan epik ini.

pembelian buku Mahabharata tulisan C. Rajagopalachari 3 tahun silam masih belum bisa menuntaskan rasa penasaran, karena hingga sekarang, buku itu belum selesai dibaca, akibat kisah” yang terlalu banyak serta bagian depan yang masih cukup monoton. hingga kini pembatas buku masih bertengger di halaman ke-111 dari total 496 halaman.

akhirnya sebuah buku diskonan berharga 5ribu rupiah berjudul Mahabharata for Kids pun cukup menuntaskan rasa penasaran gw terhadap epik ini. diceritakan epik ini secara singkat, dengan tentunya, menyensor beberapa adegan ‘membuat anak’ hehe. ternyata epik ini memang benar” epik! oleh ‘pencerahan’ dari Mahabharata for Kids ini, gw berspekulasi bahwa yang bernyanyi ‘Kanda Kresna’ dalam serpihan ingatan gw itu adalah yudhistira, karena beliau benar” menghindari peperangan dengan mengajukan berbagai jalan damai sebelum akhirnya memutuskan agar perang dimulai.

buku yang belum sempat
gw habiskan

oh ya, keinginan gw membaca Mahabharata for Kids ini juga diawali oleh buku yang gw pinjem dari dias, berjudul Rumah Kopi dan Singa Tertawa. di situ diangkat kisah tentang durna, yang isinya setelah dibandingkan, memang tak jauh beda dengan kisah aslinya. Yusi Avianto Pareanom, penulisnya, mengambil personifikasi durna sebagai ‘orang yang sering disalahpahami.’

inilah tampilan bukunya si dias!

dalam quality time with myself yang gw miliki sekitar dua bulan ke depan, gw masih memiliki waktu untuk membaca Mahabharata versi C. Rajagopalachari. semoga gw bisa menemukan versi babad tanah jawinya juga. yah, sekedar ingin tahu bagaimana para punakawan bisa muncul di tengah kerajaan sebagai para penasihat raja, yang adalah yudhistira itu.

03 September 2012

lagi-lagi tentang supernova

sumber: media.dinomarket.com
mungkin sudah bosan berjuta-juta kali membaca berbagai review dan prediksi mengenai karya dee yang satu ini. gw sendiri memilih untuk menuliskannya dalam blog ini dengan alasan dokumentasi, muahahahaa. bahwa gw pernah membaca dan menggilai rangkaian buku dee yang satu ini.

sebelum membaca, btw, itu gambar salah urutan. mestinya Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh (KPBJ), Akar, Petir, baru deh Partikel.

dimulai saat gw masih duduk di kelas 2 SMP. saat itu gw mulai berani baca buku yang agak lebih berat dibanding sekedar teenlit. salah satu buku 'agak lebih berat' itu adalah KPBJ, yang gw pinjem dari perpus (hidup perpus labschool!). halaman" awal, gw pusing. tapi makin ke belakang gw makin menikmati, dan berkesimpulan: buku ini keren karena membahas cerita, dalam cerita, yang di dalamnya ada cerita lagi! kalo inception baru keluar beberapa tahun lalu, supernova KPBJ udah keluar dari 2002! applause!!

nah terus lanjut ni gw baca yang akar. tapi baru baca pas SMA, karena keburu lulus. gw pinjem punya suci kalo ga salah. gw sempet nulis di post sebelumnya kalo gw baca akar pas SMP, tapi ternyata bukan. gw pinjem orang kok waktu itu! baca deh tuh gw, akar. tapi saat itu gw bener" ga ngerti isinya, payah.

lanjut gw pinjem raisa. bukan, bukan raisa yang artis itu. gw emang satu sekolah sama raisa yang artis itu, tapi sekali lagi, bukan raisa yang itu. petir ini bawaannya udah ringan banget, enteng deh! tapi karena pembawaannya yang enteng, ketertarikan gw saat itu jadi agak berkurang. udah gitu lanjutannya ga terbit" pula.

sampailah kini, saat saya tingkat-akhir-nyaris-lulus di perkuliahan, partikel terbit! saat partikel terbit, jujur, gw agak skeptis atas alasan di paragraf sebelumnya. tapiiiiiiiiiiiiii keping belakangnya itu lhoo!! astagaaaa, bikin pengen baca dari awal lagi! berhubung KPBJ emang sempet gw baca ulang tahun lalu, jadi gw baca akar dan petir doank dari awal. dan KEREEEEEEEEEEENN.

secara singkat, begini alurnya..

KPBJ: jadi ada sepasang homo bernama ruben dan dhimas. yang satu semacam pujangga-wanna-be, yang satu semacam jenius. mereka ingin membuat sebuah cerita dengan tokoh" tertentu. di sini muncul satu nama yang paling penting (menurut gw), nama itu adalah Diva. kalo ga salah nama Gio juga muncul di seri ini.

Akar: di sini diperkenalkan satu tokoh baru, namanya Bodhi. dikisahkan perjalanan Bodhi, saat backpacker belom terlalu ngetren di Indonesia seperti sekarang, si Bodhi hidupnya sudah berada di bawah standar backpacker dengan kegiatan" ala backpacker (halah!) perjalanannya si Bodhi ini keren banget deh! benar" mendapatkan pengalaman aneh" selama perjalanan di Asia Tenggara, semacam itu. dan selama perjalanan, banyak sekali hal yang membuatnya sering disebut 'guru' oleh berbagai macam orang.

Petir: di sini diperkenalkan lagi satu tokoh baru, namanya Elektra. dikisahkan kisah hidup si Elektra yang merupakan cewe bontot turunan Tionghoa yang hidup di Bandung. ringan sekali buku ini, banyak lucunya, banyak ketawanya. kerennya lagi, buku ini mengangkat isu enterpreneurship sebelum itu terlalu ngetren seperti sekarang. wwooooowwww. nah, ada kejutan di awal dan akhir keping buku ini. di awal keping, tokoh" di KPBJ nongol lagi dengan kisah yang bikin lo mikir ber-ratus" kali dan memutuskan untuk baca ulang KPBJ. di akhir keping, tokoh" di Akar dan Petir seakan ingin bertemu! mungkin ini yang membuat pembaca-setia-yang-saat-itu-bukan-saya sangat menantikan terbitnya Partikel!

Partikel: di sini diperkenalkan lagi satu tokoh baru, namanya Zarah. dikisahkan bahwa Zarah ini punya kemampuan khusus terhadap alam. haha, maaf malah ga menyampaikan kemampuan khusus dua tokoh sebelumnya, tulisan ini mengalir, hehe. buku ini juga masih enteng sekali pembawaannya. jujur ga terlalu terkesan dengan kisah hidup Zarah, tapi keping akhirnya itu yang membuat gw baca ulang Akar dan Petir! di keping akhir, tokoh" dari dua episode itu benar" bertemu! bagaimana bertemunya? baca sendiri! hehe.

kelanjutan dari supernova katanya sih akan diterbitkan dalam judul Gelombang dan Intelenjensi Embun Pagi. Telah disebutkan (entah dalam Akar atau KPBJ) bahwa akan ada tokoh baru yang bernama Alfa. jadi, kalau kata Dee, serial ini bukan heksalogi (enam buku dalam satu rangkaian serial) tapi merupakan trilogi dengan seri kedua yang dibagi dalam empat buku! jadi sebenarnya seri kedua dari supernova bukan 'hanya' Akar, tapi rangkaian dari Akar-Petir-Partikel-Gelombang. cool ya! hahahaha~

bener" penasaran gimana kelanjutannya. sinting, bisa freak gw kalo kayak gini, hehe.
Template developed by Confluent Forms LLC