31 Oktober 2012

janu: tuh kan, pikiran lo tuh masih sempiiiitttt!

(ngobrol sana sini)

gaby: ada apa sih, di luar sana?
janu: ada banyak, gab..

(ngobrol sana sini)

gaby: jir gw beneran berasa didongengin kakek-kakek!
janu: sialan!

kenapa sih ngejar cita-cita itu susah banget?

stres tauk. ngos"an. capek.
ayok ga boleh ngeluh melulu ah, teteup sumangeut!
udah di-charge seminggu baterenya kemarenhh!!

uuyeaaaaahhh - dianlisa ekaputri, 2012

30 Oktober 2012

mohon maaf, ini masih bukan itinerary

terduduk di kantor,
sedikit celingak celinguk karena report untuk proyek tempo hari sudah selesai,
membaca scope of work untuk prospective project selanjutnya,
dan kembali terbuai akan mimpi yang telah berlalu

tarik napas,
buang

kalau ada yang bisa diambil dari perjalanan kemarin,
kalo kata diaz,
mungkin isi perjalanan kemarin bisa dibuat sampai tiga buku

memang,
tempat yang kami singgahi tidak ada yang tidak luar biasa,
makanan yang kami lahap tidak ada yang tidak enak,

namun,
di balik semua itu,
setiap harinya,
perjalanan kami selalu menemui sesuatu atau lebih,
yang kalo kata dian,
dono banget

mulai dari bongkar-muat tas carrier di check in baggage,
makan sate padang ngemper di boarding room pesawat,
ditinggal pak wiwin yang dadah dadah dari dalam mobil,
sesi paralel yang isinya gelut,
seseorang yang nama belakangnya tetap sama walau urutan huruf depan-belakangnya dibolak-balik,
dua orang yang menghilang tanpa kabar dan berakhir dengan salah satunya 'di-PHK,'
gala dinner dengan nametag panitia,
presentasi acak bin random,
nongkrong di lobby hotel menanti makan siang,
amanat susur pantai dari pak wiwin,
'hotel internasional' yang berada di sebuah gang dan tidak lebih baik tampilannya dibanding tempat kami menginap,
pemilik usaha sewa motor yang juga merupakan pemilik 'hotel internasional' yang tidak dapat memberikan kewenangan pada anak buahnya untuk menyewakan kami motor saat itu juga akibat 'ada urusan di mataram' (lah terus kami di mana? hongkong? -RED) dan berjanji akan mengantar motor ke wisma kami,
makan malam ayam taliwang bakar madu tanpa pelecing kangkung yang terlalu nikmat,
ipung si tukang parkir baik hati,
pemilik penyewaan motor yang saat ditelpon mengatakan 'saya sedang shalat' nah loh,
kembali ke 'hotel internasional' lantaran 'tadi pesen tiga motor ya? ya kalo tiga berarti saya ga bisa antar satu-satu ke wisma nusantara udah ke sini aja naik taksi' dan kami pun kembali jalan kaki,
gembok 50mm yang ternyata tidak bisa masuk cakram yang dengan baik hati boleh ditukar dengan 40mm pada saat injury time supermarket ruby akan tutup,
orang baik hati yang mau dipinjam motornya untuk sekedar ngetes masang gembok baru,
kue basah pagi dan malam hari yang selalu mewarnai,
perjalanan sekotong 'lewat atas' dan 'lewat bawah' dengan seruan 'australi australi australi!!',
snorkel mus yang terjatuh dan tidak ditemukan,
celana dian yang terbang melayang lalu tenggelam tak ditemukan,
kulit yang mulai terbakar,
mus dan diaz yang hilang jauh ke utara ketika yang lain sudah mau menuju ke senggigi,
ga bisa ditelpon pula,
sunset mistis nan luar biasa di pura batu bolong yang menenangkan pimen kembali,
sate bulayak yang murah kenyang dan enak,
pantai tangsi alias pantai pink yang membuat penduduk setempat tidak bisa membedakan mana barat mana timur mana selatan,
ucapan 'kencang ke timur!' atau 'kencang saja!' yang selalu mewarnai perjalanan,
jalan berbatu dan berpasir yang membuat dian mencurahkan segala upaya,
dan diaz mencurahkan segala upaya untuk menungguinya,
pantai yang bisa-bisanya punya pasir warna pink,
rencana susur empat pantai yang jadinya tinggal satu pantai akibat terlalu ingin 'seize the day' di pantai ajaib berpasir merah muda dan berair jernih dan berasa pantai pribadi,
view luar biasa dari atas batu-batuan yang bahkan ikan berenang pun bisa terlihat dari tebing curam yang kami naiki,
perjalanan kembali ke mataram super ngantuk,
rempong beli oleh-oleh sana sini,
tidur di ferry menuju bali kembali dengan posisi paling ga jelas se-indonesia,
ngemper dari pukul tiga pagi di spice dive yang merupakan dive center kami di lovina untuk menyeberang ke pulau menjangan,
takbiran dari kaset yang membuat pimen merasa 'huwaaaa, gw shalat ied di baaliiii,'
menanti kawan selesai shalat sembari menjaga barang hingga akhirnya tertidur pulas di atas matras yang tadinya ditiduri oleh anak-anak yang akan melaksanakan ibadah shalat ied,
diving dengan harga 500ribu saja,
pimen dan mus yang jadi pengen punya diving license,
dias yang mabok gara-gara 'ngeliat yang asli' hahhahahahahaha,
anak kecil delapan tahun dengan mata super bagus dan super cantik yang udah diajak diving sama bokapnya yang bernama gildou yang membuat kami semua tersepona,
iya itu bukan salah ketik,
terseponaaaaa,
bapak asal jawa sebelah timur banget yang sangat baik hati ketika kami mencari kendaraan untuk ke gilimanuk pada kisaran pukul lima sore,
keluarga asli bali yang mau menampung kami dengan pick-up sewaan mereka untuk perjalanan kami ke gilimanuk,
obrolan mengenai 'java trip' keluarga tersebut dengan menginap di pura-pura di jawa yang membuat amazed dan berucap 'duh, saya aja belum pernah ke bromo buu,'
ayam betutu ibu lina yang puedesnya ga ngotak tapi tetep aja abis,
menemani kawan yang tertidur berteman soffel dan nyamuk di sekitaran pelabuhan gilimanuk,
berbagi cerita tak ada habisnya dengan calon bos proyek masa depan sembari menertawakan mus yang ngidam ambil diving license,
ya,
kakinya nyemplung ke got saat tertidur pulas,
jadi mus sudah punya license,
ambilnya di gilimanuk,
perjalanan ke jawa 45 menit yang terasa hanya 10 menit,
'terus gw harus KOPRA sambil bila wowww gitu?!,'
terjaga di stasiun banyuwangi baru untuk tetap stabil dalam keadaan berebut tiket dengan penduduk setempat yang tidak memiliki ktp dan mereka pun kehabisan tiket,
juga bapak yang barangnya ketinggalan di salah satu kereta,
juga mas loket sebelah yang meninggalkan teman sekerjanya sehingga temannya itu benar-benar kerja sendiri repot mengurus ini itu,
perjalanan ke gubeng yang terasa panjaaaaaang sekali,
diaz yang kena P.1 akibat kegep ngerokok,
mus yang dikira ngehamilin anak orang,
ada orang bercelana pendek bertelanjang dada mau naik kereta dengan harga seribu untuk ke amerika serikat,
wisnu si bocah ganteng tapi nuaaaakalnya setengah mati,
ibu-ibu gosip yang tadinya duduk di sebelah dias lalu akhirnya saya duduk di sebelahnya dan jadilah kita gosipin si mustafa,
sambal bu rudy yang enaknya bikin pusing,
atm sebagai lokasi favorit di surabaya,
perjalanan gubeng-bandung yang lebih tidak terasa lantaran nggaaannttuukkkk melanda,
hingga akhirnya berpisah di baltos

banyak cerita,
banyak momen berharga,
memang,
perjalanan itu bukan sekedar 'ke mana kamu pergi,'
tapi 'dengan siapa kamu pergi,'

lima orang kemarin komposisi yang terlalu pas,
walau kadang rasanya seperti punya empat anak yang berkali-kali menyahut 'ma keju ma keju ma keju ma!,'
tapi benar,
perjalanan kemarin,
memang terlalu luar biasa

mataram full team, 2012
gaby - pimen - mus - diaz - dian

"Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."

(2 Timotius 1:7)

nempel pisyuuuunn..

29 Oktober 2012

bangun dari mimpi

"backpacker tetap tersenyum" - diaz adi prasetyo, 2012

hari ini saya kembali bangun pagi. pukul 06.20 lebih tepatnya. menuju kamar mandi, membereskan beberapa barang, membaca beberapa hal yang harus dibaca, bersiap menuju tempat kerja. kalau kata float: "to catch another nine to five," tapi untuk saya "half past eight to half past five."

seminggu lebih kemarin, rasanya bagai mimpi.
rangkaian wisuda, serta perjalanan bandung-bali-lombok-bali-surabaya-bandung.
dua hal yang memenuhi bulan terpenting dalam hidup saya, hingga kini.
belum lagi kepindahan saya di tempat kontrakan baru.
terlalu banyak air mata yang menetes, terlalu banyak tawa yang hadir, terlalu banyak memori yang tak ingin terlupa, dan terlalu banyak dialog yang rasanya ingin terus terputar di yang kaset suatu hari, akan habis masanya.

terimakasih, IMG.

terimakasih, keluarga besarku: mama, papa, nino, eyang kakung, nenek, om jeffry, tante iin, jevonda, jevin, pakde bobby, bude wulan, mas bimo, mba nares, filma, pakde bibis (daddy), bude kiki (mommy), om icap, nenek pamulang, yang sudah menyempatkan waktu untuk sekedar foto bersama dan memberi semangat di hari sidang serta wisuda.

terimakasih, teramat sangat, untuk dian, diaz, mus, dan pimen, untuk perjalanan terindah, terbaik, tergila, dan ter-semuanya, dalam hidup saya.

terimakasih, Tuhan Yesus, untuk segala-galanya yang telah terjadi dalam hidupku

sekali lagi saya hanya dapat berucap,
terimakasih :')

gaby: ini pemikiran yang terlalu melankolis. tapi.. malam ini kita bisa, ngobrol ngalor ngidul, cerita sana sini. tapi suatu hari nanti, gw bisa jadi total stranger lho, buat lo..
diaz: bisa sih gab, kalo keadaan emang memaksa. bahkan bisa aja ini saat terakhir kita bisa ngobrol kayak gini..
(pelabuhan gilimanuk, 2012)

NB: untuk yang menanti itinerary dan posting foto" selama perjalanan kemarin, sabar ya, paling cepat gw post lusa, hehe :p

17 Oktober 2012

menebar pukat harimau


bukan ala diaz. bukan. asal saya tetap bisa main di laut. asal ga sering" dengerin lagu 13 Horses punya Alexander Rybak yang bikin thalassophobia.

14 Oktober 2012

oh, iya

saya tadi sedikit berkarya di modus vivendi.

jadi ada buku yang isinya halaman" putih. judul bukunya kalo ga salah "write your dream" dan ada yang mengisi buku dengan interpretasi "dream" sebagai "mimpi" dan ada juga yang menginterpretasikan "dream" sebagai cita".

sementara valdano menuliskan mimpinya, saya menuliskan cita" saya. sembari menggambar ala john lennon.

semacam ini gambarnya,
tapi rambut di gambar saya keriting,
terus ga pake hidung,
dan di bagian mulut saya cuma tulis
"saya ingin jadi profesor"



gw: ndu, itu di buku yang di sebelah sana emang boleh di-coret" ya?
valdano: (melihat ke arah pembicaraan)
pandu: boleh, coret" aja, emang buat di-coret"..
valdano: lo pasti pengen nyoret" yah?
gw: he-eh (sambil ngangguk)
valdano: gw juga udah merhatiin bukunya dari tadi sih..
gw: bener boleh ndu?
pandu: iyaaa coret" ajah.
gw: (bergegas)

sekilas bersama teman sma secara random

A: dari sma mana?
B: gonzaga
A: gonjaga?
B: bukan, pake 'z'
A: ooh, gonjagaz
B: ..



.......itu yang saya dapat hari ini.
sepertinya hubungan gw dan teman" sma tak seburuk itu, tapi memang, ketemunya mesti random. diawali dengan ngajak valdano ke modus vivendi, pamerannya si pika dkk, secara random. eh ternyata ada arya, pinti, dan dani, yang pada pengen liat hasil karyanya pandu. jadi lah, kita ngobrol" mengenai hal" random pula tadi. dan saya menemukan prospek baru: 'saksi ahli.' ahe~

pamerannya cool. isinya portofolio dan beberapa karya cetak anak" dkv. punya si pika bisa diidentifikasi dari kejauhan, dan saat mendekat dan menemukan namanya, gw tinggal bilang 'tuuh kaan!' walau dalam hati. satu yang menarik adalah karya lydia siapaaa gitu. dia bikin metode sosialisasi tentang mitigasi tsunami ke sebuah masyarakat pesisir. uniknya, dia mempelajari budaya yang terjadi di masyarakat tersebut, dan membuat barang" mitigasi yang 'cocok' dengan budaya di daerah tersebut. contohnya, pernah tau gambar" di truk yang warna-warni cihuy seperti ini kaan....


naah, dia bikin stiker" mitigasi yang modelnya begitu. kata" yang paling gw inget adalah "bumi bergoyang, ke bukit sayang."

selain itu dia juga bikin iklan di radio pake bahasa sunda yang logatnya pesisir banget gitu. terus dia juga bikin iklan di tts sepertinya, soalnya nelayan" di sana suka ngisi tts kalo lagi senggang. wah cool banget deh.

selain itu kita ngobrol random. yang menarik itu adalah cerita dari pandu, kalo ternyata di sr itu ada profesor juga. terus ternyata anak sr bikin jurnal juga! cool banget ga sih?! jadi ada seorang prof di sr, aduuh, siapaaaa gitu namanya. dia pernah bikin penelitian untuk menerjemahkan relief di borobudur. dan ternyata, katanya, borobudur itu dulunya berwarna, dan di bawah candi yang kita tau sekarang, masih ada bangunan pondasi! jadi konon borobudur itu bentuknya kotak, baru di atasnya ada si stupa" itu. si kotak di bawah menggambarkan neraka, stupa" di atas itu menggambarkan nirwana. again, super cool!

terus ada juga penelitian dosen sr juga, mengenai suatu goa di australia. jadi di goa itu ada gambar kangguru. tapi buntutnya tiga. ternyata, maksud dari tiga buntut tersebut adalah, menurut beliau, buntut si kangguru yang goyang" digambar sama orang" gua tersebut, jadi kelihatan seperti tiga! adaaaa ajah.

terus tadi ngomongin mekanisme saham. cita" kuliah ke luar negeri di masa depan. kontak profesor. dan cukup panjang mengenai hukum dan, mmmm, pasangan hidup. yang terakhir itu nemenin valdano ngobrol sembari dia nganter ke rumah gw yang, cukup macet otw-nya ternyata. senang sekali bisa dapat banyak persepsi baru hari ini.

intinya. keputusan gw untuk magang lalu kerja di bandung sementara nyari beasiswa, itu pilihan yang, pas. ahee~


arya: gab, jadi temen gw pernah googling soal persyaratan wisuda, terus yang ketemu malah blog lo!
gw: oh ya?! (ge-er)
aryo: iya, kayaknya blog lo kayak banyak fansnya gitu deh.
gw: hehe (dobel ge-er)

13 Oktober 2012


ADA UBOOOO~~~~~~~ aaaaaa~~~~~
super-excited :D

12 Oktober 2012

NOSFERATU dalam dua nuansa berbeda

pernah dengar musikalisasi film bisu? saya juga belum. orang saya ngarang sendiri nama itu, muwahahaha #gaplok. oke. jadi gw (saya itu ga cocok buat gw, jadi pake gw ajah) mau bercerita tentang dua pertunjukan yang belum lama ini gw tonton.

NOSFERATU adalah sebuah film horror yang dibuat pada tahun 1922, yang notabene masih jamannya film bisu. film ini cukup terkenal di kalangan penikmat film, sangat terkenal bahkan, karena cukup banyak media yang menyatakan bahwa film ini adalah salah satu film wajib tonton dan menjadi salah satu benchmark untuk genre film horror. dan sepertinya, sosok drakula yang hobi menghisap darah pertama kali diperkenalkan di film ini.

pertama kali gw nonton nosferatu adalah pada saat rangkaian acara "printemps francais" yang diadakan oleh IFI bandung, tanpa tau menau sebenernya gw bakal nonton apa. ternyata yang gw tonton saat itu adalah film bisu, tapi diiringi oleh musik. kesan pertama gw pada film ini adalah: konyol, muahahaha.

kenapa konyol? ya konyol aja rasanya, banyak banget kegoblokan yang sepertinya emang disengaja sama sutradaranya. yang gigitan drakula dikira gigitan nyamuk lah, yang drakulanya mesti bawa peti mati ke mana" lah, udah gitu gerakan di film bisu ini kaku" cepet banget aneh gitu, hahaha. jadi kesan horror sama sekali ga gw dapet saat pertama kali nonton film ini.

dua poster nosferatu di IFI
kalo nosferatunya IFI gw nonton bulan mei 2012, nah, baru banget oktober ini gw nonton versi lain dari musikalisasi film horror ini. yang main itu salah satunya temen gw si franty! in fact, dia yang ngundang gw buat nonton, hehe. ternyata kesan konyol yang gw dapat saat pemutaran pertama itu, lebih banyak karena musiknya. ZONE LIBRE, yang saat itu hanya terdiri atas 2 orang: 1 gitaris dengan berbagai efek dan 1 drummer dengan berbagai perangkat, membawakan musikalisasi dengan musik" yang, menurut gw, eksperimental. kadang memang agak ngga nyambung sama filmnya, tapi atraksi aneh"nya itu lho. yang paling gw inget adalah saat drummernya ngelepas cymbal dan naro cymbal itu secara kebalik di atas snare drum, terus itu cymbal diputer-puter di atas snare drum. frik.

poster nosferatu punya madrigal dan amadeus

berbeda dengan nuansa yang diberikan oleh zone libre, MADRIGAL SINGERS dan CAPELLA AMADEUS memberikan nuansa film horror yang sesungguhnya. alunan musik orkestra dengan paduan suara yang, keren pisun lah pokoknya. bener" bikin merinding. terutama ada bagian di mana si nosferatu disorot jauh tiba" nongol, paduan suaranya tiba" ambil nada tinggi falsetto/head voice dengan suara "aaaaaaaaa!" jir jir jir horror siah! dan ada saat di mana seorang tenoris nyanyi sendiri. ah, keren dan rapi banget deh antara orkestra dan paduan suaranya.

jadi, kesimpulannya, ternyata seram/tidaknya film horror, tidak terlalu tergantung pada visualisasi. tapi juga tergantung (banget) sama score-nya. epic.

ekspektasi




"kalo ga dikejar, ya lepas."
"kalo ga sekarang, kapan lagi."

11 Oktober 2012

beberapa pemikiran aneh

saya percaya saya bakal ketemu sama jodoh saya di luar negeri.
beliau orang indonesia sekalipun, pasti ketemunya di luar negeri.
makanya saya mesti cepet", ato sering" ke luar negeri.
#freak

kalo suatu hari prince harry nembak saya.
akan jadi tantangan terbesar dalam hidup saya untuk menolaknya.
#doublefreak

10 Oktober 2012

"cuma" dua langkah

..namun membelah dunia

ayo bernyanyi!
half way 'round the woorrldd~
that won't stop me from loving yoouu~~
-ABBA, half way 'round the world

09 Oktober 2012

MAILER-DAEMON@yahoo.com attacks!

melakukan segala hal yang bisa dilakukan untuk menghadapinya! huh! terima kasih mailer daemon!

04 Oktober 2012

saat teman-temanmu sudah dapat pekerjaan tetap, baru lah kau ragu akan masa depan yang telah kau canangkan di otakmu

dihitung-hitung, sekitar umur 34, baru saya bisa daftar jadi dosen tetap di ITB.
seperti waktu yang sangat panjang sekali.
dan seperti banyak sekali waktu yang harus dibayar untuk mendapat topi lucu itu.
orang-orang yang akan mengawal kelulusan saya itu,
memang luar biasa :')

"kamu pengen jadi dosen karena emang pengen ato karena pilihan terakhir?"
"karena pengen, pak."
Flying Coaster at Genting Outdoor Theme Park
Alodia, 2012

Petronas Twin Tower at Night
Alodia, 2012

"Demang Lebar Daun"
Alodia, 2012

Distance: Size 40
Alodia, 2012

Batu Caves
Alodia, 2012

The Temple inside Batu Caves
Alodia, 2012

KL Dramatization
Alodia, 2012

KLCC Park
Alodia, 2012

A Child's Point of View of Petronas Twin Tower
Alodia, 2012

Template developed by Confluent Forms LLC