30 Oktober 2012

mohon maaf, ini masih bukan itinerary

terduduk di kantor,
sedikit celingak celinguk karena report untuk proyek tempo hari sudah selesai,
membaca scope of work untuk prospective project selanjutnya,
dan kembali terbuai akan mimpi yang telah berlalu

tarik napas,
buang

kalau ada yang bisa diambil dari perjalanan kemarin,
kalo kata diaz,
mungkin isi perjalanan kemarin bisa dibuat sampai tiga buku

memang,
tempat yang kami singgahi tidak ada yang tidak luar biasa,
makanan yang kami lahap tidak ada yang tidak enak,

namun,
di balik semua itu,
setiap harinya,
perjalanan kami selalu menemui sesuatu atau lebih,
yang kalo kata dian,
dono banget

mulai dari bongkar-muat tas carrier di check in baggage,
makan sate padang ngemper di boarding room pesawat,
ditinggal pak wiwin yang dadah dadah dari dalam mobil,
sesi paralel yang isinya gelut,
seseorang yang nama belakangnya tetap sama walau urutan huruf depan-belakangnya dibolak-balik,
dua orang yang menghilang tanpa kabar dan berakhir dengan salah satunya 'di-PHK,'
gala dinner dengan nametag panitia,
presentasi acak bin random,
nongkrong di lobby hotel menanti makan siang,
amanat susur pantai dari pak wiwin,
'hotel internasional' yang berada di sebuah gang dan tidak lebih baik tampilannya dibanding tempat kami menginap,
pemilik usaha sewa motor yang juga merupakan pemilik 'hotel internasional' yang tidak dapat memberikan kewenangan pada anak buahnya untuk menyewakan kami motor saat itu juga akibat 'ada urusan di mataram' (lah terus kami di mana? hongkong? -RED) dan berjanji akan mengantar motor ke wisma kami,
makan malam ayam taliwang bakar madu tanpa pelecing kangkung yang terlalu nikmat,
ipung si tukang parkir baik hati,
pemilik penyewaan motor yang saat ditelpon mengatakan 'saya sedang shalat' nah loh,
kembali ke 'hotel internasional' lantaran 'tadi pesen tiga motor ya? ya kalo tiga berarti saya ga bisa antar satu-satu ke wisma nusantara udah ke sini aja naik taksi' dan kami pun kembali jalan kaki,
gembok 50mm yang ternyata tidak bisa masuk cakram yang dengan baik hati boleh ditukar dengan 40mm pada saat injury time supermarket ruby akan tutup,
orang baik hati yang mau dipinjam motornya untuk sekedar ngetes masang gembok baru,
kue basah pagi dan malam hari yang selalu mewarnai,
perjalanan sekotong 'lewat atas' dan 'lewat bawah' dengan seruan 'australi australi australi!!',
snorkel mus yang terjatuh dan tidak ditemukan,
celana dian yang terbang melayang lalu tenggelam tak ditemukan,
kulit yang mulai terbakar,
mus dan diaz yang hilang jauh ke utara ketika yang lain sudah mau menuju ke senggigi,
ga bisa ditelpon pula,
sunset mistis nan luar biasa di pura batu bolong yang menenangkan pimen kembali,
sate bulayak yang murah kenyang dan enak,
pantai tangsi alias pantai pink yang membuat penduduk setempat tidak bisa membedakan mana barat mana timur mana selatan,
ucapan 'kencang ke timur!' atau 'kencang saja!' yang selalu mewarnai perjalanan,
jalan berbatu dan berpasir yang membuat dian mencurahkan segala upaya,
dan diaz mencurahkan segala upaya untuk menungguinya,
pantai yang bisa-bisanya punya pasir warna pink,
rencana susur empat pantai yang jadinya tinggal satu pantai akibat terlalu ingin 'seize the day' di pantai ajaib berpasir merah muda dan berair jernih dan berasa pantai pribadi,
view luar biasa dari atas batu-batuan yang bahkan ikan berenang pun bisa terlihat dari tebing curam yang kami naiki,
perjalanan kembali ke mataram super ngantuk,
rempong beli oleh-oleh sana sini,
tidur di ferry menuju bali kembali dengan posisi paling ga jelas se-indonesia,
ngemper dari pukul tiga pagi di spice dive yang merupakan dive center kami di lovina untuk menyeberang ke pulau menjangan,
takbiran dari kaset yang membuat pimen merasa 'huwaaaa, gw shalat ied di baaliiii,'
menanti kawan selesai shalat sembari menjaga barang hingga akhirnya tertidur pulas di atas matras yang tadinya ditiduri oleh anak-anak yang akan melaksanakan ibadah shalat ied,
diving dengan harga 500ribu saja,
pimen dan mus yang jadi pengen punya diving license,
dias yang mabok gara-gara 'ngeliat yang asli' hahhahahahahaha,
anak kecil delapan tahun dengan mata super bagus dan super cantik yang udah diajak diving sama bokapnya yang bernama gildou yang membuat kami semua tersepona,
iya itu bukan salah ketik,
terseponaaaaa,
bapak asal jawa sebelah timur banget yang sangat baik hati ketika kami mencari kendaraan untuk ke gilimanuk pada kisaran pukul lima sore,
keluarga asli bali yang mau menampung kami dengan pick-up sewaan mereka untuk perjalanan kami ke gilimanuk,
obrolan mengenai 'java trip' keluarga tersebut dengan menginap di pura-pura di jawa yang membuat amazed dan berucap 'duh, saya aja belum pernah ke bromo buu,'
ayam betutu ibu lina yang puedesnya ga ngotak tapi tetep aja abis,
menemani kawan yang tertidur berteman soffel dan nyamuk di sekitaran pelabuhan gilimanuk,
berbagi cerita tak ada habisnya dengan calon bos proyek masa depan sembari menertawakan mus yang ngidam ambil diving license,
ya,
kakinya nyemplung ke got saat tertidur pulas,
jadi mus sudah punya license,
ambilnya di gilimanuk,
perjalanan ke jawa 45 menit yang terasa hanya 10 menit,
'terus gw harus KOPRA sambil bila wowww gitu?!,'
terjaga di stasiun banyuwangi baru untuk tetap stabil dalam keadaan berebut tiket dengan penduduk setempat yang tidak memiliki ktp dan mereka pun kehabisan tiket,
juga bapak yang barangnya ketinggalan di salah satu kereta,
juga mas loket sebelah yang meninggalkan teman sekerjanya sehingga temannya itu benar-benar kerja sendiri repot mengurus ini itu,
perjalanan ke gubeng yang terasa panjaaaaaang sekali,
diaz yang kena P.1 akibat kegep ngerokok,
mus yang dikira ngehamilin anak orang,
ada orang bercelana pendek bertelanjang dada mau naik kereta dengan harga seribu untuk ke amerika serikat,
wisnu si bocah ganteng tapi nuaaaakalnya setengah mati,
ibu-ibu gosip yang tadinya duduk di sebelah dias lalu akhirnya saya duduk di sebelahnya dan jadilah kita gosipin si mustafa,
sambal bu rudy yang enaknya bikin pusing,
atm sebagai lokasi favorit di surabaya,
perjalanan gubeng-bandung yang lebih tidak terasa lantaran nggaaannttuukkkk melanda,
hingga akhirnya berpisah di baltos

banyak cerita,
banyak momen berharga,
memang,
perjalanan itu bukan sekedar 'ke mana kamu pergi,'
tapi 'dengan siapa kamu pergi,'

lima orang kemarin komposisi yang terlalu pas,
walau kadang rasanya seperti punya empat anak yang berkali-kali menyahut 'ma keju ma keju ma keju ma!,'
tapi benar,
perjalanan kemarin,
memang terlalu luar biasa

mataram full team, 2012
gaby - pimen - mus - diaz - dian

4 komentar:

  1. belom paaasss. gak ada gueeeeeee :'(

    BalasHapus
  2. kalo ditambah LO tambah lagi satu orang yang 'ma keju ma keju ma keju ma keju ma keju maaa'
    hehe, elu siiih, katanya mo nyusuul, boohoooooo :p

    BalasHapus
  3. huwaaa detail banget hehehe gw sampe sekarang belum sempet nulis di tumblr nih tentang perjalanan kita. Keburu makin basi, karena sekarang udah basi haha. Next trip please... dengan saya yang sudah ber-license, wakatobi!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo license!!! tapi bukunya jangan sampe ilang ntar rugi!!!! iya nih gw juga belom nongol" niatnya buat nge-post itinerary, terlalu banyak yang pengen ditulis aaaakk~~

      Hapus

Template developed by Confluent Forms LLC