12 Oktober 2012

NOSFERATU dalam dua nuansa berbeda

pernah dengar musikalisasi film bisu? saya juga belum. orang saya ngarang sendiri nama itu, muwahahaha #gaplok. oke. jadi gw (saya itu ga cocok buat gw, jadi pake gw ajah) mau bercerita tentang dua pertunjukan yang belum lama ini gw tonton.

NOSFERATU adalah sebuah film horror yang dibuat pada tahun 1922, yang notabene masih jamannya film bisu. film ini cukup terkenal di kalangan penikmat film, sangat terkenal bahkan, karena cukup banyak media yang menyatakan bahwa film ini adalah salah satu film wajib tonton dan menjadi salah satu benchmark untuk genre film horror. dan sepertinya, sosok drakula yang hobi menghisap darah pertama kali diperkenalkan di film ini.

pertama kali gw nonton nosferatu adalah pada saat rangkaian acara "printemps francais" yang diadakan oleh IFI bandung, tanpa tau menau sebenernya gw bakal nonton apa. ternyata yang gw tonton saat itu adalah film bisu, tapi diiringi oleh musik. kesan pertama gw pada film ini adalah: konyol, muahahaha.

kenapa konyol? ya konyol aja rasanya, banyak banget kegoblokan yang sepertinya emang disengaja sama sutradaranya. yang gigitan drakula dikira gigitan nyamuk lah, yang drakulanya mesti bawa peti mati ke mana" lah, udah gitu gerakan di film bisu ini kaku" cepet banget aneh gitu, hahaha. jadi kesan horror sama sekali ga gw dapet saat pertama kali nonton film ini.

dua poster nosferatu di IFI
kalo nosferatunya IFI gw nonton bulan mei 2012, nah, baru banget oktober ini gw nonton versi lain dari musikalisasi film horror ini. yang main itu salah satunya temen gw si franty! in fact, dia yang ngundang gw buat nonton, hehe. ternyata kesan konyol yang gw dapat saat pemutaran pertama itu, lebih banyak karena musiknya. ZONE LIBRE, yang saat itu hanya terdiri atas 2 orang: 1 gitaris dengan berbagai efek dan 1 drummer dengan berbagai perangkat, membawakan musikalisasi dengan musik" yang, menurut gw, eksperimental. kadang memang agak ngga nyambung sama filmnya, tapi atraksi aneh"nya itu lho. yang paling gw inget adalah saat drummernya ngelepas cymbal dan naro cymbal itu secara kebalik di atas snare drum, terus itu cymbal diputer-puter di atas snare drum. frik.

poster nosferatu punya madrigal dan amadeus

berbeda dengan nuansa yang diberikan oleh zone libre, MADRIGAL SINGERS dan CAPELLA AMADEUS memberikan nuansa film horror yang sesungguhnya. alunan musik orkestra dengan paduan suara yang, keren pisun lah pokoknya. bener" bikin merinding. terutama ada bagian di mana si nosferatu disorot jauh tiba" nongol, paduan suaranya tiba" ambil nada tinggi falsetto/head voice dengan suara "aaaaaaaaa!" jir jir jir horror siah! dan ada saat di mana seorang tenoris nyanyi sendiri. ah, keren dan rapi banget deh antara orkestra dan paduan suaranya.

jadi, kesimpulannya, ternyata seram/tidaknya film horror, tidak terlalu tergantung pada visualisasi. tapi juga tergantung (banget) sama score-nya. epic.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC