28 April 2013

the dream catcher theory: dreams ARE hard to follow

jadi ceritanya proyek kamar gw berjalan perlahan sekali. bahasa kerennya: baby steps. bahasa tidak kerennya: lamban. sampe mana? hingga saat ini baru masang wallpaper. dan ternyata. ini sudah masuk akhir minggu kedua gw menjalankan proyek ini, dan wallpaper gw masih sisa 1/5nya yang belum tertempel.

belajar dari proyek ini, dan beberapa hal yang terjadi belakangan, mungkin pelajaran yang bisa diambil adalah, yah, dreams ARE hard to follow. jangankan cita" untuk sekolah di luar, jadi ini, jadi itu, bakal begini, bakal begitu. cita" beresin kamar aja susahnya setengah mati untuk dicapai. terutama gw mengerjakan hal yang sama sekali baru dan (ternyata) sangat menantang: masang wallpaper.

tergoda dengan efek 'hangat' yang diberikan wallpaper di kantor" yang belakangan gw kunjungi, gw pun ber-cita" memoles kamar gw dengan wallpaper. yang bertekstur, tentunya. yang tidak gw ketahui adalah, masangnya susah coy!

kebetulan gw beli wallpaper yang murah, dan tidak ada lapisan perekatnya, jadi tutorial wallpaper di youtube agak kurang berguna -_____- jadi gw masang wallpaper dengan lem semacam lem fox, sebotolnya sekitar 45ribu, dan sampe sekarang gw udah menghabiskan 2,5 botol yeaaahhh. ga tau nih sisa setengahnya masih cukup untuk sisa tembok yang belom tertempel.

masang wallpaper itu pegel, keringetan, dan mudah"an membakar lemak, hahahaha. sengaja ga masang kipas angin di kamar biar lemnya ga cepet kering, sekalian sauna. sempat hampir menyerah, mencari alternatif lain, gagal dengan si alternatif, bener" pengen nyerah, nangis, capek, kembali ke cara pertama, dimodifikasi, hasilnya ga jauh beda. gila, segitu beratnya ternyata masang wallpaper padahal ukuran total tembok" yang sedang gw tempelin ini ga lebih dari 15m persegi. edaaaaann.

tapi ya bener sih, sejelek apa pun, walau hasil tempelan gw keliatan banget ga profesional, gw cukup puas dengan hasilnya hingga saat ini. dan tentunya, gw jadi lebih menghargai mas" yang kerjanya masang wallpaper dengan bayaran puluhan ribu per-gulungan-kecil (0,5m x 10m). lah ini gw satu gulungan gede aja (1m x 15m) ga selesai" sampe pegel" terutama punggung! itu juga hasilnya ga sebaik tempelan" di rumah" dan kantor" cihuy itu. weh, dibayar sejuta buat masangin wallpaper di kamar orang juga gw mikir" deh, stres tauk!

jadi pelajarannya adalah, never give up on your dream. apa pun itu. secemen apa pun itu. menyerahlah ketika lo sudah melakukan segalanya. hingga ga ada lagi yang bisa lo coba. kalau pun gagal, lo bukan gagal karena tidak berani melangkah, tapi lo gagal karena lo sudah tau, tidak ada lagi langkah yang bisa ditempuh, dan baru pada saat itulah lo harus berkata pada diri lo sendiri "if this is not for me, then i have to move on." sampai saat ini, gw cukup menikmati hasil karya gw, karena kalau dari jauh, detail cacat yang gw lakukan ternyata ga terlalu ketara, hehe.

dreams.. dreams.. dreams.. maybe i'll make this kind of dreamcatcher one day..

jadi.. jangan pernah menyerah.. lebih baik menyesal gara" terlalu banyak mencoba, daripada terlalu banyak meragu. you make the dream, you make it real.

NB: by the way, i got accepted at UBO, unfortunately they might not open a class this year since they did not have sufficient amount of students in the major. and my A2 grade was kind of great, i thought i blew the whole oral test by scoring 5/25, but it turns out that scored 15/25! so, brest, or other cities in france, i won't be there this year. but i don't regret all the efforts that i had made. just, prepare yourself. i might be there next year. or two years from. now. just wait and see.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC