19 Juni 2013

dunia dalam angka

lama berurusan dengan angka, walau tak lagi berurusan dengan cacing tanah berlipat ganda alias integral #phueh! gw pun menyadari, bahwa apa pun #apapun! yang terjadi di dunia ini, itu berdasarkan… angka………….

#soundmistis

sumpah ya sumpah. ini memang sangat amat botoy sekali. tapi gimana yah. aduh aduh aduh.

jadiiii gw dapet kasus nih di tempat kerja gw. tugas gw adalah menyelidiki, aseeek, gaul yak? gw menyelidiki dari dua sudut pandang yang gw ketahui: geodesi dan oseanografi #yeah! terus setelah ngobrol sama temen gw yang anak tg, akhirnya gw pun nanya sedikit (banget) mengenai geotek dan beliau melihat dari sudut pandang geofisika #asek! bahkan dia sampe nelpon temen"nya buat mengetahui kira" apa yang terjadi pada kasus tersebut! seruu!

terus bahkan sampe di krl pun kita masih ngomongin kasus itu. melebarlah pembicaraan kita dengan aspek" fisika beserta kimiawi dari apa yang terjadi di sana. jir jir jir seru pisaaan!

namun sayang keseruan ini adalah keseruan tak berbayar. namanya juga 'kasus' ya itu adalah sesuatu yang tidak diharapkan terjadi sebenarnya hahahaha.

nahhh yang gw dapat dari apa yang gw lakukan #denganbotoy pada kasus ini, bahwa, dunia itu sebenarnya sangat matematis #uyeah!

hubungan antar benda bisa dijelaskan lewat hukum" fisika. pergerakan dari suatu benda pun dapat dihitung secara matematis. belum lagi fitur" dunia nyata pun bisa dimodelkan secara spasial dengan alat bantu komputer. henah! keren kan!

sumpah ya. bahkan setelah obrolan di krl itu, sepanjang perjalanan ke rumah menggunakan angkot, gw berpikir: sebenarnya pergerakan gw dari rumah, ke kantor, ke rumah lagi, itu bisa dihitung efisiensinya. misal, gw berangkat dr rumah jam 5, besoknya jam set6, besoknya jam 6, besoknya jam set7, besoknya jam 7, dst. maka kalau sebarannya normal, bisa diinterpolasi paling efektif gw berangkat jam berapa #FRIK!

belum lagi menghitung probabilitas keberadaan angkot. misalnya, kalo gw sampe stasiun lenteng jam 7 malam, sisa berapa angkot, dicatat per hari, dibikin probabilitasnya jadi berapa persen kemungkinan angkot masih banyak pada jam 7. terus dibikin probabilitas ini untuk jam set8, jam 8, dst sampe angkot habis. belum lagi diberi tambahan variabel bahwa angkot gw itu pada jam tertentu ada yang udah ga sampe pondok labu, jadi mesti tau kira" di jam berapa gw harus sampai di lenteng agung agar masih dapet angkot yang mau ke pondok labu #DOBELFRIK!

dan sekarang gw mengerti, kenapa ada orang" yang jadi gila karena angka. kayak di tipi".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC