30 September 2013

peta dunia salah?

ahem. jadi akhir" ini ada satu video dari satu acara televisi yang, menggemparkan #halah! pidioapacikakaa? #muntah silakan ditonton di sini:


west wing - season 2 - episode 5 - and i didn't even watch the show

dari video itu, kita bisa lihat betapa 'amazed'-nya si wanita akan penjelasan si bapak" kartografer itu. begitu ngeliat perbandingan antara greenland dan afrika yang sebenarnya, dia kayak "wooow" atau "oh my God" atau "it freaks me out!" apalagi saat si bapak" memutar-balikkan petanya, di mana yang namanya 'utara' itu jadi di bawah. oke. sebagai pengantar, sekali lagi gw tekankan, it's a television show brooo and it is called "acting."

inilah... peta.... duniaaaa!!! yang kita kenal selama ini. dan yang ada di google maps.

perbandingan antara greenland dan afrika. di peta dan sebenarnya.

jadi apakah peta dunia yang selama ini kita kenal itu salah? bahkan, apakah google maps yang sudah cukup awam dipergunakan sekarang, memberikan data yang salah? terus selama ini, aku dibohongi?! CUKUP RAYMUNDO, CUKUP! #gabriellamenangis #hujanturun #lagi #dibawah #payung #hitam #kuberlindung

ahem kembali ke topik. oke, jadi, di sini saya tidak akan (dan tidak bisa) memberikan jawaban mengenai 'benar' atau 'salah,' karena kedua hal itu sifatnya relatif. yang bisa saya jelaskan di sini adalah bahwa peta, sejatinya merupakan sebuah representasi dari bentuk muka bumi. kenapa rupa bumi harus direpresentasikan? karena ada (banyak) kepentingan manusia yang membutuhkan data spasial, atau data yang 'tergambar.' kalau ke masa lalu, di mana pesawat terbang masih belum ada, manusia menjelajah dengan berlayar. untuk apa sih mereka berlayar? pastinya karena ada sesuatu yang 'tak tercukupi' di tanah tempat mereka berpijak. jadilah, mereka berkelana dan perlahan menemukan pulau" baru. tentunya, biar ga tebak" buah manggis lagi, pulau" baru tersebut mereka gambarkan donk, biar inget "oh kemarin di pulau X ada gadis yang sangat rupawan, aku ingin menikahinya!"

jadi, peta itu merupakan media yang bisa menggambarkan hubungan spasial antara satu lokasi dengan lokasi lainnya. ini, menurut hemat saya, adalah fungsi dasar peta. HENAHHH! sekarang masalahnya adalah, bumi kita ini tidak datar, tidak bundar seperti bola, melainkan bopeng-bopeng!

jengjeeeng! ini namanya 'geoid,' dan ini pun masih 'model pendekatan,' belum benar" membentuk bumi

nah loh, pusing kan? gimana coba caranya 'mendatarkan' bumi yang bentuknya seperti ini? di sini kita berkenalan dengan sesuatu yang berjudul proyeksi.

pada dasarnya proyeksi ini berbicara tentang "bagaimana si bumi ini bisa digambarkan dalam sesuatu yang berjudul peta." seperti yang kita ketahui, peta itu bidang datar kan? nah, untuk penjelasan yang lebih mudah, katakan kita punya globe yang bentuknya sesuai dengan si bumi yang bopeng. globe ini transparan, tapi garis pantainya tergambar jelas dengan warna hitam, jadi benua" serta pulau"nya terlihat jelas. anggap globe kita ini ada lampu di dalamnya, jadi si globe ini berperan sebagai 'proyektor.' terus, ambil selembar kertas putih, bungkus globe itu, dan nyalakan. nah, keliatan kan garis" pantainya di kertas tersebut? itulah yang namanya 'proyeksi.'

inilah hasil dari ilustrasi yang baru saja kita lakukaan!

nah, proyeksi yang tadi kita lakukan itu namanya adalah proyeksi 'mercator,' sesuai nama penemunya. proyeksi ini menyebabkan distorsi di bumi bagian utara dan bagian selatan, karena semakin ke utara/selatan, bentuk bumi kan semakin 'membundar,' jadi si greenland yang sebenarnya kecil, terlihat 'melebar.' begitu juga dengan eropa, yang sudah 'cukup utara' karena jaraknya yang jauh dari garis khatulistiwa (ekuator, garis nol derajat). sementara, distorsi yang dialami indonesia, afrika, bahkan australia, tidak sebesar itu, karena jarak mereka dengan ekuator itu cukup dekat. inilah mengapa dalam peta dengan proyeksi mercator, greenland tergambar 'hampir sama besar' dengan afrika.

distorsi yang terjadi pada rupa bumi dengan proyeksi mercator. makin ke utara/selatan, makin besar distorsinya, jadi segala sesuatu di daerah atas dan bawah peta terlihat lebih 'lebar' sementara yang di tengah terlihat lebih 'kecil'

nah, kenapa proyeksi mercator banyak digunakan? pertama, karena pendekatan mercator itu adalah silinder, seluruh garis bujur (garis imajiner vertikal di bumi) itu jadi benar" lurus dari utara ke selatan (atau sebaliknya). kompas, sebagai alat navigasi, magnetnya kan akan selalu mengarah ke utara bumi. jadi, utara yang terbaca di peta mercator itu 'sama' dengan utara yang terbaca di kompas. atas alasan inilah, peta mercator menjadi peta yang sangat populer, terutama untuk kebutuhan navigasi. nah, kalau menurut saya, saking terbiasanya orang pakai peta mercator, jadi lah, kebiasaan ini sadar-ga sadar terbawa di kehidupan selain kehidupan 'bernavigasi' tersebut, hehe #sotoy!

selain mercator, sebenarnya banyak sekali jenis" proyeksi peta. bahkan tiap negara di dunia ini mendefinisikan wilayahnya dengan sistem proyeksi yang berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan dan posisi geografis negaranya. contohnya, negara amerika serikat lebih cocok menggunakan proyeksi conical atau 'kerucut' karena letaknya yang condong 'ke utara' dan luas wilayahnya yang cukup besar sehingga tidak 'real' kalau dibuat 'datar' dengan proyeksi mercator.

pertanyaannya sekarang, apakah kita perlu ganti peta?

menurut gw pribadi, ga perlu. usulan penggantian peta di film ini memang ternyata pernah terjadi, dicanangkan oleh organisasi 'cartographers for social equality' agar negara" dunia ketiga tidak 'inferior' dengan, misalnya, negara" eropa yang terlihat 'lebih besar' di peta sedangkan pada kenyataannya, tidak. ah, berlebih. coba lihat jepang. singapura. luas wilayah mereka jauh lebih kecil dibanding indonesia. tapi yang lebih maju, siapa?

intinya adalah, peta yang selama ini kita lihat itu 'tidak salah' walau pun ga bisa serta merta gw bilang 'benar.' banyak kok, peta dunia yang menggunakan proyeksi lain untuk menggambarkan peta dunia. proyeksi mollweide dan lambert yang versi 'cylindrical equal-area' misalnya, mereka sudah 'lebih dulu' menggambarkan dunia ini secara 'equal area.' tapi kenapa bukan proyeksi mereka yang dipakai? menurut gw pribadi, itu masalah media dan estetika aja sih. jauh lebih mudah menggunakan peta dengan proyeksi mercator untuk mengajar geografi di kelas" sekolah dibandingkan dengan proyeksi" equal area tersebut. hehe.

peta dunia dengan proyeksi mollweide

peta dunia dengan proyeksi lambert cylindrical equal-area

sekian penjelasan dari saya! mudah"an berguna dan, melegakan. bahwa selama ini, anda tidak 'dibohongi' kok, hahahaha :D

ps: kalau mengenai utara-selatan, weh, saya kurang bisa ngejelasin euy. mungkin ada yang mau nulis tentang ini? tapi ya kalo mau ambil gampang, sepertinya sih itu masalah kebiasaan aja. kalo ternyata 'benar' bumi itu 'kebalik' alias antartika itu mestinya di 'atas,' secara praktikal, apa gunanya? maksudnya, apa bedanya dengan peta yang menempatkan antartika 'di bawah?'

pps: penjelasan diramu dari berbagai sumber, terutama ingatan dari kelas kartografi di semester tiga. kalau ada yang salah, silakan dikoreksi dan terima kasih.

ppps: semua gambar juga bukan milik saya. semua dicari lewat mbah google, heheu.

4 komentar:

  1. mbak gebbbbbb g4aulllll amaaaaat siiiiiih

    btw bentar lagi bakal ada peresmian datum baru getoh di indo, dan pake sistem datum semi-dinamik. denger2 sih seluruh informasi spasial harus disesuaikan dengan datum baru --> peta baru?

    geodesi banyak kerjaaaaaaan horeeeee!!!!

    BalasHapus
  2. Heheheheheeeee.... Anak Guwe Deeeh....#Ngangkat Jempol.

    BalasHapus

Template developed by Confluent Forms LLC