23 September 2013

randomness after randonne

hari ini gw ga sengaja randonne. ke pantai yang namanya st. anne, bisa dicapai dengan bus. pantainya memukau, dalam arti 'heh, gini aja?' hahaha. sombong. lalu gw memutuskan untuk randonne: hiking. ada tracknya.

kenapa bisa ke st. anne? itu juga ga sengaja. pulang gereja tadi gw nebeng tempat kevin, anak ppi sini, yang juga lagi ditumpangin sama delvin. ceritanya adalah 'makan layak,' krn hari ini kita keluar duit lebih untuk makan layak, yaitu kita beli masakan vietnam yg ada di pasar minggu hahaha. setelah beberapa saat gw memutuskan untuk pergi saja walau tanpa kamera. sementara mereka mager. hahaha.

gw jalan. jalan aja. tujuan hari ini, gw cuma pengen liat mercu suar.

turun di halte st. anne, cari arah kira" mercu suar itu di mana, karena di pantai ini malah udah ga keliatan. nemu track hiking, dan jalan. mengucapkan "bonjour" pada semua orang yang berpapasan, yang kebanyakan justru adalah yang sudah berambut putih. yang masih bugar pada pake kostum olah raga dan mereka ga jalan". mereka lari. olah raga. beneran.

gw jalan. jalan aja. mengalihkan beban mental menjadi raga. kepanasan dengan kostum hari ini, yang adalah gw pake tangan panjang dobel, lengkap bawa satu jaket tebel dan tas yang ga untuk jalan" macam ini. berhenti di beberapa titik untuk mengaguminya.

"cita-cita lo dulu bukan ke sini lho gab. dulu lo pengen kuliah di kampus yang antik, prestisius, dikelilingi bangunan tua setiap hari, dan bertemu salju setiap musim dingin."

dan sekarang gw terdampar di cita-cita yang baru terpatri sekitar 2 tahun yang lalu. berteman dengan laut. melihat kapal sudah seperti melihat mobil. salju hanya turun tiga hari dari total keseluruhan musim dingin. bahkan bertemu dengan kota yang konturnya sebelas dua belas dengan bandung. walau, ya, ini dekat laut.

sempat terhenti di satu titik hanya untuk melihat ombak. gelombang. wave. ombak ini terjadi bukan di dekat garis pantai, tapi agak di tengah laut. teringat dengan segala sesuatu yang dulu sempat gw lakukan. di kampus, di BW, di MGS. dulu gw bermain dengan model. oke, memang bukan model gelombang, arus. betapa sok tahu-nya gw hahaha. memodelkan sesuatu yang, bahkan saat gw liat dengan mata kepala sendiri, gw masih berdecak kagum: "bisa yah, sebegitu besar volume air dipindahkan oleh sesuatu yang bahkan bagi kita tak terlihat, dan tak tersentuh."

mungkin hidup seperti itu. kita ga pernah tau, variabel apa dalam hidup yang bisa membuat kita "berpindah" menjadi seperti sekarang. mungkin, seperti gelombang, sebenarnya, bukan kita yang berpindah. kita hanya jadi media. yang berpindah itu, bisa ikan, sampah, kapal, orang yang lagi surfing, apa pun yang ada di sekitar kita.

ya. mungkin kita ini hanya media. Ada yang sedang bekerja melalui kita. yang bisa kita lakukan, ya, hanya, mengikuti dan memaknai, apa yang Tak Terlihat dan Tak Tersentuh itu ingin lakukan, melalui kita.


dan saat suar berada di depan mata, bukan suarnya, namun perasaan 'sampai' itu, yang paling mahal harganya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC