25 September 2013

yang saya rasa mengenai bandar udara tempat saya melepas pijak

banyak orang yang komentar soal bandara soekarno hatta, salah satu bandara internasional kita, tempat turis sering lalu-lalang 'permisi' sebelum ke kota lain di indonesia, terutama yang tidak memiliki bandar udara berskala internasional. yang paling gw ingat adalah di kaskus, bandara kita ini diperbandingkan dengan bandar udara utama malaysia, yang katanya, jauuuh lebih modern. saya sendiri ga pernah ke bandar udara kuala lumpur itu, soalnya waktu ke malaysia, saya mendarat di bandara untuk pesawat budget alias 'pesawat murah' hahaha.

memang bandar udah soekarno hatta ini sekilas terlihat 'tidak modern,' bahkan ada tempat" yang terkesan 'gelap.' namun selepas melihat kembali foto keberangkatan saya kemarin, membandingkan bandara tersebut dengan beberapa bandara yang pernah saya sambangi, bandara soetta ini masih favorit saya.

kenapa?

karena bandara ini punya energi 'homy.' terutama di terminal 1 dan 2, yang masih bangunan lama. oke, terminal 3 jauuhhh lebih modern, tapi setelah dibandingkan, desain bandara seperti itu ternyata dipakai di mana" (di bandara suvarnabhumi bangkok, bandara hongkong ya saya lupa namanya, bahkan bandara di makassar), jadi, kesan 'wah' yang muncul saat pertama kali menyambangi terminal 3 ini hilang saja ketika mendapati fakta tersebut.

terminal 1 dan 2 ini, bentuknya seperti rumah. rumah orang indonesia pada umumnya yang diberi ornamen etnik. kamar mandi di bandara ini yang tadinya berkualitas buruk sekarang pun sudah sangat membaik, bahkan hampir semua 'ruangan' memiliki tisu dan ada mbak"/mas" yang siap bebersih. di dalamnya pun, terutama di bagian penerbangan internasional, terdapat jajaran toko-toko yang rapi dan, sekali lagi, terkesan homy. perasaan sedih akan meninggalkan tanah air kian terbangun sembari menikmati saat" terakhir menapakkan kaki di bangunan tersebut.

pulang pun, gw rasa, perasaannya akan 11-12. mungkin gw akan nangis, saking cengengnya gw, terutama kalo ga depan orang" banyak yang kenal gw (maaf you guys, waktu itu beneran gw ga mau nangis, karena sekali banjir gw susah berenti hahaha). ya, terharu bahwa, suasana bandara soetta aja sudah seperti menyambut kepulangan gw nantinya. azek.

jadi.. yah.. gw rasa arsitektur klasik untuk bandara ini patut dipertahankan. ga banyak bandara, terutama bandara internasional, yang punya arsitektur seperti 'rumah.' faktanya, dari semua bandara internasional yang saya sempat mampir, baru bandara soetta yang punya. dan itu keren :D

ps: oh ya, bandara denpasar juga lagi perbaikan, biar lebih 'indonesia,' senangnyaaa, biar turis langsung berasa 'phew, now im faaarrr away from my hooommmeee' hahahahaaa..

3 komentar:

  1. Setuju geb!
    Terminal 2-3 emang terkesan hoomey, tapi memang butuh sedikit renovasi agar hoomey nya tidak terkesan kumuh. Didukung dengan Jakarta yang cuacanya panas, kalau hoomey dan nyaman pasti lebih full asik. Semangat ya di faaaaaar place sana. :D

    BalasHapus
  2. iyaaa dibikin 'terang' gitu sil, pasti tambah enak.. makasih sil, semangat juga mengejar mimpi" anda! Godspeed!

    BalasHapus

Template developed by Confluent Forms LLC