08 Oktober 2013

karena yang saya cari hanyalah kebahagiaan

belakangan, ga belakangan sih, entah dari kapan, gw punya satu hobi yang ga habis": ketawa.

kenapa ketawa? karena ketawa itu gratis HAHAHAHAHA. tuh kan baru aja gw ketawa.

tertawa itu enak, semua penat lepas, dan ga punya efek pusing seperti nangis. ketawa itu (tertawa ato ketawa hayo? bodo amat sami mawon dah!) enak, apalagi kalo rame", seruuu!! dan ketawa itu......... harus diusahakan.

kalau ada orang yang nanya ke gw: what's your best quality? i'd probably say that i'm so (damn) good at having fun. gw selalu menemukan cara untuk bersenang-senang bahkan dengan biaya nol rupiah/euro/currency apa pun itu ahahahaakk. sayangnya belom ada yg pernah nanya itu ke gw. mehhh.

having fun itu mudah ketika gw udah sadar value dari uang. terus gw baca" juga soal bedanya orang indonesia, cina, dan bule (mungkin maksudnya bangsa aria?) dalam mengelola uang. turns out, gw lebih cocok dengan gaya bule. banyak sih, yang menganggap saving money ala cina itu the best way to live a wealthy and happy life, ya dengan menabung hingga nyaris 2/3 gaji bulanan and so on. sementara yang biasa kita sebut "bule" itu benar" pegang prinsip live while we're young.

mungkin buat kita" ini, kesannya mereka itu hedonis. hobi ngabisin uang. ga jelas uang yang dihasilkan ke mana. and so on. and so on. but in their job, they did good! gw pun masih kagum dengan cara mereka, terutama, dalam membagi waktu. dan lebihnya, mereka itu cepet banget mandiri, dan orang tuanya ga merasa 'kehilangan' anak terlalu cepat, karena itu juga yang mereka masing" alami sewaktu muda. mereka udah biasa cari uang sendiri buat liburan summer bahkan dari tingkat SMP, ga peduli seberapa tinggi taraf ekonomi mereka. dan travelling, sama sekali bukan barang mewah. bahkan itu hampir bisa dikatakan sebuah 'kewajiban' buat mereka, kenapa? karena lo ga akan bisa 'sesenang itu' travelling saat lo udah berumur dan mesti ngurus anak!

mari kita simulasikan. misal, di umur 20 awal, lo sangat rajin menabung, sehingga di umur 30 awal lo udah bisa beli rumah, beli mobil, punya keluarga anak istri/suami. terus lo udah punya jabatan tinggi di pekerjaan lo, atau bahkan lo sudah start up bikin perusahaan, sehingga waktu lo ga banyak. nah, kapan lo senang"nya? mau nunggu pensiun?

tapi mungkin, ada juga sih orang" yang jalan pikirannya beda sama gw. gw "membeli kebahagiaan" dengan perantara investasi pendidikan, having fun sama temen" terbaik gw dengan cara termudah: ngobrol ngalor ngidul, serta liburan entah ke mana yang belum tentu bisa gw kunjungi dua kali, semepet apa pun budget dan waktu kosong gw. ah ya, dan NYANYI! walau suara gw itu, annoying. HAHAHA. ada pula orang yang "membeli kebahagiaan" dengan nyicil rumah dan tanah dari sekarang. mungkin saat orang itu sudah punya rumah, gw masih luntang lantung, but i'm sure i won't have no regret then! besides, gw selalu nyicil nabung kecil" kok, walau 1/3 bagian pun tak sampai, hahaha. dan pula, ada yang "membeli kebahagiaan" dengan menjadi orang yang hebat dan diakui di kalangan tertentu, menjadi pemenang dalam suatu perlombaan, bahkan dengan cara mempunyai anak. banyak cara!

dan saat kebahagiaan sudah tak bisa dibeli, lebih tepatnya, seperti situasi gw di sini, ya, caranya adalah, cari lah yang gratis" itu!

lucunya, dengan kenekatan gw untuk mencari kebahagiaan tersebut, gw malah dapat lebih! contoh paling gila adalah saat gw mesti jalan kaki 1.5 jam dari suatu pameran gratisan ke residence kampus gw, berdua sama temen gw yang orang kamerun, gara" kehabisan bus. apa yang gw cari? hiburan penyegar otak di lokasi pameran. apa yang gw dapat? pengalaman bodoh jalan kaki yang bisa ditertawakan kapan saja! hahahahahaa!

jadi ya itu. mungkin hal" yang bisa ditertawakan itu terus datang karena memang itu yang saya cari. saya hanya ingin terus tertawa, dan membuat orang lain tertawa bersama saya. yang ga mau ikut tertawa, silakan, tapi jangan protes kalau saya cuma bisa tertawa melihat anda yang menahan tawa. hehehe ;)

ps: pikiran saya memang cetek, jangan dicontoh, hahaha.
pps: turns out gw ga begitu suka think big. capek.
ppps: apa pun yang gw jalani dan gw cita"kan itu (mungkin) hanya merupakan bentuk tanggung jawab gw sebagai mantan mahasiswa kampus negeri. karena salah rasanya kalau gelar saya cuma dipakai untuk senang". jadi gw hanya akan senang" kalau gw yakin gw bisa give back, dan mudah"an gw bisa :')
pppps: kalo gw diberi kesempatan untuk jadi dosen, gw mau berbagi 'nilai' ini sama mahasiswa" gw, dan mari lihat, siapa yang cocok sama gw, hahahaha
ppppps: i love teaching!
pppppps: dan kalo bener gw jadi dosen, mudah"an gw punya juga punya jiwa peneliti, yang ahem, sepertinya, tidak sebesar itu, aduh. gw lebih seneng ngajar. apa gw jadi guru sma aja? #ingetkomentarpaswawancaralpdp
ppppppps: sorry for the long ps'!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC