25 Januari 2014

so here goes, another part of life

orang: finally.... graduated! ^^
saya: finally..... graduated... :'(

hidup ini punya tahap. tahap hidup saya selama ini ditentukan oleh jenjang pendidikan. waktu saya naik ke sd dari tk, saya senang setengah mati ketika akhirnya mama ngasih saya itu baju putih merah. senang setengah mati dan benar" bahagia! seperti punya kehidupan baru, hehe.

juga ketika masuk smp, bela"in ke labschool buat ikutan kelas akselerasi, yang mana mesti nginep di rumah nenek (ngerantau kecil"an hehe), super-excited dengan berbagai kegiatan dan ekskul yang ditawarkan, dan super-excited punya kehidupan baru yang 'semi-mandiri!'

masuk sma, jujur, biasa aja. ga begitu excited. ga punya harapan khusus karena, ga tau ya, mungkin karena udah jauh" ke labschool kok sma-nya pulang ke rumah lagi, hahaha. tapi gapapa. jadi main lagi sama temen lama. jadi punya quality time lagi sama orang rumah.

dari sma ke kuliah, excited-luar-biasa. itb gitu itb itb! bandung!! akhirnya bisa merantau jugaaaaa walau hanya terpaut waktu sekitar 3-4 jam dari rumah, tapi akhirnya saya jadi anak rantau!

terakhir ketika lulus. well, mungkin karena saat itu juga saya masih belum punya stepping stone lanjutan yang pasti, saya sedih. benar" sedih. karena.... banyak hal.

hal pertama, mungkin mengenai kehilangan 'hak untuk tidak memikirkan orang lain,' maksudnya, yah, mulai lulus, segala sesuatu udah ada di tangan saya, dan apa pun yang saya lakukan, mau ga mau orang lain kena dampak dan saya ga boleh lagi egois mikirin diri sendiri. dan lagi, setelah lulus, masa depan benar" hanya beberapa sentimenter di depan mata. benar" terlihat dan dapat terjamah. dan saya takut.

saya takut ga bisa punya teman yang tulus lagi. saya takut saya tidak sukses. saya takut semua berjalan tidak sesuai rencana. dan yang tertinggi, saya takut kehilangan.

but that's life. ada awal, ada akhir. suatu akhir akan mengawali hal baru, begitu pula sebaliknya. berani berjumpa, berani berpisah. dan tak terasa umur sudah memasuki usia produktif. sudah seharusnya menghasilkan. tapi saya sendiri, masih banyak maunya. dan ternyata, saya tidak sekeras kepala itu. masih bisa goyah ketika mendengar kata 'kebebasan.' ahhhhh, kehendak bebas itu memang mahal harganya!

oke. mulai meracau. intinya. saya baru saja kehilangan. dan ini. adalah awal dari kehilangan" selanjutnya. satu"nya cara adalah, menghadapi kenyataan bahwa, ada saatnya saya mesti dewasa. berenti mikirin mau"nya gw dan mulai mikirin orang lain. mesti. walau. susah.

ps: beberapa hari lalu, salah satu mbah saya pulang ke rumah Bapa....

2 komentar:

  1. WA: gak usah takut kak...sepanjang walk with Jesus....mbah pelaut, kolonel pulak...gren pegusaha, eyang pegawai negri jujur....suatu akar yang istimewa...jadilah kokoh dan lembut....

    BalasHapus

Template developed by Confluent Forms LLC