27 Juni 2014

kutitipkan indonesia di bahumu

sementara.

kenapa? karena saya ga akan nyoblos. bukan hanya karena keadaan yang ga memungkinkan, tapi karena, yah, saya ga nyoblos.

kenapa? karena.. apa yah.. saya rasa siapa pun yang maju nanti, akan sama saja. bukan saya putus asa pada bangsa, tapi, setelah saya baca dan tonton beberapa hal belakangan ini (wajib tonton: the act of killing, karya joshua oppenheimer), saya malah ngerasa, ada sebuah setting yang, entah apa dan entah bagaimana, ujung"nya akan sama saja.

saya ga begitu suka politik. ga pernah tau mana teman mana lawan. apa mungkin lagi" ini efek nonton film: kalo kata michel gondry, suatu dunia yang diciptakan oleh penulis naskah dan sutradara, di mana penonton yang memutuskan, mau percaya atau tidak pada dunia lain tersebut.

jadi, untuk saat ini, saya tidak memilih. liat aja. begitu satu calon maju, eh, jutaan calon lain tiba" mundur. apa coba?

saya rasa benar kata teman" saya dahulu. sebenarnya kita (saya) ini sedang hidup dalam menara gading. saya bergaul dengan teman" yang setara secara intelektual sama saya. yang katanya, cuma sekitar satu persen dari seluruh penduduk di indonesia. terus yang sembilan puluh sembilan gimana? padahal bisa dibilang, yang menentukan nasib bangsa ini, ya yang sembilan puluh sembilan persen ini. yang kerjaannya tiap hari nonton tv. yang aksesnya ke pendidikan mungkin ga semudah yang satu persen itu.

hmm.. saya rasa setahun sebelum doktorat, saya pengen ikut indonesia mengajar. saya pengen berbuat, tapi saya lemah sama beberapa hal. dan sepertinya, ngajar bisa jadi jembatan saya untuk berbuat, amin hahaha.

songong banget yak, 'sebelum doktorat,' cem betul ajah! :p

bonus: salah satu mainan sayaa! unyu yah seabed-nya. yang DTM pake multibeam yang titik pake singlebeam huyeehh.

ps: dua orang teman saya udah tunangan, dan katanya bakal ada yang nyusul. dan saya mulai apatis soal percintaan hahaha. dan kemaren, saya baru nonton AADC lagi donk, dan super kangen ke toko buku!

pps: eugh.. what's with one of the candidates? kayaknya dia sengaja banget membuat dirinya sendiri kalah. cih, palingan ini cuma permainan good cop bad cop. dua"nya masih satu kubu palingan. haiah. kebanyakan mikir lo gep!

ppps: unik bagaimana umur (atau pengalaman?) dapat mengubah sudut pandang. i watched ada apa dengan cinta and gie again some days ago. and i didn't watch it the same way as i once watched. ini dua film keren. huyeh!

1 komentar:

  1. semangat ...cinta datangnya seperti pencuri..percaya deh (WA)

    BalasHapus

Template developed by Confluent Forms LLC