21 Juli 2014

my thoughts on belief

tulisan ini dibuat di leidschendam, belanda, hari senin tanggal 21 juli 2014, pukul 01:11 waktu musim panas eropa tengah (GMT+2).

saat tulisan ini dibuat, timeline facebook gw penuh dengan foto" pembantaian massal palestina oleh israel, kemarahan orang" lewat status dan saling adu komen, serta calon presiden saya sampai saat ini masih ada dua, mudah"an dalam hitungan jam saya sudah punya presiden baru.

one thing i always hold, is talking about this palestinian-israeli war. why? because it's a waste of time. normally when people come up with the idea of talking about it, i would rather listen than talk. why again? because honestly, i know very little, or even nothing, about it. i only have speculations that i can't even be sure of.

namun siang ini, temen gw ngepos satu video di timeline-nya, yang jujur, bikin gw panas. apa isinya? singkatnya, di jerman, ada seorang imam muslim yang diundang ke suatu gereja, ceritanya adalah dalam misi damai, understanding, kenalan.

tapi tebak apa, ada satu orang wanita yang marah" dengan sangat tidak proper, ketika si imam ini (sepertinya, karena gw ga begitu ngerti apa yang beliau lakukan) melakukan adzan di dalam gereja. dan iya, wanita ini emang udah niat protes dari awal kedatangannya, terus kena trigger dan langsung meledak.

belom abis panas gw, gw baca komen" di bawahnya, bukan dari komen temen"nya si temen gw ini #halah! tapi komen dari source aslinya. tebak apa, wanita ini malah dipuji habis"an karena 'membela kebenaran,' bahwa 'seharusnya imam ga boleh masuk gereja' dst. dst. dan sumpah, gw panas.

di titik inilah, gw, sebagai manusia, ciptaan Tuhan, sedih.

kecewa.

by this simple fact, sometimes i feel like, people are using God, as a reason of their own egoistic desire. itu tuh kayak, misalnya, temen lo ngeledekin bokap lo terus lo berusaha untuk 'membela bokap lo' dengan cara nonjok muka temen lo, atau bahkan ngebunuh temen lo. terus bokap lo bakal bangga dengan perbuatan lo? menurut lo bokap lo bakal seneng ngeliat lo dicap sebagai 'tukang pukul anak orang,' atau bahkan 'kriminal?' demi membela 'kehormatan bapaknya?' guys, PLEASE.

i don't even know what to say anymore, i just have to share this thought. i mean what's the point of 'being religious' if you think that you are 'licensed to kill?' are you THAT scared of not going to heaven? what is it actually that you're fighting for, ugh!

up to this second, i don't have any need to 'stop believing.' i still believe, because He is the one who i can always talk to. He is the one who understands me better, and He is the reason, the only reason, for me to live.

and not a reason, to kill.





ps: please do watch Baraka (1992) to get the idea of what i'm trying to tell you.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC