07 Agustus 2014

hidup di awan

sumber: google

awan yang satu ini bukan awan ala katon bagaskara.. tapi awan yang kita kenal sebagai 'cloud' #lahiya #apalagiemang bahahaha :p

iya, cloud as in, internet. sadar ga sadar, kita sudah sangat terbiasa hidup di awan. komunikasi, hiburan, berita, bahkan pekerjaan, semua bisa diakses melalui 'awan.' sosmed pun sekarang macem", pengen denger musik? puter 8tracks atau soundcloud, ga perlu deh punya satu list lagu tertentu di software pemutar lagu. nonton film? cari streaming ato donlot ilegal (khusus film" yang susah dicari!) via peer to peer. data" semua bisa ditaro minimal di email, dan tentunya, drop box.

tanpa kita sadari, dengan keberadaan 'awan,' keterikatan kita terhadap sesuatu menjadi tidak begitu berarti. contohnya, dulu kalo mau denger sheila on 7, mesti beli kasetnya, muterin kasetnya dari awal sampe abis ber-ulang" sampe orang rumah bosen. sekarang? tinggal ketik 'sheila on 7' di google, semuanya nongol. kita bisa dengerin lewat berbagai media yang udah gw sebutin, bahkan covernya dari berbagai musisi, baik amatir, maupun profesional. paling sehari dua hari bosen, terus ganti deh nyari musisi lain, misalnya 'ST12.'

kita jadi ga merasa perlu untuk 'punya' secara pribadi, karena kita terbiasa berbagi. kalo lagi galau, bisa nulis di wall facebook 'knp hdup aq bgini.. aq capeqq!!' dan tinggal nunggu hitungan menit bakal ada respon 'qmu knpp?? crita sm aqqqqq!!!!!!' dan post pun jadi panjang, tanpa peduli dia 'teman baik' atau 'hanya teman' bahkan 'who the hell is this person anyway' bahahaha.

beda dengan dahulu, ketika kita pengen curhat, mesti nelpon temen, pake telpon rumah, ga boleh lama" ntar bayarnya mahal, kadang mesti curi" pas ortu ga di rumah ato udah bobo biar ga dimarahin telponan kelamaan. mau cerita aja susahnya minta ampun.

yap, kita memang sudah hidup di awan. bagusnya, awan membuat kita belajar, bahwa ga ada yang 'pasti dan tetap' di dunia ini. selalu ada datang dan pergi, awal dan akhir. semua harus terus berjalan ke depan, dan yang namanya teman, sahabat, keluarga, kerabat dekat, bagaimana pun kita menyebutnya, itu ada di mana saja, dan bisa berpisah kapan saja. that's life. karena awan pula, kita tetap bisa selalu terhubung dengan mereka, di mana pun mereka, dan nyaris kapan pun.

dan awan membuat kita semakin menghargai, akan apa yang benar" kita miliki. apa yang selalu ada, dan tak pernah hilang :')

ps: ditulis sesaat setelah room mate satu lagi pulang kampung. terinspirasi dari kehidupan semi-gypsy-nya. "i always find a place to stay, got used to the routine and the people i met like i really love them they're so great, but there's always a time that i have to leave, and i hate it!" dan sekarang gw sendiri, in this house for 4.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC