02 Agustus 2014

kenapa travelling?

yo! mungkin sebagian dari kalian ber-tanya", ngiri #hahay! atau bahkan mengutuki gw atas kesenangan gw terhadap travelling #yiha! semua berawal dari satu pertanyaan: kenapa travelling?

well, menurut gw, travelling itu lebih dari sekedar jalan"-poto"-pamer, walau memang, tiga hal itu tak bisa diindahkan, bahahaha #gaplok! OKE kembali ke topik.

buat gw, travelling itu, salah satu cara membuka mata. lah emang selama ini merem gep? bukan. bukan itu. tolong segala sesuatu jangan diartikan secara harafiah ya, tolong, tolong. membuka mata maksud gw adalah, ketika kita terbiasa dengan sesuatu, kita secara ga sadar bakal 'attach' sama hal itu dan menganggap hal itu benar di atas yang lain. pokoknya semua orang salah, gue yang bener!

nah, 'kebiasaan' ini bisa bahaya! kita bisa setres, bahkan, bunuh diri, ato bunuh orang, akibat melihat, atau mengalami 'ketidak-biasaan.' tau kan, konflik itu selalu muncul dari ketidak-sepahaman. misal, gw ga suka duren. gw menganggap duren itu haram, ga seharusnya dimakan, ga ada gunanya, cuma bikin penyakit. tapi di luar sana ada orang yang memuja duren, bahkan mengklaim duren sebagai buah kuldi, yang bikin adam dan hawa jatuh dalam dosa. kalo gw ga travelling, mungkin gw ga akan pernah 'melihat sendiri' fakta ini, dan sekalinya ketemu 'sang pemuja duren,' gw bisa sakit jiwa: JANGAN MAKAN BUAH ITU! JANGAN! JANGAAANNN!!!!! terus kepala gw ketiban duren. yang adalah sakit, bukan nyenengin --'

SOOOO, dengan travelling, kita akan terbiasa dengan hal" yang tadinya kita anggap 'tidak biasa!' tiap daerah punya trik survival masing", scamnya beda", jenis turisnya beda", cara seneng"nya pun berbeda. belum lagi orang" yang kita temui, dari yang jauuuuhhh lebih alim dari kita sampe" diri ini rasanya kotor-bersimbah-dosa, sampe orang" yang hidup bebas dengan segala sesuatunya yang serba bebas if-you-know-what-i-mean (tuh kan! ini contohnya! ini culture kita, ga biasa ngomong yang tabu tabu di depan umum, yang pasti ada orang di luar sana yang nganggep 'plis, biasa aja, plis' hahahaha)

TERUUSSS dengan travelling, jiwa survival kita terasah gila"an! mulai dari baca peta, gimana caranya biar tetep survive dengan pengeluaran seminim mungkin, dan jadi jago ngitung soalnya tiap mau beli sesuatu di-convert dulu ke rupiah #HAHAHAHA atau paling tidak, buat gw pribadi, ke euro #gayalugep! selain itu, ketika kita berusaha untuk survive, kepercayaan diri kita jadi melunjak! gw adalah orang yang ga suka nanya, lebih tepatnya, malu bertanya. mending nyari sendiri daripada nanya, sesat di jalan pun tak apa, hahahaa. tapi akhirnya ada saat" di mana gw 'mending nanya' dan yap, kumpulkan semua energi daaannnnn... "umm.. excuse me, could you help me for a moment?" SCORE!!

terakhir nih.. emang sih, yang namanya travelling itu butuh duit, waktu, dan tenaga. duit: JELAS. no money no travel, itu prinsip gw sampe sekarang, karena gw bukan hardcore backpacer, cuma middle-class traveller hahaha. gw cuma seneng jalan", bukan 'hobi travelling.' WAKTU, ini juga krusial, karena ketika kita mau tekan pengeluaran, kita mesti invest waktu untuk browsing tiket/penginapan murah, bikin itinerary, dan tentunya, waktu kosong itu sendiri! dan yap, tenaga. jaga kesehatan, beneran deh. ga enak rasanya travelling pas lagi sakit. TAPIII ketiga hal itu bener" kebayar ketika, in your 30s, you might still be renting an apartment ato rumah kontrakan with your spouse, you might still have 'enough' amount of money, you might still have to work things out, but you look back at your 20s, the moment when you have all the money, time, and energy to yourself, not to your spouse, family, even future family, you'll have no regret, that...... you have LIVED :)

room mates yang gw ceritain di dua post sebelum ini. diambil pas yang tengah pulang kampung, sedih deh :( "you know what glen, i don't feel like i'm your little sister here." "then what?" "i feel like i'm your MOM!"
ps: ahem. travelling itu... juga... melatih kita... untuk......... move on, HAHAHAHAHA. jadi terbiasa meninggalkan-dan-ditinggalkan. dan yang ditinggal itu, selalu jauh lebih sedih daripada yang meninggalkan.. hukhukk..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC