17 Agustus 2014

on nationalism

since my last post was pretty cool #youwishgeb i will make a less cool post then heheh.

seperti biasa, gw selalu ragu akan dua judul. kali ini gw ragu akan membahas hasil 16 personality test ala carl jung gw yang terbaru, atau peringatan kemerdekaan indonesia yang jatuh pada hari ini. topik pertama nongol karena, saking ga percaya-nya kalo sekarang gw INTJ, gw ambil tes ini ber-kali" dari website" berbeda dan, hasilnya selalu sama. dan lo atau apa lagi yang gw temukan?

“The INTJ personality type is one of the rarest and most interesting types – comprising only about 2% of the U.S. population (INTJ females are especially rare – just 0.8%)"
http://www.16personalities.com/

tadinya gw mau bangga, i'm one of those crazy 0.8%! tapi pas sadar kalo ini cuma US population, statement ini jadi garing. jadi males ngebahasnya bahahah. but still! contoh orang" yang dianalisis memiliki kepribadian INTJ antara lain: Isaac Newton, Augustus Caesar, Karl Marx, Friedrich Nietzsche, Mark Zuckerberg, Stephen Hawking, Martin Luther, Niels Bohr, Jean-Paul Startre, i mean how cool are they?!

oke, back to topic.


merdeka yah, merdeka.

jujur, di usia 23 tahun ini, terutama setelah melihat dunia di luar merah putih, sudut pandang gw terhadap beberapa hal jadi berbeda. yang tadinya hyper-nasionalis (iya, bisa gw bilang hyper) jadi lebih 'world view.' tadinya gw sangat mengagungkan kemerdekaan. mengagungkan indonesia. bangga berlebihan, mungkin, dan ya, gw termasuk orang yang 'merasa terjajah' ketika sumber daya kita diambil bangsa lain dan blablabla.

namun, setelah melihat hal" berbeda di luar sana.

ada satu pikiran yang mengganggu. bahwa, orang" yang datang ke indonesia untuk mengambil sumber daya kita, mereka salah apa?

i'll make it easier for you. kenapa dunia ini fokus banget sama yang namanya minyak? karena minyak penting! transportasi darat-laut-udara? butuh bahan bakar! dari mana? minyak! plastik? minyak! aspal? minyak! dan siapa konsumen utama minyak? ya negara" maju.

masalahnya, ga semua negara maju ini punya minyak di tanahnya. punya pun, produksinya ga seberapa dibanding dengan permintaan. well, kecuali, amerika. they're lucky as hell. maka itu mereka nyari minyak di tempat lain, dan negara" timur tengah sangat beruntung bahwa mereka diberkahi ladang kaya minyak dan gas bumi yang bikin mereka bisa kaya tujuh turunan di mana turunan kedua sampe ketujuh ga perlu banting tulang buat ngisi perut. ya, mereka menikmati 'hasil bumi' yang merupakan 'berkah Tuhan' yang mereka 'punya' tanpa bekerja. sementara yang nyari dan nemuin minyaknya, siapa? ya yang mereka sebut 'asing' itu!

mungkin ga semua dari kita tahu, bahwa indonesia punya kebijakan, di mana pun oil and gas company mau nambang, mau onshore atau offshore, 85%-nya adalah hak bangsa dan negara indonesia. jadi buat eloh eloh yang tereak tereak kalo sumber daya kita 'dijajah asing,' pikir lagi deh.

yang gw ga ikhlas ada dua. pertama, kita jadi bego. pemerintah kita tinggal terima 85% jatah (well, walau pastinya para oil company cari cara gimana biar ga 85 85 amat, lo pikir drilling segampang goyang ngebornya inul? lo ngebor aja punya resiko encok kan?!) dan ini menyebabkan, kita 'malas' eksplorasi sendiri. kalo bisa terima jadi, kenapa mesti kerja lebih? kedua, oke, mereka punya kebijakan 85%. terus yang nikmatin duitnya siapa? yang bikin kebijakan? apa sih yang mereka lakukan dibanding orang" yang katanya 'asing' tapi setengah mati nyusun strategi survey, analisis ini itu, mempertaruhkan biaya dan kadang, nyawa manusia, demi lo bisa ke kantor besok pagi dan kantong plastik belanjaan bulan ini?

kita suka salah persepsi tentang merdeka. bahwa ada bangsa lain yang membutuhkan keberadaan kita, bukan berarti kita dijajah! yang salah adalah, jika mereka memperlakukan kita secara tidak wajar. ya contohnya, kerja paksa membabi buta oleh jepang waktu mereka butuh suplemen buat perang dunia kedua, itu penjajahan, karena sisi kemanusiaan hilang di sini. dan ya, waktu belanda mempekerjakan pribumi untuk membangun jalur anyer-panarukan, itu juga penjajahan. ada sisi di mana yang menjajah leyeh", dan yang dijajah kerja keras sampai kadang harus meregang nyawa.

bandingkan dengan kasus oil and gas yang barusan gw jelaskan. masih bisa bilang mereka menjajah?

belum lagi bicara sumber daya makanan. sejak hidup di belanda, walau singkat, gw jadi tau kenapa mereka bela"in pulang-pergi ke sunda kelapa di jaman VOC dulu, dengan teknologi kapal yang ga secanggih sekarang. mereka ga punya rempah! but they LOVE it! pernah nyobain makanan asli belanda? bleh. in dessert they won, dan bitterbalen pun rasanya tidak buruk. tapi menu utamanya?

dan yang namanya restoran indonesia udah kayak McD di sini. di mana" ada, dari gw heboh, sampe bosen sendiri ngeliatnya. dan kebanyakan diset 'classy' jadi bisa disimpulkan, yang makan itu yang punya duit. dan setelah ngobrol dengan random dutch people in here, hampir semua mengatakan "i love indonesian food!" dan bilang makanan belanda ga ada rasanya. see?! see?!

gw datang dengan keinginan merenungkan kemerdekaan di tanah penjajah. bok, gw dapet 17 agustusan di belanda, deket den haag pula, gimana ga heboh dalam hati? namun entah mengapa hari ini, semangat itu ga ada.

perjuangan para pahlawan 69 tahun lalu (wow, udah lama banget yah) melawan para penjajah 'asing' sudah berlalu. penjajahan yang kini kita hadapi, menurut gw, adalah dari penguasa kita sendiri. dari orang" yang meraup keuntungan tanpa bekerja. orang" yang melakukan cara apa pun demi mempertahankan kekuasaannya, tanpa mengindahkan sisi kemanusiaan. dan bahkan, dari orang" yang menganggap bahwa mereka 'punya kuasa' untuk menindas kaum" tertentu yang 'tidak sepaham' dengan mereka. these are the ones we should be afraid of. these are the ones we should raise our fists to. these stupid ignorant people who only want to make our peaceful life disturbed.

gabriella alodia
17 agustus 2014
leidschendam, the netherlands

ps: yah, ga bisa dipungkiri, tiap kali ngeliat bendera belanda, seringkali ada hasrat untuk merobek bagian birunya hahaha! favourite historical moment!

2 komentar:

Template developed by Confluent Forms LLC