29 November 2014


terinspirasi dari seorang teman jomblo yang baru saja mendapatkan kembali rejekinya. didukung oleh ketampanan seorang pria dari republik ceko yang semakin tampan ketika ia mengatakan bahwa ini adalah motto hidupnya, di kelas bahasa perancis dua minggu lalu. cie cie :3 :3

26 November 2014


gaya hidup anak pesisir #asek (alodia, 2014)

21 November 2014

Dear God,



if i had a chance,
to really talk to You,
for just one moment,

i would only like to hear,
the answer of this one question,



what do You want from me?

and yes,
i'd be happy to serve You,
as i have no power,
but Yours :)

19 November 2014

no matter how grown up, crazy, or courageous i'd been..


when it came to opening e-mails,
i'm still that moon eyed little girl,
whose heart beats faster than ever,
whose breath lost for about three seconds,
and who is insanely terrified,
by the fact that,
the mail have to be opened,
soon

ps: the fact that God is good, is a perfect reason to be good to others :')

14 November 2014

oleh-oleh dari EEP: bagaimana seseorang menilai CV dan projet professionnel-mu?

huyeh! setelah sekian lama, saya kembali menulis sesuatu yang berguna! yang apa? yang berguna!

saya: eeeeeiyy
penonton: eeeeeiyyy
saya: oooooouuw
penonton: ooooooouuw
saya: eyow!
penonton: eyow!
saya: begadang jangan begadaaang~
penonton: *joged*

oke baiklah. jadi ceritanya saya abis EEP tadi, alias Entretien d'evaluation professionnelle. dan apakah itu? saya juga baru tau sodara", intinya sekolah saya ceritanya mempersiapkan murid"nya untuk memasuki dunia kerja. kalau sempat baca pos saya beberapa hari lalu, itu adalah 40 menit yang didedikasikan untuk setiap pribadi (baca: pri-ba-di) untuk simulasi wawancara kerja, penilaian, serta sharing dari dua orang juri yang memang memiliki pengalaman di bidang tersebut. lengkap dengan CV dan projet professionnel yang mesti dibawa dan dipresentasikan secara singkat.

nah, berhubung saya kuliahnya di prancis, jadi mungkin ini penilaiannya orang prancis kali yah, mudah"an secara umum karena tadi juri yang satu itu pengusaha bingits yang punya beberapa developing enterprises, terus yang satu lagi orang dari marine nationale-nya perancis #jedengg

jadi formula di sini ga jauh beda: seorang yang "warm and welcoming," dan seorang yang "cold and mengusir-ing" #naongeb #lemparjauh!

oke! dimulai dari projet professionnel, karena itu hal pertama yang ditanyakan dari segalanya!

buat yang ga tau apa itu projet professionnel, silakeun googling dulu sebentar. singkatnya, dokumen tersebut berisi rencana kehidupan profesional kita ke depan, dalam jangka waktu beberapa tahun. biasanya orang" sini bikin semacam 'proposal hidup' yang terdiri atas sekitar 2-3 lembar, tahun segini mau ngapain, terus abis itu ngapain, dst. dst. saya sendiri bikin planning sembilan tahun ke depan, dalam bentuk tabel!

terinspirasi dari jadwal kuliah tahunan ala prancis yang bisa dirangkum dalam satu halaman bahkan untuk beberapa tingkat perkuliahan mahasiswanya #bravo! saya pun berhasil merangkum sembilan tahun kehidupan saya ke depan dalam satu halaman, lengkap dengan Plan B-nya! dan tebak apa, respon beliau" ini sangat baik di luar dugaan!

si bapak baik: seumur hidup baru sekali saya melihat projet professionnel dalam bentuk tabel. pake Plan B pula! di Indonesia emang biasanya begini yah?
si saya: sebenarnya pak, Indonesia ga mengenal projet professionnel, jadi saya ngarang sendiri *senyum manis manja grup* *kedip kedip cantik*

1st moral of the story: jangan takut dengan inovasi! pede aja asal yakin sama gaweannya, weheheh ;p

setelah curhat-maruhat soal rencana ke depan, mulai lah dibahas beberapa poin dalam CV. perlu diketahui bahwa untuk seorang fresh graduate #asik jumlah halaman CV yang disarankan di perancis adalah satu lembar saja! tidak lebih! jadi mepet"in segala space yang ada dalam satu halaman (God bless microsoft word's ruler and margins) serta ngapus"in hal ga penting di CV (pernah menang lomba balap karung sekecamatan? aduh.. apus aja kali ya.. ganti sama menang lomba baca puisi sekabupaten #loh) akan menjadi hal yang sangat menantang!

jadilah! selembar CV cantik lengkap dengan satu-paragraf-tiga-baris profil singkat, riwayat pendidikan, pekerjaan, organisasi, dll. dll. yang kira" penting. mulai ditanyain deh itu poin per poin.

"kamu pas magang di sini, kerjanya ngapain?"

"kamu suka ikut conference, pernah jadi pembicara gak?"

"kamu bisa bekerja dalam tim?"

dan yang paling tidak gw sangka" adalah:

"dari tadi kita ngobrol soal kehidupan profesional kamu, tapi bagaimana dengan kamu secara pribadi? kamu hobinya apa? apa yang bisa bikin kamu senang?"

nah terus setelah ngobrol cas-cis-cus-la-la-la-li-li-li, si bapak baik ngomong: "CV kamu terlalu modest, yang kamu ceritakan lebih menarik dibanding dengan yang saya baca," dan si bapak galak nambahin: "kamu terlalu banyak nulis fungsi, tapi tidak dengan realisasinya."

2nd moral of the story: kalo kita mencantumkan suatu tanggung jawab yang pernah kita emban, tulis pula realisasinya!

misal dirimu menulis, "Ketua Perayaan HUT Kemerdekaan Indonesia ke-59 di Gang Senggol, Bekasi," kasih satu kalimat singkat seperti "Memimpin 59 anak muda se-Bekasi Raya, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dalam penyediaan kerupuk, tali rafia, serta karung goni yang kini mengalami kelangkaan." dengan begitu si pembaca pun bisa melihat seberapa besar kapasitas kamu sebenarnya, hehe.

terus terus, ternyata hobi itu juga penting!

cukup satu atau dua kalimat di akhir CV mungkin, menjelaskan apa yang kita lakukan di waktu senggang. pas gw tanya "emang sepenting itukah menulis hobi di CV?" jawabannya kira" begini "ya, cukup penting sih, dari sana bisa dilihat kamu orangnya gampang stress atau nggak."

so, 3rd moral of the story: jangan pernah meninggalkan dan mengesampingkan hobimu! #cupcupmuach!

oke, karena tiga itu angka bagus, lebih banyak dari dua, dan lebih sedikit dari empat #naon saya akhiri dulu sharing" unyu tengah malam ini (eh sekarang di komputer saya 00:00 loh!) (dan sekarang udah 00:01 -___- garing). sukses buat teman" yang lagi cari internship atau bahkan mencari kerja!

bonus: foto kamu harus 'lebih cakep' dibanding pas kamu interview. reviewer mungkin hanya akan sekali"nya itu melihat CV-mu dan kadang kebaca loh sifat kita dari air muka nyehehe. ya kali" aja reviewer itu jodohmu, siapa yang tau. dan tenang. ini bukan 4th moral of the story. bukaaaan bukan ;p

10 November 2014

bicara dengan citra #2 (saretta n. paramitha, 2014)

06 November 2014

antara lanjut riset atau bekerja terlebih dahulu: karena galau itu produktif

post ini disponsori oleh: mid-atlantic drift! (sumber: google)

seperti biasa, zaman baru akan selalu diawali dengan: kegalauan. galau karena zaman yang lalu segera akan berlalu, galau akan beberapa jalan yang mesti secepatnya dipilih, dan terutama galau akan "terus kalau saya begini pulang nanti saya ngapain yah?"

kenapa pulang? karena sampai sekarang ujung dari cita" saya tetap adalah: pulang. ceritanya, umur tiga puluh satu saya sudah menetap di indonesia, yang adalah, tebak apa, delapan tahun lagi.

waktu yang singkat bukan?!

terlepas dari 'kekangan' waktu tersebut, akan saya jabarkan kegalauan saya akhir" ini, terutama sejak judul tesis terpampang di depan mata. biar ga terlalu serius, saya ganti kata 'saya' jadi 'gw' aja yak, nyehehe~

gw sekarang udah punya judul tesis. besok mau ketemu pembimbing, dan mudah"an, besok deal, yuhu!

gw seneng sama judul tesisnya! walau sejujurnya dari semua bahan yang dikasih, gw jauh lebih payah dibanding meraba-raba -___- but above all, i'm overly excited with it!

yang bikin pusing adalah, pertemuan pertama sekitar dua minggu lalu, keluarlah pertanyaan tersebut "et après vous allez faire une thèse?" di mana "faire une thèse" kalau diterjemahkan bukan berarti "nulis tesis" tapi adalah "ambil doktorat" JEDENG!

"je ne sais pas encore, madame. je suis en train d'en penser, car j'ai aussi le plan pour travailler ou faire un petit pause avant que je faire une thèse. je l'ai bien envie, mais je ne suis pas sûr si je pourrai en faire directement après que je finis mon master."

yak ditranslet sendiri yak, feelingnya beda kalo gw nulis bahasa endonesianya. ini kerasa banget panik dan ga siapnya gw pas ditanya hahaha ;p intinya gw bilang gw pasti bakal doktorat, tapi ga tau bakal langsung apa kerja dulu apa malah 'nganggur' dulu.

berangkat dari pertanyaan si madame, mulai lah gw hunting, emang topik doktorat di dunia ini apa aja sih? terus gw mulai baca" segala referensi yang si madame kasih buat bekal pertemuan esok hari.. terus nontonin beberapa video di youtube mengenai hal" yang bersinggungan juga dengan topik.. dan yak..... setitik jiwa yang gw tau ada tiba" muncul secara menggebu-gebu.

INI KAN ILMU YANG DULU PENGEN GW PELAJARIN OOOI!!!

seperti bertemu dengan gabriella yang lama gw tinggalkan, gw kembali ke dunia riset, dan lagi, ini benar" riset kebumian! ke-bu-mi-an! bu-mi!

kini permasalahannya adalah, abis ini mau hajar doktorat atau kerja dulu?

di satu sisi, gw capek. gw pengen kerja. make real money. dan kapan lagi gw punya energi sebanyak ini untuk kerja offshore?

di sisi lain, walau (pasti) bakal bikin frustasi, riset itu menarik! dan secara keuangan, gaji bulanan seorang calon doktor di perancis itu cukup lah, untuk hidup dan nabung kecil"an. selain itu, kesempatan untuk nulis paper dan mempresentasikannya di beberapa konferensi itu terbuka sekali dalam jangka waktu 3 s/d 4 tahun doktorat!

itu dari keuangan. sekarang dari sisi kebermanfaatan.

kalau gw kerja, manfaatnya sangat jelas, di mana orang" akan langsung menggunakan hasil kerja gw. kalo gw kerja jadi surveyor offshore misalnya, hasilnya jelas, gw punya data bawah laut dari suatu tempat sesuai permintaan klien, salah atau benarnya pun jelas, karena sudah ada yang namanya standar toleransi dan bagaimana cara terbaik untuk mencapai standar tersebut. lebih jauh lagi, karena ujungnya tetap dosen, gw bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi ketika gw bekerja offshore. jadi apa yang gw omongin di kelas ga sekedar teori, tapi bener" apa yang terjadi di sana.

kalau gw riset, manfaatnya ga langsung dirasakan. mungkin apa yang gw riset baru akan berguna puluhan atau ratusan tahun setelah gw menerbitkan paper tersebut. mungkin juga dalam jangka waktu ratusan tahun kemudian paper gw akan runtuh oleh paper" lain. gw benar" mengabdi pada ilmu pengetahuan itu sendiri, dan ga pernah tau, orang bisa "bikin apa" dari hal yang gw teliti. dan di kelas, gw hanya akan bisa menjelaskan hal" yang ga jauh dari riset gw, serta beberapa materi fundamental, seperti, yah, statistik, dan sahabat kita bersama di geodesi, kuadrat terkecil.

sekarang, dari sisi 'apa yang bisa saya bawa pulang.'

kalau gw kerja, jelas. yang gw bawa pulang: uang! kenapa uang penting? karena, at least kalau gw ga punya tenaga dan pikiran yang cukup untuk berbagi, gw bisa naro uang tersebut di yayasan" tertentu yang kira" satu visi dengan gw. gw lelah bekerja pun, uang yang sudah gw hasilkan bisa gw gunakan bahkan untuk bikin yayasan baru. sampe sekarang sih sejujurnya gw belum kebayang gw bakal ikut aksi di bidang apa, tapi jelas, apa yang didapat, tetap harus dibagi :)

nah, kalau gw riset, uang bukan merupakan hal yang bisa dibawa pulang. dibanding dengan bekerja, gaji researcher itu ga seberapa. terutama di bidang kebumian, yang, kembali lagi, fundamental sekali. mungkin beda kali yah kalo riset gw di bidang" yang lebih ke arah pengembangan teknologi, cem om" di big bang theory itu tuuh~ nah terus kalo pulang, mau lanjut riset? wah cuy. riset" fundamental itu, sayangnya, tempatnya ga di indonesia sih. hingga kini, yang gw perhatikan, riset yang 'bisa dibiayai' di indonesia itu, ya adalah riset yang langsung menyentuh masyarakat. sementara ilmu yang sedang gw baca ini, fundamental sekali. bisa sih, gw lanjut nih, riset terus, riset terus, tapi terus apa yang dirasakan orang lain atas apa yang gw lakukan?

jelas kan. yang ketiga ini, yang paling berat. ketakutan terbesar gw adalah, ketika gw benar" ambil jalur riset, karena pada dasarnya gw memang cinta mati dengan proses membaca dan menulis, gw jadi penggila ilmu yang, ngilmuuu terus, dan ga bisa ngebagi ilmunya ke orang lain, karena udah 'ketinggian.' bertahan hidup, pasti bertahan. tapi apa gunanya hidup kalau orang lain ga merasakan keberadaan gw?

lalu muncul sebuah kalimat dari bukunya tea yang ga sengaja gw baca pas ke montpellier kemaren:

"Don't try to be useful. Try to be yourself: that is enough and that makes all the difference."
- Paulo Coelho, Manuscript Found in Accra

JEDEENNGGG!!

nah pusing kan lo pusing kan?

jadi hingga sekarang.. saya masih di antara dua pilihan tersebut, dan sayangnya, akibat kalimat ini, saya kini cenderung ke arah....... riset lagi -____-' DAMN YOU FRIKKIN BOOK!!

ah kan, jadi ngomong 'saya' lagi.. gini nih kalo gw udah serius mode on, hahaha. ah... baiklah.. mari kita lihat apa yang terjadi esok hari. akankah saya masih semenggebu dua minggu lalu. yang jelas, saya masih menikmati apa yang saya baca hingga sekarang :)

ps: gw juga puyeng gegara TERNYATA bakal ada semacam 'ujian' buat masing" mahasiswa di kampus gw yang intinya mempertanyakan dalam 40 menit 'apa yang akan saya lakukan selepas saya lulus' dan giliran gw adalah..... minggu depan -____-' semoga beberapa hari ke depan dapet pencerahan, huyeh!

pps: saya makin cinta sama sekolahan sayaaa~

03 November 2014

ingin seperti perpus kampus saya

Médiathèque ENSTA Bretagne (sumber: http://www.ensta-bretagne.fr/)

kecil, compact, tapi segala yang dicari ada ;)
mari nesis!
 
ps: iya saya masih rajin bolak balik pinjem natgeo sama kadang" time. aaaa cintaaa~~

01 November 2014

bicara dengan citra (alodia, 2014)
Template developed by Confluent Forms LLC