14 November 2014

oleh-oleh dari EEP: bagaimana seseorang menilai CV dan projet professionnel-mu?

huyeh! setelah sekian lama, saya kembali menulis sesuatu yang berguna! yang apa? yang berguna!

saya: eeeeeiyy
penonton: eeeeeiyyy
saya: oooooouuw
penonton: ooooooouuw
saya: eyow!
penonton: eyow!
saya: begadang jangan begadaaang~
penonton: *joged*

oke baiklah. jadi ceritanya saya abis EEP tadi, alias Entretien d'evaluation professionnelle. dan apakah itu? saya juga baru tau sodara", intinya sekolah saya ceritanya mempersiapkan murid"nya untuk memasuki dunia kerja. kalau sempat baca pos saya beberapa hari lalu, itu adalah 40 menit yang didedikasikan untuk setiap pribadi (baca: pri-ba-di) untuk simulasi wawancara kerja, penilaian, serta sharing dari dua orang juri yang memang memiliki pengalaman di bidang tersebut. lengkap dengan CV dan projet professionnel yang mesti dibawa dan dipresentasikan secara singkat.

nah, berhubung saya kuliahnya di prancis, jadi mungkin ini penilaiannya orang prancis kali yah, mudah"an secara umum karena tadi juri yang satu itu pengusaha bingits yang punya beberapa developing enterprises, terus yang satu lagi orang dari marine nationale-nya perancis #jedengg

jadi formula di sini ga jauh beda: seorang yang "warm and welcoming," dan seorang yang "cold and mengusir-ing" #naongeb #lemparjauh!

oke! dimulai dari projet professionnel, karena itu hal pertama yang ditanyakan dari segalanya!

buat yang ga tau apa itu projet professionnel, silakeun googling dulu sebentar. singkatnya, dokumen tersebut berisi rencana kehidupan profesional kita ke depan, dalam jangka waktu beberapa tahun. biasanya orang" sini bikin semacam 'proposal hidup' yang terdiri atas sekitar 2-3 lembar, tahun segini mau ngapain, terus abis itu ngapain, dst. dst. saya sendiri bikin planning sembilan tahun ke depan, dalam bentuk tabel!

terinspirasi dari jadwal kuliah tahunan ala prancis yang bisa dirangkum dalam satu halaman bahkan untuk beberapa tingkat perkuliahan mahasiswanya #bravo! saya pun berhasil merangkum sembilan tahun kehidupan saya ke depan dalam satu halaman, lengkap dengan Plan B-nya! dan tebak apa, respon beliau" ini sangat baik di luar dugaan!

si bapak baik: seumur hidup baru sekali saya melihat projet professionnel dalam bentuk tabel. pake Plan B pula! di Indonesia emang biasanya begini yah?
si saya: sebenarnya pak, Indonesia ga mengenal projet professionnel, jadi saya ngarang sendiri *senyum manis manja grup* *kedip kedip cantik*

1st moral of the story: jangan takut dengan inovasi! pede aja asal yakin sama gaweannya, weheheh ;p

setelah curhat-maruhat soal rencana ke depan, mulai lah dibahas beberapa poin dalam CV. perlu diketahui bahwa untuk seorang fresh graduate #asik jumlah halaman CV yang disarankan di perancis adalah satu lembar saja! tidak lebih! jadi mepet"in segala space yang ada dalam satu halaman (God bless microsoft word's ruler and margins) serta ngapus"in hal ga penting di CV (pernah menang lomba balap karung sekecamatan? aduh.. apus aja kali ya.. ganti sama menang lomba baca puisi sekabupaten #loh) akan menjadi hal yang sangat menantang!

jadilah! selembar CV cantik lengkap dengan satu-paragraf-tiga-baris profil singkat, riwayat pendidikan, pekerjaan, organisasi, dll. dll. yang kira" penting. mulai ditanyain deh itu poin per poin.

"kamu pas magang di sini, kerjanya ngapain?"

"kamu suka ikut conference, pernah jadi pembicara gak?"

"kamu bisa bekerja dalam tim?"

dan yang paling tidak gw sangka" adalah:

"dari tadi kita ngobrol soal kehidupan profesional kamu, tapi bagaimana dengan kamu secara pribadi? kamu hobinya apa? apa yang bisa bikin kamu senang?"

nah terus setelah ngobrol cas-cis-cus-la-la-la-li-li-li, si bapak baik ngomong: "CV kamu terlalu modest, yang kamu ceritakan lebih menarik dibanding dengan yang saya baca," dan si bapak galak nambahin: "kamu terlalu banyak nulis fungsi, tapi tidak dengan realisasinya."

2nd moral of the story: kalo kita mencantumkan suatu tanggung jawab yang pernah kita emban, tulis pula realisasinya!

misal dirimu menulis, "Ketua Perayaan HUT Kemerdekaan Indonesia ke-59 di Gang Senggol, Bekasi," kasih satu kalimat singkat seperti "Memimpin 59 anak muda se-Bekasi Raya, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dalam penyediaan kerupuk, tali rafia, serta karung goni yang kini mengalami kelangkaan." dengan begitu si pembaca pun bisa melihat seberapa besar kapasitas kamu sebenarnya, hehe.

terus terus, ternyata hobi itu juga penting!

cukup satu atau dua kalimat di akhir CV mungkin, menjelaskan apa yang kita lakukan di waktu senggang. pas gw tanya "emang sepenting itukah menulis hobi di CV?" jawabannya kira" begini "ya, cukup penting sih, dari sana bisa dilihat kamu orangnya gampang stress atau nggak."

so, 3rd moral of the story: jangan pernah meninggalkan dan mengesampingkan hobimu! #cupcupmuach!

oke, karena tiga itu angka bagus, lebih banyak dari dua, dan lebih sedikit dari empat #naon saya akhiri dulu sharing" unyu tengah malam ini (eh sekarang di komputer saya 00:00 loh!) (dan sekarang udah 00:01 -___- garing). sukses buat teman" yang lagi cari internship atau bahkan mencari kerja!

bonus: foto kamu harus 'lebih cakep' dibanding pas kamu interview. reviewer mungkin hanya akan sekali"nya itu melihat CV-mu dan kadang kebaca loh sifat kita dari air muka nyehehe. ya kali" aja reviewer itu jodohmu, siapa yang tau. dan tenang. ini bukan 4th moral of the story. bukaaaan bukan ;p

2 komentar:

  1. Kerenn Mbak :D sangat bermanfaat :)

    BalasHapus
  2. C'est impresionant ton experience de l'interview.. J'aime ton conseil pour reformuler l'experience professionnelle comme ce que t'as dit .. Je kiffe ce que t'as ecrit, Gaby ..

    BalasHapus

Template developed by Confluent Forms LLC