05 Februari 2015

pendidikan dan mentalitas

aheeuuyy.. membaca judulnya pun sudah aduhai.. ini serius ini si gebi yang nulis? hahaha.

setelah beberapa pos nyampah kemarin (beberapa? banyak, om :p), akhirnya terkumpul niat untuk menulis (sedikit) lebih serius. terinspirasi dari apa yang gw alami dan resapi minggu ini. ahaha.

beberapa hari lalu, gw kelas geofisika laut. praktikum lab kom lebih tepatnya. terjadilah sebuah 'percakapan' singkat.

dosen: nah, sekarang kita pake software ini. tapi ini buatan amerika. kalo mau make mesti bayar, tapi mereka ngasih gratis buat universitas.
mahasiswa: oohh #manggutmanggut
dosen: itu sebenernya strategi pemasaran. mereka kasih gratis ke universitas supaya mahasiswanya biasa make, dan begitu lulus ngerasa butuh untuk beli software itu karena ga biasa pake yang lain dan ga bisa bikin software sendiri.
gw: ..wow #dalamhati

kebanyakan dari kita, mahasiswa maupun pekerja teknik, mungkin sering banget taking for granted atas apa yang sudah software berikan pada kita. tinggal masuk"in data and poof! keluar hasil, di mana kerja kita hanya tinggal interpretasi, tanpa tahu apa yang ada di balik 'pekerjaan' software tersebut.

jujur, ini yang terjadi pada TA gw. saat sidang gw gagu ba bi bu pas ditanya soal apa yang terjadi di belakang software yang gw gunakan. ada persamaan apa aja, variabelnya apa, solusinya apa. masih suka merinding sendiri ngingetnya, hiiy.

nah sekarang, gw suka kesel sendiri sama temen" gw di sini. udah tau matlab enak, user friendly, kenapa mesti susah" belajar scilab, bahkan python, hanya lantaran dua"nya open source? udah gitu entah mengapa, siapa pun dosen luar yang kedapetan ngajar, mereka sangat bangga kalau punya software yang mereka develop sendiri. gw suka bertanya-tanya: whyyy? whyyyyyy???

dan kalimat dari dosen gw tersebut menyadarkan gw. cita"nya sesimpel ini: untuk menjadi manusia merdeka!

memang, keribetan orang" sini sering banget bikin gw gerah. mereka senang sekali bermain dengan apa yang di belakang, dan ga begitu mementingkan tampilan akhir, sementara di masa lalu, yang penting itu kosmetik, prosesnya ga ngerti" amat juga ngga apa". namanya masih belajar. tapi, kembali lagi. mereka melakukan itu semua demi menjadi manusia merdeka. manusia yang tidak bergantung pada siapa" kecuali diri mereka sendiri. dan itu membuat gw berpikir, it's pretty cool!

selain itu, gw baru aja ujian hukum laut. di dokumen pdf yang dikasih dosen gw, ada contoh kasus pembajakan pesawat yang berkali-kali dilakukan oleh komplotan bajak laut somalia. berkali-kali negara" yang meratifikasi UNCLOS 1982 merapatkan permasalahan ini, demi melawan aksi pembajakan tersebut. setelah melakukan pengamanan yang cukup, akhirnya tertangkap sebuah kapal bajak laut berisi sekitar 7 orang awak kapal. mereka diadili dan tebak apa? mereka hanya diberi hukuman 5 tahun penjara dengan pertimbangan bahwa, somalia adalah negara yang sangat miskin dan mereka membajak demi memberi makan keluarganya.

ironic isn't it?

dari cerita mengenai software dan bajak laut ini, gw berpikir, mungkin ini yah fungsi dari pendidikan. "memanusiakan manusia." membentuk mental! mental independensi, tidak bergantung pada siapa pun selain diri sendiri, serta tetap menggunakan hati nurani di atas yurisdiksi apa pun. hmm.

jadi sebagai orang" beruntung yang dapat mengecap indahnya pendidikan, what can we do? di mana kita dapat berkarya, dan untuk siapa?

bonus: peta pembajakan oleh bajak laut somalia tahun 2005 s/d 2011. arr.

ps: maaf agak berantakan, gw ngantuk, tapi mudah"an dapet idenya.
pps: auwh.. ingin secepatnya lulus..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC