01 Mei 2015

posisi poisisi dan posisi

beberapa hari yang lalu gw abis berantem sama seseorang yang, yah, dulunya kerabat dekat gw #haiyah! namun kini kami begitu berbeda #haiyah!

dari dulu sebenarnya gw tau kalau kami bersilangan pandang. mungkin karena udah lama ga ketemu juga kali yah, sehingga perbedaan sudut pandang itu semakin nyata. selain itu memang pada dasarnya kami tumbuh dari keluarga berbeda, bergaul di lingkungan yang berbeda, dan jarak membuat kami tidak dapat lagi saling mempengaruhi satu sama lain hahaha.

berantem apa sih?

ya ga berantem juga. bisa dibilang adu pendapat.

ya tapi tentang apa, cyin?

banyak coi. seperti biasa, yang selalu memancing gw untuk maju jalan adalah:

"ya lo kan cewe, gab. ga perlu mikir cari uang buat makan, beli rumah." dan lalala~

yak. makasih loh udah brought that up. lagi. masuklah kami dalam perdebatan panjang dari soal laki" yang, menurut dia, "wajib" cari uang dan lalalala terus wanita yang, menurut dia lagi, "wajib" lebih dekat sama anak". jadi bobot cowo di cari uang lebih besar dari wanita, bobot wanita di tumbuh-kembang anak lebih besari dari lelaki.

karena stand-point gw jelas, berantem lah kita soal ini. singkatnya gw bersilangan pendapat dengan dia karena, menurut gw, sudut pandang yang dia kasih itu (kalo bahasa kerennya, gw tau dari hasil selasar kebudayaan ppi prancis yang saik itu hahaha) merupakan hasil dari konstruksi sosial masyarakat sejak dulu. sedihnya, menurut gw seharusnya dia lebih dewasa menghadapi isu tersebut karena menurut gw lagi, orang yang gw ajak ribut ini punya tingkat pendidikan yang memadai.

dari situ tetiba dia nyinggung:

"jangan-jangan lo udah nyamain hubungan beda jenis dengan sesama jenis lagi?"

lah. kenapa jadi ke sana? gw pun bilang "please jangan ke sana karena gw belom punya stand point untuk hal itu." dan dia dengan sangat nyata bilang "enggak" terhadap isu itu namun dengan bahasa yang bikin gw pengen getok dan berkata dalam hati: "kenapa sih lo kaku banget?" ya gimana. toh gw bukan mendukung, hanya tidak menolak, karena gw memang masih belum banyak baca mengenai isu tersebut baik dari alkitab maupun buku" lain. jadi, y seperti yang gw nyatakan pada dia aja: "why not?" kenapa kacang? ;p

setelah ngobral ngobrol sana sini, kami kembali ke kehidupan masing" tanpa saling mengganggu. obrolan ini kalo ga salah terjadi setelah hukuman mati dijatuhkan pada terpidana narkoba di indonesia, yang menyebabkan semua orang tiba" jadi ahli hukum di facebook. terus lagi sebelumnya ada ribut" kan di pemilihan presiden bahkan pasca pemilihan presiden. dan banyak lagi orang ribut karena ini merupakan era di mana pendapat bisa disampaikan kapan saja, tentang apa saja.

sekarang pertanyaannya: apa iya di setiap kasus kita mesti punya stand-point yang jelas?

gw sendiri sekarang, orangnya cenderung netral. terlalu netral malah. kenapa? karena untuk memiliki stand-point yang jelas, perlu energi dan waktu lebih untuk menyelami kasus" tersebut. untuk peran lelaki-wanita dalam rumah tangga, stand-point gw jelas karena sample gw banyak berasal dari pengalaman gw sendiri di keluarga dan kerabat" terdekat gw. dan tanpa sengaja aja memang buku" yang gw baca itu, kebanyakan ditulis oleh orang" yang arahnya lebih ke feminis. tambah lagi, ga seorang dua orang yang memaparkan fakta betapa "dikesampingkannya" wanita akibat konstruksi sosial yang sengaja-ga sengaja kebangun ini. jadi, stand-point gw punya dasar yang jelas.

lah kalo soal LGBT? hukuman mati bagi WNA pengedar narkoba yang ternyata ditangkepnya udah dari 2005? kemajuan/kemunduran pemerintahan pasca SBY? itu kan gw mesti baca banyak sekali buku/sumber online yang bahkan harus gw pertanyakan keabsahannya. itu siapa yang nulis. terbit kapan. dan lagi, hal itu ga langsung terjadi di sekitar gw. sampe sekarang gw ga punya kerabat dekat yang, simply, openly gay. gw juga ga ada kerabat dekat yang pemakai, atau pengedar, atau bahkan penegak hukum yang kekuasaannya cukup tinggi. dan ga ada kerabat dekat yang masuk dalam pemerintahan pasca, bahkan saat dan pra pemerintahan om SBY.

intinya apa?

menurut gw. ga semua kasus kita mesti punya posisi lah. i mean, come on. kerjain aja tesis lo. kerjain aja tugas" dari bos lo. kumpulin aja itu duit buat jalan". selama kita ga punya waktu lebih untuk mencari sumber bacaan, jadi netral lah. posisi netral itu penting lho. ga semua orang bisa lihat kekurangan dan kelebihan dari dua stand-point berbeda.

jadi kalo ada orang nanya stand-point gw terhadap beberapa kasus, gw hanya bisa bilang, gw tidak mendukung, hanya tidak menolak. weheheh ;p

ps: kalo pengen ikutan ngobrol bersama orang" yang lebih pakar di beberapa isu dan ikut berdiskusi, ikutan selasar kebudayaan ppi prancis aja! tema menyusul: (1) pergerakan kemahasiswaan '98 dalam konteks dahulu dan kekinian, (2) illegal, unreported, and unregulated fishing di indonesia, (3) efektivitas pembangunan tol laut di indonesia, dan (4) kesiapan indonesia dalam menghadapi ASEAN Community 2015. follow di: http://selasar.ppifrance.fr/

pps: dan ternyata yang bikin lagunya syahrini "seperti itu?" yang tempo hari gw pos adalah.... MELLY GOESLAW!! jejeng!! pantesan itu lagu punya efek nagih ga kayak lagu" syahrini sebelumnya! AAAKKHHH kangen jugak gw sama karya"nya melly goeslaw bahaha. gapapa dech mba make syahrini utk karya terbarunya gapapa gapapa.

1 komentar:

  1. Kalo stand-point aku sih yes, gatau kalo mz dhani ya

    BalasHapus

Template developed by Confluent Forms LLC