01 April 2016

mengenai pilihan, realita, dan risiko

jauh sebelum saat ini, saya telah mengetahui dan menyadari sesuatu: setiap pilihan memiliki risiko.

saat pilihan itu letaknya masih jauh, mudah bagimu untuk memilih, karena yang kau lihat ya indahnya saja. toh risiko terlihat kecil, dibanding dengan sang indah. ketika pilihan itu mendekat, mendekat, semakin mendekat, dan perlahan menjadi realita, sang risiko pun turut menampakkan diri. jauh lebih nyata dibanding sebelumnya.

"hai," katanya.
"masih mau lanjut?"

ketika sang risiko perlahan membayangi, kadang indah tak lagi berdiri kokoh. ia rapuh. jauh lebih rapuh dibanding yang terlihat dari jauh.

"kamu yakin?" katanya.
"ia terlalu besar," risiko, maksudnya.

sontak saya menengok ke belakang. terkesima.

"hey, kau tahu apa?" kataku.
"terlalu jauh jarak kutempuh. terlalu lelah aku berpeluh. hanya untuk berada di titik ini," lanjutku, pada kedua kawan dari pilihan, yang perlahan berganti muka menjadi realita.

"jika mundur.. untuk apa? berpindah pilihan? yang risikonya masih tertutup sang indah? ah, sudahlah. kita masih bisa jalan sama-sama."

"jika kau kecewa?" serempak mereka bertanya.
"ya, bagaimana pun, kamu memang selalu ada bagi sang indah.." sembari melihat salah satu dari mereka, saya coba untuk menyunggingkan setipis senyuman.

"..risiko."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC