11 Maret 2016

menulis itu membebaskan

sudah lama saya tidak menulis serius, untuk diri sendiri.

buat saya menulis itu membebaskan. mengapa? karena ada beberapa hal yang jadi lebih indah saat sudah dilepaskan. kadang kata" tak cukup, maka dokumentasi kata" jadi hal yang penting. kata orang, otak saya melaju lebih cepat dibanding mulut saya sendiri. itulah mengapa, kadang sulit mengungkap segala sesuatu dengan singkat padat jelas, tanpa latihan terlebih dahulu.

namun menulis, saya punya waktu untuk filtering, baca ulang, koreksi, dan benar" memikirkan akan apa yang harusnya keluar. walau kalau di media ini, jarang sekali terdapat filter :p

gue: om, saya itu orangnya, kalo udah ada yang dimau, pasti dikejar sampe gila, ga liat kanan-kiri. kadang aku takut kehilangan kesempatan lain, yang mungkin aku bisa dapat.

bukan sebuah pertanyaan, sebenarnya. lebih ke pernyataan. well, curhat :p

okey! di antara kesibukan tolol belakangan ini (tolol karena kebanyakan gw jalani layaknya robot saja. yes, gw enjoy. tapi ya, kayak robot aja semuanya, otomatisasi), gw masih memiliki beberapa agenda non-obligatory yang manisnya kalau benar terwujud. di luar apa yang udah gw share di dua post sebelum ini:

SATU: gw mau rapihin soundcloud gw! ada beberapa lagu yang, gw ingin orang dengar dan nikmati. itu saja :)

DUA: nulis paper. entah apa fungsinya ke depan, mau ditaro di mana papernya, tapi aku mau coba maju. perlahan. kalau memang saya "mau serius berkarir."

TIGA: mungkin gw harus sudah mulai buka laptop yang gw beli pake keringet sendiri itu. dan ternyata menemukan bahwa "kamu bukan buat aku." kalau ga cocok juga, mungkin itu laptop mesti gw jual dan gw harus move on. peres keringet lagi ganti laptop #nangis

but first, lemme take a selfie :p

kelas inspirasi bandung #4. bukti bahwa, manusia bisa dengan mudahnya datang dan pergi dalam kehidupan yang singkat ini :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC