18 Mei 2016

keluar dari rutinitas

cinta rutinitas ini membunuhku~
lagu d'masiv yang diedit seenaknya

untuk pertama kalinya sejak saya lulus S2, hidup saya kosong. blong. cuma keisi seiprit-iprit, jadi punya buanyak waktu untuk bernapas.

pekan pertama saya menikmati. kelewat menikmati malah. saya jadi punya waktu lebih untuk cuci baju dan menyetrika. menytrika itu loh. bisa dilihat di kamar kosan saya, perbandingan antara baju bersih yang belum disetrika dengan baju rapi yang ada di lemari saya itu kira" setara.

pekan kedua saya mulai resah. "ga mestinya kayak begini." pekerjaan tetap datang namun tak seintens sebelumnya. akibat tidak ada target yang terlalu dekat atau mendesak, saya jadi kerja seenaknya. yang penting semua selesai pada waktunya.

pekan ketiga, yang adalah pekan ini, saya panik. panik karena tidak ada yang terlalu signifikan untuk saya lakukan. centangan demi centangan terlewati, yang belum tercentang hanya yang bersifat "menunggu." was-was, mau apa.

lalu saya akhirnya memberanikan diri. senin kemarin saya ke sosi baltos. untuk apa? zumba. buahahahaha.

harus saya akui, kelasnya tidak sesadis zumba saat saya masih di brest. ga banyak loncat", lebih banyak gerakan yang sifatnya "indah" dibanding "menyiksa," dan napas saya masih cukup banyak di akhir kelas. beda dengan dahulu ketika di dua lagu terakhir rasanya saya pengen nangis tapi nanggung.

but fun fact is, sekali olah raga, pasti pengen hajar terus. pulang" saya langsung hajar upper body strength dari sworkit dan sedikit kardio lagi dari keaira lashae di youtube. sworkit-memang-membunuh. HIIT emang workout paling bikin mau mati.

lalu kemarin saya coba fitnessblender lagi, yang kisaran 40 menit. saya mau mati. saya berhenti di kisaran menit ke-25 atau 30.

setelah saya baca", a good workout is a workout that makes you feel challenged, physically. zumba sosi versi kemarin, ga bikin saya mau mati, sih. maka itu saya ragu untuk ambil yang paketan. namun sejujurnya saya rindu, bergerak-gerak di ruangan yang lebih luas dibanding kamar kosan saya, dan merasa bebas. dan kalau boleh jujur, ternyata saya memang senang menari, buahahaha. semua tertutupi mungkin karena sejak SD saya selalu menjaga image saya sebagai "cewe tomboy."

nyatanya semalam saya rindu zumba. saya rindu bergerak. selagi waktu kosong saya selepas bekerja masih cukup banyak dan tidak ada yang sedang dikejar. mungkin saya harus pindah ke pola makan mahasiswa, sisa uangnya untuk bayar kelas zumba. tanpa motivasi apa-apa, hanya bersenang-senang :)

nb: saya juga baru minta diajarin tari piring sama dian. mungkin menari akan jadi rutinitas baru saya. pewarna hidup yang semakin monoton ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC