04 Juli 2016

DUC#2: Kenang-kenangan

Karena gw agak malas turun ke bawah, gw nulis pos ini pake henpon, instead of ngetik di PC. Jadi fotonya ya dari henpon. Tetap pada aturan 3 paragraf. Oh, dan anw, ternyata jam blog gw masih waktu bagian Paris, jadi pos yang mestinya "4 Juli 2016" ini jadi masih "3 Juli 2016" deh wggg.

4 Juli 2016, Pojok Oleh-oleh

Dari kecil, cita-cita gw cuma satu: travelling. Travelling ke baaanyak tempat dengan metode favorit gw: backpacking. Dari tidur di bus, kereta, sampe airport udah gw jabanin demi travelling murah. Dan demi bisa ke banyak tempat, gw rela pelit sama perut sendiri, dengan hampir ga pernah beli makanan "beneran" alias yang "dimasak" dan membuat gw duduk manis di sebuah restoran. Supermarket, bakery murahan, dan makanan pinggiran selalu jadi andalan gw selama travelling. Namun sayangnya, gw tetap traveller Asia yang rasanya "belom travelling" kalo ga bawa oleh-oleh. Lagi, demi budget, gw ga pernah beli bagasi pesawat. Hal ini menyebabkan gw mesti efektif dalam membeli buah tangan. Selain ga boleh mahal, ga boleh berat. Jadilah, di setiap kota/tempat menarik yang gw datangi, magnet kulkas dan kartu pos (yg satu ini dikirim beneran ke rumah) jadi andalan.

Di foto ini ada beberapa item, di antaranya gw beli sendiri, lainnya dikasih orang. Ada magnet Budapest, Romania, Slovakia (tepatnya Hrad Devin) dari perjalanan Eropa Timur gw kisaran Mei 2014. Perjalanan itu spesial buat gw, karena, itu pertama kalinya gw solo travelling! Lalu ada magnet Krakow dari perjalanan Polandia Selatan gw pas tahun depannya, a.k.a. Mei 2015, dan magnet Latvia dari perjalanan gw bersama Kak Anita dan temennya berlayar dari Stockholm ke Riga menyeberangi Laut Baltik, yang saat itu, hujan badai yang bikin seisi kapal mabuk tanpa minuman. Sebelah kiri bawah ada bongkahan Tembok Berlin. Hadiah yang gw dan Dima - mahasiswa S2 dari Moldova - dapatkan, setelah memenangkan "lomba membuat satelit" dari kertas dan sedotan di event FIG European Young Surveyor Network di kota yang barusan gw sebutkan. Seru deh main sama dia, hehe. Sebelahnya ada batu lucu yang gw bawa dari camping trip gw di Ouessant, pulau di Barat Kota Brest, bareng Ridoy dan temennya, Monica. Sebelahnya, cuma gelang nyokap sih, tapi lucu, jadi gw pajang hehe :p

Di luar kotak, selanjutnya, ada bebek di sebelah kiri. Bebek ini dari Glen, yang gw ceritain di DUC#1. Alesannya, biar kita "at peace," karena kita pas jadi roommate berantem mulu. And I said to him "Glen, this isn't a dove. It's a f**kin' duck." Belakangnya itu, sepaket sama kotak tempat gw nempel magnet, adalah kotak biskuit dari Groupe de Jeunes, alias Komisi Pemuda gereja gw di Brest. Ada kartu ucapan dari mereka juga, yang gw pajang di tempat lain :) Sebelahnya ada jam weker pemberian Mba Tari, ibu-ibu Indonesia yang udah 14 tahun lebih hidup di Brest dan jadi salah satu penyelamat hidup gw awal-awal di sana :'D Jam ini dikasih ke gw sebagai kado ultah, karena, sempet satu hari dia pengen ajak gw masak-masak dan makan bareng di rumah mba-mba lain yang di luar kota, tapi gw ga kebangun walau ditelponin berkali-kali, jadi si mba mesti ninggal wkwkwk. Terakhir, sebelah kanan ada pembatas buku The Beatles dari Koko Abet, pas doi dapet training di Fugro UK. Kalo lo suka Beatles, terus ada yang ngasih beginian, melting ga lo, melting ga lo? Heran gw. Lelaki se-sweet itu kok sampe sekarang masih jomblo ya?

3 komentar:

  1. "Lelaki se-sweet itu kok sampe sekarang masih jomblo ya?"
    😂😂😂😏

    BalasHapus
  2. jangan lupa kita pernah bermalam di pelabuhan jugak wq

    BalasHapus

Template developed by Confluent Forms LLC