07 Juli 2016

DUC#5: Kisah di Balik Kelambu

Euuughhh naon pisan judul DUC gw hari ini :''') Namun sebenarnya, yang ingingw ceritakan adalah, bintang-bintang yang gw pasang di kelambu kamar tidur gw di Cinere. Apaaa? Gaby tidur pakek kelambuu? Yoyoooiy romantis parah gak sik ;p Kaga kaga, ceritanya mah kamar gw temanya bohemian gitu, wuhu.

Bintang-bintang ini gw ga beli. Dapet. Atau bisa dibilang, bonus. Sebelum natal 2014, yang adalah sebelum natal di mana gw pulang ke rumah alias Indonesia (yang gw dateng nikahan Pretty sama Icas itu loh), gw ceritanya, seperti rutinitas biasa gw di awal bulan, baru beres belanja. Nah, di pintunya, gw ngeliat orang-orang tua (kebanyakan sih nenek-nenek) pada jualan lilin. Pas masuk sih gw ga gitu perhatiin, tapi pas mau keluar, gw tertarik sama bacaan di spanduk mereka. Anxiously gw beranikan diri nanya sama mereka "Halo, ini apa ya?" Jadi ternyata mereka jual lilin untuk charity. Judulnya "Natal sejuta lilin" kalo ga salah, dari sebuah asosiasi Khatolik se-Prancis Raya. "Oh, kalau yang ini berapa?" Gw ambil tiga lilin kecil, simpel, karena yang tinggal di rumah gw saat itu ada tiga orang. "Oh, kami ga pasang harga, silakan bayar sebisamu." Digituin, gw berpikir, angka berapa yang akan gw berikan. Lalu saat gw sebut angkanya.. "Kamu serius?" "Hanya untuk tiga lilin ini?" "Ini, lebih baik pilih yang ini, ada empat dan kualitasnya lebih bagus." "Kamu yakin kamu mau kasih segitu?"

"Tentu, ini kan untuk kegiatan amal," jawab gw dengan polos setelah dihajar ini itu sama para eyang-eyang yang kontan kebingungan. Gw pun heran dalam hati, padahal jumlah yang gw sebut itu, kalau dihitung-hitung tidak jauh dari jumlah yang biasa nyokap gw titipkan lewat gw sama Nino sebagai "uang persembahan" ke gereja setiap hari Minggu. Sambil gw terheran gw berikan uang gw ke salah satu nenek, yang nawarin gw paketan lilin lain. Tak lama sebelum gw melangkah keluar, salah satu nenek memberanikan diri untuk bertanya, "Permisi, apakah kamu seorang yang percaya?" Begitu cara sebagian dari kami memanggil satu sama lain. "Ya, saya orang percaya." "OK, bawa ini, ada beberapa ayat yang mungkin bisa kamu baca setiap harinya," sambil menyerahkan kaleng bulat kecil berisi kartu-kartu potongan ayat yang juga berbentuk bulat. "Bawa ini juga," kata nenek yang lain. "Ini apa?" tanya gw. "Untuk kamu gantung di Pohon Natal."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC