16 September 2016

di balik "NaN"

sejujurnya saya ragu mau nulis tentang paris atau tentang NaN ini, soalnya barusan gw nyanyi nyanyi odong "ne me quittes pas, mon cher, ne me quittes pas" ala regina spektor sama si dian sambil golar goler di satu ruang di pojok kk hidro. keingat betapa gw tidak setuju dengan kalimat mba spektor yang menyatakan "i love paris in the rain." no! NO! i DO NOT like paris in the rain!

namun berhubung tugas mulia (terakhir...ish?) saya buat BW baru selesai, aku cerita soal NaN saja yew. wekekekek.

NaN! apakah itu?!

NAAAANAAANAAANANANANANAAAA! NANANANAAAA! HEEY JUUUDDDEE!!

bagi klean klean yang suka main main sama matlab, atau setidaknya data numerik, tentunya klean ini sudah memahami bahwa NaN itu adalah singkatan dari "Not a Number." bukan angka. lalu apa?

yaa.. gampangnya sih, saat sesuatu dirasa komputer "ga masuk akal" atau "irasional" atau "ini pokoknya ada yang ga beres," si komputer akan menyatakan hal tersebut sebagai NaN. NaN juga dapat digunakan, kalau saya sih seringnya, untuk merepresentasikan ketiadaan data, alias data bolong. atau, saat komputernya ga cukup pintar karena si komputer ga punya feeling #henaon! saya sendirilah yang menyatakan bahwa, you're Not a f**kin' Number!

NaN itu dilematis. terutama sebagai prosesor, alias, mba mas yang kerja di belakang layar dan duduk di kantor. data NaN itu data yang bikin kerja jadi ringan. horeeee ga da dataaa bisa punya waktu buat bobok bobok cantix atau sekedar ke wc atau ambil minum. namunnnn, di sisi lain, data NaN ini bikin kepala mau botak. why NaN, why, WHY?!

lalu muncul lah segala keluh kesah "ini ngapain aja si yang di lapangan" namun "ah, tapi kondisi lapangannya emang rusuh sih, data begini ya mo gimana lagi" namun "lah, salah ekstrak. ini ko BISA outputnya ga dicek!" namun "asudahlah mungkin lelah, khilaf" namun "etdah ini ga ngerti cara make alat apa!" namun "aduh ini kalo emang ga ngerti ya gapapa tapi ko ya ngga nanya" dan akhirnya "AUK AH, DARKNESS!" (maksudnya: auk ah, gelap! #garing)

lebih gundah gulana saat menyatakan bahwa, ohohowwww ini data tidak masuk akal. tidak mungkin terjadi di lapangan. lalu mau tak mau, label NaN mesti dikasih. ntar kalo ada yang tanya "ini kok NaN-nya banyak banget?" jawabannya hanya "ya gimana lagi, data bilang begitu" "ga bisa diakalin?" "diakalin gimana nurut ngana, data ya data. ini juga udah diproses dulu biar apa yang ngana lakukan di lapangan benar benar terepresentasi di figur figur kyut unyu nan informatif itu. ngana fikir ini tiap satu gambar png bikinnya cuma lima menit, ha? HA?!"

sebagai pendidik, yang juga semi-profesional, gw sangat beryukur sih, dapet kuliah yang half lapangan half di kelas. well, mungkin 3/4 kuliah master gw sejatinya ialah di lapangan, sih. jadi feel gw saat ngolah data itu kuat sekali. makanya klean klean dedek dedek geodesi itb masa kini, bersyukurlah. klean dapet praktikum berkali kali dengan alat yang macem macem. kesempatan langka itu, langka!

dan aku mengerti kok, saaaangat mengerti, bahwa kondisi di lapangan itu tidak seperti di kantor. o tentu tidak! namun srsly APA sih susahnya ngikutin PROSEDUR #kembangkempisnapas

anw.. kalau gw ga pernah ke lapangan, mungkin projek yang baru gw beres kerjakan ini..... bahkan ga akan berani gw ambil pada saat tender menender. mwahahahahah ;p

nb: tulisan ini dibuat atas ditemukannya 1 dari 6 dataset yang ujung"nya nilai NaN-nya sudah hampir sama dengan 40%. sedihnya, sekitar 33%-nya itu lantaran si surveyor salah ekstrak. tsssaaadeeeeessstttt. tengs. but. notengs.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC