02 September 2016

balada calon pendidik


cerf-volant, volant au vent, ne t'arretes pas - les choristes

pernah nonton les choristes? kalau sudah, dan suka, pasti merinding lihat gambar di atas. kalau belum, saya akan cerita sedikit. tapi ini akan spoiler sekali, biar point-nya dapet. misal berminat nonton tanpa spoiler, tiga paragraf di bawah ga perlu dibaca.

**spoiler alert**

les choristes adalah film prancis yang belum terlalu lama, sekitar tahun 2004 produksinya. film ini bercerita tentang seorang guru musik yang diutus untuk mengajar di sebuah panti asuhan khusus lelaki. anaknya bandel". ga ada yang nurut. wajar lah ya, laki semua, masa puber, rusuh.

sampai suatu ketika dia menemukan metode, yang saya lupa bagaimana tepatnya, yang membuat mayoritas anak" itu jadi patuh dan mau nyanyi bareng" selaku paduan suara. dan di antara anak" itu, ada satu anak yang menonjol dan suaranya bagus banget. sempat ada konflik sedikit" antara si bapak guru dan si anak ini karena, sejak tau dia punya kelebihan, anak ini jadi sedikit songong dan seenaknya.

namanya orang baik, tetep aja, ada yang ga suka. lagi" gw lupa bagaimana tepatnya, si bapak ini akhirnya diberhentikan dari tugas mengajarnya. drama banget deh. anak" yang udah jadi murid"nya bela"in biar si bapak ga pergi, tapi karena keputusan yayasan sudah seperti itu, anak" ini dikurung di kelas, dikunciin, biar si bapak ini bisa melengang pergi tanpa beban moral. pas si bapak lagi jalan ke luar panti, terdengar suara anak" itu lagi pada nyanyi dan pesawat" kertas beterbangan dari jendela kelas. isinya.. surat. surat dari mereka masing" untuk si pak guru :')

**spoiler alert selesai**

gw habis bicara" banyak sama beberapa teman yang... gw ga sesering itu bicara sama mereka. setahun ini kerasa banget, banyak banget perubahan yang terjadi pada pemikiran gw. soal idealisme, cita", masa depan, pandangan orang, keinginan pribadi, keinginan orang lain, well... simply, gw baru melihat kehidupan yang sebenarnya itu seperti apa, ya, selepas gw S2 kemarin ini. kalau gw S2 langsung S3, mungkin ga akan gini" amat kali ya keruwetan pikiran gw.

pilihan hidup yang sudah gw tetapkan jadi goyah, sementara yang gw jalani pun kadang jadi setengah hati. di satu sisi gw merasa seperti ga bersyukur, di sisi lain gw memaki "apa sih, gab cita cita lo?" karena hidup bisa simpel aja kok ya dibikin ribet. sok" butuh tantangan, meh. di sisi lain, apa yang gw dapat itu sudah versi terbaik dari angan angan gw. walau, yah, ada beberapa hal yang mesti gw bayar and it sucks. namun bukankah kesempurnaan itu tak pernah ada?

gw pengen jadi pendidik dengan cita" tulus. gw senang mengajar, gw merasa sangat berguna ketika gw mengajar, dan gw merasa pekerjaan ini tepat sekali untuk seorang saya. setelah menjalani simulasi selama setahun, hmmm... menjadi pendidik di perguruan tinggi itu...... capek.

karena pekerjaannya bukan hanya mengajar. gw harus membelah diri untuk banyak kepentingan, yang jujur, makin ke sini gw rasa makin.... aduh, harus ya? sementara....... yah, kalau saya meracau bisa ke mana", tapi kalau mau dipermudah, effort yang gw keluarkan tidak sebanding dengan returnnya. karena perbandingan gw adalah rekan seumuran, jujur, gw merasa itu ga fair. bukannya kewajiban itu pada dasarnya berbanding lurus dengan hak?

but despite it all.. ketika gw inget lagi lagu ini, ketika gw masih juga deg"an ketika mesti ngajar di kelas, ketika gw bacain tugas kuliah anak", dan ketika gw nyidang orang...... gw tau, pengajar adalah tempat yang tepat untuk gw. gapapa lah, kerja serabutan, mungkin jungkir balik cari proyek sana sini dan ribut sama klien" yang otaknya ga sesuai income bulanan mereka nantinya... demi bisa ngeliat muka" plongo dengan berbagai simpanan pertanyaan di kelas, hingga raut ga bisa nahan tangis haru anak" yang akhirnya bisa lulus sidang. semua terbayar :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC