21 Desember 2016

the importance of accomplishment(s) and end game(s) - part 2

so, end game. istilah ini pertama kali gw tau beberapa hari lalu, di serial yang judulnya adalah 'the blacklist.' setiap perjuangan butuh end game. selesainya kapan, bagaimana. karena kalau berjuang terus tanpa tujuan, apa pantas disebut berjuang? asigg.

sekarang gini. buat yang kemarin kemarin terlambat, akan sedikit gw jelaskan perbedaan phd dengan jenjang pendidikan lainnya. phd itu sejatinya adalah kerja, bukan kuliah. saat lo S1 dan S2, kegiatan utama lo adalah menghadiri kelas, ngerjain tugas, dan ujian. all for the sake of skill building dan pembelajaran, jadi saat seseorang masuk ke dunia kerja, otaknya udah jalan dan adjust sama kemampuan berlogika yang dibutuhkan.

gw sendiri ngerasa sebenarnya S1 dan S2 itu ga jauh beda, cuma beda beban moril dan hantaman tugasnya aja. sementara phd atau S3 itu sejatinya udah ga perlu kuliah lagi, kecuali kalau si mahasiswa ngerasa butuh support untuk hal" tertentu yang akan membantu penelitian dia. pekerjaan utama seorang mahasiswa phd ialah: ngantor. ga jauh beda kok sama kawan" 8-to-5 sejagad. kerja kira" 8 jam/hari, bedanya, kalo ga masuk ga ada pemotongan gaji hahaha ;p

phd itu lowong sekali, karena ya itu tadi, mau ngapain aja sebenarnya bebas asal target terpenuhi. pacu bekerja kita yang atur sendiri, kapan mau olah data, kapan ketemu pembimbing, kapan bikin paper, teruuus aja kayak gitu 3-4 tahun ke depan sampai lo bisa menyatakan bahwa proyek penelitian lo 'selesai' dan bisa diwariskan ke dedek dedek lainnya. phd selayaknya udah ga kuliah, tapi jadi asdos. dan biasanya yang udah ngasdos itu anak" tahun kedua, karena udah klop sama supervisor dan udah biasa dengan tool dan metodologi yang diajar di kelas, secara hal itu yang mereka pegang sehari-hari.

si saya yang ambisius ini sebenarnya sudah jaga" agar ga ada kata 'lowong' yang menyebabkan malas ngampus. tapi belakangan gw suka agak bingung ngapain di kantor dan accomplishment apa yang realistis untuk dicapai, dan segala sesuatu rasanya terlalu bertele-tele. nanya ini, dioper ke itu, lalu nunggu. peristiwa 'nunggu' ini lah yang bikin gw suka stres sendiri. mau ngapain dengan waktu tunggu sebanyak iniiiiii selain lagi" baca buku dan paper.

namun, setiap kali gw malas, gw selalu ingat bahwa gw punya end game. end game buat semua ini, dan yang akan jadi awal untuk hal" lainnya. kembali ke pos sebelumnya, berikut kegiatan gw selama 3 bulan terakhir:

1. ngerjain proyek (PhD)
2. bhangra dan audisi timnya
3. pantomime dan end year shownya
4. skills and IT training
5. masak dan hal" rumah tangga lainnya

nah! setiap poin yang gw tulis HARUS punya end game. nomor 1, tentu, end game-nya adalah semuanya selesai. gw lulus dengan gelar, dengan beberapa goal kecil di antaranya. nomor 2, gw sudah ada rencana end game sendiri dan mengapa gw tetap setia, selain karena saya memang cinta  #ahayyy nomor 3 sudah end game. no more panto. yang penting ga mati penasaran lol. nomor 4 karena saya memang pengen banget jago Matlab dan bisa main LaTeX, dengan sedikit bumbu asik Linux,. somehow gw yakin semua ini bakal berguna. dan terakhir si nomor 5, tentu demi rumah tanggaku di masa depan #asikasikjoss

jadi, kalau segala sesuatu punya end game, kita tetap bisa fokus walau pada prosesnya ya, capek dan terseret-seret. ga sedikit teman" gw yang memilih untuk ga masak dan ga beberes rumah/kamar dengan alasan "banyak tugas" dan "ga ada waktu," padahal waktu yang dibutuh kan ga seberapa dibanding dengan hasil akhirnya (i.e. gw jadi bisa masak dan rumah gw rapi, yuhu). entahlah, puasnya beda ngerjain sendiri sama bayar orang untuk ngerjain, hahaha.

tapi kalo boleh jujur, nomor 2 hingga 5 itu adalah cara gw untuk refresh dari kegiatan nomor 1 yang terlihat ga ada ujung. "ga ada waktu" yang mungkin dipake rekan" gw untuk party dan bergaul gw pake untuk masak dan beberes rumah. "ga ada waktu" yang mungkin dipake rekan" lain untuk tidur dan/atau nonton serial gw pake untuk latihan bhangra. waktu selalu ada, tinggal gimana manage-nya aja ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC