25 Januari 2018

a realist dreamer

gue abis nonton the greatest showman.

for the sole reason of dia bagus banget dan serius banget garap numbersnya.

i really am a sucker for musicals. gilak. walau dari segi cerita.. ya udah aja. tapi ya. ada lah, beberapa numbers yang gue pengen bediri terus ikut nyanyi. hahaha. i miss my time in glorify. cie. hahaha.

gue ini bukan aktris ya. namun namanya dunia, dunia ini panggung terbaik bagi kita, ya toh? terserah, ada yang memakai waktunya untuk bersandiwara, ada yang lebih nyaman keeping it real. kalau kamu kenal saya, kamu mestinya tau, saya yang mana.

kemaren gw abis ngobrol banyak donk, sama rahmia. seneng deh. satu hal yang gue syukuri dari 'memaksakan' diri untuk tetep ikut ppi uk adalah, ketemu orang" yang pandangan hidupnya beririsan atau mirip". bener kata mba nida, makin dewasa, teman" kita makin menggambarkan siapa kita.

menurut mia, ada beberapa orang yang berada di suatu tempat, tanpa keinginan tertentu, tapi ya emang dia mesti ada di situ. sementara banyak orang yang mau posisi itu dan ga bisa punya, orang ini malah dapet. dan gue terhenyak. hahaha.

kalau gue flashback ke kehidupan gue sejak SMA, list leadership gue.. banyak sih, haha. dan dari semua itu, satu-satunya kepemimpinan di mana gue literally mencalonkan diri adalah saat gue jadi ketua Persekutuan Oikumene (kerohanian kristen) di SMA gw. lainnya, rikues masyarakat. halah :'')

ketua pencinta alam, dicalonkan. wakil ketua buku tahunan, dicalonkan jadi ketua, tapi gue menolak dan lebih pilih jadi wakil aja - i have had enough kata 'ketua' by then. kadiv acara kecil"an himpunan, dicalonin sampe 2x, tapi di yang kedua gw nolak dan menyerahkan tongkat ke orang lain yang juga gue anggap kompeten. ketua orienteering, dicalonkan. kadiv karya di IMG, dicalonkan, dan itu divisi yang masa itu benar-benar baru, jadi mostly program gue ngarang from scratch or at least rebranding. ketua PPI Brest, dicalonkan. kadiv pendidikan PPI Prancis, dicalonkan. wakil ketua OKTI, kompetisi paper tahunannya PPI Prancis, dicalonkan, walau jalur komandonya jadi aneh but we simply did not have enough people by then. hingga sekarang, kadiv kastrat PPI UK merangkap ketua ISIC, dicalonkan.

itu kalo kerjaan gue ada gajinya, kaya raya kali ya? coz i always did good, mwahahah.

tapi kalau ditanya, kepentingan gue apa, untungnya gue ngerjain semua itu apa.. gue ga bisa jawab lah :'')

my sole reason is to make everyone happy. they said you can't make everyone happy, well, i am aiming for the right people to be happy. and i always did.

saking terbiasanya gue hidup buat orang lain, kadang gue suka lupa hidup buat diri sendiri. mau-maunya gue ini ya apa hahaha. tapi yah, gimana yah. selama kerjaan itu enjoyable dan punya hasil yang pol"an ya kenapa ga dikerjain sih.

memang, klise sih, kalau kita mengharapkan sesuatu dari semua yang kita kerjakan. yang dulu senior" sering bilang, kita dapet teman. well.... berapa kali sih gue ketemu teman" sekerja gue selama setahun? sama siapa sih gue bisa cerita kalau sakit kepala?

terus dapet pengalaman organisasi, bla bla bla. well, pekerjaan yang gue ingin lakukan, rasanya ga terlalu butuh pengalaman organisasi. people will more likely hire me because of my journals than my leadership experiences.

and why am i still doing this?

i know, i can always say no. but, meminjam kata" P. T. Barnum, i'm a showman.

give me a stage and i'll dance. i'll make people laugh. all those work.. is solely because, i wanna see people smile. i wanna see the people i work with proud of themselves and what they have achieved. gue, gue bukan siapa". tapi gue bisa bikin mereka jadi seseorang. karena dipercaya itu, perasaan yang ga bisa digantikan dengan hal lain. haha.

jadi kembali kepada cita" di awal.

i wanna make everyone happy. at least, the right ones.

moreover, i want my team to be proud of themselves. of what they did. what they have become by the end of my leadership. and that, will always make me happy :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC